Jodoh Pilihan Tuhan

Jodoh Pilihan Tuhan
Kepergian.


__ADS_3

Sesampainya di kediaman rumah Kak Roy. Bude Ayu tidak dapat menahan amarah dan rasa kesalnya. Meskipun Om Surya sudah meminta Bude Ayu untuk tidak memberitahu kan kepada Tante Desi, juga Kak Roy akan pernikahan diri ku. Tetapi, tetap saja rasa kesal itu menyelimuti perasaan dan pikiran nya. Hingga tanpa tidak sengaja Tante Desi dan Kak Roy mendengar pembicaraan antara Bude Ayu dan Om Surya, tentang pernikahan ku dengan Kak Reno.


Betapa terkejutnya Tante Desi dan Kak Roy, dimana hal itu membuat mereka berdua menjadi syok.


Tante Desi langsung menanyakan kebenaran akan berita yang ia dengar, langsung kepada Bude Ayu dan Om Surya.


Dimana tiba-tiba, keduanya menjadi sangat tegang untuk menjawab pertanyaan dari Tante Desi.


Om Surya terdiam dan tidak mampu untuk berkata-kata, begitu pula dengan Bude Ayu. Namun, setelah Tante Desi dan Kak Roy mendesak Bude Ayu untuk berbicara yang sebenarnya. Dengan terpaksa, akhirnya Bude Ayu pun mengatakan semua kebenaran yang telah ia terima dari Abi dan juga Enjid.


Mendengar hal itu dari Bude Ayu, Tante Desi langsung menangis dan berteriak histeris. Dimana ia tidak dapat menyembunyikan rasa kesedihannya itu. Begitu pula dengan Kak Roy yang tidak dapat menutupi rasa frustasinya, sehingga membuat dirinya langsung duduk terdiam.


Keadaan di keluarga Kak Roy menjadi penuh dengan kesedihan, setelah mendengar berita pernikahan ku, yang sungguh membawa nelangsa bagi mereka semua.


Tante Desi pun tidak dapat menahan kesedihan nya dan memulai memikirkan hal-hal yang buruk pada keluarga nya, khususnya Kak Roy dan cucunya.


Hatinya terasa sakit dan hancur berkeping-keping, ia tidak dapat membayangkan jika cucunya sampai mengetahui kebenaran ini. Maka ia tidak tahu apa yang akan terjadi pada cucunya. Tangisan Tante Desi semakin pecah dan tidak terkendali berpadu pada rasa ketakutan yang bersemayam di dalam pikiran dan hatinya.


Dan Bruuukk...


Tubuh Tante Desi lemah dan jatuh tidak sadarkan diri. Semua orang panik dan cemas. Om Surya dengan cepat mengangkat tubuh Tante Desi dan memindahkan nya ke atas sofa. Bude Ayu dengan kencang memanggil asisten rumah tangga untuk mengambilkan segelas air putih dan minuman hangat. Sementara itu, Kak Roy dengan segera mengambil minyak angin.

__ADS_1


Tidak berapa lama kemudian, Kak Roy dan asisten rumah tangga di kediaman rumah Kak Roy sudah datang. Bude Ayu sambil menangis, dengan segera membalurkan minyak angin ke seluruh tubuh Tante Desi hingga ke pelipis.


Untuk beberapa saat Tante Desi mulai tersadar dari pingsannya. Tetapi, lama kelamaan kondisi Tante Desi semakin mengkhawatirkan sehingga harus segera di bawa ke rumah sakit secepatnya.


Semua orang panik dan terus menangis, termasuk Bude Ayu yang menyesali akan dirinya yang tidak dapat menahan amarah dari lisannya, sehingga harus membuat adiknya berada dalam kondisi seperti ini.


Keadaan Tante Desi semakin mengkhawatirkan dan Allah berkehendak lain. Di dalam perjalanan menuju rumah sakit, Tante Desi menghembuskan napas nya sebelum mendapatkan pertolongan.


Om surya dan Bude Ayu berteriak sangat histeris dan tidak dapat mengendalikan dirinya. Sementara itu, Kak Roy hanya diam terpaku dan tidak mampu mengatakan apa pun juga. Hatinya perih dan terguncang akan peristiwa yang baru saja ia saksikan dan alami.


***


Selepas kepergian Tante Desi, semua anggap keluarga berada dalam kedukaan dan rasa kehilangan yang teramat sangat


Bude Ayu terus menyalahkan Abi, Enjid dan Ummah atas meninggalnya Tante Desi.


"Pergi kalian! Pergi! Kami semua tidak butuh simpati kalian, semua hal ini tidak akan pernah terjadi, jika kalian menerima lamaran kami, dan menikahkan Rani dengan Roy, " ujar Bude Ayu dengan kesal dalam wajahnya yang sembab dan di selimuti kesedihan.


Ummah berusaha untuk menjelaskan, tetapi Bude Ayu pun terus menolak dan seakan tidak mau mendengarkan perkataan Ummah. Begi pun, Om Surya yang juga tidak menggubris ucapan dari Abi dan Enjid.


"Sebaiknya kalian pergi dari sini,karena kedatangan kalian di rumah ini. Sungguh tidak kami harapkan sama sekali, "kata Ok Surya.

__ADS_1


Mendengar penolakan dari perkataan Om Surya, membuat Enjid segera untuk mengajak seluruh anggota keluarga nya pulang dan meninggalkan kediaman rumah keluarga Kak Roy.


Bahkan Kak Roy sekali pun tidak menunjukkan sikap senang akan kedatangan Ummah dan anggota keluarga nya. Perlahan Ummah dan Wirda berjalan untuk mendekati Rani yang sedang menangis tersedu-sedu,maksud hati Ummah dan Wirda ingin mengusap putri Kak Roy dengan kepedulian mereka. Tetapi, dengan cepat Kak Roy mengangkat putrinya dari hadapan Ummah dan Wirda, untuk menjauhi mereka.


Ummah dan Wirda sangat tekejut melihat sikap Kak Roy seperti itu. Tetapi Ummah mengerti alasan di balik sikap Kak Roy kepada mereka, yaitu sebagai bentuk rasa kekecewaan atas pernikahan ku dengan Kak Reno yang terjadi karena restu seluruh anggota keluarga Imandar.


Wirda ingin menjelaskan dan mengatakan sesuatu kepada Kak Roy, tetapi Kak Roy menolak dengan membentangkan ke lima jari tangan kanan nya, tepat di hadapan wajah Wirda.


" Lebih baik kamu pergi dan tinggalkan tempat ini Wirda!. Aku tidak membutuhkan penjelasan dari dirimu atau siapa pun juga, "ucap Kak Roy dengan wajah marah dan berlalu pergi meninggalkan Wirda.


Ummah menghela napasnya, dan menghampiri Wirda untuk segera pergi meninggalkan kediaman rumah keluarga Imandar.


" Apakah kita harus memberitahukan kabr duka ini kepada Rani dan Kak Reno, Ummah?, "tanya Wirda dengan wajah sendunya.


Ummah menggeleng kan kepalanya, " Tidak perlu sayang. Biarkan Rani dan Reno menikmati kehidupan baru mereka saat ini. Kita tidak perlu membagi kabar meninggal nya Bu Desi kepada mereka. Dimana kedatangan mereka di sini justru akan memantik masalah dan menimbulkan perpecahan dalam hubungan baru mereka. Jadi biarkan mereka tidak tahu sama sekali, karena itu jauh lebih baik untuk kita semua,"jelas Ummah kepada Wirda.


Wirda mengangguk mengerti.Ummah merangkulkan tangannya pada pundak Wirda dan sekaligus mengajak Wirda untuk segera meninggalkan rumah Kak Roy.


Sementara itu, Bude Ayu terus memandang kepergian Ummah dan anggota keluarga nya. Penuh dengan rasa kesal dan kebencian.


Ummah dan yang lainnya hanya dapat menghela napas panjang, untuk menenangkan perasaan mereka, supaya tidak tersulut rasa kekecewaan atau pun perselisihan dengan sikap kasar dari keluarga Kak Roy.

__ADS_1


Pak Budi dengan segera menyalakan mesin mobil, dan melajukan mobil yang ia kendarai meninggalkan kediaman rumah keluarga Kak Roy yang sedang berkabut duka.


__ADS_2