
Ummah memelukku erat seraya mendaratkan ciuman sayangnya pada keningku.,"Semoga Allah Subhanahu Wa Ta'ala memberkahi untukmu dan memberkahi atasmu serta mengumpulkan dirimu dan Fariz dalam kebaikan.”
Aku tersenyum kecil menatap Ummah, "Aamiin ya rabbal 'alamiin. "
Ummah dan Bik Siti lalu menggandeng jemari tanganku perlahan untuk turun memasuki ruang tamu keluarga Imandar yang telah disulap menjadi tempat perhelatan prosesi akad nikah.
Dengan perasaan yang berdebar dan tegang, hatiku tidak pernah berhenti untuk berdzikir.
Sesekali Ummah merapikan gaun pengantin muslimah yang ku kenakan.
"MasyaAllah Tabarakallah, di dalam kesederhanaan penampilan putri Ummah terlihat kian menawan dengan hijab senada berpadu dengan long laces veil dan head pieces yang cantik. "
Aku tersenyum kecil mendengar ucapan Ummah, lalu Bik Siti pun menggodaku dengan perkataannya, "Siap-siap,ya Nak Rani dengan tampilan elegan dan simpel Nak Rani, akan banyak mencuri perhatian siapapun khususnya perhatian dan hatinya Nak Fariz sebab Nak Rani sungguh terlihat sangat menawan, hihihi. "
"Akh, Bik Siti mulai lagi nih usilnya, " kataku pelan.
Bik Siti tersenyum sembari mengusap punggung ku, kali ini dengan wajahnya yang tampak serius dan matanya yang berkaca-kaca, "Bibi sangat bahagia Nak Rani. Akhirny hari yang bibi tunggu telah tiba, dimana bibi dapat melihat Nak Rani dapat bertanding dengan Nak Fariz sebagai pasangan suami istri. Mudah-mudahan Allah Subhanahu Wa Ta'ala memberi Nak berkah. Mudah-mudahahan Allah Subhanahu Wa Ta'ala juga mencurahkan keberkahan kepada Nak Rani serta mudah - mudahan Allah juga mempersatukan Nak Rani dan Nak Fariz di dalam kebajikan."
"Aamiin Allahumma Aamiin ,kabulkanlah ya Allah kabulkanlah, " ucapku dan Ummah secara bersamaan.
Kemudian, Ummah segera mengajakku dan Bik Siti untuk bergegas.
Aku menggaguk dan Bik Siti segera menyeka air matanya. Dengan menggenakan gaun pengantin muslimah yang tampak simpel dan tidak rumit. Namun terlihat mewah, berkelas dan anggun dengan detail full beads yang klasik berpadu pada pilihan Ummah yang memilihkan hijab satin putih dan long laces veil yang cantik,dalam nuansa warna putih dan detail laces, sungguh membuat diriku terlihat sangat elegan berasahaja dan menawan.
Diapit oleh Ummah dan Bik Siti di kedua sisiku, kakiku melangkah masuk ke dalam tempat di gelarnya akad nikah. Aku tersenyum kecil dengan perasaan berdebar sambil membawa bunga hand bouquet berwarna putih yaitu bunga garbera putih, bunga pertama yang Ustad Fariz berikan kepadaku.
Pandangan mataku dan Ustad Fariz pun bertemu, kali ini seakan terkejut dengan buket bunga garbera berwarna putih yang ku genggam. Aku sengaja meminta Ummah untuk membelikan bunga garbera, sebagai pilihan bunga hand bouquet saat akad nikah. Dari bunga inilah awal mula diriku menyadari akan perasaan diamnya Ustad Fariz kepadaku, tanpa pernah ia berusaha untuk menuturkan nya melalui lisannya.
Aku pun sudah duduk di samping Ustad Fariz dan bersanding dengannya, meskipun perasaan akan ketegangan yang menjalar di sekujur tubuhku belum sepenuhnya hilang dan semakin bertambah dahsyat saat Ustad Fariz berada di dekat ku.
Kemudian, Ummah dan Bik Siti duduk secara lesehan bergabung dengan yang lain di tempat yang telah disediakan. Sementara itu, aku dan Ustad Fariz masih melanjutkan prosesi selanjutnya setelah ijab qabul berhasil dilakukan dan dianggap sah oleh para tamu yang hadir.
Dan untuk pertama kalinya pula saat ini aku duduk bersanding dan bertemu dengan Ustad Fariz yang telah menjadi suami ku secara sah. Setelah selesai melangsungkan akad nikahnya, bapak penghulu membaca do'a;
Bismillahirohmanirohim. Alhamdulillahirobbilalamin.
__ADS_1
Allahumma sholli wa sallim ‘ala Sayyidina Muhammad Wa Ala Ali Sayyidina Muhammad.Allahumma aj'al hadzha al'akda mubarok,walqiran sa'idan. Waj'al fi qudumihima alkhoyro walbaroka. Walyumna wassaadatal abadiya.Wa baroka lahum.
Waj'ma shamlahum, wa'adimil ulfata baynahum, warzuquhuma al'arzaqo hissayata walmaknawiyata, kullu dzhalika mashuban bilutfi walafwi wal'afiyati attammat, wassohhati alkamilat, wadzzuroyata toyyabata mubarakah, bihaqqi ; Rabbana hab lana min azwajina wa dzurriyatina qurrata a’yun, waja’alna lil muttaqina imama. Wa bihaqqi; Rabbana atina fiddunya hasanah wa fil akhiroti hasanah waqina ‘adzabannar.Wa ala alihi washohbihi wasallam. Wa illa hadrotin nabiyil musthofa muhammadin Shollallahu'alaihi wasallam. Bisirril Al-fatihah Dengan menyebut nama Allah yang pengasih dan maha penyayang
Segala puji bagi Allah, tuhan semesta alam. Ya Allah, rahmat dan keselamatan atas Sayyid kita, Muhammad dan kepada keluarga Sayyid kita, Muhammad. Ya Allah, jadikanlah akad ini penuh dengan keberkahan, pernikahan yang penuh dengan kebahagiaan.
Jadikanlah olehmu akan kedatangan keduanya sebagai kebaikan dan keberkahan, keberkatan dan kebahagiaannya yang abadi. Dan berkatilah olehmu kepada kedua suami istri ini. Dan kumpulkanlah olehmu kepada mereka berdua.
Dan langgengkanlah keharmonisan antara keduanya. Dan berilah rejeki kepada keduanya dengan rejeki harta juga kesehatan. Semua itu disertai dengan kebaikan, pengampunan, dan Afiyah yang sempurna.
Dan kesehatan yang sempurna. Juga berilah keturunan yang baik dan juga keluarga yang berkah, dengan kebenaran (Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati kami dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa) dan juga kebenaran (Tuhan kami, berikan kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat.
Lindungilah kami dari siksa neraka). Dan berilah rahmat serta keselamatan kepada keluarga dan sahabat Nabi. Dan kepada Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam dengan rahasia Al-Fatihah.
Barulah setelah do'a dari pak penghulu,aku dan Ustad Fariz bertukar cincin yang tentu nya bukan terbuat dari emas dan ini hanya simbolik saja.Masih bertempat di atas meja akad, aku dan Ustad Fariz kemudian diminta untuk menandatangani sejumlah dokumen penting, termasuk buku nikah suami istri. Tahap ini sekaligus menjadi penanda hubungan yang sah bagi ikatan kami berdua di mata hukum negara Indonesia.Pada tahap selanjutnya adalah penyerahan mahar,dimana Ustad Fariz akan menyerahkan mahar secara simbolis kepada diriku. Meskipun kami berdua masih terlihat kaku dan tegang, tetapi diriku dan Ustad Fariz tetap melakukannya dengan baik dan tenang. Hingga tidak terasa memasuki sesi nasihat pernikahan yang di sampaikan sahabat Enjid.
"Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, " ucap sahabat Enjid.
" Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh, "jawab semua orang yang hadir.
Segala puji bagi Allah yang hanya kepada-Nya kami memohon pertolongan dan mohon ampunan. Kami berlindung kepada Allah dari kejahatan dan keburukan amalan kami. Barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah maka tidak ada yang dapat menyesatkan, dan barang siapa yang tersesat dari jalan Allah maka tidak ada yang dapat memberinya petunjuk. Dan aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, yang tiada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba-Nya dan Rasul-Nya.
Perlu untuk diketahui, tujuan dari pemberian nasihat perkawinan adalah untuk meningkatkan mutu perkawinan guna mewujudkan keluarga Sakinah Mawaddah Wa rahmah, sesuai ajaran Islam. Selain itu, juga agar kehidupan rumah tangga tetap sehat, harmonis dan mampu menghadapi beragam tantangan dan persoalan hidup kedepannya.
Perkawinan harus di topang oleh 4 pilar yakni:pertama,suami istri harus memiliki rasa saling memiliki, saling cinta kasih sehingga akan membuat suami isteri merasa tentram.
kedua, pasangan suami istri yang sudah mengikat janji harus berusaha menjaga hubungan agar lestari dan membawa kebaikan untuk bersama.
Ketiga, pernikahanperlu dibangun dengan sikap dan hubungan yang baik.
Keempat, pernikahan dikelola dengan prinsip musyawarah, saling berkomunikasi, saling tukar pendapat, sehingga tumbuh dalam rumah tangga rasa saling menghargai antara suami istri.Dan teruntuk ananda Fariz ingatlah bahwa saat ini anda sedang berjanji kepada Allah, hati-hati. Termasuk saya tentu sebagai suami. Karena ijab qabul adalah bentuk perjanjian kita kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Oleh karena itu Rasullullah shallallahu alaihi wasallam mengingatkan takutlah kepada Allah dalam urusan perempuan karena kamu mengambil istri-istri kamu atas amanat Allah. Dan saya mengingatkan kepada para suami khususnya ananda Fariz untuk selalu memperlakukan istrinya dengan baik dan mulia.Karena kita ananda Fariz sudah mempunyai perjanjian dengan Allah Subhanahu Wa Ta'ala.
Dimana salah satu tujuan menikah dalam Islam adalah beribadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Pernikahan dipandang dalam agama islam sebagai bagian dari menyempurnakan ibadah dari seorang Muslim.
Sebagaimana Rasulullah bersabda dalam sebuah hadits, yang artinya:
__ADS_1
"Barangsiapa menikah, maka ia telah menyempurnakan separuh ibadahnya (agamanya). Dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah SWT dalam memelihara yang sebagian lagi." (HR. Thabrani dan Hakim).
Karena sejatinya pernikahan adalah ibadah seumur hidup yang mesti dijalani oleh pasangan suami istri. Mereka akan mengalami suka dan duka bersama-sama dalam mengarungi bahtera rumah tangga.Nikah dalam Islam bukan hanya memuaskan hasrat syahwat saja. Namun, ada yang lebih daripada itu, ada amal yang akan terus mengalir.Dimana orang yang sebelumnya rajin menjalankan sholat dhuha akan terhenti setelah meninggal, yang rajin berdzikir akan stop setelah meninggal. Namun, setelah menikah akan ada doa-doa yang akan terus mengalir dari anak-anak yang sholeh. Maka berdoalah agar saat berkeluarga nanti, mendapatkan anak yang sholeh dan sholehah. Sehingga, ijab kabul itu harus dipegang kuat dengan segala resiko atau tantangan yaitu dengan menyadari bahwa hal ini adalah syariah dan menyadari nilai atau perintah dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala yang harus di pertahankan dan harus dilaksanakan.
Dan yang tidak kalah penting adalah kalian berdua harus pandai menikmati suatu perbedaan serta menumbuhkan perbedaan dengan kekuatan cinta. Demikian nasihat pernikahan singkat yang saya sampaikan, semoga bermanfaat bagi kalian berdua.
Selamat, semoga menjadi keluarga Sakinah Mawadah dan Warahmah sampai akhir hayat memisahkan kalian berdua. Dan Allah semakin menambah Rezekinya, barokah dan mendapatkan Ridho Ilahi. Sekali lagi saya ucapkan ,Barakallahu laka wa baraka ‘alaika wa jama‘a bainakuma fi khairin
Semoga Allah memberkahimu dalam suka dan duka dan semoga Allah mengumpulkan kalian berdua di dalam kebaikan.
Allahummaqsim lanaa min khosyyatika maa tahuulu bihi baynanaa wa bayna ma’aashik. Wa min thoo ’atika maa tubalighunaa bihi jannatak. Wa minal yaqiin maa tuhawaiki ‘alaynaa mashooibad dunya. Allahumma matti’na bi asmaa’inaa wa abshorina, wa quwwatin aa maa ogyatanaa, waj’alna waaris minnaa, waj’al tsa rona ‘ala man zholamanaa, wan-shurna ‘alaa man ‘adaanaa, wa laa taj’al mushibatanaa fii diininaa wa laa tajal dunya akbara hammina, wa laa mablagho ‘ilminaa, wa laa tusallith ‘alaynaa mallaa yarhamunaa.
Ya Allah, anugerahkanlah untuk kami rasa takut kepada-Mu, yang dapat menghalangi antara kami dan perbuatan maksiat kepada-Mu, dan (anugerahkanlah kepada kami) ketaatan kepada-Mu yang akan menyampaikan Kami ke surga-Mu dan (anugerahkanlah pula) keyakinan yang akan menyebabkan ringannya bagi kami segala musibah dunia ini. Ya Allah, anugerahkanlah kenikmatan kepada kami melalui pendengaran kami, penglihatan kami dan dalam kekuatan kami selama kami masih hidup, dan jadikanlah ia warisan dari kami. Jadikanlah balasan kami atas orang-orang yang menganiaya kami, dan tolonglah kami terhadap orang yang memusuhi kami, dan janganlah Engkau jadikan musibah kami dalam urusan agama kami, dan janganlah Engkau jadikan dunia ini sebagai cita-cita terbesar kami dan puncak dari ilmu kami, dan jangan Engkau jadikan orang-orang yang tidak menyayangi kami berkuasa atas kami.
Wabillahit taufiq wal hidayah. Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh .Allah adalah Dzat yang memberi petunjuk ke jalan yang selurus - lurusnya, dan semoga diberikan keselamatan atasmu, dan rahmat Allah serta berkah-NYA juga kepadamu."
Setelah mendengarkan nasihat pernikahan. Ustad Fariz di minta untuk memegang ubun-ubun ku sambil membaca do'a setelah akad, "Allahumma inni as’aluka min khoirihaa wa khoirimaa jabaltahaa ‘alaih. Wa a’udzubika min syarrihaa wa syarrimaa jabaltaha ‘alaih. Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu kebaikan dirinya dan kebaikan yang Engkau tentukan atas dirinya. Dan Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekannya dan kejelekan yang Engkau tetapkan atas dirinya."
Setelah itu pun, aku menyalami tangan kanan Ustad Fariz dengan mencium tangannya. Perasaan yang berdebar semakin kencang dan begitu penuh ketegangan, dimana untuk pertama kalinya. Ustad Fariz dan diriku bersentuhan.
Sesekali pandangan mata kami pun bertemu, dan membuat debar-debar dari perasaan kalbu di antara kami semakin menyesakkan.
Selanjutnya, kami berfoto berdua lalu dilanjutkan berfoto bersama keluarga.
Dimana banyak limpahan do'a -do'a yang terus mengalir kepadaku dan Ustad Fariz tiada henti.
Mataku memandang ke sekitar, melihat setiap paras kebahagiaan semua orang dari keluarga terdekat yang hadir.
Huft, aku menghela nafasku untuk membuat diriku merasa jauh lebih tenang.
Dan disaat semua orang sudah selesai berfoto bersama diriku dan Ustad Fariz,lalu menuju ke tempat makanan yang sudah disiapkan untuk menikmati hidangan makanan. Secara tiba-tiba Ustad Fariz menggenggam jemariku perlahan.Aku pun sedikit tersentak dan dengan cepat menoleh ke arahnya ,di mana pandangan mata kami bertemu, namun kali ini Ustad Fariz tidak menundukkan pandangannya kepadaku, hal ini semakin membuat jantung ku berdebar semakin kencang dalam ritme yang tidak terkendali.
Tatapan Ustad Fariz begitu teduh dan lembut menatap diriku.Dimana senyuman kecilnya membuatku semakin merasa semakin terdiam dalam pandangan matanya yang lekat. Perasaan yang begitu menghentakku dengan seketika. Rasanya sekujur tubuhku melemah dalam getaran sesuatu hal yang tidak ku mengerti.
Namun, diriku tetap berusaha untuk tenang dan mengendalikan kegelisahan juga rasa salah tingkah saat berada dekat dengan Ustad Fariz.
__ADS_1