Jodoh Pilihan Tuhan

Jodoh Pilihan Tuhan
Pernyataan Kak Rafa.


__ADS_3

Ustad Fariz mencoba mengamati Kak Reno dan meyakinkan dirinya jika Kak Reno akan bersungguh- sungguh dengan perkataannya.


" Bagaimana menurut bapak?apakah aman jika pelaku bertemu dengan korban?," tanya Ustad Fariz kepada bapak aparat kepolisian yang mengawal Kak Reno.


" Oh tenang saja Nak Fariz.InsyaAllah aman sebab Nak Reno akan kami borgol kedua tangannya.Lagi pula kami semua berjaga dan mengawasi Nak Reno supaya tidak kabur atau melakukan hal- hal yang tidak terduga yang tidak kita harapkan," ujar bapak kepolisian kepada Ustad Fariz.


Kak Reno yang mendengar percakapan antara Ustad Fariz dan bapak kepolisian lalu menimpali percakapan mereka berdua.


" Jangan khawatir Ustad,aku tidak akan melakukan hal- hal yang dapat melukai bahkan menyakiti Rani.Aku dapat menjamin nya,"ucap Kak Reno sambil menatap langsung wajah Ustad Fariz dengan seksama.


"Hmmm,baiklah Dek Reno.Sebenarnya saya pun tidak memiliki hak untuk melarang atau pun mencegah Dek Reno untuk dapat bertemu dengan Dek Rani.Tetapi disini saya hanya berusaha untuk melindungi dan menjaga Dek Rani dari sikap atau tindakan Dek Reno yang mungkin dapat melukainya,maaf sebelumnya jika saya berkata seperti ini," ucap Ustad Fariz.


" Iya tidak apa- apa Ustad,saya mengerti dan sangat paham sekali.Mengapa Ustad dapat berkata demikian kepada saya.Sebab karena perangai dan tingkah laku kasar serta emosional saya terakhir kali kita bertemulah yang membuat Ustad ragu dan mempertimbangkan permintaan saya untuk dapt bertemu dengan Dek Rani," tutur Kak Reno dengan nada bicara yang pelan dan sopan.


Namun saat Ustad Fariz mencoba berbicara dengan Kak Reno.


Pak Budi pun lalu berbisik kepada Ustad Fariz, "Nak Fariz bagaimana?.Bapak melihat Nak Reno itu sifatnya seperti bunglon yang berubah-ubah sesuai keadaan dan keinginannya sendiri.Terkadang sangat kasar dan begitu tempramental .Lalu sekarang dia begitu lembut dan seolah-olah bukan menunjukkan dirinya.Bapak yang biasasunya.Bapak sungguh khawatir Nak Reno akan menyusun rencana baru atau memiliki siasat yang tidak kita ketahui uuntuk mencelakai Nak Rani.Mengingat hakim telah memvonis dirinya. Dan akan menahan Nak Nak Reno cukup lama di dalam seltahanan penjara.Bapak minta Nak Fariz mempertimbangkannya dengan betul-betul demi keselamatan Nak Rani,"ucap Pak Budi seraya berbisik ke telinga Ustad Fariz.


"Iya Pak Budi. tenang saja .Insya Allah saya akan mmelihat kesungguhan dari Dek Reno. Tetapi saya pun tidak bisa mencegah jika Dek Rani ingin bertemu atau menemui DekDek Reno.Karena keputusannya akan saya serahkan kepada Dek Rani sendiri.Apakah Dek Rani mau menemui Dek Reno atau tidak.Semua terserah kepada pilihan Dek Rani sendiri Pak," ucap Ustad Fariz melihat ke arah Pak Budi lalu melanjutkan kembali perkataannya,"Pak Budi juga jangan terlalu cemas.Dan jika Dek Rani ingin menemui Dek Reno kita berhati-hati saja dan sambil mengawasi Dek Rani. Supaya Dek Reno tidak melakukan hal yang tidak kita harapkan kepada Dek Rani. Insyaallah ada Allah subhanahu wa ta'ala yang akan selalu menjaga dan melindungi Dek Rani ,Pak.Untuk itu kita percayakan saja dengan menitipkan Dek Rani dalam perlindungan dan penjagaan Allah yang Maha Tahu dan Maha Kuasa atas segala sesuatu pun yang terjadi di muka bumi ini," ucap Ustad Fariz dengan tenang sambil tersenyum menatap wajah Pak Budi .


Pak Budi pun mengangguk mendengar perkataan Ustad Fariz.Kemudian Ustad Fariz pun menatap ke arah Kak Reno.


"Begini Dek Reno, saya akan bertanya dahulu kepada Dek Rani .Apakah dia mau menemui Dek Reno atau tidak. Dan jika Dek Rani memutuskan tidak ingin menemui Dek Reno. Maka saya harap Dek Reno tidak berkecil hati atau merasa terhina dan memiliki pikiran yang buruk terhadap Dek Rani. Saya harap Dek Reno paham dan mengerti akan perasaan dan kondisi yang dialami oleh Dek Rani saat ini. Mungkin tanpa Dek Reno sadari sudah cukup banyak Dek Rani mendapatkan perlakuan yang buruk dan sangat tidak manusiawi dari Dek Reno sendiri dan seluruh keluarga Dek Reno. Tetapi saya pun juga tidak bisa mencegah jika Dek Rani ingin menemui Dek Reno.Karena semua keputusan ada dalam pilihannya Dek Rani ,"ucap Ustad Fariz kepada Kak Reno.


Dan Kak Reno pun mengangguk ,"Iya Ustad. Baiklah saya paham dan mengerti.Kalau begitu saya menunggu Ustad Fariz menanyakan kepada Dek Rani. Apakah dia mau menemui saya.Dan saya mengucapkan terima kasih kepada Ustad Fariz yang telah bersedia mau mendengarkan permintaan saya,"ucap Kak Reno dengan wajah lesu dan sangat berharap.


" Ya baiklah kalau begitu Dek Reno.


Dek Reno tunggu dulu sebentar .Saya akan mencoba menghubungi adik saya Rada terlebih dahulu untuk memberitahukan niat Dek Reno untuk berbicara dengan Dek Rani.Sambil menunggu jawaban apakah Dek Rani bersedia menemui Dek Reno atau tidak," sahut Ustad Fariz kepada Kak Reno.


"Iya Ustad," kata Kak Reno pelan.


Lalu tidak lama kemudian Ustad Fariz pun menelpon Kak Rafa dan memberitahukan perihal keinginan Kak Reno yang ingin bertemu dengan diriku. Lalu dari sambungan telepon Kak Rafa pun meneruskan pesan yang disampaikan oleh Ustad Fariz kepadanya dan melanjutkannya kepada diriku. Kak Rafa pun bertanya kepadaku," Dek Rani ,apakah kamu ingin menemui Dek Reno.Dek Reno ingin berbicara kepadamu sebelum menyelesaikan masa tahanan atau hukuman penjaranya yang cukup lama. Kata Kak Fariz ,Dek Reno ingin meminta maaf kepadamu dan berbicara tentang sesuatu hal kepada Dek Rani,"ucap Kak Rafa kepada diriku .


Namun sebelum aku menjawab pertanyaan dari Kak Rafa. Wirda dengan buru-buru berusaha mencegah diriku agar tidak menemui Kak Reno. "Tidak Ran, menurutku kamu tidak usah lagi menemui Kak Reno dan kamu tidak usah lagi berurusan dengannya.Kak Reno itu sudah terlalu banyak menipumu dan terlalu banyak bersandiwara. Terkadang dia menjadi sangat jahat dan tiba-tiba menjadi baik. Lalu jahat lagi dan tiba-tiba kembali baik. Kak Reno itu sekarang dalam posisi yang sangat terjepit dan terdesak Ran. Pasti dia memiliki suatu rencana yang busuk lagi agar kamu mau memaafkannya. Dan tidak ingin dirinya digugat cerai olehnya. Karena dia kan tahu keluarganya sudah jatuh miskin dan tidak memiliki apa-apa lagi .Sehingga mungkin Kak Reno memiliki rencana baru untuk menjerumuskanmu lagi dalam masalah yang yang ingin Ia buat untuk dirimu Ran,"ucap Wirda dengan cemas sambil menggenggam tanganku .


"Wir,kamu jangan su'udzon kepada Kak Reno. Aku tahu memang dia tidak pernah memiliki niat yang baik kepadaku. Dia itu selalu membenciku tetapi tidak ada salahnya kan jika aku menemuinya untuk terakhir kalinya .Karena setelah ini aku pun akan berpisah dengannya dan tidak ada lagi ikatan dengan Kak Reno serta aku pun tidak akan lagi memiliki hubungan apapun dengannya juga keluarganya lagi.Jadi aku akan menemuinya Wir.Dan kamu tidak usah khawatir Insya Allah aku akan baik-baik saja. Ada Allah Subhanahu wa ta'ala yang akan menjaga dan melindungiku .Karena penjagaannya dan perlindunganNya itu tidak terbatas dan melebihi kemampuan penglihatan dan pengawasan manusia.Sehingga kamu tenang dan percayakan semuanya kepada Allah ya.Lagi pula kalian semua bersamaku jadi mana mungkin Kak Reno akan berani macam- macam dengan diriku," ucapku dengan pelan berusaha meyakinkan Wirda yang begitu mengkhawatirkan diriku.


"Tetapi Ran,aku tetap tidak yakin jika kamu menemui Kak Reno ,"bantah Wirda dengan penuh kecemasan. Lalu Kak Rafa yang mendengar percakapanku dengan Wirda ikut menimpali pembicaraan kami.


"Dek Wirda biarkan Dek Rani memutuskan apa yang terbaik untuknya. Kita dukung saja. Lagi pula kita semua akan menemani Dek Rani ke dalam. Oh iya tadi Kak Fariz juga bilang bahwa polisi juga sudah memborgol kedua tangan Dek Reno untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan kepada Dek Rani .Dan Dek Reno tetap dalam pengawasan aparat kepolisian yang menjaga Dek Reno saat nanti berbicara dengan Dek Rani.Jadi Dek Wirda tidak perlu merasa cemas berlebihan seperti itu ya. Nanti wajah cantikmu terlihat lebih tua loh, hehehe....," ucap Kak Rafa sambil menggoda Wirda.

__ADS_1


Aku yang mendengar Kak Rafa sedikit bercanda kepada Wirda pun tersenyum.


" Tuh Wir.Dengar tuh apa yang dikatakan Kak Rafa kepadamu. Nanti jika wajah cantikmu berubah menjadi tua bagaimana? Lalu siapa pemuda yang akan suka kepadamu jika wajahmu tiba-tiba menjadi tua secara mendadak?," sambungku mencoba menggoda Wirda.


"Ah kamu itu Ran dan Kak Rafa malah bercanda saja ,"ucap Winda sambil cemberut .


Lalu dengan cepat Kak Raf pun menimpali perkataan Wirda. "Tidak apa-apa Dek Rani jika wajah Dek Wirda menjadi tua dan tidak ada satupun pemuda yang mau mendekatinya. Maka Kak Rafa siap dan sangat siap sekali untuk meminang Dek Wirda untuk menjadi istri Kak Rafa," ucap Kak Rafa dengan serius dan tersenyum.


Mendengarkan perkataan Kak Rafa. Wirda dan diriku menjadi terkejut dan tidak dapat berkata-kata.


Lalu dalam keterkejutan diriku dan Wirda Kak Rafa pun segera bergegas mengalihkan topik pembicaraan untuk mencairkan suasana ."Ya sudah .Ayo Dek Rani. Katanya ingin menemui Dek Reno. Mari sekarang kita bergegas keluar dari mobil ya," ajak Kak Rafa kepada diriku.


" Iy... iya Kak Rafa," jawabku pelan .


"Ayo Wir," ucapku lagi sambil menggerakkan tangan Wirda yang sedang termenung.


"Iya Ran," jawab Wirda terkejut dari lamunannya.


Lalu aku yang dibantu Wirda turun dari mobil dan ditemani oleh kak Rafa berjalan perlahan memasuki ruang sidang untuk dapat berbicara langsung dan menemui Kak Reno yang ingin berbincang hal yang penting denganku .Sementara itu di dalam perjalananku menuju ke ruang sidang Kak Rafa terus memandang ke arah Wirda sambil tersenyum dan selalu mencuri pandang ke arah Wirda.


Wirda pun terlihat salah tingkah dengan tatapan Kak Rafa yang begitu sangat mengamati dirinya begitu dalam dan lekat.


" Mengapa Kak Rafa melihatku seperti itu?," tanya Wirda yang menjadi tidak nyaman karena Kak Rafa terus menatap dirinya.


Wirda yang sambil menuntunku dengan perlahan segera merespon tindakan dari Kak Raka. "Kenapa kak Rafa hanya tersenyum saja dan tidak menjawab pertanyaanku? Memangnya ada yang aneh di wajahku sehingga Kak Rafa senyum-senyum seperti itu?," tanya Wirda dengan mukanya yang semakin cemberut.


" Tidak Dek Wirda tidak ada yang salah dengan wajahmu dan tidak ada yang lucu. Apakah salah jika Kak Rafa melihat ke arah Dek Wirda dan memandangi wajah Dek Wirda?," tanya Kak Rafa sambil tersenyum. "Tidak salah sih tetapi kenapa Kak Rafa terus mengamatiku. Aku menjadi tidak nyaman Kak.Oh ya Kak Rafa, jika memang ada sesuatu yang ingin Kak Rafa katakan.Maka katakan saja tidak perlu disembunyikan.Dari pada Kak Rafa bersikap aneh dengan terus tersenyum dan memandangi wajah Wirda terus,"ucap Wirad secara spontan dan ceplas-ceplos.


" Benarkah Dek Wirda .Jika Kak Rafa boleh mengatakan apapun kepada Dek Wirda?," tanya Kak Rafa sambil berjalan pelan di sampingku.


"Iya katakan saja Kak Rafa. Tidak ada yang melarang Kak Rafa untuk mengatakan hal apapun kepada Wirda kok,"sahut Wirda dengan santai.


"Betul tidak Rani?," tanya Wirda kepadaku.


" Hah,iy... Iya ,"jawabku sedikit kaget sambil tersenyum.


Aku pun hanya tersenyum mendengar percakapan mereka berdua.


" Baik Dek Wirda. Karena Dek Wirda sudah mengizinkannya.Maka Kak Rafa akan berbicara langsung saja ,dengan Dek Rani sebagai saksinya untuk apa yang ingin kak Rafa katakan kepadamu," ucap Kak Rafa kepada Wirda.


"Hahahaha .Kak Rafa ini omongannya memakai Rani sebagai saksi segala Kak. Emangnya Kak Rafa ingin mengatakan apa sih? Wirda semakin penasaran saja?," ucap Wirda sambil melihat ke arah wajah Kak Rafa dengan tertawa.

__ADS_1


" Kak Rafa sebenarnya suka kepada Dek Wirda dan Kak Rafa berniat Ingin melamar Dek Wirda. Apakah Dek Wirda siap ?jika Kak Rafa meminta Abi dan seluruh keluarga Kakak untuk segera meminang Dek Wirda," ucap Kak Rafa dengan sangat serius.


Wirda yang semula tertawa. Tiba-tiba langsung terkejut mendengar apa yang dikatakan Kak Rafa begitu pula dengan diriku.


Langkah kakiku dan Wirda pun terhenti seketika. Setelah mendengar kata-kata yang keluar dari bibir Kak Rafa mengenai niatnya untuk melamar Wirda.


"HAH!Apa yang Kak Rafa katakan?tolong jangan bercanda dan main-main Kak Rafa,"tutur Wirda serius dengan wajah yang terkejut memandangi wajah Kak Rafa.


Kak Rafa pun kemudian memandangi wajah Wirda balik dengan tatapan yang sangat serius dan lekat.


"Kakak tidak bercanda Dek Wirda.Dan Kakak serius dengan ucapan Kakak.Maaf jika ucapan kakak membuat Dek Wirda sangat terkejut.Tetapi kakak tidak dapat berbasa- basi dan langsung saja berbicara pada intinya.Kakak berharap Dek Wirda tidak salah paham dan benar- benar memahami serta merespon niat baik kakak untuk meminang Dek Wirda.Untuk itu kakak akan menunggu jawaban dari Dek Wirda.Tetapi jangan terlalu lama ya Dek untuk memberikan jawaban Dek Wirda kepada Kakak.Sebab menunggu itu adalah hal yang menyakitkan dan membosankan," kata Kak Rafa.


Dan Wirda pun masih terdiam mendengar pengakuan langsung dari perasaan Kak Rafa kepadanya.


"Ayo Dek Wirda dan Dek Rani.Kok malah diam saja disitu tidak jalan,"panggil Kak Rafa kepadaku dan Wirda.


"Iy...iya Kak,"jawabku pelan.


"Ayo Wir,"ucapku kepada Wirda.


"Iya...Ran,"jawab Wirda tersentak.


"Kamu melamun ya memikirkan kata-kata Kak Rafa barusan,"tanyaku kepada Wirda yang menuntunku berjalan.


"Iya Ran,aku tidak menyangka jika Kak Rafa akan berkata demikian kepadaku.Apakah Kak Rafa bersungguh- sungguh atas ucapannya ya Ran,"tanya Wirda kepadaku.


"Mengapa tidak kamu tanyakan langsung saja dengan Kak Rafa,Wir?,"jawabku.


"Iya ya Ran.Ya sudah nanti sajalah Ran.Aku akan menanyakan kebenaran dari perkataannya kepadaku.Sekarang kita fokus masuk ke dalam saja ya,"ucap Wirda kepadaku.


"Wir,tetapi aku merasa jika Kak Rafa benar-benar menyukaimu.Dan aku sangat mendukung jika kamu menikah dengannya.Kak Rafa insyaAllah adalah pemuda yang baik.Dari tutur katanya ia langsung to the point pada apa yang menjadi maksud hatinya.Dia menginginkan dirimu menjadi istrinya,Wir bukan pacarnya.Itu berarti Kak Rafa sangat mencintaimu.Sebab tidak ada tanda keseriusan seorang laki-laki kepada perempuan untuk mengikatnya dalam hubungan yang sakral dan berstatus resmi yaitu pernikahan,"kataku kepada Wirda sambil berjalan.


" Tetapi masak aku langsung menerima pinangan dari Kak Rafa,Ran. Padahal kami belum lama mengenal Ran. Dan apakah secara mendadak kami bisa saling mencintai?," tanya Wirda kepadaku .


"Wirda cinta itu tidak tumbuh dalam hubungan yang lama. Cinta itu anugerah yang Allah berikan kepada hati seorang hamba tanpa mengenal usia ,waktu ,tempat dan status. Dan Kak Rafa adalah pemuda yang baik. Sebab Ia menghargai karunia akan cinta yang Allah berikan di hatinya untuk segera meminangmu menjadi istrinya. Lagi lagi pula jika Kak Rafa sudah berniat meminangmu. Berarti dia sudah mencintaimu Wir. Jika kamu masih ragu maka kamu bisa melakukan ta'aruf dahulu dengan Kak Rafa sambil salat istikharah memohon petunjuk dari Allah subhanahu wa ta'ala.Apakah akan menerima lamaran dari Kak Rafa atau tidak.


Menurutku Kak Rafa itu baik untukmu Wir,"ucapku kepada Wirda.


"Mengapa kamu dapat mengatakan jika Kak Rafa baik Ran?bukankah kebaikan seseorang tidak dapat dilihat?,"tanya Wirda kepadaku.


Aku tersenyum mendengar pertanyaan dari Wirda.

__ADS_1


"Kebaikan seseorang dapat kita lihat dari sikap perbuatan atau akhlaknya Wirda. Laki-laki yang mencintai seorang perempuan pasti akan langsung meminangnya dan tidak mengajaknya untuk pacaran. Karena dia tahu bagaimana cara menghargai dan menjaga wanita yang ia cintainya agar terhindar dari fitnah dan dosa.Sebab laki-laki yang mencintai perempuan dan langsung menikahinya itu berusaha untuk menjaga kehormatan perempuan yang ia cintai dan berada dalam perlindungannya .Percayalah Wirda cinta setelah menikah itu lebih indah daripada pacaran sebelum menikah. Karena dari beberapa hal yang kudengar saat kita sama-sama berusaha saling mengenal pasangan kita saat menikah maka itu adalah tahap yang indah untuk membuat hubungan pernikahan semakin harmonis dan dalam keberkahan yang Allah akan limpahkan. Semuanya sekarang tergantung kepadamu Wirda. Dan aku berharap kamu memikirkannya secara seksama dan tidak terburu-buru.Libatkanlah Allah Subhanahu Wa Ta'ala dalam pilihanmu dan perbanyaklah berdoa serta meminta petunjuk kepada Allah. Semoga kak Rafa adalah jawaban dari doa-doamu selama ini.Dan aku berharap Kak Rafa adalah imam terbaik yang dapat menuntutmu mendapatkan keberkahan dunia akhirat hingga membawamu kejannahNya,"ucapku sambil menggenggam tangan Wirda erat.


Lalu percakapanku dan Wirda pun terhenti karena langkah kaki kami berdua telah sampai di ruang sidang.Dimana Kak Reno, Ustad Fariz dan Pak Budi menunggu kedatangan diriku.


__ADS_2