Jodoh Pilihan Tuhan

Jodoh Pilihan Tuhan
Pesta pernikahan.


__ADS_3

Sebagai penganut agama Islam yang taat,Kak Rafa dan seluruh anggota keluarganya menginginkan segala sesuatunya dibalut dengan nafas-nafas keislaman. Termasuk juga ketika akan dilangsungkannya acara pesta pernikahan, Kak Rafa dan anggota keluarganya khususnya menginginkan acara tersebut didesain sebaik mungkin dengan menggunakan konsep religious secara islami. Sehingga dalam pemilihan busana,untuk pakaian pesta pernikahan Wirda sungguh mendapatkan ekstra perhatian khusus, karena dalam konsep islam aurat adalah hal yang sangat wajib untuk ditutupi sesuai dengan tuntunan agama islam. Busana muslim yang sopan dan menutupi seluruh aurat Wirda seluruh badan kecuali wajah dan telapak tangan, yang merupakan pemilihan busana yang tepat.Gaun pengantin yang Wirda kenakan berbahan dari material kain full bordir, yang tetap dibuat mewah dan elegan dengan aksen layering, cape full payet dan kristal berkilauan dengan tone warna biru pastel yang natural dan lembut, sehingga memberi kesan sederhana dan tidak mencolok. Gaun Wirda dipadukan dengan hijab yang menjuntai hingga menutupi dada, setelah itu ditambah veil panjang. Aksen bordiran di bagian bawah lengan dan bagian bawah baju membuat Wirda terlihat manis. Simple, elegan, dan menawan. Gaun yang Wirda kenakan pun juga tidak membentuk lekuk tubuh, sehingga cenderung lebar tapi tetap sederhana. Sampai dengan riasan dan hijab pun sederhana tidak berlebihan. Dengan ditambahkan veil membuat Wirda terkesan anggun. Sementara itu, Kak Rafa menggenakan Baju Teluk Belanga yang terdiri dari celana, baju dan kain samping serta penutup kepala.Dimana pada bagian lehernya memiliki kerah dan kancing penutup. Kancingnya biasanya berjumlah 5 buah karena melambangkan rukun Islam.


Dan di bagian lengannya di buat berukuran panjang agak menutupi pergelangan tangan sehingga terlihat lebih sopan dan cocok digunakan seorang pengantin seperti Kak Rafa kenakan sekarang. Untuk kain samping menggunakan kain songket khas Melayu yang dipasang pada bagian paha hingga batas lutut, yang dilipat sirih bagian depan dengan bagian kanan sebelah atas Kemudian,untukb bagian kepala Kak Rafa menggenakan kopiah atau songkok.


Hal ini akan membuat penampilan Kak Rafa dan Wirda terihat lebih serasi dan menarik walaupun sederhana.


Dengan mengusung konsep dekorasi pernikahan secara Islami.Tempat pelaminan pun didekor dengan cerminan konsep religious degan tema rustic wedding.Sesuai dengan namanya rustic, atau pedesaan. Rustic wedding lebih mengedepankan sisi sederhana, menyatu dengan alam tapi tidak menghilangkan sisi elegan dan kemewahan di dalamnya, sesuai dengan keinginan Kak Rafa dan Wirda tidak berlebihan, sederhana namun tetap ada unsur sakralnya.


Tampaknya dekorasi pada pelaminan dominan dengan unsur kayu, warna coklat atau keemasan, lalu dipermanis dengan sentuhan unsur alam seperti tumbuhan alang-alang, aneka macam bunga, bahkan akar-akar pohon sintetis.


Adapun gebyok sebagai backdrop atau latar pelaminan dipilih dengan lambang atau symbol tempat ibadah umat muslim yaitu mesjid. Dekorasi gebyok yang sudah di padukan dengan beberapa tanaman hijau, sehingga memberikan efek sejuk secara lahir dan batin saat memandangnya.Dimana efek sejuk secara lahiriah dapat kulihat dari aneka tanaman hijau yang menghiasi gebyok, dan efek sejuk secara batiniah dapat kulihat dari gebyok sendiri yang merupakan simbol tempat untuk beribadah dalam menggapai ketenangan jiwa. Selain itu, terdapat juga kombinasi dengan aneka bunga yang warna warni. Bunga yang dipilih dalam dekorasi rustic pun berbeda dengan bunga yang dipakai di tema-tema pernikahan yang lain. Biasanya, tema rustic menggunakan seperti bunga yang berwarna putih, kuning, merah, dan pink sebagainya yaitu bunga liar, seperti bunga wild rose, hortensia, dan lainnya. Tetapi dalam dekorasi rustic dalam pesta pernikahan Kak Rafa dan Wirda juga dapat kulihat bunga gardenia ,marigold, mawar, dan Peony yang juga di kombinasikan untuk dekorasi.


Adapun pemilihan dari bunga berwarna-warni tersebut juga dapat menjadi hikmah tersendiri bagi kehidupan Kak Rafa dan Wirda,karena dalam mengarungi samudra kehidupan ini akan penuh dengan warna. Kemudian, terlihat di meja di bawah pelaminan terdapat banyak aksesoris islami yang digunakan sebagai cendra mata atau kenang-kenangan bagi para tamu undangan yang telah menghadiri pesta pernikahan Kak Rafa dan Wirda. Sebagai cendra mata tersebut, Kak Rafa dan Wirda memilih gantungan kunci dengan beragam kata-kata hikmat ,tulisan Allah , Rasul dan asmaul husna yang berbahasa arab. Selain itu juga ada tasbih yang menjadi media untuk berzikir kepada Sang Khalik ketika selesai sembahyang yang juga menjadi cendra mata. Dan untuk menambah kesan hangat dan gemerlap, ditambahkan lampu-lampu kecil berderet menyala serta menggantung lentera di beberapa sudut venue dan juga deretan bola-bola lampu yang cantik dengan bohlam berwarna kuning, sehingga sungguh mempercantik pesta pernikahan Kak Rafa dan Wirda , yang telihat semakin romantis.


Lalu, kursi untuk para tamu yang berwarna coklat menjadi detail yang sangat diperhatikan, dengan menyematkan renda-renda atau simpul pita berwarna kontras di belakang kursinya saja, sehingga dengan warna natural ini akan memberikan kesan hangat dan tenang.


Terdapat juga tempat untuk menempatkan beragam rangkaian bunga, dengan beraneka vas dan bunga liar yang sengaja ditempatkan pada tangga ,sehingga menambah kesan natural dan sederhana, tetapi tetap cantik, yang letaknya berdekatan dengan photo booth bernuansa kayu dengan tambah lampu-lampu warna-warni, kutipan-kutipan romantis, dan ornamen bunga putih cantik. Semakin membuat suasana lebih romantis.


Di dekat pelaminan Kak Rafa dan Wirda bersanding, tidak jauh dari mereka ada meja panjang kayu kecil ,dimana diatasnya terdapat kue crumb coat yang memiliki penampilan unfinished seperti belum selesai dilapisi dengan icing. Tetapi terlihat menawan, dengan tambahan bunga atau buah segar di atasnya.


Dari kejauhan tempatku berdiri,terlihat Wirda tersenyum dengan bahagia sambil menggandeng lengan Kak Rafa dan memegang buket bunga lavender kering yang harum, seraya menjalani proses pemotretan oleh fotografer.


***


Memasuki acara ramah tamah. Secara bergantian tamu undangan yang hadir dan dibatasi jumlahnya, sehingga tidak terlalu banyak memberikan ucapan selamat dan menyalami Kak Rafa dan Wirda yang berada di pelaminan. Yah, pesta pernikahan Kak Rafa dan Wirda memang terbatas dan tertutup. Karena hanya dihadiri oleh orang-orang terdekat, teman dekat yang sangat dekat saja dan hanya keluarga inti. Sehingga suasana lebih hangat dan jauh lebih intim. Bahkan sebagai ajang pengenalan keluarga dari masing-masing keluarga Kak Rafa dan juga keluarga Wirda.


Seusia memberikan ucapan dan bersalaman dengan Kak Rafa dan Wirda, para tamu undangan yang hadir , lalu diarahkan untuk menikmati semua hidangan yang sudah disajikan pada meja dessert bar dengan mengaplikasikan kayu yang unfinished. Piring kayu, papan nama, dan peralatan makan yang juga bertema rustic sehingga membuat dessert bar tampak sangat menarik unik.


Sambil menikmati hidangan, selanjutnya para tamu akan disuguhkan oleh hiburan-hiburan atau alunan musik yang sudah dipersiapkan.


Dan sebelum meninggalkan acara resepsi, seluruh tamu undangan dipersilahkan untuk foto bersama dengan kedua mempelai yaitu Kak Rafa dan Wirda.


***


Aku sedikit menepi dari keramaian, sengaja kulakukan untuk membiarkan Wirda dan Kak Rafa menyatu dengan para tamu undangan dan keluarga mereka. Pandanganku terarah pada hiasan bunga yang terdapat di photobooth, bunga yang cantik dengan dengan beragam warna -warni yang cantik pula yaitu ungu, putih, oranye, merah menyala dan masih banyak lagi.


Aku berjalan mendekat sambil memegangi bunga tersebut. Aku belum pernah melihat bunga ini sebelumnya, batinku di dalam hati.


Karena penasaran aku pun mendekatkan hidungku pada bunga tersebut, dan ingin tahu apakah bunga yang terlihat cantik ini harum atau tidak.Setelah ku observasi ternyata bunga ini memiliki wanginya yang khas tidak dimiliki seperti bunga lainnya.


Saat aku sedang sendiri melihat keindahan bunga tersebut, terdengar seseorang memberi salam kepadaku yang secara tidak langsung sedikit mengagetkan diriku. Aku pun langsung menoleh dan membalas salamnya, dimana tidak lain dan tidak bukan orang tersebut adalah Ustad Fariz.


Dia tersenyum kepadaku dengan pandangan matanya tidak sepenuhnya melihat diriku. Aku pun tersenyum kecil sambil memandangi dirinya sekilas. Dengan memakai baju Melayu yang ada kemeja batiknya dengan long sleeves, terlihat Ustad Fariz semakin menawan ketika menggenakannya.

__ADS_1


"Apa yang sedang kamu lakukan sendirian disini Ran, sembari mencium bunga Garbera?, "tanya Ustad Fariz.


Aku mengkerutkan dahiku.


" Apakah Ustad Fariz, sudah lama memperhatikan apa yang Rani lakukan?, "tanyaku balik.


"Hmm, tidak juga. Saya melihatmu dari kejauhan, lalu karena penasaran saya pun menghampiri dirimu Ran, untuk memastikan jika dirimu baik-baik saja, " kata Ustad Fariz sambil tersenyum.


"Alhamdulillah, saya baik-baik saja Ustad. Mengapa Ustad apakah ada hal yang aneh akan tindakan saya?, " tanyaku lagi.


Ustad Fariz sedikit memicingkan kedua matanya. "Tidak aneh, namun tidak lazim saja saya melihat seseorang yang hadir di acara pesta pernikahan malah menyendiri dan mencium hiasan bunga."


Aku merasa sedikit malu, melihat Ustad Fariz tersenyum kecil kepadaku.


"Rani, hanya penasaran akan bunga ini Ustad. Entah kenapa bunga ini menarik Rani kemari, sebab Rani belum pernah melihat bunga ini sebelumnya. Oh ya Ustad Fariz, kalau boleh tahu apa nama bunga ini tadi."


Aku bertanya sambil memegangi bunga tersebut.


"Namanya bunga garbera, " jawab Ustad Fariz.


"Oh, bunga garbera, "kataku mengulang nama bunga itu.


" Kamu tahu Dek Rani, bunga garbera itu memiliki makna cinta sebagai wujud cinta sejati. Jika kita memberikan kepada seseorang,sebab menunjukkan kesungguhan akan hubungan kasih sayang yang sangat serius."


Aku mendengarkan dan menyaksikan apa yang Ustad Fariz katakan dan lakukan.


"Warna-warna gerbera juga mengartikan sesuatu dan memiliki makna yang dalam. Bunga yang terdiri dari ray floret, yakni sebuah bonggol besar yang menjad pokok dua lapisan mahkota memiliki warna yang bermacam-macam, antara lain kuning, oranye, merah muda, dan ungu.


Paduan warna-warni bunga dapat menjadi simbol keceriaan dan menjadi hadiah yang tepat untuk berbagi kebahagiaan kepada orang-orang terkasih.Oh ya Ran, bunga garbera juga sangat cocok ditanam di dalam pot dan diletakkan di ruang tidur lho, karena bunga ini menghasilkan lebih banyak oksigen dibanding jenis bunga lainnya."


Aku melihat ke arah Ustad Fariz dengan ekspresi wajah tidak percaya. Bagaimana bisa dirinya begitu tahu tentang bunga, batinku di dalam hati.


Ustad Fariz melihat ke arah ku sekilas, lalu mengambil bunga garbera warna putih.


"Kenapa Ran, kok kamu diam saja?. "


"Akh, tidak Ustad. Rani hanya heran saja bagaimana Ustad Fariz bisa tahu tentang bunga ini. Apalagi, maaf Ustad Fariz kan laki-laki yang umumnya seorang laki-laki itu jarang dan bahkan tidak pernah Rani temui yang tahu secara detail tentang bunga. "


Ustad Fariz kembali tersenyum.


"Iya saya mengerti Ran, pasti kamu bertanya-tanya akan hal itu. Namun, dari mana saya bisa mengenal dan tahu bunga ini semua dari Ummah. Bukankah kamu lihat di semua area taman maupun di dalam rumah. Semuanya rata-rata di dominasi oleh aneka bunga dari berbagai jenis dan juga tanaman hias lainnya. Dari kecil saya sudah terbiasa membantu Ummah membeli, merawat dan menjaga bunga-bunga milik Ummah. Sehingga saya banyak tahu akan jenis, dan filosofis dari bunga itu sendiri karena Ummah selalu mendeskripsikan nya untuk saya, " jelas Ustad Fariz.


Aku menganggukkan kepala, "Oh, pantas saja Ustad tidak asing, " kataku.

__ADS_1


Kemudian Ustad Fariz menunjukkan masing-masing makna jenis bunga garbera kepadaku. Dan aku pun semakin takjub akan sisi lain yang unik dari Ustad Fariz.


"Gerbera berwarna putih ini Ran, melambangkan kemurnian dan ketulusan cinta."


Kemudian, Ustad Fariz mengambil bunga garbera berwarna oranye.


"Bunga garbera berwarna oranye mengartikan awal baru untuk menjalani kehidupan, seperti awal baru kehidupan Dek Rafa dan Dek Wirda yang telah resmi menikah dan menjadi sepasang suami istri untuk memulai kehidupan berumahtangga. "


Lalu, Ustad Fariz mengambil bunga garbera berwarna kuning dan merah muda, seperti yang lainnya Ustad Fariz pun menjelaskan makna bunga tersebut.


"Kemudian gerbera berwarna kuning mempunya makna keceriaan dan kegembiraan. Sedangkan bunga garbera berwarna merah muda merupakan simbol sambutan hangat dan biasa digunakan ketika ada kelahiran bayi."


"Ternyata bunga garbera memiliki arti yang begitu dalam ya Ustad, " sahutku.


"Iya Ran, bunga garberaarbera diartikan sebagai cinta yang sudah lama terikat sehingga pemakaian bunga ini mampu diharapkan dapat menjadi sebuah harapan dari pasangan baru agar pernikahannya dikelilingi rasa cinta dan kenyamanan."


Untuk beberapa saat aku dan Ustad Fariz tersenyum, dan cekrek....


Tiba-tiba fotografer mengambil foto kami berdua. Aku dan Ustad Fariz terkejut, namun terdengar tawa Bik Siti yang terlihat senang. Aku membatin di dalam hati, ini semua pasti rencana dan akal-akalan dari Bik Siti.


Aku dan Ustad Fariz pun hanya dapat menggelengkan kepala.


Kemudian dengan cepat Bi Siti pun berjalan maju dan berdiri diantara diriku dan Ustad Fariz, lalu merangkul kami berdua dan meminta fotografer segera mengabadikan momen kami ini. Aku dan Ustad Fariz pun tidak dapat menolak melihat rasa bahagia yang tergambar dari paras wajah Bik Siti, dan dengan senyuman yang merekah. Kami bertiga pun terlihat bahagia dalam sudut kamera foto sang fotografer.


Bik Siti lalu mengajakku dan Ustad Fariz untuk berfoto bersama Kak Rafa dan Wirda di atas pelaminan.


Sambil berjalan perlahan menuju ke pelaminan tempat Kak Rafa dan Wirda bersanding.


Tiba-tiba Ustad Fariz mengejutkan diriku dengan memberikan buket bunga garbera berwarna putih yang ia ambil dalam vas di dekat photobooth.


"Terimalah Ran, " pintar Ustad Fariz serius.


Aku terdiam melihat ke arah bunga pemberian Ustad Fariz.


Bik Siti yang melihat pun segera menyuruh ku untuk menerimanya.


Di dalam pikiranku semua ini hanya guyonan saja, sehingga karena desakan Bik Siti aku pun mengambil buket bunga garbera berwarna putih dari Ustad Fariz.


Dan Cekrekkk....


Karena permintaan Bik Siti, sang fotografer kembali memotretku yang sedang menerima buket bunga dari Ustad Fariz.


"Hmmm, Bik Siti, " ucapku sambil melirik ke arah Bik Siti.

__ADS_1


Bik Siti pun tertawa bahagia, sementara Ustad Fariz diam dengan wajannya yang terlihat serius.


__ADS_2