Jodoh Pilihan Tuhan

Jodoh Pilihan Tuhan
kedatangan Kak Roy.


__ADS_3

Sesampainya di kediaman keluarga Imandar. Abi langsung menelepon dokter keluarga, untuk langsung memeriksa keadaan Ummah.


Wirda begitu sangat cemas dan khawatir akan kondisi Ummah dan juga diri ku.


Tidak lama setelah Ummah di berikan obat dan beristirahat, akhirnya Ummah dapat tidur.


Abi langsung menelepon Kak Rafa dan menceritakan semua hal yang terjadi kepada Kak Rafa. Mendengar cerita Abi , Kak Rafa pun memutuskan untuk meminta izin dan kembali ke Indonesia.


"Apa yang Rafa katakan?, " tanya Enjid kepada Abi.


"Rafa akan kembali ke Indonesia secepatnya, Njid, "jawab Abi.


Enjid mengangguk mendengarkan perkataan Abi.


" Sepertinya memang akan lebih baik, jika untuk sementara waktu Rafa pulang kemari, "sahut Enjid.


Kemudian, Abi pun segera berdiskusi dengan Enjid mengenai masalah yang menimpa diri ku.


Dan di saat Abi dan Enjid sedang serius berbicara. Wirda sambil menggendong putranya Fariz memberitahukan kepada Abi dan Enjid, bahwa ada Kak Roy dan Budenya yang datang berkunjung.


Abi meminta Wirda untuk menyuruh Kak Roy menunggu di ruang tamu, sekaligus meminta Pak Budi dan Wirda untuk menjamu mereka terlebih dahulu.


Wirda pun segera bergegas.


Sementara itu, Abi dan Enjid masih tampak berpikir serius akan maksud kedatangan Kak Roy.


Wirda dan Pak Budi langsung menemui Kak Roy dan Bude Ayu.


Pandangan Wirda lekat menatap wajah Kak Roy yang terlihat tegang dah pucat.


"Mengapa Kak Roy baru datang sekarang?. Sudah berulang kali Wirda mencoba untuk menghubungi Kak Roy tetapi juga tidak tersambung. Apakah Kak Roy tahu tentang penculikan dan kecelakaan yang telah terjadi pada Rani, Kak Reno, putri Kak Roy dan bibi pengasuh Rani serta sopir Kak Roy?, " tanya Wirda tanpa berbasa-basi lagi sambil menatap Kak Roy serius.


Kak Roy menganggukkan kepala nya.


"Iya Wirda, karena terlalu larut dalam rasa duka. Aku hingga tidak mengetahui apa yang telah terjadi pada putri ku juga Rani. Barulah tadi pihak kepolisian datang ke rumah memberitahukan jika sopir pribadi ku telah meninggal dunia, karena kecelakaan. Dan putri ku telah di culik. Aku begitu sangat shock dan terguncang sekali. Setelah mengetahui hal tersebut. Aku pun segera mengajak Bude Ayu kemari untuk mengetahui perkembangan terakhir yang terjadi pada Rani, " jelas Kak Roy dengan wajah paniknya.

__ADS_1


"Apakah sampai saat ini Nak Roy belum mengetahui keberadaan putri Nak Roy?, " tanya Pak Budi menatap wajah Kak Roy serius.


Kak Roy menggelengkan kepalanya sambil meneteskan air matanya.


"Sampai saat ini saya belum mengetahui keberadaan putri saya Pak Budi. Saya sangat cemas dan mengkhawatirkan nya. Karena saat aparat kepolisian memberitahukan informasi kepada saya. Mereka tidak melihat putri saya dengan Rani dan Reno. Saya khawatir dan tidak tenang sama sekali. Saya takut mereka akan berlaku buruk terhadap putri saya. Apalagi saat ini kondisi tubuhnya sedang sangat tidak baik, " tutur Kak Roy sambil menyeka air matanya.


"Iya Nak Roy. Saya mengerti akan apa yang Nak Roy rasakan. Untuk itu sekarang kita harus terus berdo'a dan terus berikhtiar, agar kita dapat segera menemukan keberadaan Nak Rani, Nak Reno dan juga putri Nak Roy, " ucap Pak Budi.


"Aamiin iya Pak Budi, " sahut Kak Roy dengan wajahnya yang tertunduk lemas dan lesu.


Sementara itu, Bude Ayu terus mengusap punggung Kak Roy untuk membuat nya menjadi tenang dan berhenti menangis.


Wirda terdiam sambil terus memangku Fariz dan tidak melepaskan pandangan matanya dari Kak Roy juga Bude Ayu.


"Apakah orang-orang yang menculik putri Kak Roy mencoba menghubungi Kak Roy?. Seperti meminta tebusan uang atau sesuatu?, " tanya Wirda.


Kak Roy menggelengkan kepalanya dan mengarahkan pandangan matanya pada Wirda.


"Tidak ada Wirda, bahkan sampai sekarang aku belum mengetahui dimana keberadaan putri ku. Hal ini yang sungguh membuat diri ku merasa sangat cemas. Karena sampai sekarang aku tidak tahu, apa yang mereka perbuat pada putri ku, " sahut Kak Roy sambil berlinang air mata.


Namun, Ummah masih tertidur karena pengaruh obat yang ia minum.


Aparat kepolisian pun sekaligus mengumpulkan keterangan dan juga informasi dari Kak Roy, Enjid, Pak Budi juga Abi. Semua orang masih mencoba menerka-nerka apa motif sebenarnya, yang mendasari penculikan terhadap diri ku, Kak Reno dan juga putri Kak Roy.


Beberapa lama kemudian, saat semua orang tengah asyik berbincang dan mengumpulkan informasi. Tiba-tiba Ummah sudah berada di ruang tamu.


Dan dengan wajahnya yang masih sembap dan pucat. Ummah berjalan mendekati Kak Roy dengan raut wajahnya yang kesal.


"Untuk apa kamu kemari Roy?. Apakah kamu ingin mengucapkan rasa senang dan bahagia mu atas peristiwa yang telah terjadi pada Rani dan juga Reno?. Hah?, " ucap Ummah sedikit berteriak.


Kak Roy dan Bude Ayu menjadi terkejut dan shock melihat sikap Ummah kepada mereka.


"Tidak Ummah, apa yang Ummah katakan. Bagaimana aku dapat bahagia, jika melihat Rani dalam keadaan yang buruk seperti ini, " bantah Kak Roy sambil menyeka air matanya.


Ummah seakan-akan tidak percaya dengan apa yang di katakan oleh Kak Roy.

__ADS_1


Perlahan Ummah mendekati Kak Roy, dan melihat Kak Roy secara seksama.


"Atau jangan-jangan kamu terlibat dalam penculikan yang terjadi pada Rani dan juga Reno, " tuduh Ummah dengan menatap wajah Kak Roy serius.


Glekk.


Kak Roy tampak menelan air ludahnya.


"Astaghfirullah, apa yang Bu Putri katakan kepada Roy. Dan bisa-bisanya Bu Putri berkata demikian. Tentu tidak mungkin Roy melakukan hal seperti ini. Apalagi sampai harus membahayakan putrinya sendiri, " bela Bude Ayu dengan berapi-api.


"Iya Ummah. Mana mungkin Roy melakukan hal seperti ini, terlebih lagi kepada Rani. Itu sangat tidak mungkin, " sahut Kak Roy.


Ummah terdiam dan menatap ke arah Kak Roy dan Bude Ayu secara bergantian.


"Tidak ada yang tidak mungkin Roy, " jawab Ummah.


Bude Ayu terlihat marah mendengarkan apa yang Ummah katakan, mengenai Kak Roy.


"Saya tidak terima atas tuduhan Bu Putri terhadap keponakan saya. Karena Roy sangat mencintai Rani, bukan berarti keponakan saya dapat melakukan tindakan brutal yang Bu Putri tuduhkan. Sungguh saya menyesal telah mau menerima ajakan Roy untuk datang kemari, " ucap Bude Ayu dengan berdiri dimana wajahnya terlihat sangat kesal dan marah sekali.


Abi dan Enjid berusaha meminta maaf atas sikap Ummah yang masih tertekan dan sangat shock atas peristiwa yang menimpa diri ku.


Tetapi penjelasan dan ucapan permintaan maaf Abi dan Enjid, atas perkataan Ummah kepada Kak Roy sungguh telah membuat hati Bude Ayu terluka dan tersinggung.


Dengan perasaan marah dan kesalnya.


Bude Ayu segera meminta Kak Roy berdiri dan segera pergi meninggalkan kediaman rumah keluarga Imandar.


Meskipun Kak Roy berusaha untuk menolaknya, tetapi Bude Ayu segera menarik tangan Kak Roy untuk secepatnya pergi dari hadapan Ummah.


Ummah pun hanya diam dan terus memandangi kepergian Kak Roy dan Bude Ayu, yang telah berlalu dari hadapannya.


Ummah pun terlihat tidak menyesal akan perkataan nya kepada Kak Roy.


"Sebaiknya pihak berwajib juga harus mengawasi Roy dan Budenya. Entah mengapa perasaan Ummah mengatakan, jika penculikan terhadap Rani dan juga Reno terhubung dengan mereka berdua, " ucap Ummah memandang serius pada wajah Abi.

__ADS_1


__ADS_2