Jodoh Pilihan Tuhan

Jodoh Pilihan Tuhan
Memohon petunjuk Allah Subhanahu wa ta'ala


__ADS_3

Setelah berbicara dengan Kak Reno dan memahami arah pembicaraannya aku memutuskan untuk memohon petunjuk dari Allah Subhanahu wa ta'ala dengan melaksanakan Salat Istikharah untuk memantapkan hatiku atas keputusan yang akan Allah pilihkan untukku.


Sesungguhnya aku adalah makhluk yang lemah dan sangat butuh pada pertolongan Allah Subhanahu wa ta'ala dalam setiap urusan-Nya. Yang mesti aku sendiri meyakini bahwa aku tidak mengetahui perkara yang ghoib dan tidak pula mengetahui manakah yang baik dan buruk  kejadian pada masa akan datang. Oleh karena itu, di antara hikmah Allah Ta’ala kepada hamba-Nya, Dia mensyariatkan hambanya berdo’a supaya seorang hamba dapat bertawasul ( sebuah aktivitas untuk mengambil sarana atau wasilah agar doa atau ibadah kita dapat diterima Allah Subhanahu wa ta'ala) pada RabbNya untuk dihilangkan kesulitan dan diperolehnya kebaikan.


Dan aku sangat yakin dan tidak ada keraguan sedikit pun bahwa yang mengatur segala urusan adalah Allah Ta’ala. Dialah yang menakdirkan dan menentukan segala sesuatu sesuai yang Dia kehendaki pada hamba-Nya.


Seperti dalam Al-Qur'an Surat Al Qashash: ayat 68 sampai dengan ayat 70 yang berbunyi;


Wa rabbuka yakhluqu ma yasya'u wa yakhtar, ma kana lahumul-khiyarah, subhanallahi wa ta‘ala ‘amma yusyrikun.


Artinya:


Tuhanmu menciptakan dan memilih apa yang Dia kehendaki. Sekali-kali tidak ada pilihan bagi mereka. Mahasuci Allah dan Maha Tinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan.


(QS. Al Qashash:ayat 68)


Wa rabbuka ya‘lamu ma tukinnu suduruhum wa ma yu‘linun.


Artinya:


Tuhanmu mengetahui apa yang disembunyikan (dalam) dada mereka dan apa yang mereka nyatakan.


(QS. Al Qashash:ayat 69).


Wa huwallahu la ilaha illa huw, lahul-hamdu fil-ula wal-akhirah, wa lahul-hukmu wa ilaihi turja‘un.


Artinya:


Dialah Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Bagi-Nya segala puji di dunia dan di akhirat dan bagi-Nya (pula) segala putusan. Hanya kepada-Nya kamu dikembalikan.


(QS. Al Qashash:ayat 70).


Sesungguhnya hanya Allah Subhanahu wa ta'ala yang berhak memilih apa yang dikehendaki-Nya. Maka apa yang dikehendaki-Nya pasti ada, dan apa yang tidak dikehendaki-Nya pasti tiada. Semua perkara yang baik dan yang buruk berada di tangan kekuasaan-Nya dan bersumber dari-Nya pula.


Kutekadkan hati berharap semoga apa yang tersembunyi dihatiku menjadi pilihan bagi Allah dan memantapkan pilihan tersebut untuk kuambil.


Setelah itu aku laksanakan salat dua raka'at lalu berdo’a dengan do’a istikhoroh:


"Bismillahirrahmanirrahim."


"Allahumma inni astakhiruka bi ‘ilmika, wa astaqdiruka bi qudratika, wa as-aluka min fadhlika, fa innaka taqdiru wa laa aqdiru, wa ta’lamu wa laa a’lamu, wa anta ‘allaamul ghuyub. Allahumma fa-in kunta ta’lamu hadzal amro (melanjutkan pernikahanku dengan Kak Reno) khoiron lii fii ‘aajili amrii wa aajilih (aw fii diini wa ma’aasyi wa ‘aqibati amrii) faqdur lii, wa yassirhu lii, tsumma baarik lii fiihi. Allahumma in kunta ta’lamu annahu syarrun lii fii diini wa ma’aasyi wa ‘aqibati amrii (fii ‘aajili amri wa aajilih) fash-rifnii ‘anhu, waqdur liil khoiro haitsu kaana tsumma rodh-dhinii bih."


"Artinya: Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.


Ya Allah, sesungguhnya aku beristikhoroh pada-Mu dengan ilmu-Mu, aku memohon kepada-Mu kekuatan dengan kekuatan-Mu, aku meminta kepada-Mu dengan kemuliaan-Mu. Sesungguhnya Engkau yang menakdirkan dan aku tidaklah mampu melakukannya. Engkau yang Maha Tahu, sedangkan aku tidak. Engkaulah yang mengetahui perkara yang ghoib. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa perkara ini (melanjutkan pernikahanku dengan Kak Reno) baik bagiku dalam urusanku di dunia dan di akhirat, (atau baik bagi agama, penghidupan, dan akhir urusanku), maka takdirkanlah hal tersebut untukku, mudahkanlah untukku dan berkahilah ia untukku. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa perkara tersebut jelek bagi agama, penghidupan, dan akhir urusanku (baik bagiku dalam urusanku di dunia dan akhirat), maka palingkanlah ia dariku, takdirkanlah yang terbaik bagiku di mana pun itu sehingga aku pun ridho dengannya."


"Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna."


"Aamiin allahumma aamiin (Kabulkanlah Ya Allah kabulkanlah).”


Tubuhku terasa bergetar dengan perasaan condong pada pilihan yang akan kuambil.


Kemantapan hati yang kuat dengan keyakinan ini adalah pilihan terbaik.


Hatiku terasa tenang dan mantap.


Tidak ada keraguan dan kegelisahan.


Maka tidak lama kemudian aku keluar dari kamar tidurku.


Kucari Kak Reno namun,tidak kutemui.


Hingga akhirnya mataku tertuju pada sosok yang sedang duduk di ruang salat (mushola kecil) keluarga ini sembari melantunkan ayat-ayat suci


Al-Qur'an.


Rupanya Kak Reno berada disini batinku dalam hati.


Perlahan-lahan aku masuk ke dalam agar tidak menganggu Kak Reno yang sedang khusyuk menikmati membaca Al-Qur'an.


Aku duduk perlahan agak menjauh darinya sambil menunggunya selesai.

__ADS_1


Kunikmati lantunan suaranya yang merdu dan membius indera pendengaranku.


MasyaAllah,tidak kusangka Kak Reno dapat membaca Al-Qur'an senikmat ini.


Ringan dan cepat, berkarakter lembut, halus, dan bernuansa penuh kesedihan hingga mampu mengguggah emosi bagiku yang mendengarnya.


Suasana sekitar menjadi lebih damai, tenang dan penuh dengan keberkahan.


Sesekali kuamati Kak Reno dari kejauhan.


Al-Qur'an yang kuberikan padanya yang sekarang ia baca.


Ternyata ia simpan dan jaga dengan baik.


Aku sedikit tersenyum sebab ia merawat dan mempergunakan dengan sangat baik Al-Qur'an yang kuberi untuknya.


Suaranya menggema indah menembus sanubariku.


Ia masih belum menyadari kedatanganku.


Begitu larutnya aku mendengar tilawahnya mataku terpejam menikmatinya.


Tidak lama suara Kak Reno melemah dan menghilang.


Aku membuka mataku.


Dan dregggggg....


Ia sudah duduk di hadapanku.


Dag...Dig...Dug....


Serrrrrrrrr......serrrrrrr.....


Jantungku berdetak kencang.


Lagi dan lagi mata itu menatapku dalam.


Hingga senyumannya memecah ketegangan di antara kami.


"Rani sudah lama disini?,"tanyanya sambil menatapku.


"Tidak terlalu lama,"ucapku sedikit grogi.


"Kenapa tidak langsung memanggil kakak.Apa Rani diam-diam ingin memandangi kakak?,"tanyanya menggoda.


Aku merasa salah tingkah.


"Akh...ehhhh...tidak bukan begitu kak.Rani tidak ingin menganggu Kak Reno yang sedang khusyuk membaca Al-Qur'an,"belaku.


"Benarkah?,"ucapnya sambil melihat ke arahku.


"Iya benar,"jawabku cepat.


"Lalu kenapa Rani kesini?bukankah tadi kita sudah bertemu.Apakah Rani sudah Rindu kepada kakak?,"godanya lagi.


Aku mengkeritkan dahi.


"Jika Kak Reno bicara seperti itu lebih baik aku pergi dari sini saja,"kataku sedikit kesal.


Aku ingin berdiri pergi dari ruang salat.


Namun,belum sempat aku melaksanakan niatku tangan Kak Reno sudah meraih tanganku dan mengenggamnya.


"Jangan kesal Ran,"bujuknya.


"Jika Rani pergi berarti Rani memang benar-benar rindu pada kakak,"godanya lagi.


Melihatku yang semakin tidak nyaman dengan candaannya.Ia menarik tanganku perlahan untuk duduk dengan tenang di depannya.


"Kakak hanya bercanda Ran,"ucapnya dengan senyum.

__ADS_1


Akupun kembali duduk dengan menahan perasaan debar-debar yang semakin lama semakin tidak menentu.


"Apa Rani ingin memberi jawaban kepada kakak?,"tanyanya serius.


Aku mengangguk pelan.


"Dan Rani sudah yakin akan pilihan Rani,"tanya Kak Reno lagi.


Aku mengangguk sambil melihatnya.


"Kakak ingin tahu dan tidak sabar menunggu jawaban Rani.Semoga itu adalah pilihan yang senada dengan yang kakak harapkan selama ini Ran,"tuturnya dengan raut wajah penuh pengharapan.


Mata itu...


Tatapan itu...


Semakin membuatku salah tingkah.


Untuk sesaat kami berdua terdiam dan hanya saling memandang.


Namun,pikiran kami menuju jalan arah yang berbeda.


"Ran,kakak siap mendengar keputusan Rani,"ucapnya dengan raut wajah tegang kali ini.


Hufhhhhh.....


Aku menghela napas.


Berusaha menenangkan hatiku yang terus berdebar semakin lama semakin cepat.


"Bismillah,"ucapku pelan.


Kak Reno menatapku lurus tanpa berkedip.


"Kak,setelah Rani melaksanakan salat istikharah.Hati Rani in syaAllah mantap dan yakin tanpa sedikitpun rasa keraguan."


Kak Reno semakin menatapku tajam dan mendengarkan ucapanku sungguh-sungguh.


"In syaAllah pilihan terbaik untuk Rani atas izin Allah Subhanahu wa ta'ala adalah....,"aku berhenti sejenak.


Kami saling memandang.


Sementara Kak Reno sangat tegang menunggu jawabanku.


"Adalah apa Ran,"tanyanya penasaran.


Aku tersenyum kecil membalas pertanyaannya.


Kak Reno tampak mengkerutkan dahinya mengisyaratkan agar aku segera memberi tahunya pilihanku.


"Katakan Ran,"ucapnya sambil mengenggam tanganku.


Kali ini tangannya terasa dingin dan tegang.Bisa kurasakan getaran dari tubuhnya.


Aku membalas tatapannya dengan keyakinan.


"Pilihan Rani adalah tetap bersama Kak Reno dan bersedia menikah secara resmi kak."


Belum selesai aku ingin melengkapi kalimatku.


Tangannya dengan cepat tetapi lembut menarik tubuhku.


Drappppp....


Tiba-tiba semua terasa berhenti.


Sunyi dalam tautan hati.


Begitu dekat ia denganku hingga aroma tubuhnya jelas membius indera penciumanku.


Dalam dan semakin dalam ia mendekapku erat.

__ADS_1


Aku hanyut dalam aliran perasaanku padanya.


__ADS_2