Jodoh Pilihan Tuhan

Jodoh Pilihan Tuhan
Kehadiran Rere yang menganggu.


__ADS_3

Mata Kak Roy terbuka seketika.


Ia begitu sangat terkejut saat melihat wajah Rere begitu dekat dengan wajahnya.


"Auwwwwww...... , "pekik Rere.


Kedua tangan Kak Roy secara refleks dan tiba-tiba mendorong tubuh Rere supaya menjauh darinya.


Tentu saja membuat Rere juga menjadi terkejut pula dan hampir terjatuh.


Sebab Rere merasakan aksi dorongan tangan Kak Roy yang cukup kuat untuk membuat tubuhnya menjadi tidak seimbang.


" Apa yang sedang kamu lakukan? ,"tanya Kak Roy dengan kedua mata melotot dan nada suara yang meninggi.


" Kak Roy hampir membuatku terjatuh. Mengapa Kak Roy mendorong tubuhku dengan sangat kuat seperti itu ? bagaimana jika aku terjatuh dan terluka ? ,"ucap Rere berbalik bertanya dengan wajah masih sangat syok dan nada suara yang begitu kesal kepada Kak Roy.


Mendengar pekikan suara Rere yang cukup tinggi Kak Roy sedikit bangun dari posisinya berbaring. Namun, ia masih dalam kondisi duduk. Nafasnya terengah dan sorot matanya tajam memandang ke arah Rere tanpa mengedipkan mata. Pikirannya pun mulai bermain menuju hatinya yang bertanya-tanya kepada dirinya sendiri.Apa yang sedang dilakukan Rere dengan jarak begitu sangat dekat kepada dirinya? pikir Kak Roy.


Kak Roy menjadi sangat kesal memikirkannya. Ia begitu tidak suka jika Rere berada dekat dengan dirinya.


"Katakan dengan jujur. Apa yang sebenarnya kamu lakukan dengan jarak yang begitu dekat denganku?, " ucap Kak Roy mengulang pertanyaannya lagi kepada Rere.


"Ak.... Ak.. Aku membetulkan bantal dan posisi kepala Kak Roy yang kulihat sedikit miring dan terlihat tidak nyaman oleh pandanganku. Sehingga aku pun berinisiatif untuk membetulkannya, " ucap Rere berbohong dengan sikap tegang.


"Kamu jangan berbohong padaku.Jika memang benar kamu membetulkan bantal dan posisi kepalaku. Mengapa wajahmu begitu sangat dekat dengan wajahku? Tidak ada seseorang yang hendak membetulkan bantal dan posisi kepala seseorang yang sedang tertidur dengan jarak sedekat Itu. Tentunya jika memang engkau betul-betul membetulkan posisi kepalaku supaya benar maka posisi tubuh dan wajahmu tidak seperti itu, tetapi tetap sedikit membungkuk atau tegak dan tidak berada sangat dekat sekali dengan wajahku, " ucap Kak Roy dengan wajah sangat kesal.


"Oh itu tiba-tiba tanganku seketika tertekan, sehingga tubuhku tanpa sengaja terdorong jatuh ke bawah dan mengenai wajah Kak Roy, " ucap Rere berkelit dan berusaha menutupi kebohongannya.


Hati Rere berdebar-debar, ia begitu tegang dan merasa takut melihat tatapan Kak Roy yang begitu tajam dan terlihat sangat kesal padanya. Namun, Rere tetap berusaha tenang dan menutupi kebohongannya dengan berbagai penyangkalannya.


"Dasar pembohong! Tadinya kukira kamu itu hanyalah gadis agresif yang masih mempunyai etika dan paham akan tata krama menghargai batasan privasi orang lain. Namun, ternyata dugaanku salah besar. Kamu itu sama saja seperti gadis lainnya yang umumnya ku temui. Tidak ada sopan santun dan suka berbohong.Kamu itu sangat berbeda jauh sekali dengan Rani, " ucap Kak Roy yang kesal.


"Apa Kak Roy bilang? batasan privasi orang lain?, " tanya Rere sambil berjalan mendekati Kak Roy yang kini tersulut emosi mendengar perkataan Kak Roy. "Kak Roy itu suamiku bukan orang lain bagiku dan aku adalah istrimu. Jadi, aku berhak memasuki area privasimu tanpa perlu meminta izin darimu Kak Roy. Dan satu hal lagi jangan bandingkan aku dengan Rani. Karena kami berdua memang jauh berbeda dan tidak memiliki kesamaan.Kak Roy mau tahu apa perbedaan antara diriku dan Rani?, " tanya Rere kembali dengan wajahnya yang kini sedikit menantang dan menyolot kepada Kak Roy.


Tetapi Kak Roy hanya diam mendengar ucapannya.


"Aku adalah istrimu yang memiliki kasta terhormat sedangkan Rani adalah orang asing yang tidak memiliki kedudukan apapun di dalam kehidupanmu, " ucap Rere lagi dengan emosi.


"Hah! Apa katamu Rani tidak memiliki kedudukan apapun di dalam kehidupanku?, " ucap Kak Roy dengan nada bertanya pada Rere.


"Ucapanmu itu sangat salah besar. Rani itu memiliki kedudukan yang istimewa dalam kehidupanku dan ia sangat berarti bagiku. Dan yah memang betul secara tertulis kamu adalah istriku. Tetapi di dalam kehidupanku bahkan dihatiku kamu tidak memiliki tempat apapun, bahkan cintaku. Satu hal lagi, aku tidak pernah menganggap dirimu sebagai istriku. Sebab aku menikahimu hanya karena terpaksa untuk melindungi Rani. Supaya Rani tidak terluka, " ucap kak Roy yang meluapkan kekesalannyavpada Rere.


Wajah Rere seperti terbakar.


Hatinya terasa sakit dan begitu cemburu mendengar Kak Roy membandingkannya dengan diriku.


Rere menjadi sangat emosional dan tidak dapat menahan kemarahannya.


" Baiklah Kak Roy jika kamu mengatakan bahwa kamu menikahiku karena terpaksa. Maka aku juga akan memaksamu pula untuk belajar mencintaiku dan aku juga akan memaksamu pula untuk memberikan kedudukan dan tempat di hatimu bahkan cintamu untuk diriku. Dan yah satu lagi aku pun juga akan memaksamu untuk menghapus jauh dan mengubur cintamu untuk Rani selamanya. Aku akan melakukan segala cara apapun untuk memiliki dirimu dan mengambil hakku yang tidak engkau berikan padaku. Semua adil dalam cinta, Kak Roy!, "ucap Rere sambil tersenyum sinis kali ini.


Rere dengan seketika berubah menjadi sosok yang asing dan bukan seperti dirinya.


Ia begitu terbakar oleh api kemarahannya.

__ADS_1


Cintanya pada Kak Roy membuatnya perlahan demi perlahan menghapus jati dirinya. Ia kini semakin terobsesi untuk mengikat Kak Roy menjadi miliknya seutuhnya.


Kak Roy yang semula diam mendengarkan ucapan Rere kini membalas ucapan Rere dengan senyuman sinis pula.


"Silahkan saja engkau melakukan apa yang menurutmu benar tetapi aku yakinkan dan tegaskan sekali lagi kepadamu. Sekuat apapun kamu berusaha untuk memaksaku supaya mencintaimu dan untuk menjauhkanku dari Rani. Hal itu tidak akan mengubah perasaanku cintaku dan juga kasih sayangku untuk selalu mencintai dan menyayangi Rani.Kamu mau tahu kenapa?, " ucap Kak Roy dengan pertanyaan balik kepada Rere.


" Pastinya kamu tidak tahu. Sebab di sinilah perbedaan antara cintaku dan cintamu. Cintaku kepada Rani tulus dan suci karena di dalamnya tidak ada keterpaksaan, tidak ada pula keinginan untuk menyakiti bahkan mengikatnya untuk memaksanya menjadi milikku seutuhnya. Di dalam cintaku hanya ada kemurnian untuk melihatnya bahagia dan tersenyum ,meskipun raganya tidak bisa ku miliki. Karena cinta itu juga butuh akal dan logika untuk berpikir hal yang rasional secara benar,cinta juga butuh mata untuk melihat kebenaran,cinta juga butuh telinga untuk mendengar kebenaran dan cinta juga butuh hati untuk merasakan kebenaran. Karena sejatinya cinta itu adalah anugerah terindah dari Allah subhanahu wa ta'ala yang Ia berikan kepada hambanya. Sehingga selayaknya harus kita jaga keindahan dan anugerah tersebut agar tidak menjadi cacat dan tercela di hadapanNya.Hanya demi mementingkan sifat egoisme dan hawa nafsu semata. Sama halnya seperti dengan dirimu yang seolah-olah mengerti dan memahami apa itu makna cinta tetapi kenyataannya kamu itu membuat arti dari cinta menjadi sampah dan bualan saja. Karena cinta seharusnya menjadikan seseorang menjadi baik bukan malah menghancurkan kehidupan seseorang. Jika memang di hatimu ada cinta ,maka kamu tidak akan menyakiti dirimu sendiri, tidak akan menyakiti orang yang kamu cintai dan juga tidak akan menyakiti orang-orang lain di sekitarmu. Karena cinta adalah hal yang penuh dengan ketulusan dan hanya bisa dimiliki oleh orang-orang yang berhati baik bukan orang-orang yang memiliki kebusukan di dalam hatinya, "tutur Kak Roy dengan panjang lebar.


Rere semakin terbakar dan merasakan hatinya begitu sakit dan terluka mendengar perkataan dari Kak Roy. Wajahnya yang semula terlihat ceria karena dapat begitu dekat dengan pujaan hatinya yaitu Kak Roy. Tiba-tiba kebahagiaan itu hancur dan retak seketika. Kini di hatinya mulai terselip rasa kebencian dan kemarahan yang terus secara perlahan menjalar di dalam tubuhnya. Dia seakan-akan tidak bisa memahami makna dari ucapan yang kak Roy sampaikan padanya. Sekarang di dalam hatinya hanya ada keinginan untuk menaklukkan cinta Kak Roy dan membuat Kak Roy berkekuk lutut mengemis cinta padanya.


Dengan sorot mata yang tajam, ia berjalan semakin dekat kepada Roy tanpa rasa takut dan sungkan sedikit pun.


"Itu adalah makna cinta versi dirimu Kak Roy. Tetapi bagiku cinta itu buta dan menghancurkan. Cintaku penuh dengan luka dan sayang patah hati.Dan Kak Roy tidak akan pernah tahu apa yang bisa dilakukan oleh orang yang cintanya penuh dengan luka sepertiku. Cinta yang aku miliki akan menjadi penghancur bagi siapapun yang menghalangi tujuanku yaitu untuk membuatmu bertekuk lutut mengemis cinta dariku.Termasuk juga melukai sahabatku sendiri yaitu orang yang kamu cintai bernama Rani. Dan saat itu terjadi maka jangan salahkan aku Kak Roy .Karena ini semua berawal dan bermula dari pilihan yang engkau buat sendiri. Jika Kak Roy mau menerima cintaku maka tentu saja aku tidak akan menyakiti dan melibatkan Rani dalam permainan cintaku. Tetapi jika Kak Roy bersikeras untuk tetap menolak cintaku. Maka jangan salahkan aku jika dengan sengaja aku akan menyakiti Rani, " ucap Rere dengan nada mengamcam dan menakuti Kak Roy.


"Aku sungguh tidak menyangka jika kamu itu benar-benar sangat picik dan begitu egois. Bahkan setelah ku jelaskan apa itu arti cinta yang sebenarnya kamu masih tetap menjadi buta dan benar-benar gila, " sahut Kak Roy ketus.


"Yah benar, aku memang menjadi gila. Aku menjadi gila karena aku mencintaimu secara berlebihan Kak Roy. Apakah salah jika aku mencintai suamiku sendiri dan mengharapkan cintanya untukku? Kamu itu manusia yang munafik sekali Kak Roy. Kamu mengatakan kepadaku bahwa kamu tetap mencintai Rani meskipun kamu tidak dapat memiliki raganya. Tetapi kenyataannya kamu itu tetap terus mengejar-ngejar Rani. Padahal kamu tahu Rani itu sudah menjadi istri orang lain. Dan kamu tidak mempunyai hak untuk mendekatinya bahkan untuk mencintainya sedikit saja. Meskipun pernikahan yang dilakukan oleh Rani dan Kak Roy atas dasar keterpaksaan tetapi tetap saja cintamu itu tetap kotor, karena kamu tidak berhak untuk mencintai istri orang lain. Apakah kamu tidak sadar itu Kak Roy ?Apakah kamu tidak menyadarinya bahwa cintamu itu melukai dan membuat Rani semakin menderita dan kamu tidak menyadarinya hingga sekarang?," ucap Rere dengan nada suara semakin meninggi.


"Itu tidak benar, " sahut Kak Roy sambil melihat Rere.


" Apakah Kak Roy tidak pernah berpikir selama ini? mengapa Kak Reno begitu sangat terobsesi untuk menyakiti Kak Roy dan juga Rani?, "tanya Rere menatap balik Kak Roy.


Kak Roy diam tidak menjawab pertanyaan Rere.


" itu semua karena cinta . Karena Kak Reno itu sebenarnya mencintai Rani, "kata Rere.


" Itu tidak benar dan tidak mungkin, "bantah Kak Roy.


" Itulah kesalahan terbesarmu Kak Roy. selama ini kamu bersahabat dengan Kak Reno tetapi kamu tidak bisa sedikitpun mengenal sifat dan mengerti perasaannya. Dengan tipe Kak Reno yang memiliki sifat congkak dan penuh arogan mana mungkin secara terang-terangan dan blak-blakan dia mengakui jika ia mencintai Rani. Tentu saja ia akan menjadi malu dan menurunkan reputasi darinya. Seharusnya Kak Roy itu lebih peka dan menyadari bahwa selama ini ego Kak Reno yang tinggi itu telah membuatnya melupakan kebenaran bahwa ia sebenarnya mencintai Rani. Tetapi Kak Roy sebagai sahabatnya justru malah terus melukai perasaan Kak Reno dengan terus mengejar dan mendekati Rani. Yang secara tidak langsung membuat hati Kak Reno menjadi sakit .Yah dan inilah yang Kak Roy dan Rani rasakan sekarang .Efek dari cinta seseorang yang terluka dan dampak dari cinta seseorang yang tidak pernah terungkap. Perasaan dan cinta tersembunyi Kak Reni yang tidak pernah disadari oleh Rani dan Kak Roy. Karena selama ini semua orang berpikir bahwa di hati Kak Reno hanya ada kebencian untuk Rani .Padahal Kak Reno itu berusaha menutupi dan menyembunyikan cintanya dengan kebencian kepada Rani. Agar perasaan dan cintanya tetap tersembunyi dan tanpa diketahui oleh siapapun. Dan Kak Reno sendiri pun tidak menyadari jika ia selama ini telah terbakar api cemburu melihat kedekatan Rani dan Kak Roy. Hingga Kak Reno sendiri pun tidak menyadari bahwa di hatinya telah tumbuh sebuah perasaan cinta untuk Rani, meskipun ia berusaha untuk tidak memperdulikan nya, "tutur Rere menjelaskan pendapatnya untuk mempengaruhi Kak Roy.


"Terserah apa katamu Kak Roy. Namun, mendengar apa yang aku katakan sebetulnya Kak Roy merasa kesal bukan? Kak Roy juga merasa takut jika Rani juga mencintai Kak Reno.Kak Roy juga takut bukan? jika Kak Reno mengutarakan isi hatinya kepada Rani. jika memang selama ini Kak Roy menjadi sahabat yang baik untuk Kak Reno. Lalu pernahkah sekali saja kak Roy menanyakan bagaimana perasaan Kak Reno terhadap Rani. Rere yakin Kak Roy tidak pernah menanyakan hal tersebut. Karena sesungguhnya Kak Roy takut, jika Kak Reno benar-benar mencintai Rani .Kak Roy takut akan kehilangan Rani. Kak Roy juga takut jika tidak memiliki kesempatan untuk mendekati Rani. Sesungguhnya di sini yang memiliki sifat egois dan tidak tahu diri serta jahat itu bukan Kak Reno tetapi Kak Roy sendiri.


Dan tanpa Kak Roy sadari, Kak Roy telah menciptakan sosok monster yang mengerikan di dalam hati, pikiran dan jiwanya Kak Reno. Lalu di mana akal ,hati, mata dan telinga yang Kak Roy sampaikan untuk melihat semua kebenaran secara rasional .Berbicara itu memang mudah dan gampang sekali Kak Roy .Apalagi menghakimi kesalahan orang lain sama seperti yang Kak Roy lakukan padaku. Tetapi, semua adil di dalam cinta bukan?, "ucap Rere sambil tersenyum sinis seraya menyindir Kak Roy.


Kak Roy terdiam mendengar argumentasi dari Rere.Dia seakan terpengaruh oleh semua perkataan Rere. Secara perlahan ia mulai memikirkan setiap kata yang keluar dari mulut Rere. Hati dan pikirannya terus memutar semua perkataan yang Rere sampaikan kepadanya, meskipun hati dan pikirannya berusaha menolaknya .Tetapi entah kenapa kata-kata yang keluar dari mulut Rere seakan terus menggema dalam pikirannya .Dia menjadi gusar dan tidak tenang.Seolah apa yang Rere katakan itu benar. Yah, perlahan Kak Roy merasakan ketakutan .Rasa takut akan kehilangan diriku, rasa takut jika Kak Reno benar-benar mencintaiku .Seketika itu pula Kak Roy termenung memikirkan semuanya .Hatinya begitu berkecamuk. Kak Roy menjadi Sa hati tidak tenang.Rasanya dia ingin segera turun dari ranjang pasien tempatnya sekarang duduk setengah berbaring.Lalu berlari menemuiku dan meyakinkan bahwa semua yang Rere katakan kepadanya itu salah.


Tetapi ia tidak dapat melakukannya, sebab kondisi saat ini tidak memungkinkan baginya.


"Mengapa Kak Roy terdiam sekarang ?apakah yang aku katakan itu benar adanya?," ucap Rere sambil tersenyum sinis.


"Bukan urusanmu!,"ucap Kak Roy dengan sangat ketus kepada Rere.


"Ternyata memang benar dugaanku kamu memang benar-benar takut jika Kak Reno dan Rani saling mencintai dan mereka hidup bersama dengan bahagia. Ternyata kamu sungguh munafik sekali Kak Roy. Ckkkkkkkkk......,"ucap Rere mencela Kak Roy.


Kak Roy yang mendengar Rere berkata demikian menjadi kesal dan marah.


"Lebih baik kamu keluar dari ruangan ini sekarang! aku tidak ingin melihatmu berada di sini lebih lama lagi ,"ucap Kak Roy sambil menunjukkan telunjuknya ke pintu keluar dan memalingkan wajahnya dari Rere seraya mengusirnya.


"Apa Kak Roy ingin mengusirku dari sini?, " tanya Rere dengan kesal.


"Iya, aku ingin beristirahat dengan tenang tanpa gangguan darimu, " sahut Kak Roy dengan sangat sinis.


"Kamu keterlaluan Kak Roy. Aku ini istrimu dan kamu memperlakukan ku dengan begitu buruk dengan mengusirku dari sini. Kamu jahat Kak Roy! , " teriak Rere dengan nada menunggu dan membentak kepada Kak Roy.

__ADS_1


Kak Roy dan Rere yang sedang asyik beradu argumen tidak menyadari kedatangan Tante Desi yaitu mamanya Kak Roy.


"Ada apa ini? Kenapa kamu berteriak seperti itu kepada Roy suamimu, Re?, " tanya mamanya Kak Roy yang sudah berada di dekat Rere.


Mendengar pertanyaan dari Tante Desi .


Rere sontak terkejut dengan tatapan sedikit melangkah dan terpaku untuk beberapa saat.


Bagaimana tiba-tiba Tante Desi berada di dekatnya ucap Rere di dalam hati sambil berpikir dengan hatinya penuh rasa kekesalan terhadap Kak Roy.


"Lho Rere ,tante tanya kamu kok malah diam, "tanya Tante Desi kepada Rere seraya mengkerutkan dahinya dan melihat sikap Rere yang begitu aneh.


" Kak Roy mengusir Rere dari ruangan ini Tante .Padahal Rere ini kan istrinya Kak Roy dan Rere juga berhak untuk menemani dan merawat Kak Roy yang sedang sakit dan dirawat di sini. Apakah niat Rere itu salah tante ?,"tanya Rere kepada Tante Desi dengan raut wajah sedikit memelas.


"Tidak Nak ,kamu tidak salah ,"jawab Tante Desi sambil mengusap lembut rambut Rere.


" Roy Kenapa kamu mengusir Rere dari sini. Itu tindakan dan sikap yang tidak baik. Lagi pula apa yang dikatakan Rere itu benar adanya. Dia adalah istrimu dan dia juga berhak untuk merawatmu dan berada di sini untuk selalu menemanimu. Mama meminta kamu jangan menolak niat baik istrimu Rere, "ucap Tante Desi seraya menasehati Kak Roy.


" Tetapi mah,"bantah Kak Roy berusaha menjelaskan.


"Ssstttttt..., " suara Tante Desi menyuruh Kak Roy agar diam dengan meletakkan jari telunjuk di bibirnya supaya Kak Roy tidak membantah ucapannya.


Kak Roy yang mendengar ucapan dari Tante Desi merasa tidak suka dan semakin kesal terhadap Rere. Sementara itu,Rere tersenyum bahagia mendengar Tante Desi membelanya dan mendukung dirinya.


" Terima kasi tante, "ucap Rere sambil memeluk lengan kanan Tante Desi dengan manja.


Dan Kak Roy tidak senang melihatnya dan memalingkan wajahnya dari Rere dan Tante Desi.


" Roy, sebaiknya sekarang kamu beristirahat lagi. Supaya kondisimu lekas membaik, "pinta Tante Desi kepada Kak Roy.


Kak Roy pun menoleh ke arah Tante Desi. "Bagaimana keadaan dan kondisi Rani saat ini mah ?,"tanya Kak Roy dengan rasa ingin tahunya .


"Alhamdulillah keadaan Rani sudah berangsur membaik setelah ini Rani akan melanjutkan pemeriksaan MRA atau magnetic resonance angiography lanjutan untuk melengkapi diagnosis pemeriksaan medis dokter sebelumnya ,"ucap Tante Desi menerangkan dengan singkat keadaanku kepada Kak Roy.


Tante Desi sengaja tidak memberitahukan kondisiku sebenarnya kepada Kak Roy. Bahwa penglihatanku mengalami gangguan. Tante Desi tidak ingin kak Roy terlalu memikirkan keadaanku. Dia ingin putranya segera pulih dan segera sembuh seperti sedia kala karena tanda Desi tahu jika Kak Roy mengetahui keadaanku yang sebenarnya Kak Roy akan sangat mencemaskanku yang akan mempengaruhi kesembuhannya. Maka dari itu Tante Desi berusaha menutupi keadaanku kepada Kak Roy.


"Baiklah Mah kalau begitu Roy akan beristirahat kembali ,"ucap Kak Roy dengan tenang.


Sementara itu, Rere yang mendengar Kak Roy menanyakan keadaanku terlihat kembali murung dengan ekspresi wajah tidak suka.


" Tante Rere Permisi keluar sebentar untuk membeli minuman hangat dan beberapa cemilan. Apakah tante juga mau dibelikan minuman hangat atau sesuatu lainnya barangkali?,"tanya Rere kepada Tante Desi. Tante Desi yang sedang merapikan dan membetulkan posisi tidur kepala Kak Roy lalu menyahut pertanyaan Rere ,"Boleh Re. Tante titip di belikan teh hangat tawar saja, "ucap Tante Desi.


"Hanya itu saja tante ?,"tanya Rere kembali kepada Tante Desi.


"Iya Re itu saja. Tadi saat tante melihat keadaan Rani.Nak Fariz sudah membelikan Tante nasi rames. Dan Tante makan bersama dengan semua orang yang menunggui Rani di dalam ruangan tersebut,"sahut Tante Desi menjelaskan kepada Rere.


"Baiklah Tante kalau begitu.Rere keluar sekarang ya Tante, "ucap Rere kembali.


"Iya Re,hati-hati ya Re, " ucap Tante Desi.


Dan tidak lama kemudian Rere keluar dari ruangan tempat Kak Roy dirawat.


Sementara itu, Kak Roy berusaha memejamkan matanya untuk kembali beristirahat dengan tidur.

__ADS_1


Tetapi ucapan Rere kembali berputar dalam memori pikirannya meskipun matanya terpejam.


Kak Roy begitu gelisah dan merasa tidak tenang.


__ADS_2