Jodoh Pilihan Tuhan

Jodoh Pilihan Tuhan
Syukuran Keluarga Suprapto


__ADS_3

Setibanya di kediaman Keluarga besar Suprapto.


Keadaan terlihat sepi dan tenang.


Seperti tidak ada orang sama sekali,ucapku dalam hati seraya mata terus liar mencari kemana perginya semua orang.


Dan tiba-tiba suara seperti ledakan kecil mengagetkanku...


Dorrrr....


Dorrrr...


Dorrrr.....


Trattttt....tratttt....tatttt...tattt..


Trattttt....tratttt....tatttt...tattt..


"Astaghfirullah...astaghfirullah...astaghfirullah,"ucapku sambil menutup ke arah telingaku dengan tangan kananku sebab kaget.


Mataku sedikit memicing dan bahu agak terangkat ke atas.


"Rani...kaget ya,"suara Mbak Riska memecah ketakutanku.


Aku menoleh ke arahnya dan kulihat ia tersenyum senang karena berhasil membuatku terkejut.


"Cieeee...cieeee...yang sudah lama nggak ketemu.Sekali ketemu langsung lengket aja kayak lem sama perangko.Maunya nempellll......terussss,"goda Mbak Riska.


"Apaan sih mbak,"ucap Kak Reno.


"Itu..tuh...itu apa kalau nggak lengket.Gandengan kayak kereta api,"kata Mbak Riska sambil menunjuk ke arahku dan Kak Reno.


Aku terkejut mendengar ucapan Mbak Riska dan tidak menyadari karena spontanitas mendegar suara tersebut tangan kiriku memegang lengan Kak Reno erat.


Maka,dengan segera aku melepaskan tanganku.Sementar itu Kak Reno hanya tersenyum sumringah melihat tingkahku dan mendengar godaan Mbak Riska.


Tidak lama kemudian kakek,Bu Sri ,dan Pak Sugeng terlihat berjalan bersamaan ke arah kami.


Kak Reno menghampiri mereka dengan memberi salam dan melimpahi mereka dengan pelukan kerinduan.


Tampak derai air mata kerinduan mengalir dari wajah ayu Bu Sri.Ia begitu terlihat jelas sangat merindukan putra kesayangannya tersebut.


Perasaannya tidak bertepuk sebelah tangan .Kak Reno berbalik meluapkan rasa rindu dan kasih sayangnya pada Bu Sri.


Akhhh.....


Pemandangan yang mengharu biru dan menyentuh jiwa.


Menyaksikan sebuah ikatan suci antara ibu dan anak.Sebuah hubungan istimewa yang Allah ciptakan dengan kedudukan luar biasa di hadapanNya.


Air mataku turut menetes.


Teringat kenangan saat almarhumah bundaku masih ada.


Kehangatan pelukan dalam dekapan kasih sayangnya.Begitu menenangkan dengan aroma khasnya yang selalu membuatku rindu untuk dekat bahkan berlama-lama di pangkuannya.


Akhhhh....


Aku tidak ingin larut dalam kesedihan batinku.


Maka dengan cepat kuseka air mataku.


Namun,rupanya Bu Sri melihatku menangis dan dengan cepat ia memanggilku untuk mendekatinya.


"Ran...kemari nak,"ucapnya lembut sambil menjulurkan tangan kanannya menggapaiku.


Mendengar panggilnnya maka akupun berjalan menuju beliau.


Dan...


Pleggg....


Ia memelukku bersama Kak Reno.


"Rani juga putri mama kan sama seperti Reno.Mama sangat sayang dengan kalian berdua nak,"ucapnya sambil mengusap lembut pundakku dan Kak Reno.


"Mama nggak suka lihat Rani menangis nak.Mulai sekarang Rani harus selalu tersenyum ya."


"Loh mah,Riska nggak disayang juga kah?kok cuma Reno dan Rani aja yang dipeluk,"ucap Mbak Riska berpura-pura menggerutu.


"Aduh,mama sampai lupa kalau juga ada Riska,"goda Bu Sri.


"Nah tuh kan Riska dilupain pah,"sambil mendekat ke Pak Sugeng.


"Yaudah Riska biar papa yang peluk saja.Sini....,"goda Pak Sugeng tersenyum sambil mengusap lembut kepala Mbak Riska.


 

__ADS_1


Semuanya tertawa melihat candaan Mbak Riska.


Setelah itu,Bu Sri mengajak kami semua berkumpul di ruang keluarga.


Ternyata mereka membuat pesta kejutan kepulangan Kak Reno dan syukuran kecil-kecilan  akan kelulusanku.


 


Di ruang keluarga sudah dihiasi dengan dekorasi bunga,kerlap-kerlip lampu,balon dan tulisan-tulisan.


Di dinding yang paling besar tampak jelas ucapan dengan kata-kata,


Congratulations on your graduation Rani.


We are all proud of you for being the best graduate with perfect grades.


Dan di sisi lain dinding terdapat pula ucapan untuk Kak Reno,


Welcome back to Reno's house. We all miss you.We are very happy to have you back.


Aroma harum semerbak dari bunga-bunga segar yang tertata indah dan cantik.Sungguh dekorasi sederhana tetapi menakjubkan untukku.


"Ini semua Mbak Riska loh yang dekor,"ucap Bu Sri.


"Maasya Allah cantik sekali mbak.Terima kasih Mbak Riska,"pujiku.


"Iya adekku yang cantik,"jawab Mbak Riska sambil mencubit pipiku lembut.


"Dan ini nasi tumpeng spesial buatan mama,"ucap Bu Sri.


"Hmmmmm.....pasti rasanya enak banget ini.Reno sudah tidak sabar mencicipi masakan mama.Kangen Reno dengan masakan mama,"ucap Kak Reno sambil memeluk Bu Sri.


"Iya dong kan mama masaknya pakai cinta dan kasih sayang untuk anak-anaknya,"jawab Bu Sri.


"Kalau begitu sebelum kita potong tumpeng dan makan lebih baik kita berdo'a dulu.Kakek mau Reno yang memimpin do'anya,"sela kakek.


"Iya nih kek,Riska mau denger nih hasil yang nuntut ilmu ke pondok.Beneran belajar apa main-main,"ganggu Mbak Riska menimpali.


"Ris...kamu ini kalau bercanda sama adiknya berlebihan,"balas Bu Sri.


"Tuh kan pah,pasti mama belain terus anak kesayangannya,"ledek Mbak Riska.


"Hmm....udah mbak ayo kita mulai.Ngomong aja dari tadi,"ucap Kak Reno sambil mencolek bahu Mbak Riska.


Semua orang hanya menyaksikan dengan senyum kecil candaan antara Mbak Riska dan Kak Reno.


Lalu,ia melempariku dengan senyumannya yang membuatku terdiam.


Kak Reno memberi aba-aba kepada semua untuk mengangkat kedua tangan berdo'a kepada Allah Subhanahu wa ta'ala mengucap syukur atas semua nikmatNya.


Semua orang tampak khusyuk mendengarkan Kak Reno.


"A’udzubillahi mina syaitanir rajim. Bismillahi rahmani Rahim. Alhamdulillahi rabbil alamin. Hamdan yuwafi ni’amahu wa yukafi mazidah ya rabbana lakal hamdu kama yambaghi lijalaali wajhikal karimi wa’adzimi sulthanik."


"Artinya: Aku berlindung kepada Allah dari godaan syetan yang terkutuk. Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Dengan pujian yang sesuai (sebanding) dengan nikmatnya dan menjamin ditambah nikmatnya. Ya Tuhan kami, segala puji bagi-Mu dan segala apa yang patut atas keluhuran Dzat-Mu dan kemuliaan serta keagungan kuasaMu,"Kak Reno membaca do'a perlindungan dari syaitan.


Kemudian ia melanjutkan membaca sholawat.


"Allahumma shalli ala sayyidina Muhammad wa ala aali sayyidina Muhammad. Allahumma inna nas aluka khairal maulaji, wa khairal makhraji bismillahi wa lajna wa bismillahi kharajna wa ‘ala rabbina tawakkalna. Allahummaghfirlana dzunubana wawassi’ lana fi daarina hadza."


"Artinya: Ya Allah limpahkanlah rahmat ta’dhim atas junjungan kami, yaitu Nabi Muhammad dan juga keluarga junjungan kami, yaitu Nabi Muhammad. Ya Allah sesungguhnya kami memohon kepada-Mu sebaik-baik tempat masuk dan sebaik-baik tempat keluar,


dengan nama Allah kami masuk dan dengan nama Allah kami keluar dan kepada Tuhan kami, kami berserah diri. Ya Allah ampunilah dosa-dosa kami dan lapangkanlah bagi kami di rumah-rumah kami ini."


MasyaAllah,batinku.


Kami semua sungguh terhipnotis dengan lantunan sholawat yang Kak Reno bacakan.


Aku terkesima mendengarnya.


Hatiku takjub bergetar.


Kak Reno masih khusyuk dan fokus melanjutkan bacaannya membaca do'a keberkahan rezeki kepada Allah Subhanahu wa ta'ala.


"Allahumma barik lana fi arzaqina wa barik lana fi ma’isyatina wa barik lana fi buyutina wa barik lana fi ‘umurona wa barik lana fi umurina."


"Artinya: Ya Allah berkahilah rizki-rizki kami, berkahilah kehidupan kami, berkahilah rumah-rumah kami, berkahilah umur kami, dan berkahilah urusan-urusan kami.”


Sesekali di sela do'a aku melirik ke arahnya memastikan apakah orang yang melantunkan do'a ini adalah benar-benar Kak Reno.Mataku terus memandangnya dan ia masih tetap menikmati meneruskan membaca do'a memohon keselamatan.


"Allahumma sallimna wa sallim diinana wa sallim ajsadana wa sallim amwalana min bala’I dunya wa ‘adzabil akhirah. Robbana adkhilna mudkhola shidqi wa akhrijna mukhroja shidqi waj’al lana min ladunka shulthanan nashiiraa."


"Artinya: Ya Allah selamatkanlah kami, agama kami, fisik-fisik kami, harta benda kami dari bencana dunia dan siksa akhirat. Ya Tuhan kami, masukkanlah kami dengan cara yang benar dan keluarkanlah kami dengan cara yang benar dan berikanlah kepada kami dari sisi Engkau kekuasaan yang menolong."


"Selanjutnya adalah do'a inti yaitu do'a mensyukuri nikmat yang telah diberikan Tuhan kepada kita,"ucap Kak Reno serius.


"Rabbi auzi'ni an asykura ni'matakallati an'amta 'alayya wa 'ala walidayya wa an a'mala salihan tardahu wa aslih li fi dzuriyati, inni tubtu ilaika wa inni minal-muslimin".

__ADS_1


"Artinya:Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri."


"Dan untuk mengakhiri bacaan doa selamatan syukuran, maka kita membaca sholawat untuk yang kedua kalinya ya,"jelas Kak Reno sambil melihat ke arah semua.


Semua orang hanya mengangguk dan terkesima dengan Kak Reno.


Terlebih Mbak Riska seperti mulut ikan yang terbuka melonggo mendengar Kak Reno melantunkan doa.


Rasanya aku geli ingin tertawa melihat ekspresinya.


Namun,aku tahan saja.


Bukan momen yang tepat jika aku tertawa.


Tetapi sungguh geli dan lucu melihat wajah Mbak Riska seperti itu.


Lalu,Kak Reno meneruskan bacaannya.


Aku kembali berusaha khusyuk.


"Wa sallallahu ala sayyidina muhammadin wa ala aali wa shahbihi wa sallim."


"Artinya:  Semoga rahmat ta’dhim Allah selalu dilimpahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad dan kepada keluarganya serta para sahabatnya dan semoga Allah memberi keselamatan."


"Terakhir adalah doa mengagungkan Allah Subhanahu wa ta'ala. Doa ini sebagai pamungkas doa-doa sebelumnya,"tutur Kak Reno.


"Subhana rabbika rabbil ‘izzati ‘amma yashifun, wa salaamun alal mursalin wal hamdulillahi rabbil alamin."


"Artinya: Maha Suci Tuhanmu yang mempunyai keperkasaan dari apa yang mereka katakan, dan kesejahteraan dilimpahkan atas para rasul, dan segala puji bagi allah Tuhan semesta alam.”


"Alfatihah."


Kami semua secara bersama-sama membaca surat Al-fatihah.


Tidak lama setelah itu kakek menyuruhku memotong tumpeng.


Satu persatu anggota keluarga lainnya mulai kusuapi hingga pada akhirnya giliran Kak Reno.


Ia terlihat begitu sumringah.


Perlahan dengan rasa canggung dan malu kuangkat tangan kananku perlahan.


Kak Reno semakin mendekat ke arahku.


Pandangan kami bertumpu.


"Bismillah,"ucap kami bersamaan.


Semua terlihat senang melihat kedekatan kami berdua.


Mulut Kak Reno terbuka.


Pelan kuangkat sendok menuju mulutnya yang terbuka.


Kembali ia menatapku tajam.


Tanganku gemetar,aliran darahku terasa mengalir cepat.


Srtttt...


Salah satu tangannya memegang tanganku.


Ia membantu mendorongnya menyendokan makanan ke mulutnya.


Dreggggg....


Dreggggg......


Hufhhhh....


Rasanya sesak dan berdebar tidak menentu.


Dan lagi pandangan matanya tajam menatapku.


Jantungku terasa berat dan berdetak tidak menentu.


Srrrrrrrrrrrrrr......


Aku terdiam dalam tatapannya yang lembut.


Dan aku tidak menyadari tangannya mendekati bibirku dan menyuapi nasi tumpeng dengan jemarinya.


Senyumnya menggembang.


Meluluhlantahkan hatiku yang tidak menentu.


Lagi.....

__ADS_1


Getaran aneh menjalar di sekujur tubuhku.


__ADS_2