
"Mengapa saudara Reno terlihat gusar dan gelisah?, " tanya Pak sipir mendekati Kak Reno yang sedang duduk bersandar pada dinding musholla.
Kak Reno menoleh pada Pak Sipir.
"Bapak cukup panggil saya dengan Reno saja Pak, itu terdengar baik dari pada bapk memanggil saya dengan sudara Reno. "
Pak Sipir tersenyum kecil.
"Baiklah jika menurut saudara Reno itu adalah hal yang terbaik. "
Kak Reno membalas ucapan Pak Sipir dengan senyuman kecilnya.
"Bapak lihat beberapa hari ini kamu terlihat sedih dan memikirkan sesuatu? apakah ini ada hubungannya dengan gadis berhijab yang datang membesuk nak Reno waktu itu?, " tanya Pak Sipir mencoba menerka.
Kak Reno terkejut akan pertanyaan dari Pak Sipir yang seakan tahu perihal isi hatinya.
"Kenapa? Kok nak Reno malah melongo melihat bapak?. "
Kak Reno menghela napasnya dan memalingkan wajahnya menatap langit-langit musholla.
"Iya Pak, saya memikirkan gadis berhijab yang datang menemui saya tempo hari, dia adalah mantan istri saya. "
"Mantan istri?, " tanya Pak Sipir terkejut.
Kak Reno menganggukkan kepalanya seraya memandang wajah Pak Sipir yang terkejut mendengar ucapannya.
"Namanya Rani Pak. Kami menikah karena desakan kakek saya dan di penuhi dengan intrik-intrik juga berbagai macam kebohongannya kepadanya. "
"Maksudnya? Kalian berdua menikah secara paksa tanpa ada rasa cinta?, " tanya Pak Sipir.
"Iya Pak, tetapi saya terlalu naif dengan berpura-pura tidak mencintainya dan terus mengikuti permainan yang dibuat oleh seluruh anggota keluarga saya demi untuk menahan Rani agar tetap berada di dalam keluarga kami, supaya keluarga saya dapat terus menikmati semua kekayaan almarhum kakeknya yang telah dirampas secara paksa oleh kakek saya, dan itu tanpa sepengetahuan Rani. "
Pak Sipir terdiam menyimak apa yang semua Kak Reno ceritakan tentang perjalanan kehidupannya bersamaku.
"Saya telah banyak membuat Rani menderita Pak, hingga ia pun pernah kehilangan penglihatannya karena saya. Dan beradanya saya disini juga atas kesalahan saya yang telah bertindak kasar kepada dirinya dan juga almarhum sahabat saya."
Air mata Kak Reno menetes perlahan.
"Rasanya sakit sekali Pak. Setelah Rani pergi dari kehidupan saya, setelah dia meninggalkan saya barulah saya menyadari akan pentingnya dia dalam hidup saya. Karena ternyata selama ini saya sangat mencintai dirinya dan menutupi perasaan cinta yang saya miliki untuk Rani dengan selimut kebencian yang saya tanamkan di dalam hati saya. Namun, setelah ia benar-benar pergi. Saya merasa sangat terpuruk dan jatuh Pak. Ternyata dia begitu berharga bagi saya, hiks... hiks... hiks. "
Pak Sipir merasa iba dan bersimpati terhadap Kak Reno, maka dengan perlahan Pak Sipir menepuk pundak Kak Reno.
"Semua yang terjadi di dunia ini sudah menjadi ketetapan dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala, seperti adanya pergantian siang dan malam, adanya alam yang indah, sebaliknya adanya hal-hal yang ditetapkan seperti bencana alam, musibah dan lain sebagainya. Begitu pula adanya perbedaan keadaan manusia, Allah menciptakan manusia dengan bermacam ragam, ada wujud yang sempurna atau kurang sempurna. Adapun Allah mengatur setiap kebutuhan manusia dan menempatkan kondisi manusia dalam berbagai macam hal yang berbeda. Karena yang sedemikian itu adalah sebuah ketentuan yang sudah pasti baik adanya dan seharusnya kita sebagai manusia juga harus mampu mengimani sampai sedalam itu. "
"Saya paham Pak, dan itulah yang membuat saya begitu sangat menyesal akan perbuatan saya terdahulu, " ucap Kak Reno sambil menyeka air matanya.
"Selama hidup tentunya cobaan akan datang silih berganti. Tidak jarang kita sebagai manusia sering dibuat menyesal dan putus asa atas kesalahan dan dosa yang telah kita lakukan. Padahal yang harus Nak Reno ketahui adalah Allah Subhanahu wa ta'ala tidak akan membebani hamba-Nya melebihi kemampuannya.Seperti Firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala dalam Al-Qur'an surat Yusuf ayat 87 yang berbunyi:
Ya baniyyazhabu fa tahassasu miy yusufa wa akhihi wa la tai'asu mir rauhillah, innahu la yai'asu mir rauhillahi illal-qaumul-kafirun.
Yang artinya: Wahai anak-anakku, pergi dan carilah berita tentang Yusuf beserta saudaranya. Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tidak ada yang berputus asa dari rahmat Allah, kecuali kaum yang kafir.”
__ADS_1
Pak Sipir menghela napasnya sebentar untuk kemudian melanjutkan perkataannya kepada Kak Reno.
"Jadi Nak Reno selama kita masih diberikan napas oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala, berarti disitu akan selalu ada harapan yang Allah berikan kepada kita. Sehingga saat kita merasa sangat sulit menghadapi tantangan dan cobaan di dalam hidup, maka harapan penyelesaian dari cobaa yang kita hadapi itu akan datang kepada mereka yang percaya dan mengimani takdir yang Allah berikan. Dan yang harus Nak Reno lakukan adalah dengan tetap berusaha melakukan hal yang terbaik disertai juga dengan do'a, itulah cara terbaik menurut bapak dalam menghadapi ujian dari Allah Ta'ala. "
Kak Reno masih terdiam merenungi wejangan yang disampaikan oleh Pak Sipir kepada dirinya. Pak Sipir yang masih melihat kegusaran di wajah Kak Reno pun kembali memberikan narasi pembekalan motivasi untuk membuat Kak Reno bersemangat dan tidak larut dalam kesedihan.
"Nak Reno, hidup itu penuh dengan warna warni kehidupan.Nak Reno tahu tidak maksudnya apa?," tanya Pak Sipir melihat wajah Kak Reno.
Kak Reno seraya berpikir untuk menjawab pertanyaan Pak Sipir.
"Menurut pemikiran saya di dalam kehidupan itu dihiasi oleh suka dan duka. Benarkah begitu Pak?, "tanya Kak Reno.
Pak Sipir pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
" Benar sekali apa yang Nak Reno sampaikan,bahwa hidup itu terkadang diliputi rasa senang, rasa sedih, rasamengecewakan, rasa menyesali, dan lain sebagainya.Dimana semua rasa itu akan berotasi secara silih berganti menempati rongga hati dan pikiran kita secara dinamis. Karena kesemuannya itu adalah konsekuensi dari setiap pilihan hidup yang kita ambil dan lakukan .Jadi,pilihan hidup itu sejatinya adalah pilihan yang terbaik dari yang baik yang sudah kita putuskan, tentunya dengan telah menimbang baik dan buruknya sebelum kita memutuskan untuk melakukannya. Sehingga jika sudah melakukan pilihan, dan tinggal melaksanakannya jangan pernah menyesali apa yang sudah dipilih, karena sebelumnya kita sudah tahu akan resiko dari pilihan kita tersebut. Nah, itulah gunanya Allah memberi kita akal yaitu untuk kita gunakan berpikir sebelum melakukan tindakan. Apapun pilihan yang kita jalani pada akhirnya apakah akan sesuai dengan harapan atau tidak, jangan pernah menyesalinya,tetapi berusahalah melakukan ikhtiar maksimal untuk memperbaiki kesalahan dan dosa yang telah kita lakukan dengan bertobat dan melakukan hal-hal yang baik, dengan membenahi diri kita menjadi insan yang jauh lebih baik dari sebelumnya. Dan masalah keputusan akhir akan harapan kita setelah membenahi diri ,serahkan semuanya kepada Sang Pemberi Keputusan yaitu Allah Subhanahu Wa Ta'ala. "
Kak Reno menganggukkan kepalanya tanpa berkata apapun.
Pak Sipir semakin asyik memberi nasihat kepada Kak Reno yang kini mulai perlahan berangsur-angsur terus berusaha menempa dirinya menjadi insan yang baik.
"Kehidupan ini adalah takdir terindah dari Sang Pencipta yang telah dianugerahkan kepada manusia terpilih."
"Maksudnya bagaimana kalimat itu Pak?, " tanya Kak Reno yang terpancing dengan ucapan Pak Sipir.
Pak Sipir tersenyum senang, sebab Kak Reno mulai tidak merasa gusar dan menyimak semua perkataannya dengan baik.
"Maksudnya apapun yang ada pada diri kita jangan pernah disesali, dan apapun yang terjadi dalam hidup kita juga tidak untuk disesali. Kita sebagai manusia hanyalah sebagai pelaksana titah dari Sang ilahi dengan mengoptimalkan kemampuan otak akal dan pikiran kita untuk melaksanakannya. Sebab kehidupan itu adalah perjuangan. Jadi janganlah pernah menyesali apa yang telah terjadi pada hidup kita,karena hidup itu bukan masa lalu, hidup ini masa sekarang dan masa yang akan datang. Sehingga, Nak Reno harus menjadikan masa lalu sebagai pelajaran hidup untuk terus memperbaiki diri untuk semua hal yang terjadi pada diri Nak Reno, karena sudah terjadi. Sekarang Nak Reno tanamkan di hati Nak Reno, jika perpisahan Nak Reno dengan Rani adalah keputusan yang terbaik dari Sang Pencipta. Walapun menurut sudut pandang Nak Reno itu adalah sebuah kehancuran yang menyakitkan, tetapi tidak demikian menurut Sang Penguasa langit. Allah Subhanahu Wa Ta'ala Maha Tahu apa yang terbaik dalam hidup, jika Nak Reno senantiasa bersyukur dan ikhlas dalam menjalani keputusan takdir dari Allah Ta'ala. InsyaAllah,akan ada jalan kemudahan menuju kebahagiaan yang Allah akan ridho dalam kesabaran dan keikhlasan yang Nak Reno jalani sekarang, "tutur Pak Sipir dengan panjang lebar.
"Iya pak.Semoga saya termasuk orang-orang yang tidak menyesali masa lalu, " kata Kak Reno.
Kemudian Pak Sipir mengajarkan kepada Kak Reno untu senantiasa terus berprasangka baik kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala dengan salah satunya mengajarkan kepada Kak Reno mengucap doa saat kecewa agar hati merasa lebih tenang. Dan Kak Reno pun mengikuti lafadz do'a yang di bacakan oleh Pak Sipir.
"Allahumma Inni a'udzubika minal hammi wal huzni, wal ajzi, wal kasali, wal bukhli, wal jubni, wal dhola'id daini, wa gholabatir rijali.
Artinya: "Ya Tuhanku, aku berlindung kepadaMu dari rasa sedih serta duka cita ataupun kecemasan, dari rasa lemah serta kelemahan, dari kebakhilan serta sifat pengecut, dan beban hutang serta tekanan orang-orang (jahat), " ucap Pak Sipir diikuti oleh Kak Reno.
Kak Reno terdiam sejenak, lalu dalam kegelisahan hatinya ia pun memberanikan diri untuk bertanya kepada Pak Sipir.
"Lalu bagaimana Pak jika gadis yang sangat saya cintai yaitu Rani nantinya menikah degan orang lain? Saya pasti tidak akan mampu untuk menerima kenyataan yang menyakitkan itu Pak, " ujar Kak Reno dengan ekspresi sedih.
Pak Sipir kembali menepuk bahu Kak Reno dan melemparkan senyum.
"Apakah nak Reno mau mendengarkan sebuah kisah?, " tanya Pak Sipir.
"Kisah apa Pak? Bukankah saya sedang bertanya kepada bapak akan ketakutan hati saya, jika Rani gadis pujaan hati saya akan dinikahi oleh orang lain, " jawab Kak Reno.
Pak Sipir kembali tersenyum.
"Kisah yang akan saya ceritakan ini ada kaitannya dengan Rani dan Nak Reno. "
"Benarkah Pak?, " tanya Kak Reno semangat.
__ADS_1
Pak Sipir menganggukkan kepalanya pelan sambil melemparkan senyumannya.
"Baiklah Pak kalau begitu tolong ceritakan kisah itu, saya ingin mendengarkannya, " pinta Kak Reno dengan penuh semangat.
Kak Reno menatap wajah Pak Sipir dengan sangat serius, dan Pak Sipir pun bersiap memulai kisah cerita yang akan membawa penafsiran keikhlasan hati bagi Kak Reno. "Kisah yang akan bapak ceritakan ini adalah sebuah kisah cinta yang membawa surga bagi kedua insan yang mengaagungkan cinta mereka kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. "
Kak Reno semakin semangat mendengar prolog kisah yang di sampaikan Pak Sipir. Maka dengan segera Kak Reno memutar tubuhnya menghadap Pak Sipir dan bersiap dengan wajah seriusnya untuk mendengarkan kisah cinta yang membawa surga.
Pak Sipir pun mulai bercerita:
"Al-Mubarrid menyebutkan dari Abu Kamil dari Ishaq bin Ibrahim dari Raja’ bin Amr An-Nakha’i, ia pun berkata, "Adalah di Kufah, terdapat pemuda tampan, dia sangat rajin dan taat. Suatu waktu dia berkunjung ke kampung dari Bani An-Nakha’."
Kemudian,dia melihat seorang wanita cantik dari mereka sehingga dia jatuh cinta dan begitu sangat kasmaran. Dan ternyata cinta pemuda pada si wanita cantik itu pun tidak bertepuk sebelah tangan.
Karena sudah merasa jatuh cinta, akhirnya sang pemuda itu mengutus seseorang untuk melamar gadis yang dicintainya tersebut. Tetapi si ayah gadis itu mengabarkan kepada utusan pemuda tersebut,bahwa putrinya telah dijodohkan dengan sepupunya. Dan berapa hancurnya hati pemuda tersebut mengetahui jika gadis yang dicintainya itu akan menikah dengan orang lain.
Meskipun demikian, cinta pemuda dan gadis tersebut tidak bisa padam begitu saja,bahkan cinta mereka berdua semakin berkobar. Si gadis yang dicintai oleh pemuda itu pun, akhirnya mengirim pesan kepada pemuda yang mencintai dirinya lewat perantara dari bantuan seseorang untuk si pemuda itu, adapun bunyi pesan itu seperti ini, "Aku telah tahu betapa besar cintamu kepadaku, dan betapa besar pula aku diuji dengan kamu. Bila kamu setuju, aku akan mengunjungimu atau aku akan mempermudah jalan bagimu untuk datang menemuiku di rumahku."
Tulis pesan dari Si Gadis.
Kemudian pemuda itu pun menjawab pesan dari Si gadis tadi melalui orang suruhannya, "Aku tidak setuju dengan dua alternatif itu, sesungguhnya aku merasa takut bila aku berbuat maksiat pada Rabbku, akan adzab yang akan menimpaku pada hari yang besar. Aku takut pada api yang tidak pernah mengecil nyalanya dan tidak pernah padam kobarannya."
Tulis sang pemuda.
Ketika disampaikan pesan tadi kepada si gadis.Sang gadis pun berkata, "Walau demikian, rupanya dia masih takut kepada Allah? Demi Allah, tidak ada seseorang yang lebih berhak untuk bertaqwa kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala dari orang lain. Semua hamba sama-sama berhak untuk itu." Kemudian Si gadis meninggalkan urusan dunia dan menyingkirkan perbuatan-perbuatan buruknya serta mulai beribadah mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Akan tetapi, Si gadis masih terus menyimpan perasaan cinta dan rindunya kepada sang pemuda. Tubuh Si gadis mulai kurus karena menahan rindunya, sampai akhirnya Si gadis meninggal dunia karena menahan cinta akan pemuda yang sangat di cintainya.
Dan setelah sepeninggal Si gadis tersebut,sang pemuda itu seringkali berziarah ke kuburnya.Sang pemuda menangis dan mendo’akanya. Hingga suatu waktu Sang pemuda sampai tertidur di atas kuburan Si gadis. Sang pemuda bermimpi berjumpa dengan kekasihnya yaitu Si gadis yang telah meninggal dunia.Namun di dalam mimpi Sang pemuda. Si gadis tersebut dalam penampilan yang sangat baik. Di dalam mimpi pemuda tersebut.
Sang pemuda sempat bertanya kepada Si gadis yang telah meninggal tersebut, "Bagaimana keadaanmu? Dan apa yang kau dapatkan setelah meninggal?. "
Si gadis pun menjawab, "Sebaik-baik cinta wahai orang yang bertanya, adalah cintamu. Sebuah cinta yang dapat mengiring menuju kebaikan."
Pemuda itu bertanya kembali, "Jika demikian, kemanakah kau menuju?."
Lalu Si gadis pun menjawab, "Aku sekarang menuju pada kenikmatan dan kehidupan yang tidak berakhir. Di Surga kekekalan yang dapat kumiliki dan tidak akan pernah rusak."
Kemudian Sang Pemuda itu berkata lagi, "Aku harap engkau selalu ingat kepadaku di sana, sebab aku di sini juga tidak pernah melupakanmu."
Si gadis yang sudah meninggal itu pun menjawab, "Demi Allah, aku juga tidak melupakanmu. Dan aku meminta kepada Tuhanku dan Tuhanmu yaitu Allah Subhanahu Wa Ta'ala agar kita nanti bisa dikumpulkan. Maka, bantulah aku dalam hal ini dengan kesungguhanmu dalam ibadah."
Si pemuda pun lalu bertanya, "Kapan aku bisa melihatmu?. "
Si gadis menjawab: "Tak lama lagi kau akan datang melihat diriku."
Dan tujuh hari setelah mimpi itu berlalu, si pemuda itu dipanggil oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala menuju kehadirat-Nya yaitu meninggal dunia.
Itulah sebuah kisah cinta yang agung dengan berdasarkan janji bertemu di surga. Luar biasa bukan Nak Reno, "tanya Pak Sipir.
Kak Reno pun menjawab, " Subhanallah pak, sangat menyentuh. "
Pak Sipir tersenyum lalu bangun dari duduknya sambil menepuk pelan pundak Kak Reno.
__ADS_1
"Maka jangan pernah gusar akan Rani, jika dia ditakdirkan menjadi jodohmu, maka secara fitrah Allah Subhanahu Wa Ta'ala akan membawanya kepadamu. Karena sesuatu yang menjadi milik seseorang akan kembali kepemilikannya, tentunya semua dengan rahasia dan jalan yang telah Allah rencanakan. "
Pak Sipir lalu berlalu pergi meninggalkan Kak Reno yang masih terdiam akan perkataan Pak Sipir.