Jodoh Pilihan Tuhan

Jodoh Pilihan Tuhan
Gelisah


__ADS_3

Kak Roy menuntunku perlahan melewati koridor.Perlahan ia menyeka darah yang mengalir di kening dan bibirku dengan sapu tangannya yang basah.Tampak dari jauh Kak Reno memandangiku dan Kak Roy.Sekilas aku menatapnya begitu juga Kak Roy yang juga terlihat sangat kesal dan marah memandang ke arah Kak Reno.


Sesampainya di depan ruang perawatan yang tidak jauh dari ruangan bunda berada.Kak Roy membawaku.Mbak Riska dan yang lainnya melihat ke arahku.Sontak mereka terkejut melihat kondisiku yang basah kuyup dengan luka di kening dan bibir.Dengan langkah cepat mereka menghampiriku,


"Ya Allah dek,kenapa bisa begini?kenapa kalian berdua basah kuyup?kening dan bibirmu terluka dek,"tanya Mbak Riska histeris.


Bu Sri yang berjalan di belakang Mbak Riska terlihat panik melihat kondisiku,


"Nak,kamu kenapa nak?apa yang terjadi nak?,"tanya Bu Sri sambil memegangku.


Pak Sugeng pun bertanya kepada Kak Roy,


"Apa yang terjadi Roy?kenapa kalian berdua basah kuyup?dan dimana Reno?,"tanya Pak Sugeng penuh dengan selidik.


Kak Roy yang sejak tadi dicerca banyak pertanyaan akhirnya pun menjawab,


"Rani terjatuh Pak,"ucapnya singkat.


Dengan penasaran Pak Sugeng bertanya,


"Kenapa Rani bisa terjatuh nak?,"selidiknya.


Kak Roy yang ingin menceritakan kejadian sebenarnya kepada Pak Sugeng dan lainnya.Ku halangi dengan menekan sedikit tangannya.Sekilas ia menatapku lalu ku balas tatapannya dengan menggelengkan kepala perlahan.Beruntung Kak Roy memahami isyaratku sehingga ia mengalihkan pembicaraan ke hal lainnya,


"Om,tante sebaiknya Rani segera mendapat perawatan.Saya khawatir dengan lukanya dimana darahnya terus mengalir,"saran Kak Roy.


Pak Sugeng dan yang lain menerima saran Kak Roy setelah melihat kondisiku.Bu Sri pun bergegas membawaku masuk ke ruangan perawatan sehingga aku lekas mendapat pengobatan.Sementara Kak Roy dan Pak Sugeng menunggu di luar dan Mbak Riska mengambil baju ganti untukku di dalam mobilnya.

__ADS_1


Dan benar saja luka di keningku harus mendapat jahitan karena luka robek yang cukup lumayan dalam.Bu Sri menangis melihat kondisiku.Aku merasakan kasih sayang yang tulus darinya.Akh,sungguh kontras berbanding terbalik dengan tingkah laku anaknya dan pasti akan sangat mengejutkan dirinya jika ia mengetahui jika lukaku akibat perbuatan anak laki-lakinya.Tidak lama kemudian,Mbak Riska membawakanku pakaian ganti.Dan dengan bantuan Mbak Riska pula aku mengganti pakaianku.Setelah itu aku dan Mbak Riska keluar dari ruangan sementara Bu Sri mengurus administrasi.Mataku tertuju pada Kak Roy yang duduk terpaku dengan bajunya yang basah kuyup.Aku sangat kasihan melihat kondisinya.Perlahan dengan bantuan Mbak Riska aku pun menghampirinya.Dan betapa terkejutnya Kak Roy melihatku sudah berdiri di hadapannya.


"Ran,kamu nggak apa-apa kan?,"tanyanya.


Aku mengangguk.


"Alhamdulillah ya Allah,"ucap Kak Roy lega.


Tidak lama kemudian Kak Reno muncul dengan wajah tidak bersalahnya.Lalu di susul Bu Rani dan Pak Sugeng yang berjalan mendekat ke arahku.


"Riska,kamu sama Reno ajak pulang Rani kerumah dulu ya nak.Untuk sementara Rani biar istirahat di rumah dulu menunggu keadaan bundanya hingga stabil.Mama dan Papa akan menunggu Bunda Rani dan mengurus kepulangan kakek sebentar lagi."


Mbak Riska pun mengangguk pertanda mengerti.Namun berbeda dengan Kak Reno yang menolak dengan tegas,


"Reno nggak mau ma!biarin aja dia pulang sendiri.Dia pasti bisa kok,"ucapnya acuh tak acuh.


"Kamu ngomong apa Ren!,"ucap Bu Sri.


Pak Sugeng mendekati Kak Reno,


"Nak,ayo antar Rani pulang.Mulai sekarang ia sudah menjadi tanggung jawabmu.Dan jangan sampai sikap burukmu ini mempengaruhi kondisi kakek yang sudah mulai membaik.Ingat papa tidak segan-segan memberikanmu hukuman,"ucap Pak Sugeng sambil berbisik.


Mendengar ultimatum dari Pak Sugeng.Kak Reno pun tidak kuasa menolaknya.


Tanpa diduga Kak Roy menawarkan dirinya untuk mengantarkanku pulang,


"Biar Roy saja om dan tante yang mengantar pulang Rani,"ucapnya tulus.

__ADS_1


Semua mata terperangah mendengar kata-katanya termasuk diriku.Lalu dengan segera Bu Sri langsung menjawab ucapan Kak Roy,


"Nggak perlu Roy.Kamu pulang saja.Coba lihat kondisi tubuhku basah kuyup seperti itu.Rani biar Reno dan Riska yang nganterin pulang.Sementara kamu urus diri kamu sendiri,"ucapnya sambil berjalan menjauh tetapi tidak lama kemudian Bu Sri mendekat kembali ke arah Kak Roy," Dan satu hal lagi yang perlu kamu ingat.Jangan terlalu ikut campur dengan urusan Rani.Karena mulai sekarang Rani menjadi tanggung jawab keluarga tante.Kamu mengerti kan Roy?," ucap Bu Sri ketus.


Kak Roy yang mendengar ucapan Bu Sri merasa tidak menerimanya.Tampak rasa kesal di wajah Kak Roy dan ingin membalas ulang ucapan Bu Sri.Namun dengan segera aku menggelengkan kepalaku kepada Kak Roy sebagai isyarat padanya untuk tidak berdebat dengan Bu Sri.Akhirnya Kak Roy pun terdiam sambil menatapku.Sementara Bu Sri menggandeng tanganku untuk segera menjauh pergi dari Kak Roy.


***


Sesampainya di kediaman Pak Sugeng.Mbak Riska mengajakku masuk ke dalam rumahnya yang begitu megah seperti istana.Berbeda dengan Kak Reno yang langsung menuju kamarnya tanpa peduli denganku.


Mbak Riska menggandengku ke dalam kamarnya.Ia begitu perhatian dan sangat menyayangiku seperti adiknya sendiri.Ia menyuruhku untuk beristirahat.Tetapi aku menolaknya dengan kalimat halus sebab aku tidak merasa mengantuk.Lalu kuberanikan diri berbicara kepada Mbak Riska untuk mengantarkanku menuju balkon.Ia pun mengiyakan permintaanku tanpa penolakan.


Aku dan Mbak Riska lalu duduk pada kursi besi yang terletak di balkon.Mataku memandang hujan yang masih turun begitu derasnya.


"Allahumma Shoyyiban Nafi'an.Artinya: Ya Allah,(jadikanlah hujan ini) hujan yang bermanfaat,"ucapku pelan.


Lalu aku termenung mengingat sikap kasar Kak Reno padaku.Akh,begitu kasarnya pria itu.Jika tidak demi bunda aku bahkan tidak sudi menikah dengannya batinku dalam hati.Lalu wajah Kak Roy melintas dalam benakku.Hatiku berkecamuk mengingat keadaannya yang masih basah kuyup seperti itu.Tubuhnya yang jangkung begitu tampak lusuh dan menggigil kedinginan.Entah bagaimana keadaannya sekarang tanyaku dalam hati.Kak Roy sungguh berbeda sangat jauh sekali dengan Kak Reno.Kak Roy selalu ada untuk membantuku sementara Kak Reno selalu hadir membawa derita dan masalah untukku.


Dan kini aku terjebak dalam belenggu kebencian Kak Reno.Ya Allah,bantulah aku agar bisa terlepas dari semua ini dan menjalani kehidupanku seperti semula,ucapku dalam hati.


Mbak Riska mengenggam tanganku,


"Ran,kenapa kamu terlihat begitu sangat gelisah?jangan terlalu khawatir dengan bundamu ya Ran.Mudah-mudahan semua akan baik-baik saja,"ucap Mbak Riska meyakinkanku.


Setelah itu Mbak Riska mengajakku untuk masuk dan beristirahat karena ia begitu khawatir melihat kondisiku.Tidak kuasa aku menolak permintaannya.Kemudian kulangkahkan kakiku menuju tempat tidur.Aku berbaring dan Mbak Riska menyelimutiku.Lalu ia keluar sebentar dari kamar.Mataku masih sulit untuk terpejam.Hingga aku tersentak saat kucoba menutup mata dan ketika membukanya kulihat wajah Kak Reno sudah tepat di hadapanku.


Aku terperanjat ketakutan.

__ADS_1


__ADS_2