
Aku dan Kak Reno pergi ke sekolah.Seperti biasa di depan seluruh keluarganya ia akan bersikap manis sekali dan setelah di luar Kak Reno akan menurunkanku di tepi jalan.Hal yang yang tidak aneh bagiku mengenal tabiat aslinya.Dan sekali lagi selalu ada Kak Roy yang menjadi malaikat penolongku pagi ini.
Kak Roy mengajakku berangkat sekolah bersamanya.Meskipun sudah kutolak dia akan tetap berusaha mengajakku.Dan lagi aku pun tidak kuasa untuk menolak permintaannya.
Sungguh dua sosok yang berbeda.Terlihat serupa namun berbeda tiga ratus enam puluh derajat.
Sesampainya di sekolah Kak Roy terlihat bahagia.Entah hal apa yang membuatnya bahagia seperti itu.Di parkiran mobil,aku dan Kak Roy keluar dari mobil dan berjalan menuju koridor sekolah.Belum lama aku dan Kak Roy berjalan.Ternyata sedari tadi Kak Reno dan beberapa temannya sudah mengawasi kedatanganku dan Kak Roy.Mereka pun berjalan mendekat.Aku berpura-pura tidak melihat mereka.Tapi ya sekali lagi Kak Reno nada mengejeknya berkata,
"Wah,dua sejoli makin lengket nih,"ucap Kak Reno ketus.
Aku hanya diam sambil berjalan bersamaan dengan Kak Roy.
"Kamu sudah jadi sopir pribadinya Roy?,"tanyanya sinis.
Kak Reno lalu menghentikan langkahku.Ia berdiri tepat di hadapanku.
"Kenapa buru-buru.Mau kemana,"ucapnya padaku.
Kak Roy tampak tidak senang melihat Kak Reno mengangguku,
"Udahlah Ren,pagi-pagi nggak usah cari masalah.Lagian kenapa sih kamu senang banget gangguin Rani,"tanya Kak Roy.
Kak Reno menatap ke arah Kak Roy setelah mendengar ucapannya,
"Kenapa Roy?ada masalah buat kamu?,"ucap Kak Reno.
"Iya Ren,tindakanmu kurang beretika,"jawab Kak Roy tegas.
"Apa etika.Sejak kapan kamu jadi belain anak miskin ini.Ohh...apa terlalu cintanya kamu ke dia Roy,sampai kamu tega berbicara seperti itu dengan sahabatmu sendiri,"ucap Kak Reno marah sambil menunjuk jarinya padaku.
"Bukan begitu Ren.Justru karena aku adalah sahabatmu.Maka aku berusaha mengingatkan kebaikan padamu,"ucap Kak Roy menjelaskan.
__ADS_1
"Alah...kamu sekarang sok nyari muka dan sok baik di depan anak miskin ini kan,"ucap Kak Reno.
Aku yang dari tadi mendengar perkataan Kak Reno dan Kak Roy akhirnya menyela pembicaraan mereka,
"Kak Roy,sudah nggak perlu digubris.Rani masuk ke kelas dulu ya kak,"ucapku pada Kak Roy.
Tetapi Kak Reno menarik tanganku,
"Aww...lepaskan,"ucapku pada Kak Reno.
"Nggak mau,"kata Kak Reno.
Lalu Kak Roy memegang tangan Kak Reno,
"Lepasin tangan Rani,Ren.Biarkan Rani masuk ke kelasnya,"ucap Kak Roy.
Kak Reno tersenyum sinis,
"Nggak akan aku lepasin,"ucap Kak Reno.
***
Bel istirahat berbunyi.
Rasa malas menghinggapi diriku untuk keluar dari ruang kelasku.Namun,Wirda membujukku dengan ucapannya yang mampu meluluhkan hatiku.Aku dan Wirda turun ke taman sekolah,setelah sebelumnya Wirda menemaniku ke perpustakaan untuk meminjam buku.Di taman sekolah udara terasa lebih sejuk dan asri.Ughhhh....akhhhh kuhirup napas dalam-dalam untuk merileksasikan pikiran dan hatiku.Sementara aku menunggu di taman.Wirda sedang berada di kantin yang letaknya tidak begitu jauh dari tempatku duduk.Ia membeli minuman dan makanan sebagai kudapan.Aku menikmati buku yang kubaca.Hingga tiba-tiba suara Kak Roy memecah kesunyianku,
"Assalamu'alaikum Ran,lagi baca buku ya?,"tanya Kak Roy.
"Wa'alaikumussalam,"jawabku sambil melihat ke arahnya dan meneruskan ucapanku,"Eh...iy..iya kak,"jawabku.
"Kakak ganggu nggak,"tanyanya pelan.
__ADS_1
"Oh..nggak kak,"jawabku singkat.
"Kakak boleh duduk disini juga nggak Ran sambil baca buku seperti Rani,"ucapnya sambil menunjukkan sebuah buku yang ia bawa padaku.
Aku pun mengangguk lalu Kak Roy duduk di sampingku berjarak kurang lebih satu meter dariku.Tidak lama Wirda datang.
"Eh...ada Kak Roy,"ucapnya sambil menghisap sedotan jus alpukat dari gelas berbentuk cup yang ia bawa.
Kak Roy tersenyum pelan merespon ucapan Wirda.Lalu Wirda menawarkan makanan yang ia beli di kantin kepadaku dan Kak Roy.Tetapi aku dan Kak Roy menolak karena ingin fokus membaca.
Beberapa saat kemudian terdengar suara kegaduhan dari lapangan basket yang letaknya tidak begitu jauh dari hadapanku.Aku,Wirda dan Kak Roy lalu bergegas kesana untuk melihat apa yang terjadi sebenarnya.
Sesampainya di lapangan basket ramai anak-anak berkerumun.Lalu Kak Roy menerobos kerumunan sekaligus membuka jalan bagiku dan Wirda untuk mengikutinya dari belakang.Setelah melewati kerumunan betapa terkejutnya aku,Wirda dan Kak Roy melihat Kak Reno sudah terduduk di lantai lapangan sembari memegang lututnya.
Dengan antusias Kak Roy bertanya kepada anak lainnya perihal yang terjadi pada Kak Reno,
"Ada apa dengan Reno kenapa bisa sampai terluka?,"tanya Kak Roy sambil memegangi Kak Reno.
Salah satu anak laki-laki menjawab,
"Tadi Reno terjatuh.Kemungkinan pendaratan Reno saat akan mendarat kurang pas atau tidak sempurna.Sehingga menyebabkannya cedera.Apalagi ditambah ia tidak fokus bermain matanya hanya memandang ke arah taman,"ucap salah satu temannya.
Namun Kak Reno segera melirik tajam ke arah temannya tersebut.
"Oh ya sudah kalau begitu.Ayo bantu aku membawa Reno ke UKS,"ucap Kak Roy.
Kak Roy bersama temannya membopong Kak Reno dengan salah satu temannya.Sementara aku dan Wirda mengikutinya dari belakang.
Setibanya di UKS.Kak Roy membaringkan Kak Reno di ranjang tempat tidur lalu mencari petugas UKS untuk membantu Kak Reno.
Sementara menunggu Kak Roy kembali aku segera mengambil kapas dan obat luka untuk mengobati beberapa bagian tangan,kaki dan kepala yang tergores karena luka.
__ADS_1
Perlahan kubersihkan lukanya dengan pelan.Sesekali pandangan mataku dan matanya beradu.Namun aku berpura-pura tidak tahu.Dalam menahan rasa nyerinya sorot matanya tidak berhenti menatapku.Apalagi saat aku menutup luka di keningnya dengan plester penutup luka.Bibirnya seolah ingin mengatakan sesuatu padaku.Namun terhenti saat Kak Roy kembali dengan petugas UKS.Dengan cepat Kak Reno diberi tindakan dengan mengompres es bagian yang cedera dan dibalurkan kain.Tanpa sengaja tangan Kak Reno terus menggenggam jemariku.Aku berusaha melepaskannya namun genggamannya terlalu kuat.Hingga petugas UKS mengatakan jika belum membaik sebaiknya Kak Reno dibawa ke rumah sakit untuk mendapat tindakan.
Melihat kondisi Kak Reno yang terus merintih.Akhirnya Kak Reno dibawa ke rumah sakit untuk mendapat tindakan medis.Sekali lagi tangan Kak Reno tidak berhenti mengenggam jemariku.Hal ini membuat semua mata memandang ke arahku dan Kak Reno.Aku begitu risih dan merasa tidak nyaman.Namun Kak Reno begitu tidak peduli.Kulihat sesekali ia tersenyum menyeringai padaku.Akh,apakah ini tipu muslihatnya lagi,batinku dalam hati.