
Dari kejauhan aku sempat melihat sekumpulan laki-laki yang menculik ku dan Kak Reno, sedang berlarian mencari keberadaan ku dan Kak Reno.
Aku sempat takut dan sangat resah, jikalau mereka dapat menemukan atau menangkap kami kembali.
Maka aku pun dengan cepat segera mendorong gerobak yang sudah tidak lagi baik dan layak di pakai, untuk menjauh dan terus menjauh dari tempat ini.
Tentunya dengan terus meminta pertolongan dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala.
"Ya Allah, ku mohon bantulah kami. Bantulah diri ku, agar aku dapat bertemu dengan seseorang yang dapat membantu kami, " pinta ku dengan penuh pengharapan yang luar biasa.
Sambil terus mendorong gerobak dengan penuh kehati-hatian. Sesekali aku terus memeriksa keadaan Kak Reno, dengan meletakkan jemari tangan ku di dekat hidungnya. Hal ini ku lakukan agar dapat mengetahui. Apakah Kak Reno masih bernafas atau tidak?.
Melihat kondisinya yang semakin mengkhawatirkan. Aku menjadi semakin panik dan takut, jika terjadi sesuatu kepada dirinya.
Dengan napas terengah-engah, aku terus berusaha mendorong gerobak yang berisi Kak Reno, untuk pergi menjauh dari tempat ini.
Hingga tanpa ku sadari, aku dan Kak Reno sudah berada jauh dari tempat gudang bekas yang mereka gunakan untuk menyekap kami.
Tidak jauh dari tempat ku berada sekarang, pandangan mata ku dapat melihat pemukiman penduduk.
Hal ini secara tidak langsung membuat diri ku semakin bersemangat dan memiliki harapan baru. Maka bergegaslah diri ku untuk berusaha sekuat-kuatnya, dan membawa Kak Reno yang sudah terbaring lemah tidak berdaya menuju ke pemukiman penduduk, yang tidak jauh lagi dari tempat ku berada sekarang.
Dengan keletihan yang teramat sangat, akhirnya aku pun berhasil membawa Kak Reno memasuki kawasan pemukiman penduduk.
Dengan segera aku pun berteriak meminta tolong.
Hingga tidak jauh dari tempat ku berdiri saat ini, terdapat kumpulan bapak-bapak yang sedang mengobrol bersama anak-anak yang sedang bermain. Langsung menghampiri diri ku.
Mereka semua lari berbondong-bondong menghampiri ku dan bertanya apa yang terjadi pada ku.
Dengan suara terbata dan terengah-engah.
Aku pun menceritakan peristiwa yang sebenarnya terjadi kepada diri ku dan Kak Reno.
Dan beruntungnya, mereka semua dengan sigap membantu ku dan langsung mengeluarkan mobil pick up untuk segera membawa Kak Reno ke pusat pelayanan kesehatan terdekat.
Kali ini aku dapat bernapas dengan lega dan tidak henti-hentinya mengucapkan rasa syukur ku kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.
Sesampainya di puskesmas terdekat Kak Reno segera masuk ruang UGD dan mendapatkan pertolongan. Kemudian, aku segera meminjam telepon di puskesmas tersebut untuk menelepon seseorang di keluarga Imandar.
Dan beruntungnya Wirda yang langsung mengangkat telepon dari ku.
__ADS_1
Dengan penuh air mata.
Aku menceritakan semua yang terjadi kepada diri ku dan Kak Reno.
Wirda pun histeris dan segera meminta lokasi keberadaan ku saat ini.
Karena aku tidak mengetahui dimana tempat lokasi keberadaan ku sekarang.
Aku lalu meminta kepada petugas yang berjaga di puskesmas untuk memberi tahu kan alamat dan lokasi keberadaan ku saat ini.
Tidak lama setelah itu, aku pun segera menutup sambungan telepon ku dengan Wirda dan bergegas melihat keadaan Kak Reno.
Sesampainya di ruang UGD.
Dokter yang memeriksa keadaan Kak Reno meminta supaya Kak Reno segera di bawa ke rumah sakit, karena kondisinya sudah sangat mengkhawatirkan.
Aku pun menjadi panik dan ketakutan.
Tetapi tidak ada yang dapat ku perbuat, selain mematuhi apa yang di sarankan dokter di puskesmas, untuk segera membawa Kak Reno menuju rumah sakit.
***
Namun, dengan segera Abi pun memberitahukan informasi ini kepada pihak kepolisian.
"Abi, ayo kita segera menemui Rani dan Reno. Mereka berdua masih dalam keadaan bahaya. Bagaimana jika gerombolan orang-orang jahat itu menangkap mereka lagi, " ucap Ummah dengan wajah paniknya.
Abi mengusap punggung Ummah dan berusaha menenangkan nya.
"Iya Ummah, tentu kita akan segera bertindak. Pihak kepolisian akan berkoordinasi dengan aparat kepolisian setempat, untuk mengawal dan melindungi Rani dan Reno. Ummah yang tenang dan kita do'a kan saja mereka dalam keadaan yang baik-baik saja, " ucap Abi berusaha menenangkan Ummah.
Dan tidak lama kemudian.
Enjid datang untuk segera mengajak Abi, Ummah dan Pak Budi menuju tempat keberadaan ku.
Sementara itu, Bik Inah di temani oleh asisten rumah tangga keluarga Imandar lainnya.
Tanpa menunda waktu,
Ummah, Abi, Enjid dan Pak Budi segera meluncur ke tempat dimana saat ini aku berada.
Air mata Ummah tidak berhenti mengalir.
__ADS_1
Bahkan saat Abi selalu berusaha untuk membuatnya tenang, tetapi kali ini Ummah tidak dapat menahan kesedihannya yang mendalam.
"Hal seperti ini lah yang Ummah takutkan Abi. Jika Rani kembali lagi kemari. Masalah dan bahaya terus kembali mengintainya.Entah, siapa yang tega melakukan hal ini kepada Rani dan Reno. Tetapi yang jelas, jika terjadi sesuatu atau apa pun terhadap mereka berdua. Ummah tidak akan pernah segan-segan untuk memaafkan pelakunya. Hiks... Hiks... Hiks.., " gumam Ummah menumpahkan rasa kesedihannya.
Enjid dan Abi pun berusaha untuk membesarkan dan membuat hati Ummah menjadi tenang. Tetapi rasa ketakutan dan kecemasan pada diri Ummah pada ku, mengalahkan perasaan apa pun yang ada di dalam hatinya.
"Pak Budi, tolong usahakan sedikit lebih cepat. Rani dan Reno sangat membutuhkan kita, " pinta Ummah.
"Baik, Bu Putri, " sahut Pak Budi.
Tidak lama kemudian, telepon genggam milik Abi berbunyi. Dan dengan cepat Abi pun melihat untuk mengangkat nya.
"Telepon dari siapa Abi?, " tanya Ummah yang masih sambil menangis.
"Dari aparat kepolisian, " jawab Abi.
Ummah dan Enjid langsung menoleh ke arah Abi, dengan ekspresi wajah penuh pertanyaan dan juga kecemasan.
"Ada apa lagi Abi?, " ucap Ummah pelan seraya bertanya dalam wajahnya yang terlihat bingung.
Abi menggelengkan kepala nya, dan segera mengangkat telepon tersebut.
Ummah dan Enjid pun diam mendengarkan percakapan Abi melalui sambungan telepon.
Setelah Abi selesai mengakhiri panggilan telepon dari aparat kepolisian. Enjid pun bertanya kepada Abi.
Alasan mengapa pihak kepolisian menghubungi Abi. Dan dengan segera Abi pun memberitahukan alasan. Mengapa pihak kepolisian menghubungi Abi.
Bahwa saksi kunci yang dapat membawa kejadian ini pada pelaku atau dalang kejahatan, yang menimpa ku dan Kak Reno yaitu sopir pribadi Kak Roy baru saja meninggal dunia.
Enjid, Ummah dan Pak Budi terkejut sambil mengucapkan kalimat istirja.
Kemudian, Abi mengatakan lagi kepada Abi dan Ummah.
Jika saat ini keberadaan ku dan juga Kak Reno masih dalam bahaya. Sebab pihak kepolisian setempat, yang berdomisili di tempat keberadaan ku saat ini. Masih belum dapat menemukan keberadaan diri ku dan Kak Reno.
Mendengar akan hal itu, maka Ummah menjadi sangat semakin cemas dan khawatir.
Ummah terus menangis dan tidak berhenti memanjatkan do'a untuk keselamatan diri ku dan Kak Reno.
Sementara itu, Pak Budi terus fokus dan mempercepat laju kendaraan mobil yang ia kemudikan. Supaya dapat segera tiba di tempat lokasi keberadaan ku.
__ADS_1