Jodoh Pilihan Tuhan

Jodoh Pilihan Tuhan
Mencari keberadaan ku.


__ADS_3

Sudah jatuh tertimpa tangga pula.


Menjadi sebuah ungkapan peribahasa yang seolah menggambarkan kondisi Kak Roy saat ini. Setelah satu minggu putrinya di rawat di rumah sakit. Kak Roy harus menerima kenyataan yang menyakitkan, yaitu dengan meninggalnya Om Surya karena serangan jantung. Kak Roy semakin terpuruk menerima takdir hidup, yang harus membuat kedua orang tuanya pergi untuk selama-lamanya di dalam kehidupannya.


Dalam masa berkabung, pikiran depresi dan tertekan mulai menghampiri dirinya.


Dalam langkah gontainya, tanpa sadar ia berjalan kaki menuju ke kediaman keluarga Imandar.


Dimana kedatangannya begitu sangat mengejutkan dan membuat seluruh anggota keluarga Imandar shock.


Namun, Ummah dan keluarganya tetap menyambut dengan baik kedatangan Kak Roy ke rumah mereka.


Dengan air mata yang terus berderai, Kak Roy meminta kepada Ummah untuk bertemu dengan diri ku, sekaligus mengetahui keberadaan ku saat ini.


"Roy, mohon Ummah. Tolong beri tahu keberadaan Rani saat ini. Setidaknya demi putri Roy, dan jika Ummah tidak ingin memberitahukan keberadaan Rani saat ini. Ummah saja yang meminta Rani untuk datang kemari. Karena keadaan putri Roy, yang semakin mengkhawatirkan kondisinya, " punya Kak Roy dengan sangat memelas kepada Ummah.


Ummah terdiam sekaligus berpikir, ia benar-benar berada dalam kebingungan. Di salah satu sudut hatinya ia merasa sangat prihatin dan simpati akan keadaan Kak Roy. Namun, di sisi lain hatinya Ummah begitu takut. Jika saat Rani kembali bertemu dengan Kak Roy akan membawa masalah bagi hubungan pernikahan ku dengan Kak Reno.


Ummah benar-benar berada di dalam dilema yang sangat membuat pikiran dan hatinya, begitu nelangsa dalam rasa kecemasan yang teramat sangat.


Beliau sungguh sangat bingung untuk memutuskan dalam memberitahukan keberadaan ku pada Kak Roy.


Kak Roy semakin mendesak Ummah dan mengatakan jika putrinya sungguh-sungguh membutuhkan diri ku. Dan jika terlambat maka putri Kak Roy akan berada dalam kondisi yang berbahaya.


Ummah meminta waktu kepada Kak Roy agar dapat berpikir sambil meminta Kak Roy untuk dapat menenangkan dirinya.


Ummah lalu meminta Pak Budi untuk menemani Kak Roy. Sampai keadaan Kak Roy menjadi tenang dan emosional.


Sementara itu, Ummah menuju ke ruang keluarga untuk berdiskusi dengan Abi dan Wirda juga Enjid.


Apakah akan memberitahukan dimana keberadaan diri ku saat ini atau tidak.


Semua orang tampak bingung dan ragu. Dimana mereka semua takut jika keputusan yang mereka ambil kali ini akan dapat merusak kebahagiaan ku lagi.


"Bagaimana menurut Abi dan Enjid tentang masalah ini?, " tanya Ummah meminta pendapat.


Abi dan Enjid masih tampak berpikir dan juga terlihat ragu.

__ADS_1


"Kita meminta Rani untuk menghindar dari kota ini dan keluarga Roy. Dengan alasan supaya Rani dapat memulai kehidupan barunya dengan Reno. Tetapi keadaan putri Roy sungguh membuat pikiran kita untuk memutar otak. Agar kita tidak melakukan kesalahan dan merusak kebahagiaan Rani, " ucap Enjid dengan wajahnya yang sangat serius.


"Benar apa yang Enjid katakan. Jangan sampai karena rasa iba kita pada Roy dan putrinya. Maka kita mengorbankan kebahagian Rani. Karena saat ini Rani juga sedang berproses untuk menerima kehadiran Reno sebagai suaminya blagi, " sahut Abi.


"Lalu apa yang harus kita lakukan?, " tanya Ummah dengan wajah kebingungan.


Dan tiba-tiba Wirda yang sejak dari tadi diam. Kini ikut memberikan komentar dan sarannya.


"Maaf Ummah, Abi dan Enjid. Jika Wirda lancang dan berani untuk menyampaikan pendapat dan pemikiran Wirda. "


Ummah tersenyum kecil memandang Wirda sambil mengusap pundak menantunya itu.


"Tidak sayang. Kamu jangan pernah berpikir seperti itu. Ayo katakan saja apa yang menjadi pemikiran mu nak.Ummah ingin mendengarkannya, " kata Ummah.


"Bukankah benar Abi dan Enjid, " sambung Ummah lagi sambil menanyakan pendapat suami dan ayah mertuanya itu.


"Benar, " ucap Abi.


Dan Enjid hanya mengangguk sambil tersenyum.


Maka Wirda langsung menyampaikan sarannya.


Dimana Wirda menyarankan agar Kak Roy membawa putrinya untuk datang di kediaman keluarga Imandar. Setelah itu, Ummah dan yang lainnya dapat membawa putri Kak Roy untuk menemui diri ku. Tanpa Kak Roy mengetahui keberadaan diri ku.


"Tetapi bagaimana jika Roy membuntuti kita?, " tanya Ummah.


Wirda langsung menjawab dengan cepat, "Maka kita buat pengalihan Ummah yaitu dengan mengecoh nya. "


"Bagaimana caranya sayang?, " tanya Ummah.


"Kita menggunakan dua mobil Ummah. Dimana yang satu menuju ke tempat keberadaan Rani dan mobil yang ke dua kita arahkan Kak Roy menuju tempat lain," sahut Wirda.


"Bagaimana jika cara itu tidak berhasil sayang?, " tanya Ummah lagi.


"Kita mencari jalan keluar yang lain Ummah. Karena sangat tidak mungkin jika kita meminta Rani dan Kak Reno kemari.


Sebab, Wirda yakin Kak Roy akan membuat masalah akan hubungan Rani dan Kak Reno. Dengan memanfaatkan keberadaan putrinya yang sedang sakit dan begitu ingin dekat dengan Rani, " jelas Wirda.

__ADS_1


Ummah, Abi dan Enjid mengangguk tanda mereka memahami dan mengerti akan maksud Wirda.


Ummah tersenyum sambil mengusap kepala Wirda pelan.


Tidak lama kemudian Ummah bersama Abi dan juga Wirda menemui Kak Roy yang sedang mendapatkan nasehat dari Pak Budi.


Melihat Kak Roy yang sudah tampak terlihat tenang. Ummah pun segera meminta Kak Roy untuk membawa putrinya ke kediaman rumah keluarga Imandar.


Kak Roy pun menanyakan untuk apa membawa putrinya kemari, jika Rani tidak berada di kediaman rumah keluarga Imandar.


Abi tersenyum dan menjawab, "Kami akan membawa putri mu untuk menemui Rani. Untuk itu kami meminta diri membawa putri mu kemari. "


Kak Roy terdiam sambil berpikir.


Lalu ia menanyakan keinginannya.


"Apakah saya bisa ikut dengan kalian untuk dapat bertemu dengan Rani juga?, " tanya Kak Roy.


Ummah, Abi, Enjid, Pak Budi dan Wirda saling berpandangan satu sama lain.


Ummah menatap wajah Abi, untuk meminta suaminya itu menjawab pertanyaan yang di ajukan oleh Kak Roy.


Abi mengangguk tanda mengerti.


Dan tidak lama setelah itu. Abi pun langsung menerangkan kepada Kak Roy untuk tidak ikut bersama mereka menemui diri ku. Dengan maksud agar Kak Roy juga tidak terluka melihat diri ku bersama Kak Reno.


Abi menepuk pundak Kak Roy pelan dan meminta pengertian darinya.


Kak Roy mengangguk pelan seolah-olah ia benar-benar mengerti akan maksud perkataan Abi.


Tetapi di dalam hatinya kini.


Kak Roy berusaha untuk mencari sela, agar dapat membawa diri ku sejauh mungkin dari sisi Kak Reno.


Kak Roy tersenyum kecil dalam wajah lesu yang ia berusaha tunjukkan.


Tetapi tanpa semua orang ketahuilah di dalam pikiran dan hati Kak Roy sudah mulai tersusun rencana yang akan segera ia lakukan. Untuk memenuhi hasrat dan keinginannya dalam memiliki diri ku.

__ADS_1


__ADS_2