
Tidak lama kemudian Abi dan Enjid mengirimkan pesan pada telepon genggam milik dari salah seorang laki-laki bertubuh besar yang telah ku ambil.
Abi memberitahukan kepada Kak Reno, jika saat ini kami berada jauh di kawasan hutan pinus. Sekaligus Abi meminta kami untuk berhati-hati, selama aparat kepolisian dan Abi belum tiba di tempat keberadaan kami saat ini.
Kak Reno meminta ku untuk segera bangun dan kembali berjalan ,hingga kami semua tiba di pemukiman penduduk.
Belum jauh langkah kaki ku dan Kak Reno berjalan. Mobil-mobil jeep milik para pelaku penculikan terhadap diri ku dan Kak Reno. Sudah berlalu lalang di hadapan kami.
Kak Reno segera mengajak diri ku untuk bersembunyi.
"Mereka semua terus berusaha mencari keberadaan kita Ran, " ucap Kak Reno pelan sambil mengajak ku bersembunyi di balik semak-semak tanaman.
Aku masih terdiam dan memandangi wajahnya Kak Reno.
Kak Reno menatap diri ku.
"Mengapa kamu memandangi diri ku seperti itu Ran?, " tanya Kak Reno sambil tersenyum pada ku.
Aku menggeleng kan kepala ku pelan lalu menundukkan kepala ku.
"Semua ini terjadi karena kesalahan ku Kak Reno, " ucap ku penuh penyesalan.
Kak Reno memegang wajah ku dengan kedua tangannya.
"Mengapa kamu berkata seperti itu Ran?. "
"Kak Roy melakukan hal ini semua karena diri ku Kak Reno. Jika saat itu aku bersedia menikah dengan dirinya pasti dia tidak akan melakukan semua hal ini. Termasuk tidak akan menyakiti dan melukai mu Kak Reno, " kata ku.
Kak Reno mengangkat wajah ku ke atas lalu mendekatkan nya dengan wajahnya.
"Apa yang kamu katakan Ran. Aku bahkan rela untuk terluka dan terjatuh ribuan kali. Selama engkau menjadi istri ku. Engkau adalah cinta pertama ku Ran. Kehadiran mu di dunia ini adalah menjadi alasan terbesar bagi ku untuk terus bertahan. Sebab diri mu adalah kehidupan dan kematian ku. "
Pandangan mataku berkaca-kaca menatap Kak Reno, begitu pula dengan dirinya yang menatap wajah ku dengan lekat dan dalam.
Air mata kami berdua mengalir perlahan tanpa diri ku dan Kak Reno sadari.
"Aku mencintaimu Ran, bahkan setelah kematian akan menjemput diri ku, " ucap Kak Reno penuh dengan keharuan.
Aku menutup bibir Kak Reno dengan kedua jemari tangan ku .
"Jangan berkata seperti itu Kak Reno, " pinta ku.
Kak Reno mencium jemari tangan ku dengan air matanya yang terurai.
__ADS_1
Perasaan ku menjadi hangat dan begitu dekat dengan Kak Reno.
Jemari tangannya kembali memegang wajah ku, dimana ia mendekatkan unung hidung nya pada ujung hidung ku.
Kak Reno lalu memeluk tubuh ku erat seraya mengungkapkan perasaan cinta nya pada ku.
Aku dan Kak Reno semakin dekat dalam kebersamaan kami saat ini.
Dimana hati ku secara perlahan dan pelan semakin nyaman berada di dekatnya.
"Ran, ayo kita melanjutkan perjalanan kita sekarang untuk menuju pemukiman penduduk yang sepertinya tidak begitu jauh lagi dari sini, " ucap Kak Reno pada ku.
Aku pun menganggukkan kepala ku dan menuruti permintaannya.
Sambil melihat keadaan di sekitar kami yang telah aman dan tidak terlihat orang-orang suruhan Kak Roy. Akhirnya kami berdua pun keluar dari persembunyian dan mulai berjalan dengan hati -hati.
Selama di sepanjang perjalanan Kak Reno terus mengenggam jemari tangan ku erat dan tidak pernah melepaskan nya walaupun sedetik saja.
Aku benar-benar merasa terlindungi oleh dirinya. Dan ketika aku dan Kak Reno hampir sampai di dekat pemukiman penduduk. Entah dari mana datangnya dan tanpa sepengetahuan ku dan juga Kak Reno.
Orang-orang suruhan Kak Roy sudah berada di dekat kami dan mengepung ku juga Kak Reno dari segala penjuru.
Hatiku berdegup kencang dalam kecemasan yang teramat sangat.
Kak Reno mengenggam jemari tangan ku dengan semakin erat.
"Tetap berada di dekat ku Ran, "pinta Kak Reno pada ku.
Sambil menelan air ludah aku pun terus mendekat kan diri ku pada tubuh Kak Reno. Sembari berdo'a memohon pertolongan dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala, akan niat jahat dan buruk dari orang-orang ini.
" Kalian mau kemana lagi?. Hah!, "bentak salah satu laki-laki bertubuh besar dari mereka.
" Biarkan kami pergi dari sini, "ucap Kak Reno pada mereka.
Hahahaha.... Hahahaha.
Terdengar suara tawa mereka yang menggelegar di suasana yang sunyi ini.
" Mau pergi dari sini. Hah!. Jangan bermimpi. Kali ini kalian berdua akan kami pastikan tidak akan bisa kemana pun lagi, "ancam laki-laki bertubuh besar yang lainnya.
Mereka semakin mendekat ke arah ku dan Kak Reno.
Aku dan Kak Reno terus berjalan mundur dan berusaha untuk menjauh dari mereka.
__ADS_1
Tetapi mereka terus mendekat dan berusaha untuk mendekatiku dan Kak Reno.
Aku dan Kak Reno berusaha untuk menghindar juga belari menjauh.
Namun, mereka berhasil menangkap ku dan Kak Reno.
Aku begitu panik dan terus berteriak meminta tolong, saat dengan kasar mereka berusaha untuk menyakiti Kak Reno.
" Tolong... tolong... tolong..., "teriakku keras.
Tetapi tetap saja tidak ada yang datang untuk menolong ku dan Kak Reno.
" Terus saja kamu berteriak dengan keras, karena tidak akan ada satu orang pun yang akan datang menolong kalian. Hahahaha.. Hahahaha, "ucap laki-laki bertubuh besar kepada diri ku.
Dengan kasarnya mereka terus memukuli Kak Reno.
" Hentikan... Hentikan. Jangan sakiti Kak Reno. Ku mohon hentikan, "teriak ku meminta kepada mereka.
Namun, mereka tetap tidak peduli dan terus melakukan tindakan mereka.
Hatiku terasa sakit dan teriris.
Dimana tanpa ku sadari air mata ku pun terus mengalir tiada henti.
" Jangan menangis Ran. Kamu harus kuat, aku tidak apa-apa. Percayalah, Allah akan segera membantu kita terbebas sari semua ini, "ucap Kak Reno sambil menahan rasa sakit yang ia dapatkan.
Mereka semua lalu membawa diri ku dan Kak Reno dengan paksa, untuk kembali ke rumah dimana mereka menyekap ku dan Kak Reno.
Mereka lalu mengikat ku dan Kak Reno berjauhan.
Dan tidak lama kemudian.
Sosok berjubah hitam bersama wanita yang menutup wajahnya datang di hadapan kami.
Aku begitu marah dan kesal akan perlakuan mereka terhadap Kak Reno.
Hingga tanpa sadar aku pun terus berteriak memanggil Kak Roy untuk melepaskan diri ku dan Kak Reno.
Tentu saja Kak Roy terkejut dan panik karena ia sekarang mengetahui, jika aku dan Kak Reno tahu. Bahwa dirinya otak di balik semua penculikan yang terjadi kepada ku dan Kak Reno.
Dengan wajah penuh ketegangan Kak Roy pun akhirnya membuka topeng dan jubahnya.
Aku pun memandang dirinya dengan penuh rasa tidak percaya dengan air mata yang terus berurai.
__ADS_1