Jodoh Pilihan Tuhan

Jodoh Pilihan Tuhan
Permintaan Kak Reno.


__ADS_3

Mbak Riska terlihat kesal dan penuh amarah.


" Ini semua gara- gara Wirda dan Bik Siti.Sehingga aku gagal membawa Rani bersamaku,"gerutu Mbak Riska.


Apa yang harus aku katakan kepada papa dan kakek,ucap Mbak Riska di dalam hati sambil menyetir mobil.


"Arghhhhhh ...," teriak mbak Riska sambil memukul- mukulkan tangannya pada kemudi mobil.


" Akh, lebih baik sekarang aku menemui Reno saja terlebih dahulu.Sebelum aku kembali ke rumah sakit dengan tangan kosong.Yang akan mengundang kemarahan papa dan kakek kepadaku," ucap Mbak Riska.


Lalu tidak lama setelah itu mbak Riska pun menyetir mobil yang ia kendarai menuju kantor kepolisian tempat Kak Reno ditahan.


Sesampainya di kantor kepolisian mbak Riska yang sudah mendapatkan izin untuk membesuk Kak Reno pun telah menunggu pada ruangan dimana mbak Riska akan dapat bertemu dan berbicara dengan Kak Reno.


Sambil duduk di kursi menunggu Kak Reno mbak Riska memainkan telepon genggam miliknya.


Tampak pada layar telepon genggamnya ada notifikasi beberapa pesan. Lalu dengan cepat mbak Riska menyentuh layar utama telepon genggamnya dan melihat semua pesan satu persatu.


Pesan pertama dari Pak Sugeng terlebih dahulu mbak Riska buka;


Riska, bagaiamana apakah kamu berhasil membawa Rani bersamamu?


DEGG....


Hati mbak Riska terasa tidak enak dan gelisah mendapatkan pesan dari Pak Sugeng. Rasa cemas berkecamuk di hatinya takut jikalau papanya akan kecewa dan marah. Sebab ia telah gagal untuk membawa diriku.


Antara rasa ingin membalas atau tidak pesan dari Pak Sugeng. Ia terus merasa bingung dan ragu.


Ughh hhhh.... Mbak Riska sedikit melenguh dan menghembuskan napasnya dari mulut untuk menghilangkan rasa gelisahnya.


Dan Mbak Riska memutuskan untuk tidak membalas pesan dari Pak Sugeng. Mbak Riska ingin berbicara dan menjelaskan secara langsung saja alasan kenapa dia tidak bisa membawa diriku untuk ikut serta dengannya.


Lalu ia membuka lagi pesan kedua yang dikirim oleh Wirda;


Mbak Riska, terima kasih untuk sarannya. Rencana yang mbak Riska ajarkan kepadaku semua berjalan dengan baik dan sempurna. When can we meet again?


Tulis Wirda lewat pesan dengan membubuhkan gambar emoticon wajah senyum senang.


Setelah membaca pesan dari Rere. Mbak Riska pun langsung membalasnya;


Congratulations on your successful plan,


as soon as possible we can meet again.


Wait I tell you.


Setelah membalas pesan dari Rere. Mbak Riska membuka pesan ketiga yang rupanya dari kakek;


Riska, apakah kamu berhasil membawa Rani? Jika tidak segera kembali ke rumah sakit untuk menemani mamamu.


Come here quickly. we are all waiting for you!

__ADS_1


Mbak Riska pun lalu membalas pesan dari kakek untuknya;


Forgive me, Kek. I was not successful in taking Rani with me. Soon.I will go to the hospital.


Balas mbak Riska dengan perasaan kecewa dan raut wajah yang sedih.


Dan di saat mbak Riska sedang fokus dengan telepon genggam miliknya.


Kak Reno sudah duduk dan berada di hadapannya.


"Ada apa mbak Riska kemari?, " tanya Kak Reno ketus.


Mendengar ucapan Kak Reno. Mbak Riska pun segera mengalihkan pandangannya dari telepon genggamnya ke arah Kak Reno dan segera memasukkan telepon genggamnya ke dalam tas.


"Eh, Reno.Rupanya kamu sudah berada disini. Maafkan mbak yang tidak menyadari kedatanganmu. Sebab mbak fokus membalas pesan dari kakek, " ucap mbak Riska dengan raut wajah sedih.


"Ada apa mbak Riska kemari?, " tanya Kak Reno lagi.


"Mbak ingin mengetahui bagaimana keadaan dirimu?, " tanya Mbak Riska sambil menatap Kak Reno.


" Bukankah mbak Riska bisa melihat sendiri bagaimana keadaanku sekarang , "ucap Kak Reno dengan sedikit cuek.


Mbak Riska yang menyaddari jika Kak Reno cuek dan sedikit ketus padanya.Maka dengan segera Mbak Riska berusaha mengalihkan pembicaraan untuk memulai obrolan yang membuatnya nyaman dengan Kak Reno.


" Mbak barusan saja ke tempat rumahnya Wirda dan bertemu dengan Rani?, " ucap mbak Riska untuk memantik percakapan dengan Kak Reno.


Dan benar saja saat mbak Riska membuka percakapan mengenai diriku. Kak Reno dengan cepat langsung merespon ucapan dari Mbak Riska ."Untuk apa Mbak Riska menemui Rani? dan bagaimana keadaannya sekarang?,"tanya Kak Reno dengan ingin tahu dan ekspresi wajahnya yang terlihat berubah tidak ketus dan tidak cuek lagi


Mbak Riska pun tersenyum kecil melihat ekspresi adiknya yang tidak cuek dan mau berbicara santai dengannya.


"Untuk membawa Rani kembali pulang ke rumah kita atas permintaan papa dan kakek, " jawab Mbak Riska kepada Kak Reno.


" Apakah kamu tidak mengetahui jika sekarang Rani itu kehilangan penglihatannya , "ucap Mbak Riska sekali lagi.


Kak Reno yang mendengar ucapan dan pertanyaan dari Mbak Riska hanya diam sambil berpikir.


" Mengapa kamu diam Ren? Apakah kamu belum mengetahui kondisi anak kampung itu?, "tanya mbak Riska menatap Kak Reno.


" Bagaimana keadaan Rani sekarang? Apakah mbak berhasil membawa Rani bersama mbak?, "ucap Kak Reno bertanya balik kepada mbak Riska.


Mbak Riska terlihat semakin heran dengan sikap aneh Kak Reno yang mulai sedikit perhatian dengan diriku.


" Mengapa kamu ingin tahu bagaimana keadaan Rani? dan sejak kapan kamu peduli dengannya?,"tanya Mbak Riska kepada Kak Reno.


" Rani Kehilangan penglihatannya itu semua gara-gara diriku mbak Riska dan sudah sepatutnya aku mengetahui bagaimana keadaannya bukan? karena apa yang terjadi pada dirinya adalah akibat perbuatanku, "jawab Kak Reno.


" Mbak sungguh sangat terkejut mendengar jawabanmu itu Ren. Bukankah selama ini kamu menginginkan jika anak kampung itu menderita .Dan jika dia kehilangan indra penglihatannya bukankah itu bagus. Hal itu kan yang ingin kamu inginkan selama ini. Dengan membuat kehidupan anak kampung itu menjadi sangat menderita. Dan sekarang dia benar-benar berada pada jurang keterpurukan dan seharusnya kamu itu bahagia melihat keadaannya yang sangat mengenaskan seperti itu, "sahut mbak Riska.


" Aku memang ingin melihatnya menderita mbak Riska. Tetapi tidak dengan cara seperti ini dengan membuatnya kehilangan indra penglihatannya dan itu bukan hal yang aku harapkan dan inginkan terjadi kepada dirinya, "ucap Kak Reno dengan raut wajah sedikit penyesalan.


" Mbak sungguh tidak percaya dengan sikap yang kamu tunjukkan kepada mbak. Mengapa kamu terlihat seperti menyesal atas hilangnya penglihatan anak kampung itu? lagi pula sudahlah semua sudah terjadi. Lalu untuk apa lagi kamu ingin menyesalinya. Dan Mbak juga merasa heran denganmu juga kakek dan papa .Kenapa kalian itu masih menginginkan Rani berada di rumah kita. Padahal melihat kondisinya seperti itu akan sangat membuat keluarga kita menjadi sangat terbebani bukan .Oh ya, apakah kamu menerima gugatan cerai yang dilayangkan oleh Rani kepadamu?, "tanya mbak Riska kepada Kak Reno dengan sorot mata yang tajam.

__ADS_1


"Mbak Riska belum menjawab pertanyaanku. Apakah Mbak Riska berhasil membawa Rani bersama Mbak?,"tanya Kak Reno.


Mbak Riska pun mengelenggkan kepalanya. "Tidak .Mbak tidak berhasil membawa Rani bersama Mbak.Kegagalan mbak itu semua karena Wirda dan Bik Siti yang menghalangi Mbak untuk membawa Rani secara paksa, " jawab mbak Riska.


" Kakek dan papa berusaha untuk mempertahankan Rani agar tetap menjadi bagian keluarga kita dan menolak supaya Rani tidak melakukan gugatan cerai terhadapmu. Tetapi mbak yakin kamu tidak setuju kan dengan apa yang diinginkan oleh kakek dan papa. Kamu pasti ingin segera berpisah dengan Rani bukan?,"tanya Mbak Riska kepada Kak Reno.


Kak Reno terlihat diam dengan tatapan matanya yang entah seolah menerawang ke mana. Pikirannya seperti tertuju ke tempat lain meskipun tubuhnya berada tepat di hadapan mbak Riska. Dia seolah-olah terlihat linglung dan tidak fokus.


" Reno kamu melamun ya ?, "tanya Mbak Riska kepada Kak Reno.


"Tidak Mbak aku hanya sedang memikirkan keputusan yang ingin aku ambil ,"jawab Kak Reno .


"keputusan apa yang ingin kamu ambil dan yang kamu pikirkan? sehingga wajahmu terlihat seperti orang yang sangat kebingungan dan tidak fokus seperti itu. Sebenarnya apa yang terjadi padamu Reno? Apakah ini ada kaitannya dengan Rani ?,"tanya Mbak Riska menelisik.


" Aku tidak ingin bercerai dengan Rani mbak Riska dan aku tidak ingin sampai Rani menggugat cerai diriku.


Bagaimanapun caranya dia harus tetap menjadi istriku ,"ucap Kak Reno dengan sangat serius menatap wajah mbak Riska. Mbak Riska yang mendengar jawaban dari Kak Reno pun sangat terkejut dan terlihat syok.


"Hah! Apa yang kamu katakan Ren? Apakah Mbak tidak salah mendengarnya?,"tanya Mbak Riska kepada Kak Reno.


"Mbak Riska tidak salah mendengarnya. Itulah keputusanku Mbak, aku tidak ingin sampai berpisah dengan Rani .Dan untuk itu mbak Riska harus mau menolongku supaya Rani tetap menjadi istriku. Dan mbak Riska bersama papa dan kakek dengan segera membantuku keluar dari sel tahanan ini, "ucap Kak Reno kepada Mbak Riska.


" Sungguh Mbak sangat terkejut dengan apa yang kamu katakan ini Ren. Mbak sampai tidak habis pikir. Bagaimana papa, kakek dan juga kamu sendiri masih mau mempertahankan anak kampung itu berada dalam keluarga kita. Padahal semenjak anak kampung itu hadir dalam keluarga kita. Bertubi-tubi masalah selalu menghampiri keluarga kita. Termasuk juga dengan kamu ditahannya di kantor kepolisian ini semua ini akibat Rani dan akibat kesalahannya Rani. Lalu untuk apa kamu ingin mempertahankan pernikahanmu dengannya. Jika kamu saja sangat membenci dirinya Ren ?Bukankah kamu ingin segera berpisah dengannya .Lalu mengapa kamu tidak ingin bercerai dengannya? sungguh Mbak merasa sangat bingung dengan sikapmu itu. Kamu itu sebenarnya mau apa ?apa yang kamu inginkan dengan Rani ?seharusnya dia menggugat cerai dirimu itu adalah suatu hal yang seharusnya membuat kamu merasa senang dan bersyukur. Karena kamu bisa terbebas dari anak kampung itu. Tetapi malah kamu malah menolak untuk berpisah dengannya.Sunggu mbak tidak bisa berkata-kata lagi melihat sikapmu yang di luar nalar pikiran Mbak, "gerutu Mbak Riska dengan kesal meluapkan rasa kekecewaannya kepada Kak Reno.


"Untuk semua hal yang terjadi pada Reno itu bukanlah kesalahan Rani, mbak. Tetapi semua ini adalah murni kesalahan yang Reno buat sendiri .Justru Reno lah Yang melakukan kesalahan fatal dengan membuat Rani sampai Kehilangan penglihatannya, " ucap Kak Reno dengan ekspresi muka bersalah.


Mbak Riska yang mendengar ucapan dari Kak Reno segera bangkit dari duduknya dan berjalan menuju ke arah Kak Reno. Lalu mbak Riska meletakkan telapak tangan kanannya ke dahinya Kak Reno untuk memastikan bahwa kondisi adiknya baik-baik saja. "Ren, kamu tidak sakit kan? atau kamu mengalami gegar otak yang membuatmu menjadi bersikap aneh seperti ini ?,"tanya Mbak Riska dengan raut wajah cemas memandang ke arah wajah Kak Reno.


" Reno baik-baik saja Mbak Riska, "jawab Kak Reno sambil melepaskan telapak tangan Mbak Riska dari dahinya.


Mbak Riska pun diam dan memandang wajah Kak Reno dengan lekat untuk memastikan bahwa adiknya benar-benar dalam keadaan yang baik-baik saja.


" Ren kamu tolong jujur dan jawab pertanyaan Mbak ini. Apakah kamu itu mencintai Rani ?,"tanya Mbak Riska dengan wajah tegang.


Kak Reno menatap mbak Riska tetapi tetap diam tanpa mengatakan sepatah kata apapun kepada mbak Riska.


"Lho kenapa kamu diam?, " tanya mbak Riska yang terlihat semakin penasaran.


Kak Renk bangkit dari duduknya dan sedikit berjalan menjauhi mbak Riska.


Mbak Riska yang merasa Kak Reno memiliki sikap yang aneh dan tidak seperti biasanya segera berjalan mendekati adiknya lagi.


Lalu mbak Riska memegang lengan Kak Reno dan bertanya lagi kepadanya , "Apakah jika kamu diam berarti menandakan jika kamu memang benar mencintai Rani ,Ren ?,"tanya Mbak Riska lagi dengan serius.


" Rena tidak bisa menjawab pertanyaan dari Mbak Riska , Mbak ,"Jawab Kak Reno. "Kenapa kamu tidak bisa menjawab pertanyaan dari Mbak ?Apakah itu berarti memang kamu benar-benar mencintai Rani? tolong Ren kamu jangan gila dan berpikiran sampai kamu bisa mencintai anak kampung itu. Sungguh jika itu benar-benar terjadi Mbak tidak bisa membayangkan itu semua ," ucap mbak Riska terlihat kesal.


" Sudah sekarang sebaiknya mbak Riska pulang saja. Reno sudah capek .Dan yah mbak Riska harus berusaha membantu Reno untuk segera keluar dari tahanan ini dan mencegah Rani mengugat cerai Reno bagaimanapun caranya,"ucap Kak Reno kepada mbak Riska sambil berjalan pergi meninggalkan mbak Riska yang masih termangu mendengar ucapan dan sikap aneh yang ditunjukkan oleh kak Reno.


mbak Riska benar-benar sangat terkejut dan tidak dapat berkata-kata melihat sikap Kak Reno yang berubah sangat drastis dan begitu mengguncang pikiran dan hatinya.Dia seolah-olah tidak bisa menerima jika Kak Reno secara perlahan dan tidak langsung merasakan kepedulian sedikit demi sedikit terhadap diriku.


Sementara itu Kak Reno yang berjalan masuk didampingi oleh aparat kepolisian menuju sel tahanannya masih terombang-ambing dalam pikirannya yang galau dan hatinya yang terus berkecamuk. Dalam langkahnya yang pelan dan gontai ada terselip asa dan sebuah rasa untuk mengingat akan kondisiku sekarang .Dia terus bertanya-tanya dalam pikirannya .Apa yang sedang aku lakukan sekarang? dan apa yang sedang aku pikirkan? dan bagaimana keadaanku sekarang? pertanyaan itu terus berulang-ulang di dalam pikiran Kak Reno setiap saat dan setiap waktu. Dia secara tidak langsung telah sedikit demi sedikit meruntuhkan tembok kebencian yang ia bangun begitu tinggi dan kokoh untuk menutupi sebuah rasa kecil yang berada jauh di dalam lubuk hatinya.

__ADS_1


__ADS_2