
Setelah sampai di rumah Wirda bergegas menghubungi Ustad Fariz dan memberitahukan tentang niat mbak Riska yang ingin membawa diriku ikut serta dengannya.
"Bik Inah dan Bik Siti tolong bawa Rani ke kamar untuk beristirahat," ucap Wirda meminta kepada Bik Inah dan Bik Siti.
"Baik Nak Wirda," jawab Bik Inah dan Bik Siti secara bersamaan. Lalu aku yang mendengar perkataan Wirda pun segera mempertanyakan tindakan Wirda.
" Kenapa Wir kamu menyuruhku untuk segera masuk ke kamar ?,"tanyaku kepada Wirda.
"Tidak apa-apa Ran,aku hanya ingin kamu berada di tempat yang aman. Bukankah tadi kamu mendengar sendiri bagaimana Mbak Riska ingin berusaha membawamu pergi. Dan kita tidak tahu apakah dia memiliki maksud atau niat yang buruk terhadapmu. Setidaknya aku berjaga-jaga dan memastikan dirimu aman berada di dalam rumah," jawab Wirda kepadaku.
"Tetapi kenapa tiba-tiba mbak Riska ingin datang menemuiku dan ingin membawaku Wir," tanyaku kepada Wirda.
"Itu juga yang ingin aku ketahui Ran,tetapi kita tidak tahu apa maksud yang tersembunyi dari kedatangan mbak Riska untuk membawamu pergi. Namun ,kurasa semua ini ada kaitannya dengan Kak Reno dan gugatan perceraian yang kamu ajukan kepada Kak Reno.Tetapi kita harus berjaga-jaga Ran, untuk kemungkinan terburuk. Karena kita tahu kan seluruh keluarga Suprapto itu licik dan dapat berbuat apapun agar mereka dapat memenuhi semua keinginan mereka," ucap Wirda kepadaku. Aku pun terdiam memikirkan kata-kata Wirda.
"Wir. Apakah sebaiknya aku menemui mbak Riska atau kembali ke rumah keluarga Suprapto ?,"tanyaku kepada Wirda.
"Apa Ran? Apakah kamu itu sudah gila?Mengapa kamu bisa mempunyai pikiran seperti itu? hah!," ucap Wirda terkejut dan marah.
" Maksudku bukan seperti itu Wir.Aku tidak ingin jika kakek ,Pak Sugeng ,Bu Sri dan mbak Riska akan mengganggu keluargamu lagi. Aku tidak ingin sampai om dan tante terlibat masalah gara-gara keberadaanku di sini. Aku tidak ingin membuat hidupmu menjadi berantakan lagi Wir," ucapku dengan raut wajah sedih.
"Ran tolong dengarkan aku. Aku akan berusaha memastikan tidak ada yang akan berani mengganggu keluargaku lagi dan aku tidak akan membiarkan itu terjadi. Apalagi sampai mereka menyakiti dan membawamu pergi dari sini. Tidak akan pernah kubiarkan Ran," ucap Wirda sambil memegang jemari tanganku.
"Tetapi Wir,kamu tahu sendiri bagaimana keluarga Suprapto itu .Mereka itu kejam dan bisa berbuat nekat. Coba Wir tolong pikirkan setidaknya bukan untukmu atau untukku.Tetapi untuk om dan tante tolong pikirkan itu," ucapku kepada Wirda memohon.
Wirda lalu menggenggam jemariku kuat dan memegang pipiku.
"Kamu itu juga berarti untukku Ran.kamu itu sahabatku. Sudah cukup penderitaan yang kamu alami selama ini dan sekarang saatnya kamu harus berani dan memulai kehidupanmu yang baru. Kamu juga harus memikirkan kehidupanmu sendiri Ran. Dan sampai kapan kamu harus terus terkungkung dalam belenggu keluarga Kak Reno. Tidak Ran sudah saatnya kamu bebas. Sudah saatnya kamu lepas mengarungi kehidupanmu dan menjalani kehidupanmu seperti orang lain pada umumnya. Kamu juga berhak untuk bahagia Ran. Kamu juga berhak untuk menentukan kehidupanmu sendiri. Dan aku mohon kamu jangan berpikir untuk kembali lagi ke keluarga itu .Hanya untuk membuat keluargaku merasa aman, hanya untuk memikirkan mama dan papaku agar tidak mendapat gangguan dari mereka. Tidak Ran, sudah cukup!.Aku mohon sekali saja kamu memikirkan dirimu sendiri dan berhenti untuk memikirkan orang lain ,"ucap Wirda dengan sangat serius kepadaku.
Aku pun terdiam mendengar kata-kata Wirda. Lalu Bik Siti pun yang mendengar percakapanku dan Wirda. Bik Siti juga berusaha mengingatkanku.
"Nak Rani apa yang dikatakan Nak Wirda itu ada benarnya. Nak Rani tidak boleh berpikiran seperti itu yaitu untuk kembali ke keluarga Suprapto hanya karena Nak Rani takut jika mereka akan mengganggu keluarga nak Wirda. Nak Rani jangan percaya dengan tipu muslihat mereka nak. Bibi tahu mereka tidak akan mungkin mau melepaskan Nak Rani maka dari itu mereka akan terus mengejar dan mencari keberadaan Nak Rani. Dan jangan pernah Nak Rani berpikir untuk kembali pada keluarga itu lagi nak. Hal itu sama saja dengan mengundang maut untuk kehidupan Nak Rani sendiri, "ucap Bik Siti kepadaku.
"Iya nak Rani jangan pernah berpikiran untuk kembali ke keluarga itu lagi. Benar yang dikatakan nak Wirda .Nak Rani sudah saatnya terbebas dari jeratan keluarga itu. Nak Rani jangan takut ada Bik Siti ,nak Wirda dan Bik Inah yang sekarang juga ikut menjaga Nak Rani, "ucap Bik Inah kepadaku.
"Ya sudah Ran sekarang kamu masuk dulu ke dalam untuk berjaga-jaga, "ucap Wirda kepadaku.
"Bik Siti temani Rani dulu ke dalam kamar ya, "pinta Wirda kepada Bik Siti.
"Baik nak Wirda, "jawab Bik Siti .
"Ran kamu masuk dulu ke dalam dan ditemani Bik Siti ya. Aku mohon kamu jangan berpikiran yang macam-macam dan aneh-aneh. Tolong kali ini kamu harus dengarkan diriku baik-baik .Aku memintamu dengan sangat Ran, "ucap Wirda kepadaku.
Lalu tidak lama kemudian Bik Siti dan Bik Inah menuntunku masuk ke dalam kamar Wirda.
__ADS_1
Sementara Wirda dengan cepat lalu menghubungi Ustad Fariz dan memberitahukan informasi tentang kedatangan mbak Riska.
" Halo Assalamualaikum Kak Faris, "ucap Wirda mengucapkan salam saat menghubungi Ustad Fariz.
"Wa'alaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh. Iya dek Wirda, ada apa?,"tanya Ustad Fariz kepada Wirda.
"Kak Faris bisa ke rumah Wirda sekarang?,"tanya Wirda.
Ustad Fariz yang mendengar ucapan Wirda pun sedikit terkejut dan bertanya, "Memangnya ada apa Dek Wirda? Apakah ada sesuatu hal yang terjadi kepada Dek Rani ?,"tanya Ustad Fariz kepada Wirda dengan suaranya yang sedikit cemas.
Wirda pun menjelaskan tentang kronologi peristiwa yang terjadi saat mbak Riska datang untuk membawa Rani.
"Begini ustad Fariz.Saat Wirda mengajak Rani ke taman di perumahan tiba-tiba mbak Riska kakaknya Kak Reno datang kemari. Sepertinya dia memiliki niat yang buruk terhadap Rani ,Kak .Mbak Riska memaksa untuk membawa Rani dan ikut serta bersamanya. Tetapi dengan segera Alhamdulillah Wirda bisa menghalanginya yang kemudian dibantu oleh Bik Siti dan Bik Inah. Sehingga mbak Riska tidak sempat dan berani untuk membawa Rani bersamanya .Tetapi Wirda takut Kak Fariz kalau-kalau mbak Riska akan datang kemari lagi dan mengajak orang untuk membawa Rani .Oleh karena itu ,bisakah Kak Fariz kemari .Dan kita sama-sama memikirkan solusi untuk melindungi Rani dari upaya mereka yang mungkin ingin menyakiti Rani kembali ,"ucap Wirda dengan rasa cemasnya .
"Baiklah Dek Wirda saya akan menyelesaikan tugas saya dulu ya. InsyaAllah sebentar lagi saya akan kesana bersama adik saya Rafa dan Pak Budi.Namun, sebelum saya sampai ke sana Dek Wirda jangan dulu keluar rumah bersama Dek Rani ya. Usahakan semua pintu adik Wirda tutup dan kunci sambil menunggu kedatangan saya ,"ucap Ustad Fariz kepada Wirda .
"Baik Kak Fariz.Wirda akan menunggu kedatangan Kak Fariz secepatnya ,"ucap Wirda penuh harap.
"Iya dek Wirda .Mohon tunggu sebentar dan tetap berhati-hati ya, "ucap ustad Fariz kepada Wirda.
"Baik kak Fariz, kalau begitu Wirda tutup dulu teleponnya ya. Assalamualaikum, " kata Wirda menyudahi sambungan telepon dengan ustad Fariz,
"Wa'alaikumsalam ," sahut ustad Fariz, Lalu telepon pun terputus dan mati.
"Nak Rani apakah ingin minum atau makan sesuatu?,"tanya Bik Siti kepadaku .
"Tidak bik terima kasih mRani sudah kenyang, "jawabku pelan .
"Tetapi kan Nak Rani belum makan apapun dari tadi pagi ,"ucap Bik Siti kepada ku.
"Nanti saja Bik Siti. Rani sedang tidak ingin makan, " kataku.
"Tetapi Nak Rani harus tetap makan karena sebentar lagi Nak Rani juga harus meminum obat ,"ucap Bik Siti pelan.
"Mengapa Nak Rani terlihat cemas dan sedih seperti itu ?,"tanya Bik Siti lanjut kepadaku.
"Rani hanya memikirkan kedatangan mbak Riska tadi bik, "ucapku menjawab pertanyaan Bik Siti.
" Sudahlah Nak Rani jangan memikirkan kedatangan non Riska tadi .Sekarang Nak Rani makan dulu ya.Bibi ambilkan sedikit nasi atau roti sebelum Nak Rani meminum obat .Bik Siti mohon ini semua demi kesembuhan untuk Nak Rani sendiri ,"bujuk Bik Siti kepadaku.
Maka mendengar perkataan dari Bik Siti pun aku hanya mengangguk dengan pelan dan mengiyakan ajakannya ,"Iya Bik tidak apa-apa, tetapi sedikit saja ya Bi ,"ucapku kepada Bik Siti.
"Iya Nak Rani ,"ucap Bik Siti .
__ADS_1
Lalu Bik Siti pun meninggalkanku bersama Bi Inah dalam kamarnya Wirda. Sementara
Bik Siti ke dapur mengambil makanan, minuman dan obat untukku.
Aku pun masih diam sambil terus berpikir akan kedatangan mbak Riska yang datang secara tiba-tiba dan ingin membawaku. Rencana apa lagi yang mereka akan buat dan susun ucapku di dalam hati.
Tidak lama kemudian Wirda pun masuk ke dalam kamar lalu ia berjalan mendekatiku dan duduk di sampingku.
" Bik Siti kemana Bik Inah?, "tanya Wirda.
" Oh, Bik Siti sedang ke dapur untuk mengambilkan Nak Rani makanan Nak Wirda, "jawab Bik Inah.
" Astagfirullah iya ya Bik. Wirda sampai kelupaan untuk menyiapkan sarapan pagi bagi Rani, "ucap Wirda sambil meletakkan telapak tangan kanannya di dahinya.
" Ran, maafkan aku ya Ran. Sampai kelupaan menyiapkan sarapan dan obat untukmu, "ucap Wirda lagi padaku.
"Sudah tidak apa-apa Wir, tidak usah dipikirkan. Lagi pula aku juga belum lapar dan sekarang kan Bik Siti juga sedang mengambilkan makanan dan obat untukku. Jadi kamu tidak perlu untuk minta maaf kepadaku ya, "ucapku kepada Wirda.
Wirda pun lalu mengusap tanganku pelan seraya menuangkan rasa bersalah atas keluputan dirinya dalam menyiapkan obat dan makanan untukku .
" Oh ya Ran aku sudah menelpon Kak Fariz dan memberitahu kepadanya tentang kedatangan mbak Riska yang ingin membawamu pergi dari rumahku dan ikut bersamanya. Dan Kak Fariz bilang dia akan segera datang kemari setelah menyelesaikan semua pekerjaannya. Maka sebelum Kak Fariz datang kemari kita tidak boleh keluar dari rumah. Setidaknya untuk berjaga-jaga siapa tahu Mbak Riska akan datang lagi membawa orang dan melakukan hal yang tidak kita duga, "ucap Wirda kepadaku.
" Iya Wirda. Tetapi apakah tidak merepotkan jika harus meminta bantuan kepada Ustad Fariz lagi ?,"tanyaku pelan kepada Wirda.
"Tentu saja tidak Ran. Kenapa kamu berpikir seperti itu. Lagi pula kan Ustad Fariz sudah menyanggupi. Jika dia akan mau membantumu kapan pun dan saat kapan pun Dan dalam di situasi kapan pun saat kamu memerlukan bantuan .Dan menurutku hanya Ustad Fariz lah satu-satunya orang yang dapat membantumu keluar dari masalah yang kamu hadapi sekarang ?,"ucap Wirda kepadaku.
"Tetapi aku merasa tidak enak Wirda karena aku secara terus menerus menyusahkan Ustad Fariz. Apalagi aku juga belum lama mengenal Ustad Fariz.Kami baru bertemu dan mengenal beberapa saat dan beberapa waktu yang cukup singkat.Tetapi selama aku mengenalnya aku malah justru banyak merepotkan dirinya dan melibatkan Ustad Fariz masuk ke dalam masalah yang kuhadapi sekarang .Sungguh Wir .Aku sangat merasa tidak enak kepada Ustad Fariz, "ucapku pelan.
"Sudahlah Ran kamu jangan terus-terusan merasa tidak enak. Insya Allah Ustad Fariz itu ikhlas menolong dan membantumu .Anggap saja kehadiran Ustad Fariz itu adalah sebagai malaikat penolong yang Allah Subhanahu Wa Ta'ala sengaja kirimkan untuk membantumu keluar dari masalah yang sangat pelik kamu hadapi sekarang ini. Dan mungkin juga dengan perantara Ustaz Fariz Allah akan menghapus segala kesedihan yang ada di dalam hidupmu dan membuat hidupmu menjadi baru dari kehidupanmu sebelumnya. Dan untuk itu kamu jangan berpikiran yang berlebihan. Anggaplah semua orang yang berada di sisimu ini semua menginginkan hal yang terbaik untukmu termasuk juga Ustad Fariz. Dia juga ingin melihatmu bahagia dan menjalani kehidupanmu seperti orang-orang lainnya yang jauh dari penderitaan dan tekanan dari keluarga Suprapto khususnya, "jelas Wirda padaku.
Mendengar perkataan Wirda aku pun berusaha untuk mencoba membuat hatiku merasa ikhlas dan menerima akan semua bantuan yang dihadirkan oleh Wirda ,Ustad Fariz dan orang-orang yang ada di sekelilingku.Meskipun perasaan berat dan sungkan terus menyelimuti hati dan pikiranku. Tetapi aku mencoba untuk berdamai dengan hatiku.
Dan tidak lama setelah itu Bik Siti datang masuk ke dalam kamar membawa nampan berisi makanan serta obat untukku. Lalu dengan perlahan Bik Siti mendekat kepadaku dan menawari untuk segera makan.
" Nak Rani makan dulu ya. Bik Siti suapin, "ucap Bik Siti kepadaku.
Lalu tiba-tiba terdengar bunyi telepon genggam milik Wirda yang berdering dengan keras.
" Ran sepertinya Kak Fariz sudah tiba di perumahan tidak jauh dari rumahku. Kamu tunggu dulu di sini bersama Bik Siti dan Bik Inah ya .Aku akan lihat keluar memastikan dan menerima telepon dari Kak Fariz. Sementara itu kamu segera habiskan makanan dan minum obatmu ya ,"ucap Wirda kepadaku.
Aku pun mengangguk mendengar kata-kata Wirda, "Iya Wirda .Baiklah dan kamu hati-hati ya, "ucapku.
" Iya Ran, "jawab Wirda.
__ADS_1
" Bik Siti dan Bik Inah. Wirda titip Rani dulu ya, "ucap Wirda lalu pergi keluar dari kamar.