Jodoh Pilihan Tuhan

Jodoh Pilihan Tuhan
Time flies.


__ADS_3

Waktu terus bergulir, meninggalkan kepingan kenangan lama yang tertinggal.Berbanding terbalik dengan diriku, yang masih berusaha menggali memori atas serpihan ingatan ku yang terdahulu. Perasaan penuh keterkejutan, sedih dan seakan tidak percaya terus mewarnai setiap ekspresi wajahku. Dimana bayang-bayang hitam yang kemudian samar, lalu menjadi terang dan nyata. Atas semua usaha Ummah dan seluruh anggota keluarga Imandar,keadaan diriku mulai berangsur-angsur membaik dengan kembalinya ingatanku. Meskipun aku masih terduduk lemah di atas kursi roda, dalam kondisi kakiku yang masih lumpuh.


Dengan kembalinya ingatanku, aku pun mengetahui akan kenyataan menyakitkan yang membuat diriku hancur berkeping-keping yaitu kepergian Mas Fariz dari hidupku untuk selama-lamanya.


Tubuhku terasa lemah dan seakan tidak mampu untuk meneruskan kehidupan ku lagi, setelah mengetahui takdir yang begitu menghancurkan diriku.


Berbulan-bulan setelah diriku mengetahui kepergian Mas Fariz. Aku begitu syok dan tertekan, dimana kondisiku menjadi drop dan hanya terus diam terpaku seperti seonggok raga yang mati suri. Dimana ingatan ku terus memutar ulang,saat-saat dalam hidupku ketika bersenang-senang bersama orang yang ku cintai yaitu Mas Fariz, tetapi waktu yang ku habiskan bersama dirinya terasa begitu cepat berlalu. Padahal aku merasa belum memulai kebahagiaan dan kesenangan dengannya, tetapi waktu telah berakhir tanpa dapat ku kendalikan.


Waktu begitu cepat berlalu, membuat diriku merenungkan masa lalu dan menyadari bahwa saat-saat bahagia tampaknya benar-benar hilang dengan cepat dari kehidupan ku.


Air mataku terus mengalir tiada henti, menyadari setiap kebahagiaan yang terenggut dengan cepatnya dari kehidupan ku. Semuanya mendadak menguap pergi, tanpa dapat kunikmati lagi setiap momen yang ingin ku habiskan bersama orang yang kucintai.


Mempunyai seorang kekasih hati dan suami seperti Mas Fariz adalah sebuah kebahagiaan terbesar dalam kehidupan ku, karena dengannya,dia menjadi tempat berbagi dan mencurahkan segenap perasaan ku. Tetapi tanpa kusadari kebahagiaan itu rupanya hanya sesaat, dimana rasa akan kehidupan bahagia yang singkat itu telah jauh pergi meninggalkan diriku sendiri. Sebaliknya, saat diriku menunggu sesuatu yang istimewa atau dalam kondisi yang sulit seperti sekarang, waktu begitu terasa lambat untuk menyembuhkan lukaku.


Ummah dan Abi terus memotivasi diriku, untuk tidak berputus asa dalam ujian yang Allah berikan.


"Sayang,memang tidak selalu setiap hubungan bisa berjalan dengan mulus, pasti ada saja rintangan yang menjadi penghalang dari hubungan yang terjalin. Bagi yang bisa bertahan dengan bermacam cobaan, maka hubungan akan bisa bertahan, tapi bagi yang menyerah, maka perpisahan merupakan jalan yang harus dipilih, walau berat.Itu bagi hubungan yang keduanya masih ada. Tetapi jika hubungan itu diuji dengan kepergian pasangan, khusus nya orang yang sangat dicintai untuk selamanya. Memang akan membawa kesedihan yang mendalam. Sedih itu wajar, tapi kalau Rani terlalu larut dalam kesedihan rasa-rasanya juga kurang baik, Nak.


Dan Ummah yakin Fariz tidak akan senang melihat Rani seperti ini, " tutur Ummah padaku dengan mengusap kepalaku pelan.


Aku pun langsung menatap wajah Ummah yang berkaca-kaca. Pandangan matanya yang menatap ku lembut, seraya mengajak diriku untuk menjadi kuat dan tidak lemah seperti dirinya.


Aku menangis sejadi-jadinya di dalam pelukan Ummah yang hangat dan membuat diriku tenang.


Dimana diriku benar-benar menyadari, seharusnya Ummah lah yang patut sangat bersedih atas kehilangan putranya. Yang telah ia rawat dan besarkan sejak di dalam kandungan hingga tumbuh besar menjadi sosok laki-laki yang sholeh. Dimana kebaikan dari budi pekerti yang Ummah ajarkan benar-benar membuat hatiku jatuh cinta pada Mas Fariz.


Huhuhuhuhu.... Huhuhuhuhu....


Aku tidak kuasa membendung air mataku , walaupun itu hanya sesaat.


Semua orang pasti akan merasa sedih saat harus ditinggal oleh orang yang sangat dicintainya, apalagi jika yang pergi adalah partner hidupk.Dengan alasan apapun, yang namanya ditinggal orang yang di cintai pasti akan memberi efek rasa sedih bagi yang ditinggalkan.Seperti yang kualami saat ini. Dimana kesedihan yang kurasakan,bisa dimaknai sebagai rasa cinta yang mendalam untuk suami yang kucintai yaitu Mas Fariz. Dimana rasa memiliki yang ada di dalam hatiku sangat kuat, sehingga saat harus berpisah dengan dirinya,rasa sakit akan kehilangannya pun terus melanda, tanpa dapat ku hentikan.Dan semua kegetiran akan rasa sakit itu terungkapkan kesedihannya lewat derai air mataku saat ini.


Ummah terus memelukku erat, tanpa meminta diriku untuk menghentikan tangisanku. Ummah dan Abi seakan membiarkan diriku mengeluarkan semua emosi kesedihan yang masih memenuhi rongga hatiku.

__ADS_1


Ummah mengangkat wajahku pelan, lalu mengusap air mataku yang jatuh dengan jemari tangannya yang lembut.


Sementara itu, Abi yang menatap haru pada diriku dan Ummah. Juga tidak dapat menyembunyikan kesedihannya.


Dengan pelan, Abi mengusap kepalaku dan menyeka air matanya. Sebelum lisannya bertutur untuk menguatkan diriku.


"Abi tahu,Rani pasti bersedih karena ditinggal untuk selamanya oleh Fariz.


Hal itu juga membuat sedih Abi,Ummah dan seluruh anggota keluarga kita nak. Tetapi, barangkali kepergian Fariz adalah hal yang mungkin memang terbaik menurut Allah bagi kita.Dimana diluar sepengetahuan kita Allah telah menyiapkan cerita berbeda setelah kepergian Fariz," ucap Abi lirih sembari menghela napasnya.


Aku dan Ummah dalam derai air mata, terus mendengarkan ucapan Abi.


"Seperti kata pepatah, setiap ada perjumpaan pasti ada perpisahan. Tak selamanya manusia mendapatkan yang diinginkan, karena setiap peristiwa yang terjadi selalu dibarengi dengan hikmah.


Kematian seseorang yang kita kasihi dari mulai pasangan, anak, orang tua, anggota keluarga sampai sahabat merupakan peristiwa yang tidak diinginkan oleh setiap orang. Tidak jarang orang-orang meratapi dan bersedih hebat ,hingga menyakiti tubuhnya karena kehilangan ini.


Kendati demikian, kematian merupakan suatu kepastian yang dipandu Allah Subhanahu Wa Ta'ala dan Rasul-Nya tentang cara menghadapinya dan menyikapinya dengan baik. Atas meninggalnya orang terkasih dari kehidupan kita. Bahkan Allah menyebut akan memberikan balasan surga bagi orang yang bersabar atas kehilangan seseorang yang dicintainya. Allah ta'ala berfirman, tiada balasan yang akan kuberikan kepada hamba-Ku yang beriman yang nyawa kekasihnya di dunia Aku cabut, lalu dia menerimanya dengan hati ikhlas kecuali dengan balasan surga.(HR. Muslim), " imbuh Abi.


Aku kembali menatap Abi penuh keharuan dan mendengarkan perkataan Abi.


"Ya, patah hati dan terus bersedih karena kehilangan orang yang kita cintai adalah normal sayang. Ummah dan Abi juga merasakan hal yang Rani rasakan, " ucap Ummah lembut sambil memegangi wajahku.


"Namun,takkala patah hati karena kepergian Fariz,membuat Rani menjadi gagal move on selama berbulan-bulan dan terpuruk sedih, bahkan sakit-sakitan. Maka tentu ada yang salah dengan diri dan sikap Rani. Sebagai seorang muslim dan muslimah yang memiliki iman, kita tentu mengetahui bahwa cinta yang haqiqi hanyalah untuk Allah Subhanahu Wa Ta'ala dan Rasul-Nya. Tidak seharunya kita mencintai apa-apa yang di dunia ini secara berlebihan. Apalagi sampai menggangtungkan harapan pada manusia. Hal demikan sungguh salah besar, sayang!. Sebab kita tahu bahwa segala hal di dunia ini bersifat fana, tidak bisa kita miliki dan pasti akan musnah.


Allah Subhanahu Wa Ta‘ala berfirman dalam Al-Qur'an Surat Al -Insyirah: Wa ilaa robbika farghob.Dan hanya kepada Tuhanlah hendaknya kamu berharap.


Dimana Allah Subhanahu Wa Ta‘ala telah memperingatkan kita bahwa hendaknya manusia hanya berserah diri kepada-Nya semata, Rabb Semesta Alam yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Berharap kepada manusia belum tentu dibalas dengan kebaikan. Ada kalanya kita akan dikecewakan. Sebab mereka pun juga memiliki sifat egois sebagaimana kita, "sambung Ummah lagi menambahkan perkataan Abi.


Aku terdiam seketika mendengarkan perkataan Ummah yang menyentuh kalbuku. Sesuatu tamparan yang menyadarkan diriku akan kesedihan yang membawaku berlarut-larut dalam rasa penyesalan tidak berujung. Perlahan kupejamkan kedua mataku, seraya melafazkan istighfar memohon ampun kepada Rabbku, atas sifat egois diriku yang telah meragukan dan tidak menerima takdirnya.


Jika Ummah dan Abi dapat tegar, lalu mengapa aku tidak bisa, batinku sembari memandang Ummah dan Abi secara bergantian.


Setelah melihat diriku yang mulai tenang.

__ADS_1


Abi dan Ummah secara bersamaan mendorong kursi rodaku secara perlahan mendekati kursi panjang di taman belakang.


Kemudian mereka duduk di hadapan ku.


Abi kembali memegang kepalaku yang tertutup hijab dan basah dengan air mata.


"Pada dasarnya, patah hati karena kehilangan orang yang sangat di cintai dalam islam dianggap sebagai kesalahan manusia yang tidak tepat dalam menyikapi perasaan. Bukankah Allah Subhanahu Wa Ta'ala telah memperingatkan berulang kali agar kita tidak berharap kepada manusia.


Ketika hatimu terlalu berharap kepada seseorang maka Allah timpakan ke atas kamu pedihnya sebuah pengharapan, supaya kamu mengetahui bahwa Allah sangat mencemburui hati yang berharap selain Dia. Maka Allah menghalangimu dari perkara tersebut agar kamu kembali berharap kepada-Nya. (Imam Syafi’i)


Kehilangan adalah salah satu bagian dari perjalanan hidup. Fase yang kerap membuat banyak orang menjadi sedih, dan sangat sulit untuk dihindari.Terkadang kita merasa sudah melakukan yang terbaik, namun berakhir hal yang tidak kita inginkan. Semua itu wajar terjadi nak. Kesedihan akan hadir menjadi penyeimbang dari kebahagiaan kita.Dan tentu ada alasan tersendiri, mengapa Allah membuat kita harus kehilangan sesuatu yang berharga dari kehidupan kita. Baik itu orang yang kita sayangi atau kesempatan yang sulit untuk diraih lagi.Merasa sedih dengan kehilangan sah-sah saja. Justru Rani perlu merasakan kesedihan itu tanpa perlu menolaknya. Karena dengan begitu ,Rani akan lebih menyadari perasaan Rani sendiri,untuk terus menjaga apa yang sudah ada dan mensyukuri atas karunia dari Allah.


Dimana momen kepergian Fariz ,juga sebagai kesempatan untuk kita semua, termasuk Abi dan Ummah untuk melakukan introspeksi diri dan lebih mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.Apalagi mengingat usia Abi dan Ummah yang tidak lagi muda, tidak tahu kapan ajal akan datang menghampiri, "tutur Abi.


Aku pun kembali menangis mendengarkan ucapan Abi.


Ummah lalu mengenggam jemari tanganku erat, "Perasaan kehilangan juga sebenarnya bisa menjadi penyelamat Rani dan kita semua dari hal yang kurang menyenangkan Ummah dan Abi ingin Rani untuk terus berpikir positif, dan membuat hidup Rani penuh dengan semangat.Supaya Allah Subhanahu Wa Ta'ala memberikan Rani kesempatan untuk bertemu momen yang lebih baik lagi dari sebelumnya. Maka, bersyukur dengan kondisi yang ada, menjadi sikap yang paling bijak untuk dilakukan.


Dimana waktu yang cepat berlalu bisa menjadi pengingat ,sekaligus menyadarkan kita. Bahwa kita tidak boleh membuang waktu dengan percuma dan memanfaatkan setiap momen sebaik mungkin.


Jangan menyerah dan berhenti disini nak, meskipun Fariz sudah tidak ada lagi bersama kita.


Ummah dan Abi akan selalu ada di sisimu nak, untuk terus memberi semangat dan dukungan. Supaya putri Ummah dapat terus menjalani kehidupan nya lagi, "tutur Ummah padaku.


Aku mengangguk dan meneteskan air mata bersamaan dengan Ummah dan Abi.


Ummah memeluk tubuhku erat sembari mencium kening ku dengan penuh kasih sayang.


Aku, Ummah dan Abi terenyuh pada keharuan yang tercipta.


Tangisku pecah,


Bukan dengan rasa penyesalan.

__ADS_1


Tetapi mensyukuri atas karunia dari Allah, yang telah memberi ku orang tua pengganti sebaik Ummah dan Abi di dalam keterpurukan diriku saat ini.


Mereka berdua tidak berhenti terus menerus mengingatkan diriku, untuk tetap tegar dan dekat kepada Rabbku.


__ADS_2