Jodoh Pilihan Tuhan

Jodoh Pilihan Tuhan
Aku Menikah


__ADS_3

Aku berjalan mengikuti Mbak Riska.Langkah kakiku pelan,lemas rasanya seluruh tubuh.Namun aku mencoba tegar dan kuat untuk menopang ragaku.Setidaknya demi bunda yang selama ini sudah berjuang dengan kerasnya dalam membesarkanku.Mbak Riska berhenti dan menoleh kearahku,"Ran ayo dek.Rani baik-baik aja kan.Jangan khawatir dengan bunda.Papa dan mama lagi jagain,Rani berdo'a saja semoga proses operasi bunda lancar". "Iya mbak,"jawabku pelan.Mbak Riska lalu mengandeng tanganku dan mengajakku ke parkiran mobil."Ayo Ran masuk",ucap Mbak Riska sambil menarik tanganku perlahan.Aku pun masuk ke dalam mobil.Di dalam mobil Mbak Riska mengeluarkan kotak berwarna hitam yang ukurannya cukup besar.Lalu ditekanlah kotak tersebut maka terbukalah dan terlihat isinya berupa alat-alat make up.Perlahan Mbak Riska mulai meriasku dengan lembut.Senyumnya merekah sambil terus menggerakkan jari-jemarinya menari di wajahku.


"Mulai sekarang Rani jangan sungkan dengan Mbak ya Ran.Anggap Mbak Riska sebagai kakak Rani sendiri ya.Mbak seneng banget Rani akan menjadi bagian dari keluarga mbak",ucap Mbak Riska dengan bahagia.


Aku tersenyum tipis dalam debaran detak jantungku yang tidak menentu.Semoga keputusan yang kuambil benar dan atas ridhomu Ya Allah,ucapku dalam hati.


"Maa'syaAllah,kamu cantik banget Ran,"ucap Mbak Riska yang terperangah melihatku.


Mendengar ucapan Mbak Riska aku hanya diam sambil tersenyum kecil.


Setelah Mbak Riska meriasku.Mbak Riska menyuruhku berganti pakaian di dalam mobil dan Mbak Riska menunggu diluar mobil.Kemudian aku keluar dari mobil.Mbak Riska lalu mengajakku ke ruangan kakek.Namun sebelum ke ruangan kakek aku meminta Mbak Riska mengantarku ke ruang operasi bunda untuk menenangkan hatiku.Mbak Riska pun mengiyakan permintaanku.Sesampainya di depan ruang operasi bunda.Bu Sri sedang duduk sendirian.Ia pun menghampiriku setelah mendengar bunyi kedatangan langkah kakiku.Dengan lembut Bu Sri memegang wajahku dengan kedua tangannya,"Maa'syaAllah,cantiknya kamu nak,"dengan senyumnya yang terukir menghias wajahnya yang keibuan.


Aku tersenyum dan menanyakan keadaan bunda,"Bagaimana keadaan bunda saya Bu Sri?apakah sudah selesai operasinya,"tanyaku cemas.


Bu Sri lalu memegang kedua tanganku," Belum nak,kemungkinan sebentar lagi,"ucapnya menenangkanku.


Tidak lama kemudian,pintu ruang operasi bunda terbuka.Dokter yang menangani proses operasi bunda keluar.Aku pun yang melihat langsung berkata,"Bu,itu dokternya sudah keluar,"sambil menunjukkan tanganku ke arah dokter kepada Bu Sri.


Bu Sri dan Mbak Riska pun menoleh.Lalu kami bertiga menuju ke arah dokter.Aku yang tidak sabaran dengan hasil operasi bunda segera bertanya kepada dokter,"Dok,bagaimana hasil operasi bunda saya?bagaimana hasilnya?,"tanyaku dengan cemas.


Dokter melihatku sambil melepas masker bedah yang ia pakai,"Alhamdulillah,atas izin Allah dan do'a kalian semua proses operasinya berjalan dengan lancar.Sekarang pasien akan dipindahkan ke ruang pemulihan.Kami akan melakukan observasi pasca operasi.Kita do'akan semoga kondisinya membaik."


"Alhamdulillah ya Allah,"ucapku lirih sambil memejamkan mata dan memegang dadaku dengan tangan kanan.Lalu aku pun bertanya kembali kepada dokter," Dok,apakah saya bisa menemui bunda saya?,"ucapku dengan penuh harapan besar.


Dokter pun tersenyum,"Untuk sementara pasien belum boleh dibesuk ya nak.Pasien masih dalam pengaruh obat bius sehingga belum sadarkan diri.In syaAllah jika dalam masa observasi kondisinya sudah membaik,kami akan mengizinkan pasien untuk dibesuk."


"Baik dok,terima kasih,"ucapku.


"Terima kasih ya dok,"ucap Bu Sri menimpali.


Setelah itu dokter pun pergi dari sini.


Bu Sri dan Mbak Riska memelukku dengan senang.


"Ayo Ran,"ajak Bu Sri sambil menggandeng tanganku menuju ruangan kakek.

__ADS_1


Aku pun melangkah,masih penuh dengan perasaan berdebar.tetapi genggaman Mbak Riska dan Bu Sri kuat untuk meyakinkanku.


Setibanya di depan ruang kakek.Bu Sri membuka pintu.


CEKREK


Ughhh.....debar jantungku semakin kuat.Tanganku terasa dingin.Namun Mbak Riska menggandengku.Aku pun melangkah masuk diiringi Mbak Riska dan Bu Sri.


Mataku memandang sekitar terlihat Kakek dan Pak Sugeng yang begitu sumringah melihat kedatanganku.Berbanding terbalik dengan Kak Reno yang terlihat acuh tak acuh dengan kedatanganku.Ada Pak Gukul,penghulu,wali hakim atau petugas KUA (perkiraanku) dan tiga orang lainnya yang tidak ku kenal.Kemudian aku disuruh duduk di samping Kak Reno.Kak Reno menatapku sekilas.Sorot matanya begitu kuat seperti ingin memangsaku.Mata yang penuh kebencian dan amarah,itu yang kurasakan.Lalu kupalingkan pandanganku darinya dan membisu dalam diam.


Kemudian salah satu dari ketiga pria tersebut membuka pembicaraan dengan mengucapkan salam dan Bismillah dan pembacaan ayat suci Al-Qur'an.Setelah itu penghulu memberikan khotbah nikah.


Hatiku rasanya campur aduk.Tetapi kubasahi lisanku dengan terus berdzikir kepada Allah ta'ala.Tidak lama setelah khotbah nikah selesai.Sebelum ijab kabul dimulai penghulu bertanya pada Kak Reno," Saudara Sugeng Suprapto apakah anda setuju untuk menerima saudari Nur'aini Azzahra sebagai istri saudara."


Kak Reno terbelalak kaget,ia membiau,dirinya seperti bergejolak menahan kekesalan.Matanya kemudian memandang ke arah Kakek,Pak Sugeng dan Bu Sri.


Bu Sri dan suaminya mengangguk pelan seperti memberi isyarat kepada Kak Reno untuk mengiyakan ucapan penghulu.Kak Reno hendak ingin berdiri namun cepat Bu Sri datang memegang bahunya.Mata Bu Sri dan Kak Reno bertemu dalam tatapan penuh misteri syarat akan makna.


Kakek yang sedari tadi melihat gelagat Kak Reno pun berbicara,"Ayo Ren dijawab iya.Agar cepat selesai.Kakek sudah tidak sabar ingin melihat dirimu dan Rani menikah,"ucap kakek dengan intimidasi halusnya.


Bu Sri pun memberi anggukan kepalanya lagi kepada Kak Reno,kali ini dengan lembut sambil mengengam tangan putranya.Kak Reno terlihat luluh tidak berdaya,lalu ia pun menjawab pertanyaan pak penghulu,"Iy..iya ber...se..dia,"dengan terbata karena rasa penolakan.


Lalu Kak Reno menjawab dengan lafal kabul,"Saya terima nikah dan kawinnya Nur'aini Azzahra Binti Sugeng Widiyanto almarhum dengan maskawinnya yang tersebut di atas tunai."


Kemudian penghulu bertanya kepada para saksi nikah yang hadir,"Bagaimana para saksi?sah?."


Lalu para saksi menjawab,"Sah! sah! sah!,"jawab mereka berbarengan.


"Alhamdulillahi robbil'alamiin.Maka proses ijab kabul telah selesai sehingga saya menyatakan bahwa saudara Reno Suprapto dan Saudari Nur'aini Azzahra sekarang mereka sudah sah dan halal menjadi suami dan istri."


"Alhamdulillah,"ucap semua orang yang hadir secara bersamaan.Kemudian penghulu menyuruhku untuk mencium tangan Kak Reno.Aku risih melakukannya,lama aku terpaku.Sampai suara Bu Sri menyadarkanku dari lamunan,"Ran,ayo salim tangan Reno,"sambil mengangguk dan tersenyum.


Perlahan kuulurkan tanganku untuk mencium tangan Kak Reno.Kak Reno menatapku,aku merasa tidak nyaman dengan pandangannya.


Bu Sri memanggil Kak Reno,"Ayo Ren ulurkan tangannya,"perintah Bu Sri kepada Kak Reno.

__ADS_1


Dengan berat hati Kak Reno dan diriku saling mengulurkan tangan.Kuraih jemarinya perlahan.Lembut dan hangat yang kurasakan.Berbeda dengan jemariku yang terasa dingin.Kutarik tangannya perlahan,mata kami pun beradu sekilas.Lalu kucium tangannya.


Semua orang tersenyum memandang kearahku dan Kak Reno.Namun belum selesai sampai disitu.Bu Sri menyuruh Kak Reno mencium keningku.Aku pun spontan menolak,"Akh..tidak usah Bu Sri.Jangan saja,"pintaku.


Namun Bu Sri tersenyum,"Loh kan kalian sudah jadi suami istri.Nggak apa-apa.Harus itu Ran.Ayo Ren!,"Bu Sri menyuruh Kak Reno.


"Iya.Ayo Ren,"ucap Mbak Riska penuh semangat.


Aku tahu Kak Reno juga enggan sama denganku.Tetapi,apa yang harus kulakukan,ujarku dalam hati.Pikiranku melayang.Tiba-tiba,Kedua tangan Kak Reno Memegang kepalaku.Kedua mata kami beradu.Dikecuplah keningku perlahan olehnya.Aku terdiam membeku,tidak mampu berkata-kata.


Riuh gemuruh senyuman kebahagiaan semua orang dalam tatapan mataku dan Kak Reno yang saling bertemu.


Tidak lama setelah itu penghulu mengajak semua orang untuk berdo'a,


"Baarakallaahu laka, wa baarakallahu'alaika, wa jama'a bainakuma fii khaiir.Artinya: Semoga Allah menganugerahkan barakah kepadamu,semoga Allah juga menganugerahkan barakah atasmu,dan semoga Dia menghimpun kalian berdua dalam kebaikan."


"Aamiin ya robbal'alamiin,"ucap semua orang.


Setelah itu semua orang memberi ucapan selamat kepadaku dan Kak Reno.


Bu Sri memelukku erat dan airmatanya berlinang,"Mulai sekarang Rani adalah putri dari keluarga kami,maka dari sekarang Rani jangan panggil ibu lagi ya nak, panggil saya mama karena saya juga mamamu,"ucapnya sambil mencium keningku.


Kakek pun sangat bahagia.Ia memelukku dan Kak Reno.Begitu pula dengan Pak Sugeng dan Mbak Riska.Semua tampak bahagia dan haru.


Berbeda denganku dan Kak Reno yang terlihat hambar.


Penghulu,Pak Gukul dan para saksi Teman Pak Sugeng pun izin pulang.


Setelah itu Pak Sugeng menghampiriku dan memelukku,"Ran,mulai sekarang anggap bapak seperti ayahmu sendiri ya nak,jangan sungkan untuk membagi hal apapun,karena sekarang Rani adalah putri papa,jadi Rani harus panggil papa mulai sekarang.Terima kasih Rani,"ucapnya lirih dengan mata berkaca-kaca.


Aku pun mengangguk dan tersenyum.


Mbak Riska mengeluarkan kameranya untuk menyimpan semua momen kenangan ini.Setelah tiba foto bersama keluarga.Kini semua orang menyuruhku dan Kak Reno untuk foto berdua.


Aku dan Kak Reno terlihat enggan.Tetapi sekali lagi dengan berat hati kami lakukan.Dengan jarak yang lumayan jauh aku dan ia berdiri.Namun semua orang menyuruh mendekat,mendekat,mendekat lagi dan lagi.

__ADS_1


Hingga akhirnya CEKREK


Foto pun terambil ketika bola mataku dan Kak Reno saling bertemu memandang satu sama lain.Kami terpaku dan membisu...


__ADS_2