
Setelah selesai mendonorkan darah untuk Kak Reno. Kemudian, dokter datang memeriksa keadaan ku.
Sekaligus menyatakan jika keadaan diri ku baik-baik saja, pasca proses transfusi darah.
Aku pun lalu bangun dari posisi berbaring, setelah dokter menyatakan keadaan ku baik dan mendapatkan izin nya untuk ku berdiri.
Perawat yang menasehati diri ku masih melihat ke arah ku dan tersenyum.
Aku pun tahu maksud di balik senyuman nya itu pada ku.
Tidak lama dokter dan perawat keluar dari ruangan tempat diri ku dan Kak Reno berada.
Mata ku memandang ke sekitar, lalu menuju pada raga Kak Reno yang berbaring tidak berdaya.
Kaki ku melangkah secara perlahan menuju dirinya, dengan air mata yang terus terurai.
Ku rasakan gejolak luar biasa yang bergemuruh keras di hati ku.
Perasaan yang ku sangsikan pada Kak Reno. Ku genggam jemari tangannya perlahan. Terasa dingin namun menggetarkan diri ku. Ku lakukan seperti apa yang di katakan oleh perawat itu pada ku.
Dimana aku berusaha untuk memejamkan kedua mata ku secara bersamaan, dan membayangkan jika jemari tangan yang ku genggam saat ini. Tidak dapat lagi bisa ku jamah lagi seperti ini.
Hati ku dengan seketika terasa sangat sakit, dengan keadaan mulut yang tak mampu lagi untuk berkata-kata.
Maka di saat itu lah aku menangis.
Dan tidak lagi menahan perasaan ku, apalagi berusaha untuk memendamnya sendiri dalam kebisuan ku.
Aku pun membiarkan air mata ku berbicara.
Sembari menatap dalam wajah Kak Reno.Dengan terus mengenggam jemari tangannya kuat.
Ku dekatkan bibir ku pata indra pendengaran nya. Seraya berbisik lembut padanya.
"Cepatlah sembuh dan segera sadar Kak Reno. Karena aku tidak akan mampu bisa untuk hidup sendiri tanpa mu. Meskipun perkataan ku sedikit terlambat. Setidak-tidaknya aku ingin engkau tahu. Bahwa sesuatu hal besar telah ku sadari. Jika aku mencintai diri mu, " ucap ku pelan sambil mencium jemari tangannya dalam linangan air mata ku.
__ADS_1
Ku usap kepala nya perlahan dengan lembut dan hangat. Aku sungguh larut dalam perasaan ku padanya.
"Buka lah mata mu Kak Reno, dan tataplah diri ku, seperti biasa engkau menatap ku dengan penuh kehangatan cinta mu.
Memang benar, engkau adalah sebuah kerinduan ku yang terbelenggu selama ini. Yang selalu ingin ku temukan hadirnya. Meskipun harus menunggu akan kesadaran diri ku terlebih dahulu.Jika engkau adalah cinta yang penting dalam kehidupan ku. Karena aku tidak akan lagi menahan perasaan ku dan rindu yang sama di dalam kalbu ku pada mu. Sama halnya dengan takdir cinta kita berdua. Dimana kita berdua harus menunggu, untuk dapat mengecup rindu dan hidup bersama setelah ini.
Aku mencintai mu Kak Reno, " ucap ki lirih dalam keharuan.
Ku kecup lembut kening Kak Reno perlahan, dengan penuh perasaan yakin kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.
Dimana aku menyadari jika kekuatan cinta acap kali terasa sangat dahsyat menerpa hati. Di kala orang yang berarti harus berjuang dengan maut.
Di saat secara logika aku dan Kak Reno,tidak mungkin di takdirkan untuk bersama lagi.
Namun, dengan cinta Kak Reno yang tulus. Allah Subhanahu Wa Ta'ala mempertemukan ku lagi dengan dirinya.
Dengan cara yang tidak terduga, melalui rencana indahnya.
Untuk itu lah, sekarang aku benar-benar merasa yakin. Bahwa Kak Reno adalah jodoh pilihan Tuhan. Yang di takdirkan untuk dipersatukan dengan diri ku.
Maka aku akan tetap terus berdoa, agar hubungan ini senantiasa bertahan selamanya. Karena aku menyadari bahwa dirinya adalah bagian kehidupan ku yang penting.
Kenangan dengan almarhum Mas Fariz yang memang tidak bisa dengan mudah hilang. Dimana hal itulah yang membuat hati ku, belum bisa yakin untuk menerima cinta Kak Reno. Di saat hati ini masih sangat mengharapkan kasih dari almarhum Mas Fariz.
Tetapi,hanya waktu yang bisa memberi kabar dan kepastian.
Kapan hati ku telah menerima cinta dan kehadiran Kak Reno kembali dalam kehidupan ku. Dan tidak bisa ku pungkiri lagi, bahwa perasaan ku tumbuh dengan indah juga kuat untuk dirinya.
Di saat aku larut dalam perasaan ku.
Tiba-tiba jemari tangan Kak Reno bergerak dan mengenggam balik jemari tangan ku.
"Rani, " ucap Kak Reno lirih sambil berusaha membuka matanya perlahan.
Aku terkejut dalam senyuman penuh keharuan memandang nya.
__ADS_1
Dengan segera aku memanggil perawat yang berjaga untuk memanggil dokter, dan memeriksa keadaan Kak Reno.
Tidak berapa lama dokter pun datang dan memeriksa kondisi Kak Reno.
Aku benar-benar merasakan perasaan kecemasan. Namun, perasaan itu sirna seketika saat dokter mengatakan. Jika kondisi Kak Reno sudah stabil dan membaik.
Aku pun langsung mengucap rasa syukur dengan wajah penuh kebahagiaan.
Dokter dan perawat setelah itu keluar dari ruang IGD.
Kak Reno menarik jemari tangan ku perlahan dan memanggil nama ku.
Aku menatap nya dalam, begitu juga dirinya yang memandang diri ku dengan penuh cinta.
"Ran, katakan lagi pada ku. Jika engkau memang mencintai ku, "pinta Kak Reno sambil tersenyum kecil.
Aku terkejut mendengar perkataan Kak Reno.
Dimana Kak Reno seakan tahu , perasaan ku yang gusar karena wajah ku tersipu malu.
" Aku telah mendengarkan semua perkataan mu Ran. Dan jujur aku sangat bahagia mendengar nya. Untuk itu, maukah sekali lagi engkau mengatakan kepada ku. Jika diri mu mencintai ku, "ucap Kak Reno penuh harap sambil mengenggam jemari tangan ku.
Aku terdiam dan memandang wajahnya lekat. Dimana pandangan kedua mata kami saling berpaut satu sama lain.
Aku tersenyum menatap wajahnya yang tegang. Tidak ada lagi perasaan yang ingin ku tahan. Ku dekati Kak Reno dan terus memandang nya lekat.
" Aku mencintai mu Kak Reno dan sangat mencintai mu. Untuk itu lekaslah sembuh, dan temani diri ku. Untuk menjalani kehidupan kita yang baru bersama. I love you, "kata ku pelan dengan bibir bergetar penuh keharuan.
Kak Reno tersenyum lebar dengan air matanya yang berurai.
" Alhamdulillah ya Allah, akhirnya ucapan itu dapat ku dengar langsung dari bibir mu Ran, "kata Kak Reno sambil mengecup jemari tangan ku dengan mesra.
Mata kami saling memandang dalam perasaan yang penuh haru kebahagiaan.
Dimana ku rasakan jantung ku berdegup dengan kencang, dan bibir diam serasa terkunci.Serta tubuh merasakan gairah fisiologis secara keseluruhan. Semuanya mengalir tanpa bisa ku hindari.
__ADS_1
Cinta memang merupakan salah satu perasaan yang tidak bisa di tebak dengan mudah begitu saja. Dimana perasaan itu,
yang Allah Subhanahu wa Ta’ala berikan kepada setiap insan, dengan kecenderungan rasa untuk untuk saling menyanyangi, mengasihi, saling memenuhi, dan saling mengerti perasaan satu sama lain. Serta tentunya tidak ada paksaan atas cinta yang tumbuh di hati. Semua mengalir dengan hangat sesuai kehendakNya.