
________
"pak..! pak..! kemana bapak?" teriak seseorang pada orang-orang yang ada di sekitarnya mencari pak profesor.
Dengan terus berjalan tak henti-henti nya orang itu memanggil tuannya. Aku hanya memperhatikan dengan bingung karna terlihat sekali di raut wajahnya kalau orang itu sedang tidak baik-baik saja.
'Ada apa sebenarnya, kenapa semua orang-orang itu terlihat khawatir. pasti terjadi sesuatu yang tidak baik' batinku.
Tak lama berselang kulihat profesor berbicara dengan seseorang yang tadi mencari nya. terlihat sekali bahwa ada sesuatu yang buruk dari wajah-wajah mereka yang sedang berbicara satu sama lain.
Sedikit ku cari informasi dari orang-orang yang melewatiku yang tak lain merupakan kerabat profesor yang datang untuk menghadiri acara ini.
"pak sebenarnya ada masalah apa sepertinya semua terlihat panik?" tanyaku kepada seorang pria yang usianya tidak jauh berbeda dari profesor.
"sepertinya pernikahan tidak mungkin terlaksana karna ada kejadian yang tidak di harapkan menimpah nasib Keysha" pernyataan orang itu membuat ku menyipitkan kedua mataku bingung akan keterangannya.
Tak puas hanya dengan kalimat yang membuatku tidak mengerti, ku beranikan diri untuk meminta penjelasan yang lebih detail.
"maksud bapak, apakah Keysha akan batal menikah?"
"iya nak... mempelai pria dan keluarganya mengalami kecelakaan yang mengakibatkan calon suami dan rombongan meninggal dunia akibat kejadian naas itu...."
__ADS_1
Entah kenapa aku turut hancur mendengar berita duka itu hingga tak ku hiraukan lagi apa yang bapak itu jelaskan selanjutnya.
Saat masih sibuk dengan pikiranku suara teriakan Keysha membuat aku kembali tersadar dari lamunanku.
Keysha berteriak histeris saat ayahnya memberi tau berita buruk yang telah menimpah calon suami dan keluarganya. Tak lama kemudian profesor memegang dadanya dengan keras dan wajahnya seperti menahan sakit saat mencoba untuk menjelaskan dan menenangkan Keysha atas apa yang menimpanya.
Tak lama kemudian profesor mulai tak bisa menahan bobot tubuhnya dan jatuh ke lantai diikuti dengan teriakan semua orang. tak pikir lama aku langsung berlari kearahnya dan mencoba meminta bantuan untuk segera membawa profesor ke rumah sakit terdekat agar segera mendapatkan pertolongan.
________
Keysha berdiri di depan pintu ruang UGD dengan gusar dan tak henti-hentinya ku lihat ia menghapus air mata yang berhasil lolos dari sudut matanya mencoba untuk terlihat tegar di depan semua orang dan beberapa keluarga dekatnya tak henti-hentinya memanjatkan do'a untuk keselamatan profesor.
Aku mencoba ikut terlihat tegar dengan berdiri tenang bersama yang lain dan tak lupa berdo'a untuk keselamatan orang yang sangat berjasa dalam hidupku. Aku cukup prihatin dengan apa yang di alami Keysha dalam hidupnya karna di hari bahagianya harus menerima kenyataan pahit ini.
Dengan tak sabar Keysha menghampiri dokter dan perawat yang baru saja keluar dari ruang UGD.
"Bagaimana keadaan ayah saya dok? tolong selamatkan ayah saya karna hanya ayah orang yang satu-satu nya saya miliki, saya mau bertemu dengan ayah saya..." dengan air mata yang mengalir deras dan bibir yang bergetar.
"Saya hanya sebatas seorang dokter yang sebisa mungkin melakukan yang terbaik untuk pasien, selebihnya semua keputusan yang di atas" dengan berat hati sang dokter menjelaskan kepada Keysha "maaf saya permisi dulu"
"Maaf nona Keysha ayah anda ingin bertemu dengan anda" itulah yang disampaikan perawat yang tadi berdiri di samping dokter.
__ADS_1
________
"Ayah..." panggilku dan mendekat untuk duduk di bangku yang terdapat di samping ranjangnya dengan menahan tangis dan perasaan yang begitu takut untuk kehilangan orang tua satu-satunya yang ku punya.
"Keysha... kemarilah nak!" suara ayah yang begitu lemah membuatku tak bisa menahan air mataku lagi.
Dengan menggenggam tangan ayah dan ku dekatkan telingaku agar bisa mendengar apa yang akan ayah katakan.
"Ikhlaskan semua ini dengan lapang dada, mungkin Tuhan sedang mempersiapkan hadiah yang lebih baik untukmu"
"Kenapa harus Key yang mengalami ini semua ayah?" tanyaku degan peresaan yang begitu hancur.
"Mungkin ayah tidak bisa terus menemanimu nak..."
********
Haiii...🤗
Pembaca yang budiman 😀 terima kasih karna terus membaca kelanjutan cerita qu 😘 seperti biasa aq membutuhkan dukungan kalian semua dengan cara berikan KOMEN dan LIKE agar aku bisa melanjutkan cerita ini 😊
Dan berikan RATE ⭐⭐⭐⭐⭐ dan VOTE nya agar aq lebih SEMANGAT lagi 😍😍😍
__ADS_1
Jadikan FAVORIT juga yaaaa 😇
💕💕💕💕💕💕💕💕