Jodoh Pilihan Tuhan

Jodoh Pilihan Tuhan
Menemui Pak Hadi.


__ADS_3

Wirda dan Kak Rafa sudah tiba di kediaman rumah pengacara khusus keluarganya Kak Rafa dan Ustad Fariz.


" Apakah benar ini rumahnya kak Rafa ?,"tanya Wirda sambil melihat ke arah Kak Rafa yang sudah menghentikan mobil yang ia kendarai tepat di halaman rumah seseorang. Lalu Kak Rafa pun melihat telepon genggam miliknya sambil melihat ke arah layar telepon genggam miliknya.


" Jika Kak Rafa melihat dari pesan yang Abi kirimkan share loc nya benar dan tepat di sini Wir, "ucap Kak Rafa sambil memastikan rumah yang mereka cari dengan alamat yang dikirimkan oleh Abi Kak Rafa melalui pesan telepon genggam miliknya.


"Oh ya sudah Kak ,kalau memang sudah benar ya kita segera turun dari mobil dan cepat untuk memastikan informasi yang didapatkan dari Enjid, kak, " ajak Wirda kepada Kak Rafa .


"Iya Wir, sebentar kakak masukkan telepon genggam kakak dulu, "ucap Kak Rafa. "Baiklah Kak .Wirda menunggu, " ucap Wirda.


Beberapa menit kemudian Wirda dan Kak Rafa pun turun dari mobil. Lalu menuju tempat pada rumah di mana mobil mereka berhenti. Kak Rafa pun memencet bel yang ada di pagar depan halaman rumah itu. Tidak lama berselang tampak seorang satpam yang berjalan menghampiri mereka. "Maaf Mas dan Mbak mau cari siapa ya?,"tanya satpam itu dari dalam balik pagar melihat ke arah Wirda dan Kak Rafa. " Maaf pak. Apakah benar ini rumahnya pengacara yang bernama Pak Hadi Sutrisno?,"tanya Kak Rafa kepada satpam. Pak satpam pun mengangguk seraya berkata,"Oh iya benar ini rumahnya Bapak pengacara Hari Sutrisno .Ada keperluan apa ya Mbak dan Mas kemari mencari Pak Hadi?,"tanya pak satpam itu kepada Wirda dan Kak Rafa.


" Apakah Pak Hadinya ada di rumah Pak?,"tanya Kak Rafa.


"Iya, Pak Hadi ada di rumah mas .Tetapi mohon maaf Mas dan Mbak ada keperluan apa ya? nanti akan saya sampaikan terlebih dahulu kepada Pak Hadi apakah bersedia menemui Mbak dan Mas, "ucap Pak satpam kepada Kak Rafa.


"Begini Pak. Tolong bapak sampaikan bahwa saya adalah Rafa putra dari Bapak Iwan syarfan imandar. Ingin bertemu dengan Pak Hadi Sutrisno selaku pengacara khusus keluarga Imandar untuk menanyakan sesuatu hal yang penting Pak, "ucap Kak Rafa dengan tegas dan tenang.


" Oh iya baik mas dan mbak sebentar ya. Saya sampaikan dulu pesan Mas ke dalam kepada bapak .Untuk itu Mas dan Mbak mohon tunggu sebentar ya .Sampai saya mendapatkan izin untuk membukakan pintu dan mempersilakan Mas dan Mbak masuk ke dalam, "ucap Pak satpam itu dengan sopan.


"Iya Pak silahkan, tidak apa-apa kami menunggu dulu di luar sini ," sahut Kak Rafa.


Tidak lama setelah itu Pak satpam itu langsung bergegas masuk ke dalam rumah untuk menyampaikan pesan dari Kak Rafa kepada Pak Hadi Sutrisno. Sementara itu, Wirda dan Kak Rafa pun sedang berdiri sambil menunggu Pak satpam itu kembali menemui mereka .


"Dek Wirda tidak apa-apa kan menunggu dengan berdiri seperti ini ?,"tanya Kak Rafa sambil melihat ke arah Wirda.


" Aduh kak Rafa santai saja , lagi pula kan hanya berdiri sebentar, "ucap Wirda sambil tersenyum.


" Iya Kak Rafa itu sampai lupa jika Dek Wirda dan Dek Rani itu adalah wanita yang tangguh dan kuat ya hehehe ,"goda Kak Rafa kepada Wirda.


Wirda tersenyum kecil mendengar ucapan dari Kak Rafa . "Wirda sungguh tidak menyangka jika sosok yang tegas dan sedikit kaku seperti Kak Rafa ternyata juga bisa bercanda dan memiliki sifat humoris, "ucap Wirda sambil menggoda balik ke Kak Rafa.


" Oh ternyata kakak ini terlihat kaku ya berarti seperti robot dong hehehe ,"ucap Kak Rafa sambil tersenyum.


" Maaf ya Kak Rafa. Wirda tidak pernah mengatakan jika Kak Rafa itu seperti robot. Kak Rafa sendiri lho yang mengatakan jika Kak Rafa itu seperti robot ,"ucap Wirda sambil tersenyum.


Kak Rafa memandang ke arah Wirda sambil membalas senyum Wirda.


" Dek Wirda jika tersenyum semakin terlihat cantik rupanya , "ucap Kak Rafa sambil memuji Wirda.


"Akh Kak Rafa bisa saja .Wirda kan jadi malu, "ucap Wirda sambil tersenyum.


" Mengapa Dek Wirda harus malu. Memang benar kenyataannya Dek Wirda memang terlihat semakin cantik jika tersenyum. Sungguh Kak Rafa tidak berbohong ,"ucap Kak Rafa kepada Wirda.


"Kak Rafa ini ternyata juga suka modus ya. Sudah jangan bercanda Kak. Kak Rafa menggoda wanita ya lain saja tetapi jangan Wirda, "ucap Wirda menanggapi gurauan Kak Rafa.


" Kak Rafa tidak modus lho dek Wirda. Apakah Dek Wirda melihat Kak Rafa itu berbohong mengatakan jika Dek Wirda terlihat cantik? coba Dek Wirda melihat wajah Kak Rafa, "ucap Kak Rafa sambil menatap Wirda.

__ADS_1


" Memang dengan menatap wajah Kak Rafa akan tertulis apakah Kak Rafa Itu jujur atau berbohong seperti itu kah?,"ucap Wirda sambil tersenyum kecil.


"Iya mungkin saja, " sahut Kak Rafa.


"Hahaha....Kak Rafa itu sungguh sedikit konyol ya .Jika kejujuran seseorang itu bisa dilihat di wajahnya setiap orang.Maka tidak ada satu orang pun di dunia ini yang mungkin dapat tertipu atau tersakiti oleh seseorang karena di wajahnya dapat terbaca. Jika seorang mempunyai niat yang baik atau tidak, dia berkata tulus atau tidak. Kak Rafa ada-ada saja ,"sahut Wirda.


" Tetapi menurut kakak hal itu memang bisa untuk dibaca oleh seseorang yang memiliki ketulusan dari hatinya. Namun hanya dua orang yang memiliki ikatan khusus atau hubungan yang sangat spesial yang dapat membaca raut wajah masing-masing. Dan kakak benar-benar tidak berbohong dengan mengatakan jika Dek Wirda memang terlihat cantik jika tersenyum, "ucap Kak Rafa.


" Hehehe. Wirda tidak mengerti akan maksud Kak Rafa, "balas Wirda meringgis.


Dan disaat Kak Rafa dan Wirda saling bergurau. Pak satpam yang tadi masuk ke dalam rumah Pak Hadi lalu muncul dan membukakan pintu gerbang ."Silahkan masuk mbak dan mas. Pak Hadi sudah menunggu mbak dana mas di dalam, " ucap Pak Satpam.


" Baik terima kasih pak .Oh ya pak ,mobilnya tidak apa-apa kan di parkir di luar gerbang?,"tanya Kak Rafa kepada Pak satpamm


" Tidak apa-apa Mas .Nanti akan saya awasi, "ucap pak satpam kepada Kak Rafa. "Baiklah Pak kalau begitu terima kasih ya Pak, kami masuk dulu ke dalam, "ucap Kak Rafa lagi .


"Iya silahkan mas, "sahut Pak satpam sambil menundukkan kepalanya sedikit.


" Wirda dan Kak Rafa pun berjalan masuk ke dalam rumah Pak Hadi menuju ruang tamu.Dan di depan pintu masuk rumah Pak Hadi sudah ada asisten rumah tangga yang menyambut kedatangan mereka berdua. Asisten rumah tangga Pak Hadi pun mempersilahkan Wirda dan Kak Rafa untuk duduk di ruang tamu sambil menunggu kedatangan Pak Hadi .Lalu asisten rumah tangga di rumah Pak Hadi menghidangkan minuman dan beberapa makanan kecil di atas meja. Dan setelah beberapa menit tampak Pak Hadi yang turun dari tangga dan mulai menemui Wirda dan Kak Rafa.


" Oh ternyata Nak Rafa ,"ucap Pak Hadi sambil menyalami Kak Rafa dan Wirda .


"Ayo silahkan duduk lagi nak. Tadi Pak Iwan sudah menelpon saya dan memberitahukan alasan kedatangan Nak Rafa kemari, "ucap Pak Hadi lagi kepada Kak Rafa. Kak Rafa pun menganggukkan kepalanya sedikit, " Iya. Terima kasih Pak Hadi, "ucap Kak Rafa.


"Silahkan Nak Rafa diminun dan Dek siapa namanya?,"tanya Pak Hadi kepada Wirda. "Wirda Pak ,"jawab wirda pelan


"Iya pak terima kasih ,"ucap Wirda.


Lalu Kak Rafa dan Wirda pun meminum dari cangkir yang sudah diisi dengan minuman teh hangat.


" Mengapa Nak Rafa tidak menghubungi Pak Hadi saja. Supaya Pak Hadi ke rumahnya Nak Rafa .Sehingga Nak Rafa tidak usah bersusah payah kemari, "ucap Pak Hadi kepada Kak Rafa.


"Ah Pak Hadi kan tidak enak jika harus menyusahkan Pak Hadi.Lagi pula yang memiliki keperluan kepada Pak Hadi kan saya jadi lebih baik saya yang langsung datang ke rumahnya Pak Hadi untuk berbicara langsung ,"ucap Kak Rafa kepada Pak Hadi .


Pak Hadi pun tersenyum mendengar kata-kata Kak Rafa.


"Oh ya Pak Hadi .Apakah tadi Abi dan Enjid sudah mengatakan semuanya kepada Pak Hadi melalui sambungan telepon ?,"tanya Kak Rafa memastikan kepada Pak Hadi .


"Oh iya...ya Pak Iwan sudah menjelaskan dan memberitahukan semuanya kepada saya. Tentang maksud dan kedatangan Nak Rafa beserta Nak Wirda kemari. Yaitu untuk mengetahui tentang keberadaan Bapak Gondrong Widodo bukan?,"tanya Pak Hadi kepada Kak Rafa.


"Iya Pak Hadi .Benar sekali. Maksud kedatangan kami kemari adalah benar memang untuk mencari tahu di mana keberadaan Pak Gondrong Widodo sekarang berada saat ini .Dan Enjid bilang kepada saya jika Pak Gondrong Widodo itu masih memiliki hubungan dengan Pak Hadi. Apakah benar itu Pak Hadi ?,"tanya Kak Rafa kepada Pak Hadi.


" Iya benar sekali Nak Rafa Pak Gondrong Widodo itu adalah pakdenya Pak Hadi dan memang kami masih memiliki hubungan yang sangat dekat ,"ucapan Pak Hadi kepada Kak Rafa.


Kak Rafa pun tersenyum mendengar jawaban dari Pak Hadi, "Alhamdulillah.Kalau begitu maaf sebelumnya pak Hadi. Apakah Pak Gondrong Widodo itu masih hidup sekarang?,"tanya Kak Rafa kepada Pak Hadi.


Pak Hadi pun melihat ke arah ke arah Wirda dan Kak Rafa.Wirda dan Kak Rafa pun terlihat tegang menunggu jawaban dari Pak Hadi. Mata mereka bertemu.

__ADS_1


"Iya Nak Rafa.Pakde saya Alhamdulillah masih hidup dan sehat wal'afiat, "ucap Pak Hadi sambil tersenyum.


Maka wajah Kak Rafa dan Wirda pun terlihat sumringah dan berbinar. Mereka pun saling menatap satu sama lain


" Maaf kalau boleh Pak Hadi. Apakah saya boleh meminta alamat rumah Pak Gondrong Widodo saat ini tinggal sekarang ?,"tanya Kak Rafa kepada Pak Hadi.


"Oh boleh tentu saja Nak Rafa, "sahut Pak Hadi .


"Bagaimana jika Nak Rafa dan Dek Wirda dan uga saya sekarang menuju ke rumahnya Pakde saya supaya lebih mempercepat apa yang menjadi maksud dan tujuan Nak Rafa mencari pakde saya. Dan nanti saya juga bisa membantu menyampaikan apa yang ingin Nak Rafa tanyakan kepada Pakde saya .Bagaimana?,"saran Pak Hadi kepada Kak Rafa.


"Benarkah Pak Hadi .Kalau Pak Hadi tidak keberatan tidak apa-apa. Saya malah senang jika Pak Hadi mau membantu saya, "ucap Kak Rafa terlihat sangat senang.


"Tentu saja. Saya tidak keberatan dan tidak merasa direpotkan.Saya malah senang dapat membantu nak Rafa dan keluarga Pak Iwan khususnya. Lagi pula tadi Pak Iwan dan kakeknya Nak Rafa sudah menjelaskan semua kepada saya tentang latar belakang Nak Rafa mencari keberadaan pakde saya. Dan Pak Iwan selaku abinya Nak Rafa juga sudah meminta saya membantu Nak Rafa dan Dek Wirda, " ucap Pak Hadi.


" Alhamdulillah jika begitu. Pak Hadi saya senang sekali mendengarnya .Oh ya pak, Apakah kita bisa berangkat sekarang untuk mempersingkat waktu?,"tanya Kak Rafa kepada Pak Hadi.


"Baiklah .Mari saya juga sudah bersiap, "ucap Pak Hadi.


Dan tidak lama setelah itu Pak Hadi ,Wirda dan Kak Rafa pun berjalan menuju mobil yang dibawa oleh kak Rafa.


Lalu Kak Rafa mengemudikan mobil tersebut menuju ke kediaman rumah Pak Gondrong tanpa menunda-nunda waktu lagi.


Kak Rafa terlihat begitu semangat setelah mengetahui jika pengacara khusus keluarga dari almarhum kakekku masih hidup dan sudah ditemukan keberadaannya.


" Dek Wirda, Alhamdulillah. Allah mempermudah jalan kita dalam membantu Dek Rani, " ucap Kak Rafa sambil menyetir mobil.


" Iya kak, alhamdulillah. Wirda juga sangat senang mendengarnya. Semoga ini adalah awal yang baik dan indah dalam kehidupan Rani. Wirda ingin sekali melihat Rani benar-benar terlepas dari keluarga Suprapto dan Rani dapat bahagia menjalani kehidupannya sendiri. Tanpa paksaan maupun doktrin dari orang lain, " tutur Wirda.


"Kak Rafa melihat jika Dek Wirda sangat peduli dan menyayangi Dek Rani ya?, " tanya Kak Rafa sambil menyetir mobil.


" Iya kak benar sekali. Rani itu sudah Wirda anggap seperti saudari Wirda sendiri. Selama ini ia telah banyak mengalami kesulitan dan sudah saatnya Rani harus bahagia kak, " ucap Wirda sambil memandang wajah Kak Rafa.


" Iya benar, " sahut Kak Rafa sambil melempar senyum kearah Wirda.


Lalu di saat Kak Rafa dan Wirda saling berbicara. Pak Hadi yang duduk di kursi belakang seorang diri sambil memainkan telepon genggam miliknya ikut menyela pembicaraan Kak Rafa dan Wirda.


" Oh ya nak Rafa .Apakah Dek Wirda ini pacar atau calon istrinya Nak Rafa?,"tanya Pak Hadi.


Wirda dan Kak Rafa yang mendengar pertanyaan dari Pak Hadi terlihat tegang dan salah tingkah dan mereka berdua terlihat seperti malu-malu.


"Saya dan Dek Wirda saat ini hanya berteman Pak Hadi. Tetapi wallahualam untuk kedepannya kita tidak tahu akan takdir yang Allah berikan. Mungkin saja dan bisa jadi Allah menjadikan Dek Wirdamenjadi istri saya, hehehe, "ucap Kak Rafa sambil tersenyum memandang ke arah Wirda.


Wirda pun hanya terdiam dan tersipu malu mendengar perkataan Kak Rafa.


"Iya benar apa yang dikatakan Nak Rafa. Kita tidak tahu akan takdir yang Allah berikan, "t?sahut Pak Hadi .


Wirda pun memandang ke arah Kak Rafa yang juga sesekali memandang ke arah Wirda. Untuk beberapa saat mata mereka bertemu. Lalu keduanya berusaha memalingkan pandangan mereka ke arah yang berbeda.

__ADS_1


Kak Rafa terus mengemudikan mobil dalam binar- binar pancaran wajahnya yang terlihat sumringah menatap Wirda.


__ADS_2