
Jemari tangan ku masih terus berusaha untuk meraih gunting tersebut. Dimana aku terus mengkoordinasikan tangan dan kaki ku yang terikat untuk bekerja sama dengan baik. Perasaan berdebar dengan kecemasan terus menyergap perasaan ku.
Sesekali ku alihkan pandangan mata ku untuk melihat keadaan Kak Reno.
Dia masih belum tersadar sepenuhnya dan menatap ke arah ku dengan pandangan yang sayu.
"Jika seperti ini terus, keadaan Kak Reno akan sangat mengkhawatirkan. Aku harus segera bergegas untuk menolong nya, " kata ku pelan sambil terus mengambil gunting yang sudah semakin dekat dengan jemari tangan ku.
Ku gunakan segala upaya dan daya ku, dengan menekuk dan memanjangkan tubuh ku seperti ulat.
Dan setelah beberapa kali gagal, akhirnya aku pun dapat meraih gunting pada jemari tangan kanan ku.
Aku merasa sedikit lebih senang, meskipun belum merasa puas sepenuhnya.
Sekarang aku harus fokus membuka ikatan tali yang mengikat kedua tangan ku.
Sakit dan terasa sulit, tetapi aku terus berusaha sekuat tenaga.
Karena melihat kondisi Kak Reno yang semakin membuat diri ku cemas dan khawatir.
Keajaiban itu datang.
"Alhamdulillah, " kata ku pelan penuh syukur saat tali yang mengikat tangan ku akhirnya putus.
Aku pun segera bergegas membuka tali pengikat di kaki ku.
Setelah itu, aku bangun dari duduk dan segera menuju Kak Reno.
Ku pegang wajahnya yang terluka dengan kedua jemari tangan ku.
Hati ku bergetar dan terasa sangat pilu juga sedih melihat kondisinya.
Untuk beberapa saat matanya yang sayup setengah sadar menatap diri ku, begitu pula pandangan mata ku yang melihat sorot matanya.
"Rani, " panggil Kak Reno lirih dalam suaranya yang merintih kesakitan.
Air mata ku pun mengalir tanpa ku sadari, dimana kedua tangan ku memegang kepala Kak Reno dan meletakkannya di atas pundakk ku.
Dengan cepat aku membuka taki yang mengikat kedua tangannya. Lalu perlahan aku membantu Kak Reno untuk duduk bersandar, sembari membuka tali yang mengikat kedua kakinya.
Setelah semua tali yang mengikat tangan dan kaki Kak Reno terlepas.
Aku langsung menyandarkan tubuh Kak Reno pada dinding dengan perlahan. Kemudian aku berjalan cepat mengambil kotak obat, yang di gunakan oleh wanita tadi untuk mengobati diri ku.
__ADS_1
Dan bergegas membawa kotak itu dekat dengan Kak Reno.
Perlahan demi perlahan, aku mulai membersihkan sedikit demi sedikit bekas noda darah pada wajah Kak Reno.
Dengan lembut pula aku mengoleskan obat pada lukanya.
Setelah selesai aku pun melihat keadaan sekitar dan mencari jalan keluar untuk pergi dari tempat ini.
Namun, pandangan mata ku tidak dapat menemukan jalan keluar apa pun. Selain satu akses pintu masuk yang sering di lewati orang-orang yang menculik ku dan Kak Reno.
"Aku harus segera bergegas, sebelum orang-orang itu datang kembali, " ucap ku pelan sambil melihat-lihat dengan seksama keadaan di sekitar ruangan ku.
Aku hampir berputus asa dan begitu bingung untuk berbuat apa pun.
Dengan langkah pelan sambil berpikir.
Aku kembali mendekati Kak Reno yang tengah bersandar pada dinding, yang tidak jauh dari tempat ia di ikat dengan berdiri.
Aku memegang wajah dan kening Kak Reno, untuk memastikan bahwa keadaannya akan baik-baik saja.
"Kamu harus kuat dan bertahan Kak Reno, " bisik ku pada telinganya.
Dan tiba-tiba ku rasakan jemari tangan Kak Reno menyentuh wajah ku pelan.
"Rani, " panggil nya dengan suaranya yang terdengar lemah dan pelan.
Kepala ku pun mengangguk pelan, menunggu lisannya berkata lagi pada ku.
Tetapi setelah beberapa saat Kak Reno hanya terus memandangi ku, dengan matanya yang berkaca-kaca.
Aku lalu memegangi jemari tangannya dan berkata, "Lebih baik Kak Reno tenang saat ini, dan jangan berpikiran yang macam-macam. Aku akan berusaha untuk mencari jalan keluar, agar kita dapat segera keluar dari sini. "
Kak Reno tidak berkata apa pun, dia hanya terus memandang wajah ku dengan parasnya yang semakin sayu dan lemah.
Dan di saat aku sedang memandangi Kak Reno, tanpa sengaja mata ku memandang ke arah tumpukkan meja dan barang-barang yang terletak di dekat dinding.
Ada celah cahaya dari situ yang tampak mengenai mata ku.
Aku pun segera bergegas untuk memeriksa nya, dan benar saja. Saat satu persatu aku menurunkan tumpukkan barang bekas dan meja kayu. Ternyata terdapat pintu yang sudah usang.
Aku tersenyum menyeringai dan tidak menyia-nyiakan kesempatan ini dengan baik.
Dengan bergegas dan cepat, aku terus menyingkirkan semua barang dan benda yang menghalangi pintu itu. Dan tidak lama kemudian, aku pun sudah dapat membuka pintu itu untuk ku lalui.
__ADS_1
Ku tarik napas panjang dan lega, sembari mengucapkan rasa syukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Meskipun, belum sepenuhnya aku dan Kak Reno terbebas dari keinginan jahat orang-orang yang berada di tempat ini.
Aku lalu membantu Kak Reno berdiri dan meletakkan tangannya melingkar pada pundakku.
"Kamu harus kuat Kak Reno, " kata ku berbisik pada telinganya.
Kak Reno menatap diri ku dengan matanya yang berkaca-kaca.
Tanpa menunda-nunda waktu lagi, aku dengan cepat membantu Kak Reno berdiri dan berjalan, dengan terus memegangi tubuhnya yang bertumpu pada ku.
Lisan ku tidak pernah terputus melantunkan do'a, supaya Allah Subhanahu Wa Ta'ala senantiasa melindungi kami berdua.
Dengan pelan dan perlahan aku terus menuntun langkah kaki Kak Reno, untuk berjalan keluar dari ruangan yang tampak seperti gudang tidak terpakai.
Wuzzzz.
Aku dapat merasakan hembusan angin yang perlahan -lahan menerpa ku.
Ku layangkan pandangan ku ke sekitar untuk mencari jalan atau tempat yang aman bagi ku dan Kak Reno untuk bersembunyi.
Sebelum orang-orang jahat itu menemukan keberadaan kami saat ini.
Aku terus melihat ke arah Kak Reno yang semakin lemah.Tetapi bagaimana pun juga aku terus membopong tubuhnya agar mampu berdiri dan berjalan mengikuti langkah kaki ku.
Setidaknya kami harus berada jauh dari tempat itu, agar kami benar-benar aman.
Setelah memaksakan Kak Reno untuk berjalan cukup jauh, akhirnya Kak Reno sudah tidak mampu lagi untuk meneruskan langkah kaki nya.
Brughhh.
Tubuh nya terjatuh dan aku sangat panik sekali. Dimana di sekitar kami berada saat ini, tidak ada seorang pun.
Semuanya hanya pepohonan dan semak belukar.
Aku benar-benar merasa ketakutan dan begitu mengkhawatirkan keadaannya.
Sambil terus berpikir dan memanjatkan do'a kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.
Aku terus berusaha untuk mencari jalan keluar dari masalah ini.
Hingga sekali lagi keajaiban serasa datang tiba-tiba. Dimana aku melihat gerobak yang cukup baik dan masih dapat di gunakan.
Tanpa berlama-lama lagi, aku segera mengeluarkan sisa-sisa tenaga ku untuk membantu tubuh Kak Reno agar dapat berdiri. Dan dengan bersusah payah, aku pun akhirnya dapat meletakkan tubuh Kak Reno ke dalam gerobak tersebut.
__ADS_1
Langsung saja aku mendorong gerobak itu, untuk mencari bantuan atau menemukan rumah-rumah penduduk di sekitar sini.
Sebelum para penjahat itu mengetahui , jika saat ini aku dan Kak Reno sudah berhasil kabur dari tempat itu.