
Senyuman manis dari bibirnya menggembang sempurna menghias wajahnya yang berseri.
Parasnya terlihat berbeda namun,ia tetaplah orang yang sama.
Aku masih membatu seakan-akan tidak percaya jika ia berdiri di hadapanku.
Melangkahlah ia mendekatiku semakin dekat seraya membangunkan lamunanku akan kehadirannya.
Dreggggggg......
Jantungku berdegup kencang.
Aliran gelombang listrik seperti menjalar di tubuhku.
Wajahnya begitu dekat dengan mataku.
Hingga jemarinya dengan lembut mengusap kepalaku.
"Assalamu'alaikum Ran.....,"ucapnya sekali lagi.
Aku tersentak ini bukan mimpi dan ini nyata ucapku dalam hati.
"Wa'alai...kumus...salam...kak,"jawabku dengan sedikit terbata.
"Hampir tiga tahun kita tidak bertemu.Kamu jadi suka melamun Ran,"ucapnya.
Aku terdiam sambil mengalihkan pandanganku ke bawah.
Dengan cepat ia menarik jemariku dan mengenggamnya.
"Yuk...kita pulang,"katanya.
Wirda yang sedari tadi sibuk menelepon dengan telepon genggamnya berlari kecil mendekat ke arahku.
Matanya sedikit terbelalak dan terkejut.
"Ehhh....Kak...Re..no,"ucapnya kaget.
Kak Reno menoleh ke arah Wirda.
"Apa kabar Wir?,"sambil tersenyum kecil.
"Ba...ba..baik..kak,"dengan terbata.
"Lama ya kita tidak bertemu.Terima kasih ya udah jagain Rani,"katanya.
Wirda tersenyum meringgis.
"Kak Reno terlihat berbeda.Lebih dewasa dan terlihat alimmm,"puji Wirda.
Kak Reno hanya membalas dengan senyuman kecil.
"Wirda mau sekalian diantar pulang?,"tanya Kak Reno.
"Akh...nggak usah kak.Ehh....tuh sopir Wirda sudah datang,"sambil menunjuk ke arah mobil yang baru datang di parkiran.
"Oh..yaudah kalau begitu Rani pulang duluan bersama Kak Reno ya Wir."
"Ehh...iya kak,"jawabnya spontan.
Setelah berpamitan denganku dan Kak Reno.Wirda menuju masuk ke mobilnya sementara Kak Reno terus menggengam tanganku masuk menuju mobilnya.
Pertama yang ia lakukan adalah membuka pintu mobil untukku dan mempersilahkan diriku masuk terlebih dahulu.
Aku diam menurutinya saja.
Plegggg....
Pintu ditutup oleh Kak Reno setelah itu,ia bergegas masuk juga ke mobil.
Ia tersenyum kepadaku dan melihatku masih kepayahan memakai sabuk pengaman.Dan lagi ia membantuku dan memastikan sabuk pengaman telah terpasang dengan baik dan benar.
Sebaliknya ia pun juga memeriksa sabuk pengamannya.Lalu,diangkat lah kedua tangannya seraya membaca do'a naik kendaraan.
"Bismillahirrahmanirrahim (Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang)."
"Sakh-khoro lanaa haadza subhaanalladzii wa maa kunnaa lahu muqrinin wa inaa ilaa robbinaa lamun-qolibun.Artinya: Maha Suci Allah yang telah menundukkan semua ini bagi kami padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya, dan sesungguhnya kami akan kembali pada Tuhan kami."
"Aamiin ya rabbal'alamiin,"ucapnya sambil mengusapkan kedua tangan ke wajahnya.
Mobilpun melaju......
Aku tertegun melihatnya.Selama aku mengenalnya tidak pernah ia melakukan hal seperti ini.Membaca do'a sebelum mengendarai mobil.
Ia memang Kak Reno tetapi dengan perilaku berbeda dari tabiatnya semula.
Wallahualam bish-shawab (Hanya Allah yang lebih mengetahui kebenaran yang sesungguhnya) batinku dalam hati.
Kak Reno sepertinya menyadari jika aku memandanginya keheranan akan tindakannya.
"Kenapa Ran? Apa ada yang aneh dengan kakak?,"tanyanya menerka sambil menyetir.
"Tidak,"jawabku cepat sambil mengalihkan pandanganku ke arah depan.
Sesekali Kak Reno melihat ke arahku dan kembali fokus menyetir mobilnya.
Dan tidak lama ia memutar murrotal Qur'an surat Ali imran.
Lantunan ayat suci memecah keheningan kami dan sekali lagi aku terperanjat kaget akan tindakannya.
Diam-diam kucuri pandangan ke arahnya untuk meyakinkan bahwa ia benar-benar Kak Reno.
Dahiku sedikit mengkerit melihat ia begitu banyak mengalami perubahan.
Bibirnya yang merah dan tipis mengikuti tiap lantunan ayat-ayat yang ia dengar.
Tidak ada kecangungan dan keterbataan lisannya.Ia sungguh menikmatinya.
Indera pendengaranku takjub akan lantunan suaranya yang merdu menentramkan hati.
Untuk sesaat aku terhipnotis akan perubahannya.
__ADS_1
MaasyaAllah,sungguh Allah adalah dzat yang maha membolak-balikkan hati manusia. Ia yang menggenggam hati keturunan Adam diantara dua jemari Ar-rahman Yang Maha Pengasih. Dengan kehendak-Nya ia membolak-balikkan hati manusia,ucapku dalam hati.
"Kita langsung pulang ke rumah ya Ran,"ucap Kak Reno memecah lamunanku.
"Akh..iy..iya,"jawabku sedikit kaget.
"Apa yang kamu pikirkan Ran,sedari tadi kakak lihat kamu hanya diam seperti memikirkan sesuatu yang membuatmu terus termenung?,"ucapnya sambil sesekali melihat ke arahku.
"Hmmm...tidak ada apa-apa,"jawabku cepat menyembunyikan maksud hati.
"Benarkah?,"ucapnya ragu.
"Iya."
"Kakak kira Rani sedang memikirkan kakak,"goda Kak Reno sambil tersenyum.
"Akh....apa,"ucapku kaget.
"Sekarang kamu lebih banyak termenung ya Ran."
Aku diam saja memandang ke samping.
"Kakak sampai lupa Ran. Barakallah (semoga Allah memberikan berkah) Ran,kamu menjadi lulusan terbaik dengan nilai sempurna.I am proud of your achievement and I am very happy for it Ran."
"Aamiin.Jazakallah khairan (semoga Allah akan menambah/memberi/membalasmu) Kak Reno."
"Wa iyyaki (Semoga demikian juga untukmu) Ran."
Kak Reno mengecilkan sedikit suara murrotal sepertinya ia ingin berbincang denganku.Sesekali ia tampak mengusap wajahnya dan menoleh ke arahku.
Lalu,untuk beberapa saat pula pandangan mata kami bertemu namun,bibir terasa terkunci dalam diam seakan bingung dan ragu untuk memulai dari mana pembicaraan dengannya.
"Rani tidak rindu dengan kakak ,"ucapnya tanpa malu.
Aku menoleh ke arahnya dengan dahi sedikit mengkerit.
Beraninya ia bicara seperti itu,batinku.
"Lho kok cuma diam saja,"sambil melirik ke arahku dan tersenyum menggoda.
"Kalau diam saja berarti memang benar-benar rindu,"godanya.
Mendengar ucapannya aku sedikit menarik kepala ke belakang dengan wajah agak sebal.Lalu,memandang ke jendela mobil di samping.
Dan tiba-tiba...
Plegggg...
Tangannya kembali mengenggam jemariku lembut.
"Jangan marah Ran. La taghghob walakal jannah yang artinya janganlah engkau marah, niscaya bagimu surga.Kakak hanya bercanda padamu,"ucapnya pelan.
Srrrrrrrrrr.....
Dregggggg......
Jantungku kembali berdegup kencang.
Getaran yang sering kurasakan saat Kak Reno berada di dekatku.
Perasaan aneh yang bersemayam dan membuat debar-debar hati tidak menentu.
Apa ini?
Rasa yang tidak pernah kurasakan sebelumnya.
Rasa yang datang dengan tiba-tiba tanpa dapat kupahami.
Terasa sesak menjalar di seluruh tubuh seakan jiwa meronta meminta keluar dari belenggu yang menyiksa.
Hufhhhhh.....
"Astaghfirullah, alladzi la ilaha illa huwal hayyul qayyumu wa atuubu ilaih. Artinya: Aku memohon ampun kepada Allah, Dzat yang tidak ada sesembahan kecuali Dia. Yang Maha hidup lagi Maha Berdiri Sendiri. Dan aku bertaubat kepada-Nya,"ucapku di dalam hati.
Aku berusaha melepaskan genggaman tangannya.
Namun,terlalu kuat untuk lepas dari jemarinya.
"Kakak senang bisa bertemu lagi denganmu Ran."
"Berada jauh darimu banyak hal yang membuat kakak berpikir dan berikhtiar menjadi pribadi yang baik Ran."
"Jujur kakak rindu padamu Ran,"sambil menoleh ke arahkan dengan tatapan dalam namun tetap fokus menyetir.
Aku mendengarkan ucapan Kak Reno tanpa berkata apapun.
Diam dalam kebisuanku mengendalikan reaksi khusus tubuhku.
Stimulus dari setuhan jemarinya membuat jantungku terus berdebar cepat.
Dingin,tubuh terasa menggigil dalam guyuran keringat.
Suhu tubuh terasa naik seketika.
Membakar rona pipi menjadi kemerahan dalam sapuan rasa malu dan gemetar.
Akhhh....
Rasanya....
Lemas tanpa dapat berkata apapun.
Entah apa yang harus kulakukan.
Larut atau meronta dari perasaan aneh ini.
Semua masih abu-abu dalam misteri hatiku.
Dan tidak lama suara azan zuhur berkumandang.
"Allaahuakbar..... Allaahuakbar.....(2x)",suara muadzin(orang yang mengumandangkan azan)
__ADS_1
"Allaahuakbar(Allah maha besar)...Allaahuakbar(Allah Maha Besar) ,"jawabku dan Kak Reno bersamaan.
"Asyhaaduanlaailaahaillallaah.....Asyhaaduanlaailaahaillallaah,"suara muadzin
"Asyhaaduanlaailaahaillallaah... Asyhaaduanlaailaahaillallaah
(Artinya: Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah)," aku dan Kak Reno menjawab.
" Asyhaduanna muhammadan rosuulullaah.......
Asyhaduanna muhammadan rosuulullaah..,"suara muadzin.
"Asyhaduanna muhammadan
rosuulullaah....Asyhaduanna muhammadan rosuulullaah..
(Artinya: Aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah),"ucapku dan Kak Reno.
Sttttt...
Kak Reno berhasil menepikan mobilnya untuk diam mendengarkan azan berkumandang dan mematikan murrotal Qur'annya.
"Hayya’alassolaah...Hayya’alassolaah...
(Artinya: Marilah sholat),"suara muadzin "Laa hau laa walaa quwwata illa billaahil ‘aliyyil ‘adziim...Laa hau laa walaa quwwata illa billaahil ‘aliyyil ‘adziim...
(Artinya: Tidak ada daya upaya dan kekuatan, kecuali dengan pertolongan Allah),"tutur kami berdua menjawab seruan azan.
Lantunan gema suara azan setidaknya menenangkan hatiku.
Aku dan Kak Reno diam menikmati seruan salat.
"Hayya’alalfalaah....Hayya’alalfalaah....
(artinya: Marilah menuju kemenangan),"seru muadzin.
"Laa hau laa walaa quwwata illa billaahil ‘aliyyil ‘adziim...Laa hau laa walaa quwwata illa billaahil ‘aliyyil ‘adziim...
(artinya: "Tidak ada daya upaya dan kekuatan, kecuali dengan pertolongan Allah),"ucapku dan Kak Reno bersamaan.
Kami larut dalam keheningan gema suara azan.Dan diam-diam pandangan kami bertemu dalam lalu lekat.
"Allahuakbar Allahuakbar(1x) ,"suara muadazin
"Allahuakbar Allahuakbar
(artinya: Allah Maha besar),"ucapku dan Kak Reno.
Muadzin,"Lailahaillallah (1X)."
Aku dan Kak Reno menjawab," Lailahaillallah (1X)
artinya: Tiada Tuhan selain Allah."
Kak Reno mengangkat kedua tangannya seraya menegadahkan kepada Allah.Ia melirik ke arahku untuk mengikutinya dn tanpa banyak bicara aku mereflesikan apa yang ia lakukan.
Bibirnya tersenyum lalu,dengan khusyuk ia memimpin bacaan do'a setelah mendengarkn azan berkumandang.
"Bismillahirrahmanirrahim dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih, lagi Maha Penyayang."
"Allahumma rabba haadzihid da'watit taammah. Wash shalaatil qaa-imah. Aati muhammadal wasiilata wal fadhiilah, wab'atshu maqoomam mahmuudal ladzii wa'adtahu innaka la tukhliful mi'ad."
Lalu Kak Reno membaca artinya.
"Artinya: "Ya Allah, Tuhan yang memiliki panggilan ini, yang sempurna dan memiliki salat yang didirikan. Berilah Nabi Muhammad wasilah dan
(al-fadhilah)keutamaan, serta kemuliaan dan derajat yang tinggi, dan angkatlah ia ke tempat yang terpuji sebagaimana yang Engkau telah janjikan."
"Aamiin ya rabbal alamiin (kabulkanlah do'a kami yaa Allah, engkaulah pengabul do'a),"ucap kami berdua berbarengan.
Selanjutnya,Kak Reno melihat keluar.
Matanya memandang mencari sesuatu di sekitar.
"Ran,kita cari masjid untuk salat zuhur dulu ya.Baru nanti kita pulang.Yang terpenting kita laksanakan salat dulu sebab kita tidak akan pernah tahu bukan umur kita sampai dimana,"ucapnya serius.
Aku mengangguk tanda setuju dengan pendapatnya.
Tidak lama kemudian tibalah kami di sebuh masjid.
Kak Reno melemparkan senyum dan mengajakku turun dari mobil untuk melaksanakan salat zuhur.
Kaki kami melangkah.
Jemarinya terus mengenggamku.
MasyaAllah,batinku.
Laki-laki yang Allah kirimkan untukku menggengam tanganku merajut kewajiban dalam ketaatan.
Matahari sudah naik meninggi.
Cuaca tampak terik.
Namun,teduh bagiku.
Mata kami terus intens bertemu.
Menatap lekat.
Menggumbar senyum.
Lalu tersipu malu.
Semua bermuara pada satu keinginan.
Pengharapan akan rahmat Sang Maha Pencipta.
Semoga apa yang kurasakan dan kusaksikan melalui indera penglihatanku adalah nyata.
Jauh dari kehaluan ataupun halusinasi semu yang tidak berujung.
__ADS_1
Aku dan Kak Reno melaksanakan salat Zuhur berjama'ah di masjid bersama hamba Allah lainnya.