
Kak Reno terus mengendarai sepeda motor yang ia kendarai dengan membonceng diri ku. Cukup lama perjalanan yang kami tempuh. Entah, apakah tempat tujuan yang ingin kami datangi memang jauh atau hanya akal-akalan dirinya saja untuk mengulur waktu, sehingga dapat terus dekat dengan diri ku.
Sepanjang perjalanan kami di sungguh dengan pemandangan yang begitu indah dan menakjubkan mata.Melalui pedesaan tradisional yang eksotis, perbukitan, hingga melintasi hutan nan hijau.Selama di perjalanan, tangan kiri nya berulang kali mengenggam jemari ku, untuk tidak berhenti melingkarkan tangan ku pada pinggangnya. Meskipun, aku akan berusaha untuk melepaskan nya. Tetapi, ia akan selalu menarik tangan ku dengan perlahan agar tetap memegangi pinggang nya.
Kedekatan bersamanya membuat diri ku seolah-olah merasakan sesuatu kenyamanan yang tidak pernah ku mengerti. Sebuah perasaan aneh yang datang tanpa terduga, dan membuat ku menikmati kebersamaan dengan dirinya.
Tanpa pernah ku mengerti dan memahami akan hadirnya yang datang secara tiba-tiba, dalam rencana indah Sang Maha Pencipta.
Tidak lama kemudian, Kak Reno menghentikan sepeda motor yang ia kendarai.
"Alhamdulillah, kita sudah tiba Ran,"ucapnya sambil melepaskan helm yang ia kenakan.
Aku memandang ke sekitar dan bertanya kepada Kak Reno, tempat apa ini dan mengapa ia membawa diri ku ke pemukiman tempat tinggal tradisional yang masih jarang penduduknya. Suasana nya yang begitu tenang dan di kelilingi pemandangan yang indah.
Kak Reno meminta ku untuk dari motor bersama dengan dirinya. Tidak lama ia pun mengenggam jemari tangan ku, untuk mengikuti langkah kakinya. Kedua matanya memandang lekat pada ku yang juga melihat ke arah tangannya yang mengenggam jemari tangan ku.
" Ayo Rani, ikut dengan ku!, "ajak nya sambil tersenyum pada ku.
Aku memandang tepat ke matanya, dimana untuk sejenak tatapan mata kami bertumpu dalam beberapa menit dan menyita pergerakan kami beberapa saat.
Kak Reno tersenyum pada ku, lalu mengganggukkan kepalanya pelan untuk segera meminta ku mengikuti langakahnya.
Aku tidak menolak dan mengikutinya, dalam genggaman lembut jemari tangannya yang menuntun langkah kaki ku pelan.
Dan tiba lah aku bersama dirinya pada sebuah rumah sederhana yang asri dengan halaman yang luas, di kelilingi pemandangan yang sangat menakjubkan. Hati dan pikiran ku sudah sangat tergelitik, untuk menanyakan tentang maksudnya mengajak ku kemari.
Namun, sebelum sempat aku menanyakan hal itu kepada Kak Reno. Dirinya terlebih dahulu meminta ku untuk duduk di kursi kayu panjang , yang terletak di halaman rumah ini. Angin berhembus semillir menebarkan bau bunga-bunga yang bermekaran, bersamaan dengan indahnya suasana pantai yang menghampar luas.
"Ran!, "pangil Kak Reno lirih sambil meletakkan jemari tangan ku di atas tangannya.
Aku menoleh menatap wajahnya yang terlihat semakin berseri di terpa cahaya matahari, dan semakin membuat diri ku seakan terus terbius akan pesona parasnya.
Lagi.. Pandangan mata kami bertemu dan menghentikan dunia kami rasanya.
__ADS_1
Lalu dengan segera aku tersadar dari lamunan ku akan pesona dirinya.
" Iya, ada apa Kak Reno?, "jawab ku.
Kak Reno tersenyum lebar kepada ku dan mengenggam jemari tangan ku erat.
" Sengaja aku membawa dirimu kemari adalah untuk meminta dirimu Ran, "ucapnya.
" Meminta apa?, "tanya ku ingin tahu sambil memandangi dirinya.
Kak Reno menggeserkan duduknya untuk semakin dekat pada diri ku.
Matanya memandang diri ku dalam, dan hal itu semakin membuat perasaan ku tidak menentu dan salah tingkah berada di dekatnya.
" Aku ingin tinggal di rumah ini bersama dirimu Ran. Dimana kita menghabiskan sisa hidup kita bersama dalam mengarungi kehidupan rumah tangga yang penuh ketenangan, kesederhanaan dan jauh dari beban masa lalu kita terdahulu. Apakah kamu mau Ran?, "tanya Kak Reno.
Aku menatap nya lekat, " Mengapa Kak Reno menginginkan diri ku untuk tinggal di sini?. "
Lagi Kak Reno tersenyum dan kali ini ia mengusap kepala ku dengan pelan dan lembut juga penuh kasih sayang.
Kak Reno menunggu jawaban dari ku. Dimana dalam sorot matanya ku lihat keinginan atas apa yang menjadi maksud hatinya begitu sangat besar pengharapan nya pada diri ku.
Untuk beberapa menit aku berpikir..
Dan berusaha memahami apa yang menjadi keinginan hatinya.
Ku lihat Kak Reno begitu tegang menatap wajah ku yang memandang dirinya. Dan setelah beberapa lama aku berpikir, akhirnya aku mengangguk dan menerima permintaan nya.
"Baiklah Kak Reno, aku menerima permintaan mu untuk tinggal dan menetap di sini, " ucap ku pelan dan yakin.
Kak Reno tersenyum bahagia melihat ke arah ku dan langsung mendekap diri ku di dalam pelukannya.
Hangat dan nyaman...
__ADS_1
Perasaan ku mengalir padanya.
Dimana kami menjadi dekat, dengan perasaan kami yang mulai menjadi satu sedikit demi sedikit tanpa ku sadari.
DEG.. DEG... DEG.. Srrrrrr..
Jantung ku semakin berdegup kencang dan tidak terkendali.
Aku semakin merasakan sesuatu sensasi aneh yang terus meletup-meletup di raga ku, seperti aliran sengatan listrik yang datang penuh kejutan, namun membuat diri ku nayaman berada di dekatnya.
Perlahan ia semakin mendekap tubuh ku erat dan mendaratkan kecupan lembut nya pada keningku beberapa kali.
Aku terpaku dan tak mampu untuk berkutik, hingga Kak Reno memandang wajah ku dalam dan lekat. Yang membuat irama jantung ku semakin tidak terkendali menatap matanya.
Maka ku tundukkan pandangan ku darinya untuk membuat perasaan nervous ku tak mengebu-ngebu saat berada di dekatnya.
Pelan, Kak Reno mengangkat wajah ku dengan jemari tangannya lalu mendekatkan wajahnya pada ku.
Akhh.. Rasanya jantung ku seakan ingin lepas dan berhenti berdetak. Saat hembusan napasnya menyentuh wajah ku.
Serrrrrrr...
Aliran darah ku terus berdesir...
Mata kami bertemu semakin dalam, dan dapat ku rasakan hidungnya telah mencapai pipi ku. Aku ingin menghindari nya, namun dengan cepat jemari tangannya kembali menarik tubuh ku untuk semakin dekat padanya.
Angin kembali berhembus dalam terpaan sinar matahari yang terasa hangat.
Lembut dan terasa basah,
Aku terdiam menatap wajahnya saat ia berulang kali mengecup bibir ku dengan perasaan cintanya.
Diri ku mulai menyadari, jika sesuatu rasa telah hadir di dalam diri ku, tanpa pernah ku mengerti dan ku harapkan hadirnya.
__ADS_1
Yah, cinta....
Aku mulai jatuh cinta padanya, tanpa ku sadari kapan dan bagaimana perasaan itu ada....