
Perubahan drastis terjadi pada diri Kak Reno.Seluruh anggota keluarga dibuat tercengang akan transformasi sikap dan attitudenya dalam segala aspek terlebih lagi di bidang agama.
Pemahamannya membius semua orang termasuk diriku sendiri.
Entah bagaimana ia dapat bermutasi secepat itu menjadi sosok yang sangat santun dan bersahaja.
Rasanya ia adalah jelmaan orang asing yang terkurung dalam tubuh Kak Reno.
Namun,semua mustahil.
Ya begitulah kekuasaan Allah Subhanahu wa ta'ala dalam membolak-balikan hati seseorang.
Orang baik bisa mendadak jahat dalam kondisi tertentu pun sebaliknya orang jahat bisa mendadak baik dalam waktu sekejap.
Seseorang akan begitu cepat membenci.
Begitu cepat pula ia akan mencintai.
Manusia hanyalah sebagai makhluk ciptaan Allah Subhanahu wa ta'ala dan mempunyai hati yang sulit ditebak oleh siapapun juga.
Namun, siapa sangka kalau Allah Subhanahu wa ta'ala bisa dengan sangat mudahnya membolak-balikkan hati manusia tersebut.
Seperti dalam Al-Qur'an surat
Al-Muddatstsir ayat 31 yang berbunyi:
Wa ma ja‘alna ashaban-nari illa mala'ikah, wa ma ja‘alna ‘iddatahum illa fitnatal lil-lazina kafaru, liyastaiqinal-lazina utul-kitaba wa yazdadal-lazina amanu imanaw wa la yartabal-lazina utul-kitaba wal-mu'minun, wa liyaqulal-lazina fi qulubihim maraduw wal-kafiruna maza aradallahu bihaza masala, kazalika yudillullahu may yasya'u wa yahdi may yasya, wa ma ya‘lamu junuda rabbika illa huw, wa ma hiya illa zikra lil-basyar.
Yang artinya:
Kami tidak menjadikan para penjaga neraka, kecuali para malaikat dan Kami tidak menentukan bilangan mereka itu, kecuali sebagai cobaan bagi orang-orang kafir. (Yang demikian itu) agar orang-orang yang diberi kitab menjadi yakin, orang yang beriman bertambah imannya, orang-orang yang diberi kitab dan orang-orang mukmin itu tidak ragu-ragu, serta orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan orang-orang kafir (berkata,) “Apakah yang dikehendaki Allah dengan (bilangan) ini sebagai suatu perumpamaan?” Demikianlah Allah membiarkan sesat orang-orang yang Dia kehendaki (berdasarkan kecenderungan dan pilihan mereka sendiri) dan memberi petunjuk kepada orang-orang yang Dia kehendaki (berdasarkan kesiapan mereka untuk menerima petunjuk). Tidak ada yang mengetahui bala tentara Tuhanmu kecuali Dia sendiri. Ia (neraka Saqar itu) tidak lain hanyalah peringatan bagi manusia.
Dari surat Al-Muddatstsir ayat 31 terdapat narasi dari Allah Subhanahu wa ta'ala memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan menjadikan sesat siapa yang dikehendaki-Nya.
Semuanya menunjukkan bahwa dari kacamata takdir, hidayah adalah pemberian Tuhan.
Namun,apakah kemudian hasil dari hidayah selalu sesuai eskspektasi yang luar biasa?
Jawabannya itu adalah pilihan kita sendiri dan menjadi tanggung jawab kita atas apa yang kita pilih.
Dan Kak Reno memilih dalam ikhtiarnya untuk mengimani dirinya menjadi seorang mukmin yang beristiqamah di jalan Allah Subhanahu wa ta'ala.
Semua sebab nawaittu dan tekadnya yang luar biasa menurutku.
Bukan untukku tetapi karena Allah adalah tujuannya sehingga Allah ridho akan usaha dan kerja kerasnya memperdalam ilmu agama islam.
Lamunanku terus menerawang membuat argumen tentang Kak Reno.
Sekali lagi ia membuatku terkesima setelah ia kembali pulang ke rumah.
Belum selesai begitu terpana aku dan anggota keluarga lainnya mendengarkan Kak Reno memimpin do'a.
Kini ia selalu mengajak seluruh anggota keluarga yang lain untuk selalu salat berjamaah dan ia pun menjadi imam salatnya.
Suara merdunya melantunkan ayat-ayat suci menambah kenikmatan menyelami dan larut dalam kekhusyukan salat.
Akhhhh....
Gema lantunan suaranya seperti terus terngiang di telingaku samar-samar.
Di penghujung sore dengan nuansa merah jingga yang ditimbulkan kala matahari terbenam, membuat suasana kian syahdu. Segala penat terasa hilang ketika melihat senja, karena telah melewati satu hari kehidupan yang melelahkan.
__ADS_1
Melihat kehadiran senja menumbuhkan rasa syukur pada diriku atas ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa.
Menjadi sebuah wujud kagum atas indahnya alam semesta. Waktu senja menjadi titik di mana manusia seraya bertobat dan merenungi apa yang telah dilakukan dalam periode satu hari ini.
Salah satu nikmat Allah Subhanahu wa ta'ala yang sampai detik ini bisa kurasakan adalah masih bisa bernafas dan menghirup segarnya udara senja,"batinku.
Perlahan kupicingkan sedikit mata menghela napas perlahan menikmati keindahan senja dari balkon besar di lantai dua rumah Keluarga Suprapto.
Semilir angin berhembus lembut membelai pelan kerudungku.
"Senja membawa kesempatan baru untuk esok hari,"ucapku pelan.
"In syaAllah,Aamiin."
Suara Kak Reno mengagetkanku.
Ia seperti kilat yang selalu datang tiba-tiba dan menciptakan percikan gemuruh listrik saat kehadirannya.
"Kak Reno?,"kataku kaget.
Ia hanya tersenyum dan duduk disampingku.
"Sejak kapan Kak Reno disini?,"tanyaku.
"Sejak tadi,"jawabnya.
Ia memandang ke arah angkasa menikmati pemandangan senja dan seraya berkata.
"Kamu tahu Ran saat senja menyapa, aku menyadari bahwa ada sesuatu keindahan yang Tuhan ciptakan,"sambil menoleh ke arahku.
Aku melihat ke arahnya.
"Apakah kamu tidak ingin tahu Ran apakah itu?,"tanyanya.
"Apa?,"ucapku ingin tahu.
"Keindahan itu kamu Ran,"jawabnya sambil menunjukkan deretan giginya yang tersusun rapi.
Aku tersipu malu mendengarnya.
"Kakak suka waktu bersama denganmu Ran, menunda-nunda senja, menikmati luruh perasaan yang melanda. Lalu, berdoa kepada Allah Subhanahu wa ta'ala seperti ini;Ya Allah, jikapun senja sudah tidak ada, tetapkanlah hati kami dalam perasaan yang sama yaitu...,"ia menghentikan ucapannya dan memandang dalam ke arahku.
Tidak lama ia meneruskan ucapannya kembali.
"Yaitu perasaan cinta."
"Senja dan kamu adalah rindu. Reno dan Rani adalah satu.Kita berdua menikmatinya dalam senja-senja yang akan beranjak pulang. Dalam rasa sayang yang in syaAllah tak akan pernah hilang. Bahkan saat senja telah berhenti."
Lagi ia memandangku lekat.
Dan entah kenapa mataku tidak mampu menghindar dari tatapannya.
Sang Surya mulai terbenam Kak Reno berubah menjadi lebih puitis memaknai keindahan senja.
"Ran banyak kata yang ingin kurangkai indah untukmu.Namun,terkadang lidah menjadi keluh saat bersamamu.
Kakak tidak perlu banyak menjelaskan perasaan kakak.Sebab Rani sudah dapat mengetahui hanya Rani yang memiliki hati kakak.Untuk itu kakak ingin berbicara serius denganmu Ran," sambil bangkit dari duduknya.
Kak Reno berjalan mendekatiku.Lalu,pelan ia genggam jemariku dan menarik tubuhku berdiri.
Wajah kami begitu dekat hingga aku dapat mencium aroma tubuhnya.
Perasaan terbakar menggelora menjalar di seluruh tubuh.
__ADS_1
Dregggggg....
Dukk....Dukkkkk...dukkkkk...
Irama detak jantung berdegup semakin cepat dan tidak menentu.
"Ran,"bisiknya lembut.
"Dengan senja samar sepoi dan matahari senja yang menggantung manis manja di cakrawala.Dari lubuk ketulusan hatiku yang terdalam.Maka kusampaikan niatku padamu Ran.Kakak ingin menikahimu secara sah sesuai perundang-undangan negara."
Kurasakan genggaman tangannya yang kuat dan dingin.
Aku mendengarkan ucapannya sungguh-sungguh.
"Namun,semua kembali padamu Ran.
Kakak tidak ingin memaksakan semuanya padamu.Kakak ingin hidup bersamamu tetapi atas kemauanmu sendiri Ran bukan paksaan.Jika memang Rani merasa terbelenggu menjalani pernikahan siri ini kakak akan berusaha melepaskanmu.Meskipun itu bukan yang kakak inginkan Ran."
Ia memandangku lekat seraya mengusap kepalaku lembut.
"Kakak menunggu jawabanmu Ran.
Dan tidak perlu Rani menjawabnya sekarang.Rani dapat salat istikharah memohon petunjuk kepada Allah Subhanahu wa ta'ala."
"Dan jangan menjadikan ini sebagai beban Ran.Kakak ingin melihatmu bahagia.Menyadari pentingnya dirimu untuk kakak tetapi sekali lagi cinta tidak dapat dipaksakan bukan.Kakak ingin mencintaimu dan membina kebahagian hidup berumah tangga atas dasar ibadah kepada Allah Subhanahu wa ta'ala."
Aku memandanginya dan berusaha melawan lidahku yang terasa keluh.
"Baiklah kak,berikan aku waktu untuk berpikir dan memohon petunjuk kepada Allah Subhanahu wa ta'ala."
Kak Reno tersenyum.
"Tentu saja Ran.Seperti halnya kematian, jodoh adalah misteri terbesar yang harus dihadapi manusia dalam kehidupan. Dan itu berarti, kita tidak tahu kapan dan dengan siapa kita akan dipertemukan. Seperti halnya pertemuan dan pernikahan siri kita.Semua atas izin dari Allah Subhanahu wa ta'ala,"jelasnya.
"Iya kak,apa yang menjadi milikmu, akan menemukanmu pula.""jawabku sambil mengangguk.
Kak Reno tersenyum mendengarkan kata-kataku.
"Kamu tahu Ran apa yang membuat kakak mencintaimu?,"tanyanya.
Aku mengelengkan kepala.
"Karena kamu membuat kakak jatuh cinta kepada Allah Subhanahu wa ta'ala setiap hari."
Tidak lama ia memandang ke arah langit.
"Setelah ini kakak ingin melanjutkan kuliah di Mesir Ran. Kakak ingin lebih memperdalam ilmu agama.Untuk itu kakak ingin membawa Rani bersama kakak menemani kakak.Namun,sebelum niat itu terlaksana kakak ingin menikah secara resmi dengan Rani,"ucapnya sambil memandang ke arahku.
Aku sedikit kaget mendengar niatnya.
"Allah selalu punya skenario terindah untuk hamba-Nya. Kakak hanya perlu bersabar dan ikhlas dalam menanti jawabanmu Ran. Bersyukur atas semua kebaikan dan ujian yang Allah Subhanahu wa ta'ala berikan."
Lalu,ia melanjutkan kata-katanya lagi.
"Pernikahan merupakan penyatuan dua insan antara pria dan wanita yang telah diatur dan digariskan untuk berjodoh oleh Allah Subhanahu wa ta'ala.Namun, jodoh memang perkara gaib yang hanya Allah Subhanahu wa ta'ala saja yang mengetahuinya. Manusia hanya tinggal berusaha dan berikhtiar. Termasuk kakak yang berupaya dengan sungguh-sungguh
memantaskan diri agar diberi pasangan sesuai dengan yang kakak harapkan yaitu dirimu Ran," ucapnya sambil kembali mengenggam jemariku.
Ya Allah,rasanya hatiku meleleh mendengar ucapannya.
Aku menjadi terkesima dengan buah pikirannya yang tumbuh dalam naluri keimanan dan ketakwaan.
Tanpa kusadari Kak Reno telah membiusku dengan pesona pemahaman agamanya,sudut pandang pikirannya dan konsep hidupnya.
__ADS_1