
Menatapnya membuatku membisu.
Ada misteri yang terselip dalam kalbu.
Entah apakah itu.
Namun jantungku terasa menggebu.
Lalu apakah itu.
Nalarku terusik mengusik kalbu.
Apakah pria itu?.
Dengan sorot netra tajam memandangku.
Aku pun membatu.
Berharap mampu menerka tanya di dalam kolbu.
tetapi aku tetap membatu.
"Cieeeeee...pengantin baru yang saling memandang,"goda Mbak Riska.
Suara Mbak Riska memecah pandanganku dan Kak Reno yang kemudian berpaling pandang.
"Apa'an sih Mbak,"ucap Kak Reno dengan sedikit kesal.
"Hmmmmm...ini nih pertanda akan lahirnya sebuah cinta,"ucap Mbak Riska dengan tangan jahilnya menepuk pipi kanan Kak Reno dengan perlahan.
"Mbak ini apa-apa'an sih.Kalau ngomong itu jangan suka sembarangan mbak.Pakai cinta segala lagi.Memangnya yang cinta sama dia siapa,"jawab Kak Reno sambil berjalan menuju kursi sofa di belakang Mbak Riska.
Mbak Riska yang melihat Kak Reno berlalu pergi pun segera mendekatinya dan duduk disampingnya.
"Denger ya dek,hati-hati dengan kemarahan dan kebencian.Karena semua itu perbedaannya tipis sekali dengan awal tanda rasa suka dan cinta,"ucapnya sambil tersenyum.
Bu Siska menarik tanganku perlahan yang berdiri terpaku dalam kebisuan.
"Ayo nak duduk dekat mama disana."
"Akhh...iy. .iya..Bu,eh iya ma,"ucapku dengan terbata.
Aku pun duduk di samping Bu Siska.Sesekali Kak Reno melirik kearahku.Namun aku berpaling menghindari tatapannya.
"Ran,mulai sekarang Rani adalah bagian keluarga besar kami Suprapto.Apapun yang Rani butuhkan bilang ke mama ya nak,"ucap Bu Siska dengan serius.
__ADS_1
Aku mengangguk.Sementara itu,Pak Sugeng mulai berbicara dan meminta perhatian dari semua termasuk kakek yang berbaring di ranjang tempat tidur rumah sakit.
Mendengar aba-aba dari Pak Sugeng secara spontan semua orang mendengarkannya.
Pak Sugeng pun berbicara dengan ekspresi air muka yang serius.
"Alhamdulillah,akhirnya pernikahan antara Reno dan Rani sudah berlangsung dengan lancar.Meskipun secara siri,akan tetapi sah secara agama.Mengapa dipilih menikah secara siri?sebab Reno dan Rani masih berstatus pelajar.Oleh karena itu,demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan papa ingin kita semua merahasiakan pernikahan ini dulu dari semua orang.Termasuk juga dari Bunda Rani.Untuk menghindari tekanan atau syok ,sebab beliau masih dalam tahap pemulihan pasca operasi.Yang takutnya berdampak pada kesehatannya dan dapat membuat beliau drop kesehatannya."
Kakek yang sejak tadi mendengar Pak Sugeng berbicara.Tiba-tiba ia pun menimpali,
"Kenapa tidak ada yang bilang ke kakek,jika bunda Rani sedang di operasi,"tanya kakek.
Lalu Pak Sugeng pun menjawab,
"Bukannya kita tidak mau memberitahu papa,tetapi melihat kondisi papa yang belum stabil.Kami semua terpaksa merahasiakan perihal bunda Rani yang sedang di operasi.Semoga papa bisa mengerti,maksud baik kami."
"Lalu bagaimana kondisi bundanya Rani sekarang?".
"Alhamdulillah pa,sekarang bundanya Rani sudah selesai operasi dan sekarang beliau berada di ruang pemulihan serta belum boleh dibesuk untuk sementara ini karena masih belum sadarkan diri akibat efek dari obat bius,"Pak Sugeng menjelaskan.
"Alhamdulillah jika begitu.Papa senang mendengarnya.Pantas saja di proses akad nikah tadi papa tidak melihat bundanya Rani.Papa ingin melihat kondisi bundanya Rani jika nanti diizinkan untuk membesuk,"pinta kakek.
"Baik pa,tetapi tunggu kondisi papa pulih dahulu ya pa,"ucap Pak Sugeng.
"Iya nak."
"Rani,kesini nak.Dekat kakek,"sambil menggerakkan tangannya ke arahku.
"Baik kek,"ucapku sambil berjalan mendekatinya.
"Maafkan kakek ya Ran,kakek tidak mengetahui jika bundamu sakit,"ucap kakek sambil memegang jemari tanganku.
"Iya kek tidak apa-apa.Yang penting sekarang kakek juga harus semangat untuk sehat kembali ya kek."
"Iya Ran,terima kasih juga karena telah mengabulkan permintaan kakek.Kakek bahagia sekali Rani dapat menikah dengan Reno."
Aku yang mendengar ucapan kakek hanya diam mengukir lekukan senyuman kecil yang menghias wajahku.
Tidak lama kemudian kakek juga memanggil Kak Reno untuk mendekat kearah ranjang tempat tidurnya.Dan Kak Reno pun beranjak dari tempat duduknya dan berjalan mendekati kakek.Ia berdiri agak menjauh dariku.
"Ren,kenapa jauh.Mendekat kemari disampingnya Rani!,"perintah kakek.
"Reno disini saja kek,"ucapnya dengan keberatan.
"Reno,ayo mendekat disampingnya Rani".
__ADS_1
Mendengar perintah kakek yang kedua kalinya.Kak Reno pun mematuhinya meskipun dengan sedikit rasa keterpaksaan,
"Baiklah kek,"jawab Kak Reno sambil berjalan mendekatiku.
Tanpa sengaja pandanganku dan Kak Reno saling bertemu kembali.
"Ren,mulai sekarang kamu adalah imam bagi Rani.Jadi jagalah Rani dengan sebaik-baiknya.Jangan kau sakiti dia.Dan belajarlah untuk menerima hubungan kalian secara perlahan.Bagaimanapun Rani sekarang adalah istrimu.Jadi bersikap baiklah terhadapnya.Itu keinginan kakek".
Kak Reno hanya terdiam memandang wajah kakek.
"Ren,Reno! apa kamu mendengar apa yang kakek katakan?".
"Iy..iya kek,Reno dengar,"jawabnya dengan terpaksa.
"Berjanjilah kepada kakek bahwa kamu akan selalu menjaga dan membahagiakan Rani".
Kak Reno kembali tertegun mendengar ucapan Kakek.
"Ren,Reno!,"gertak kakek.
"Iy..iya kek,"jawab Kak Reno terbata.
"Kok malah melamun Ren.Kakek ingin kalian berdua berjanji untuk selalu bersama walau apa pun yang terjadi.Bisa kalian menjanjikan hal itu kepada kakek".
"In syaAllah kek,"jawabku.
Dan Kak Reno pun hanya mengangguk,lalu Pak Sugeng,Bu Sri dan Mbak Riska berjalan ke arahku dan Kak Reno.Mbak Riska merangkulku dan Kak Reno dari belakang.
"Yang akur ya adek-adekku,"ucap Mbak Siska dengan gurauan.
Dari seberang tempat tidur kakek.Pak Sugeng dan Bu Sri berdiri sambil melihat ke arahku dan Kak Reno.
"Mulai sekarang kalian berdua harus benar-benar menyimpan rahasia pernikahan kalian.Dan belajar untuk saling mengenal dan memahami karakter masing-masing,"ucap Bu Sri lalu ia menyambung kembali perkataannya,"Dan Rani,kamu jangan terlalu dekat lagi dengan Roy ya nak,mama kurang suka,karena sekarang Rani adalah menantu mama dan istrinya Reno.Mama harap Rani mengerti".
"Iya mah,"jawabku pelan.
"Baiklah jika begitu.Rani dan Reno silahkan ganti pakaian dulu,"ucap Bu Siska.
Tanpa komando Kak Reno langsung bergegas masuk ke toilet di ruang rawat kakek.Sementara itu,Mbak Riska membantuku membersihkan riasan di wajahku.Lalu Pak Sugeng dan Bu Sri izin keluar untuk mengecek dan memantau kondisi bunda.Dan kakek tampak sudah tertidur setelah minum obatnya.
Tidak lama kemudian Kak Reno keluar dari toilet,dia berjalan kearahku dan langsung menarik tanganku.Aku pun sontak terkejut,
"Ehh...Ehhh,aduh,"ucapku merasa sedikit sakit.
"Ren,Reno.kamu mau membawa Rani kemana,"ucap Mbak Riska sambil bangkit dari duduknya.
__ADS_1
"Kakak tunggu saja di situ.Reno ingin berbicara sebentar dengan dia,"ucap Kak Reno sambil terus menarik tanganku.
Aku pun hanya bisa pasrah mengikutinya. Karena ragaku tidak cukup kuat untuk melepaskan tarikan tangannya yang kuat mengenggam tanganku.