Jodoh Pilihan Tuhan

Jodoh Pilihan Tuhan
Tuduhan Ummah.


__ADS_3

Setelah kepergian Kak Roy dan Bude Ayu dari kediaman keluarga Imandar.


Ummah meminta Abi dan Enjid untuk menyewa mata-mata mengawasi pergerakkan Kak Roy juga Budenya.


"Apa yang membuat mu bersikeras untuk mengawasi Roy dan Budenya, Putri?, " tanya Enjid memasang wajah seriusnya melihat ke arah Ummah.


Ummah lalu berjalan dan duduk di samping Wirda yang sedang menggendong Fariz.


Pandangan Ummah terlihat menerawang jauh dan berpikir dalam dimensi yang hanya mampu Ummah lihat sendiri.


"Ummah!, " panggil Wirda sambil menggoyangkan jemari tangan Ummah pelan.


Namun,Ummah tetap tidak merespon dan terus hanyut dalam dimensi pikiran nya. Hingga Abi pun harus mendekat dan duduk tepat di samping Ummah, dengan terus mengusap lembut punggung Ummah secara berulang-ulang, seraya merangkul tubuh Ummah.


"Ummah, "bisik Abi lembut pada telinga Ummah.


Ummah tersadar seketika dan melihat wajah Abi lekat, dengan kedua matanya yang berkaca-kaca.


" Abi tahu bagaimana mereka membawa Reno yang masih terbaring tidak berdaya di atas bankar, "ucap Ummah sambil menatap wajah Abi.


Abi menggelengkan kepalanya pelan dan terus memandangi wajah Ummah.


Begitu pun dengan semua orang yang berada di ruang tamu.


Mereka semua terus fokus melihat ke arah Ummah.


Air mata Ummah mengalir kembali, bahkan kali ini lebih deras.


Dengan suaranya yang terisak dan parau.


Lisan Ummah terus bertutur menjelaskan semua kejadian peristiwa penculikan terhadap diri ku dan Kak Reno.


Ketakutan, kecemasan dan juga rasa trauma semuanya bercampur aduk pada diri Ummah. Sehingga semua orang begitu terenyuh dan tidak mampu untuk berkata-kata apa pun, saat mereka semua melihat kondisi Ummah.


"Banyak hal aneh terjadi, Abi.


Mengapa penculikan tehadap Reno dan Rani terjadi saat mereka berdua kembali ke kota ini?. Dan kenapa Roy juga budenya datang kemari. Pada hal kita sudah berkunjung ke rumahnya dan dia atau pun Budenya tidak ada yang ingin menemui kita pada saat itu. Tetapi sekarang mereka berdua datang kemari.

__ADS_1


Mustahil Roy dan Budenya tidak menyadari, jika putrinya datang kemari secara diam-diam, tanpa sepengetahuan mereka.


Coba kalian semua pikirkan.


Apakah seorang pengasuh dan sopir, begitu dengan mudahnya saja. Untuk membawa anak majikannya yang sedang sakit pergi, tanpa sepengetahuan Roy juga budenya.


Pada hal saat kita ke rumah Roy.


Kita semua saja tidak melihat sosok putrinya dapat berkeliaran bebas di rumahnya, " tutur Ummah sambil menyeka air matanya.


Semua orang terdiam mendengarkan apa yang di sampaikan oleh Ummah.


"Apa yang Bu Putri juga ada benarnya, untuk saat ini juga tidak ada salahnya. Bagi kami selaku aparat kepolisian untuk mengawasi saudara Roy dan Budenya, " sahut bapak polisi.


"Dan bibi pengasuh putri Roy itu merupakan salah satu akses bagi kita semua. Untuk mengetahui apa yang sedang terjadi. Karena sopir yang berperan besar dalam pelaku penculikan terhadap Reno dan Rani telah meninggal dunia, " timpal Ummah dengan sangat serius.


Beberapa aparat kepolisian yang duduk berhadapan dengan Ummah mengangguk.


"Jadi, sekarang akan lebih baik. Jika bapak melindungi dan menempatkan bibi pengasuh putrinya Roy di tempat yang aman. Jika perlu tidak ada pihak dari Roy yang mengetahui keberadaan nya, sehingga kita semua dapat mengorek informasi darinya. Tanpa sepengetahuan Roy dan Budenya, tentang apa yang sebenarnya telah terjadi, " sahut Ummah lagi.


Dimana semua orang pun setuju, untuk menyembunyikan bibi pengasuh putri Kak Roy berada di rumah keluarga Imandar.


Enjid dan Abi pun meminta Pak Budi bersama asisten rumah tangga yang lain, untuk menyiapkan kamar dan mendesain ulang .Supaya bibi pengasuh putri Kak Roy tidak menyadari jika ia nanti berada di rumah keluarga Imandar.


Dengan cepat Pak Budi pun langsung mengerjakan apa yang di perintahkan oleh Abi dan Enjid.


Sementara itu, pihak kepolisian segera pamit untuk terus melakukan penyelidikan. Sekaligus memulai untuk mengawasi Kak Roy dan juga Budenya.


Abi dan Enjid pun mengantar beberapa aparat kepolisian sampai ke halaman.


Sementara Ummah masih terdiam dan hanyut dalam rasa kecemasan nya terhadap diri ku.


Wirda mengenggam jemari tangan Ummah erat.


"Ummah jangan khawatir dan risau. Rani adalah perempuan yang kuat, tangguh dan cerdas. InsyaAllah ia akan baik-baik saja Ummah. Allah Subhanahu Wa Ta'ala akan selalu senantiasa menjaga dan melindungi nya. Karena Rani tidak akan pernah menyerah dalam keadaan apa pun. Percayalah Ummah, kita akan segera menemukan Rani, " ucap Wirda berusaha untuk membesarkan hati Ummah.


Ummah mengangguk sambil menatap wajah Wirda dan Fariz.

__ADS_1


"Ummah, tidak boleh menangis.


Nanti Fariz jadi sedih, " ucap Fariz sambil menyeka air mata Ummah dan langsung memeluk Ummah erat.


Ummah pun terenyuh mendapatkan perlakuan hangat dari cucu kesayangannya itu. Dengan cepat Ummah pun langsung membalas dekapan penuh cinta dari sang cucu.


Sambil terus menangis terisak-isak.


Ummah pun berkata kepada Fariz, "Iya sayang. Ummah tidak akan menangis lagi. Ummah akan kuat dan tidak bersedih lagi, karena saat ini Fariz ada bersama dengan Ummah. "


Ummah langsung mencium kepala Fariz dan pipinya berulang kali. Kemudian memeluk tubuh mungil Fariz dengan lembut.


Wirda yang melihat kedekatan Ummah dan putranya, ikut menangis penuh keharuan.


-----


Bude Ayu dan Kak Roy terlihat kesal dan sangat marah akan perkataan yang Ummah lontarkan.


"Sudah bude katakan untuk tidak datang ke rumah keluarga Imandar. Tetapi kamu masih saja bersikeras Roy, " ucap Bude Ayu dengan wajahnya yang keruh.


Kak Roy terdiam sambil menyetir mobilnya dengan cepat.


"Kenapa kamu hanya diam Roy?, " tanya bude Ayu sambil memandang wajah Kak Roy yang terlihat sangat tegang.


"Lalu apa yang harus Roy lakukan bude?. Sudahlah bude, biarkan saja Ummah berkat seperti itu. Lagi pula perkataan nya tidak mendasar dan tidak terbukti. Jadi untuk apa kita pusing -pusing memikirkan nya. Lebih baik sekarang kita fokus pada urusan kita saat ini, " sahut Kak Roy dengan santai sekarang.


Bude Ayu terdiam sejenak sembari menarik napas pendek nya.


"Ya sudah jika itu yang menjadi keinginan mu. Ayo kita segera kembali dan lekaslah selesaikan urusan mu Roy. Sebab jika terlalu lama kamu membiarkan pekerjaan mu tidak selesai. Maka akan berdampak tidak baik bagi mu, " ucap Bude Ayu.


"Iya bude, " jawab Kak Roy sambil tersenyum.


Dan dengan cepat pula Kak Roy segera memacu laju mobil yang ia kendarai.


Dan tanpa sepengetahuan dirinya juga Bude Ayu.


Mata-mata yang di tugaskan oleh Abi dan Enjid terus membuntuti mobil yang di kendarai oleh Kak Roy.

__ADS_1


__ADS_2