
Mobil yang dikendarai Pak Budi telah tiba di kediaman rumah Wirda. Kedua orang tua Wirda menyambut kedatangan kami semua dengan ramah dan sukacita.
Wirda dan Bik Siti membantuku berjalan.
" Mari...mari silahkan masuk," ucap Tante Warti mamanya Wirda seraya mengajak kami semua untuk masuk ke dalam rumahnya.
Wirda dan Bik Siti berada di sampingku sambil menuntun ku berjalan untuk masuk ke dalam rumah Wirda. Sementara Pak Budi, Kak Rafa dan Ustad Fariz berjalan berada di depan kami bertiga.
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, "ucap Ustad Fariz seraya mengucapkan salam sebelum masuk ke dalam rumah Wirda kepada tanpa Warti. "Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh, "jawab Tante Warti sambil tersenyum ke arah Ustad Fariz.
"Ayo mari! mari silakan masuk !,"ucap tante Warti menyambut kedatangan kami semua dengan begitu ramah dan wajahnya yang penuh keceriaan. Pak Budi, Kak Rafa dan Ustad Fariz telah masuk terlebih dahulu ke dalam rumah Wirda .Sementara tante Warti masih menunggu diriku ,Wirda dan Bik Siti.
Karena jalanku lama lalu Tante Warti berjalan perlahan menuju ke arahku dan menyambut kedatanganku. " Masya Allah Rani sehat ya nak, "ucapnya pelan seraya membelai lembut wajahku dan mengusap kepalaku.
Lalu sesampainya kami semua di dalam rumah Wirda dan Tante Warti mempersilahkan kami semua untuk duduk di ruang tamu. "Silahkan duduk semuanya, "ucap Tante Warti kepada semua orang.
"Iya Bu terima kasih, "sahut Pak Budi yang kemudian duduk diikuti dengan Kak Rafa Ustad Fariz, Wirda dan diriku .
Sementara itu, Bik Siti masih berdiri sambil melihat ke arah Tante Warti.
"Bu Warti saya membantu di belakang ya untuk menyiapkan makanan dan minuman untuk yang lainnya .Apakah boleh Bu?,"tanya Bik Siti kepada Tante Warti.
" Bik Siti kan baru sampai di sini dan bibi itu juga masih lelah dan capek lho. Bibi Sudah beberapa hari menunggu Rani di rumah sakit jadi Bik Siti juga harus istirahat.Bik Siti duduk saja dulu di sebelah saya bik, "ucap tante Warti kepada Bik Siti sambil menyuruh Bik Siti untuk duduk pada sofa di sebelah Tante Warti duduk sekarang.
"Tidak apa-apa Bu Warti .Saya tidak merasa lelah karena saya sudah terbiasa bekerja, "sahut Bik Siti dengan pelan.
" Sudah Bik. Bibi duduk saja. Tidak apa-apa kok Bik. Bik Siti jangan sungkan kepada saya. Untuk sementara biarkan Bik Inah saja yang mengerjakan semuanya dulu. Nanti jika Bik Siti sudah merasa enakan dan tidak capek. Bik Siti boleh membantu Bik Inah untuk mengurus rumah ini ,"ucap Tante Warti dengan lembut kepada Bik Siti .
"Tidak apa-apa Bu Warti ,Insya Allah saya itu sehat. Lagi pula kan saya tidak melakukan pekerjaan berat .Nanti kalau kelamaan saya tidak mengerjakan apa-apa. Badan saya malah pegal-pegal ,"ucap Bik Siti kepada tante Warti dengan sedikit memaksa.
"Baiklah kalau Bik Siti memaksa. Mari saya antar Bik Siti ke dapur menemui Bik Inah. sekalian akan saya tunjukkan letak kamar Bik Siti yang sudah saya siapkan, "ucap Tante Warti kepada Bik Siti .
Bik Siti pun tersenyum mendengar ucapan Tante Warti. "Baik Bu Warti.Terima kasih sebelumnya," balas Bik Siti sambil sedikit menundukkan kepala.
Sebelum Tante Warti ke dapur mengantar Bik Siti. Tante Warti terlebih dahulu mengucapkan permisi kepada semua orang yang ada di ruang tamu ."Saya permisi dulu ke dapur untuk mengantar Bik Siti dulu ya Pak Budi, nak Rafa dan nak Fariz.Dan Pak Budi,Nak Rafa dan Nak Fariz mau minum apa? ,"tanya Tante Warti kepada mereka bertiga.
"Terserah tante, " jawab Kak Rafa.
"Lho kok terserah Nak Rafa?, " tanya tante Warti.
"Hehehe... Iya tante. Kalau saya apa saja boleh selagi minuman dan makanannya halal dan thoyib, " jawab Kak Rafa yang terlihat mau sedikit bercanda dan tidak terlalu terlihat kaku.
Tante Wirda tersenyum mendengar ucapan Kak Rafa.
"Lalu bagaimana dengan Nak Fariz dan Pak Budi?, " tanya Tante Warti.
"Saya terserah juga tante sama seperti dek Rafa, " jawab ustad Fariz.
"Lho terserah juga, " sahut Tante Warti sambil menoleh ke arah Pak Budi, "Lalu Pak Budi apakah terserah juga, "ucap Tante Warti sambil tersenyum.
"Kalau saya kopi hitam saja Bu Warti. Jika boleh, hehehe, " ucap Pak Budi sambil tertawa.
"Oh, tentu sangat boleh Pak Budi, " ucap Tante Warti sambil menkerucutkan kedua matanya.
"Wirda dan Rani tidak ditanyain mah mau minum apa?, "goda Wirda kepada Tante Warti.
"Akh,mama sudah tahu apa kesukaan kalian susu cokelat hangat kan,"ucap tante Winda.
" Betul sekali.Mama memang yang terbaik pokoknya," balas Wirda.
"Tentu dong.Yah sudah tante permisi mengantar Baik Siti ke dapur dulu ya semuanya," ucap Tante Warti.
" Iya Tante silahkan," sahut Kak Rafa.
__ADS_1
Lalu tante Warti bersama Bik Siti pun berjalan menuju dapur untuk bertemu Bik Inah dan sekaligus mengenalkan Bi Siti kepada Bik Inah.
"Bi Inah kenalkan ini Bik Siti. Beliau nanti akan bekerja di rumah ini untuk merawat dan menjaga Rani sahabatnya Wirda. Seperti yang saya ceritakan sebelumnya kepada Bik Imah.Saya berharap semoga Bik Inah dan Bik Siti rukun sehingga bisa menjadi sahabat sekaligus partner kerja yang baik ya, "ucap tante Warti kepada Bik Inah.
"Iya Bu Warni,tentu saja," jawab Bik Inah dengan sedikit menundukkan kepalanya. "Bin Inah perkenalkan saya Bik Siti. Senang bertemu dengan Bi Inah.Semoga Bik Inah tidak merasa keberatan saya bekerja di sini," ucap Bik Siti sambil mengulurkan tangannya kepada Bi Imah.Lalu Bik Inah pun menyambut uluran tangan Bik Siti dengan senyum dan ramah.
"Saya Inah Bin Siti. Salam kenal juga Bin Siti. Semoga Bik Siti betah dan nyaman bekerja di sini bersama saya.Saya tidak merasa keberatan jika Bik Siti bekerja di rumah Bu Warti.Saya justru menjadi senang karena ada temannya ,"ucap Bin Inah kepada Bik Siti.
Bik Siti dan Bik Inah pun saling melihat satu sama lain dan tertawa bersama. Tante Warti yang melihat keramah-tamahan Bik Siti dan Bik Inah satu sama lain membuatnya senang dan sedikit menggoda mereka.
" Iya tetapi nanti jangan mentang-mentang ada temannya.Lalu keasikan ngobrol sehingga nanti melupakan pekerjaan yang lain," goda Tante Warti kepada Bik Inah dan Bik Siti.
"Tidak mungkin Bu.Insya Allah saya amanah benar kan Bik Siti ?,"tanya Bi Inah kepada Bik Siti.
"Iya Bi Inah.InsyaAllah kita akan bekerja sesuai dengan tanggung jawab kita masing-masing dan insya Allah juga tidak akan lalai," sahut Bik Siti sambil tersenyum. "Baiklah kalau begitu saya tinggal dulu ke depan ya Baik Siti dan Bik Inah. Silahkan mempersiapkan makanan dan minuman untuk semua orang yang ada di ruang tamu. Tidak apa-apa kan saya tinggal ke depan," tanya Tante Warti kepada Bik Inah dan Bik Siti.
"Tidak apa-apa Bu silahkan ibu kedepan," jawab Bik Siti dan Baik Inah secara bersamaan.
" Ya sudah kalau begitu saya permisi dulu ya.Oh ya saya kelupaan nanti sekalian Baik Inah menunjukkan kamar untuk Bi Siti yang sudah kita siapkan kemarin ya Bik.Kamarnya Bik Siti bersebelahan dengan kamar tidur Bik Imah,"ucap Tante Warti kepada Bik Siti dan Baik Inah.
Bik Ina dan Bik Siti pun mengangguk secara bersamaan dan memahami perkataan dari Tante Warni.Kemudian Tante Warni pun berjalan menuju ruang tamu dan meninggalkan Bik Inah dan Bik Siti di dapur.Maka setelah Tante Warni pergi dengan segera Bik Siti dan Bik Inah menyiapkan makanan dan minuman untuk semua orang yang ada di ruang tamu. Bik Inah pun terlihat kompak dan terlihat sudah akrab seperti teman sendiri dengan Bik Siti.
Tidak lama kemudian tante Warti pun sudah berada di ruang tamu kembali.
"Rani sebaiknya istirahat saja di kamar. Sebab kamu kan baru pulang dari rumah sakit nak. Tante lihat wajahmu juga masih terlihat sangat pucat dan lesu. Jadi tidak apa-apa jika Rani tiduran atau berbaring di kamar Wirda," ucap tante Warti kepadaku.
"Tidak apa-apa tante Insya Allah Rani baik-baik saja,"sahutku pelan.
"Benar nak Rani tidak apa-apa?," tanya Tante Wirda kepadaku dan sambil melihat ke arahku.
"Alhamdulillah tante,Rani baik- baik saja," jawabku.
"Tante berharap Rani tidak merasa sungkan dengan tante dan menganggap tante seperti mamamu sendiri. Dan Tante berharap Rani juga menganggap rumah Winda sebagai rumahmu sendiri ya nak," ucap Tante Warti kembali padaku.
" Iya Tante.Terima kasih banyak tante karena tante bersedia menerima keberadaan Rani dan juga mau direpotkan oleh Rani," ucapkan dengan nada terasa sungkan.
Aku pun menganggukkan kepala mendengar ucapan tante Warti kepadaku.
Setelah itu Bik Siti dan Bik Inah datang dengan membawa nampan berisi minuman dan makanan yang begitu banyak untuk dihidangkan kepada kami yang berada di ruang tamu.
" Mari Silahkan diminum dan dicicipi makanan dan minumannya Pak Budi ,nak Farid, nak Rafa, nak Wirda ,nak Rani dan Bu Warti ,"ucap Bik Siti dengan sangat ramah dan senyumnya yang lebar.
" Masya Allah makanannya banyak sekali Bik Siti," sahut Ustad Farid kepada Bin Siti.
"Iya nak Fariz ini semua disiapkan oleh Bik Inah. Bibi hanya membantu sedikit dan ayo silahkan dicoba nak Farid,nak Rada,Pak Budi," ajak Bik Siti kepada semua orang.
" Iya Bik Siti terima kasih ,"sahut Ustad Farid kepada Bik Siti sambil tersenyum.
"Terima kasih ya Bik Siti dan Bik Ina yang sudah menyiapkan dan menghidangkan makanan dan minuman untuk semuanya yang ada di ruang tamu ini ,"ucap tante Warti kepada Bi Inah dan Bik Siti.
" Iya sama-sama Bu," jawab Bik Inah dan Bik Siti secara bersamaan.
Setelah itu Bin Inah dan Bik Siti ikut bergabung bersama di ruang tamu. Dan semua orang mulai menikmati makanan dan minuman yang telah disiapkan, sambil sedikit mengobrol dan sesekali diselingi gelak tawa dengan candaan yang dilontarkan oleh Pak Budi kepada semua orang.
" Oh ya nak Fariz Bagaimana perkembangan dari gugatan cerai yang diajukan oleh nak Rani kepada nak Reno?," tanya Tante Warti kepada Ustad Farid.
"Saat ini semua berkasnya sudah dilimpahkan ke pengadilan agama tante .Dan saya juga sudah menyiapkan pengacara khusus untuk menemani Dek Rani selama nanti menempuh sidang perceraian dengan Dek Reno. Dan untuk sementara Dek Rani hanya tinggal menunggu kapan dari pihak pengadilan agama akan memanggil Dek Rani dan Dek Reno untuk melakukan persidangan," jawab Ustad Fariz kepada tante Warti.
"Baguslah jika prosesnya sudah berlangsung. Tante berharap semoga gugatan cerai yang dilayangkan nak Rani kepada nak Reno segera dikabulkan oleh pengadilan agama. Sehingga nak Rani segera terbebas dari hubungan ikatan pernikahan yang secara paksa dan lebih banyak menyakiti serta membuat kehidupan nak Rani menderita. Terlebih lagi seluruh keluarga Suprapto itu juga sangat kejam dan jahat kepada nak Rani dan bahkan kepada semua orang," ucap tante Warti kepada Ustad Fariz.
" Iya Tante kita doakan saja semoga prosesnya berlangsung dengan cepat dan tanpa kendala apapun. Kita tentunya sama-sama mengharapkan hal yang terbaik untuk kehidupan Dek Rani ,"sahut Ustad Fariz .
" Betul sekali nak Fariz saya juga mengharapkan hal yang terbaik untuk nak Rani ?,"ucap tante Warti sambil mengusap kembali kepalaku. "Sudah saatnya untuk nak Rani memikirkan dan menata hidupnya dari awal dan menghadapi hidupnya yang baru. Serta untuk menempuh kehidupan yang jauh lebih bahagia bukan malah kehidupan yang semakin membuatnya sengsara dan menderita seperti ini. jujur tante sangat miris dan sedih melihat kehidupan nak Rani yang seperti ini .Tetapi tante tidak dapat melakukan apapun untuk menolong nak Rani .Tante hanya bisa berdo'a agar nak Rani selalu dalam lindungan Allah Subhanahu Wa Ta'ala dan dapat menjalani kehidupan yang bahagia seperti perempuan lainnya dalam mengarungi biduk berumah tangga ,"ucap tante Warti dengan mata berkaca-kaca menatap diriku.
__ADS_1
"Oh ya Tante Warti saya juga minta maaf sebelumnya kedatangan saya kemari sekaligus bermaksud untuk meminta izin kepada tante supaya adik Rani dapat tinggal sementara waktu di sini sampai proses gugatan cerainya terhadap Dek Reno selesai. Karena menurut saya Dek Rani lebih tepat berada di kediaman rumah dek Wirda. Takutnya jika saya membawa Dek Rani ke kediaman rumah saya malah akan menimbulkan fitnah dan membuat orang-orang berpikir negatif khususnya kepada Dek Rani. Maka dari itu saya meminta keikhlasan tante untuk dapat menerima keberadaan Dek Rani di sini serta merawat dan menjaganya," ucap Ustad Fariz kepada Tante Warti dengan serius dan sungguh-sungguh.
"Nak Fariz kenapa bicara seperti itu. Tante dengan senang hati dan ikhlas pasti akan menjaga dan merawat Rani .Dan tante tidak merasa keberatan sama sekali. Begitu juga dengan suami tante dan Wirda kami malah justru merasa sangat senang sekali dapat membantu menjaga dan merawat Rani. Karena sudah tante bilang sebelumnya tante dan suami tante sudah menganggap Rani itu seperti putri kami sendiri sebagai saudarinya dari Wirda. Jadi nak Fariz tidak perlu takut dan merasa merepotkan tante," ucap tante Warti kepada Ustad Fariz.
" Alhamdulillah jika begitu saya senang mendengarnya tante .Oh iya tante jika dalam perawatan Dek Rani terdapat kendala atau menghadapi hal yang sulit tante dapat segera menghubungi saya. Dan Insya Allah saya akan segera kemari dan cepat merespon untuk membantu tante. Dan tante jangan merasa sungkan untuk meminta bantuan kepada saya ,"ucap Ustad Fariz kepada tante Warti.
" Iya nak Fariz tentu," sahut Tante Warti.
"Lalu bagaimana dengan perkembangan kasus nak Reno yang saat ini sudah dilaporkan ke pihak polisian atas kasus kekerasan yang ia lakukan kepada nak Rani dan nak Roy?," tanya Tante Warti kepada Ustad Fariz.
" Kasusnya juga sedang dalam pemeriksaan dan dalam proses yang juga sedang bergulir tante. Dan saat ini di Reno juga sudah ditahan di sel tahanan kepolisian dan menunggu pengajuan berkas ke pengadilan untuk dilakukan sidang ,"ucap Ustad Fariz memberikan informasi kepada tante Warti. "Syukurlah kalau begitu setidaknya ini menjadi pelajaran yang berharga kepada keluarga Suprapto agar mereka tidak sewenang-wenang terhadap orang lain dalam memanfaatkan kekuasaan dan kekayaan yang mereka miliki .Dan semoga saja tidak ada pihak-pihak terkait yang mau menerima suap atau sogokan dari mereka. Sehingga kejahatan yang mereka lakukan selama ini dapat diadili secara adil dan tanpa memandang bulu itu yang menjadi harapan tante ,"ucap tante Warti.
Tidak lama setelah itu Ustad Fariz pun pamit untuk pulang kepada Tante Warti.
" Baiklah tante kalau begitu saya permisi untuk pulang dulu," ucap ustad Fariz kepada tante Warti.
" Lho kok kenapa buru-buru dan cepat sekali?," tanya Tante Warti kepada Ustad Farid.
" Tidak buru-buru tante .Saya memang juga banyak keperluan dan harus segera menyelesaikan banyak pekerjaan yang sudah lama saya tinggalkan ,"ucap Ustad Fariz kepada tante Warti.
"Oh ya sudah baiklah kalau begitu. Nanti jika ada waktu luang nak Fariz dan nak Rafa silahkan main dan berkunjung kemari ya," ucap tante Warti kepada Ustad Fariz.
"Iya Tante Insya Allah ,"balas ustad Fariz.
Namun, sebelum pulang ke rumahnya Ustad Fariz berjalan menuju arahku sambil berkata:" Dek Rani jaga diri baik-baik ya dan jangan terlalu banyak berpikiran yang negatif. Perbanyak berdoa dan berdzikir kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.
Nanti jika Dek Rani memerlukan apa-apa silahkan Dek Rani bilang kepada Dek Wirda dan nanti Dek Wirda akan menghubungi saya. Insya Allah saya siap akan membantu apapun yang Dek Rani butuhkan," ucap Ustad Fariz kepadaku.
" Iya ustad Fariz.Jazakallah khairan katsiran Semoga Allah akan memberi,menambah atau membalasmu dengan kebaikan yang banyak Ustad Fariz," kataku kepada ustad Fariz.
"Waiyyaki, dan kebaikan sebaliknya untukmu juga Dek Rani," ucap Ustad Fariz kepadaku.
Dan sebelum ustad Fariz pulang ia sempatkan dirinya untuk mendoakan diriku;
"ALLOOHUMMA INNI ‘ABDUK, IBNU ‘ABDIK, IBNU AMATIK, NAASHIYATII BIYADIK, MAADHIN FIYYA HUKMUK, ‘ADLUN FIYYA QODHOO-UK. AS-ALUKA BIKULLISMIN HUWA LAK, SAMMAYTA BIHI NAFSAK, AW ANZALTAHU FII KITAABIK, AW ‘ALLAMTAHU AHADAN MIN KHOLQIK, AWISTA’TSARTA BIHI FII ‘ILMIL GHOIBI ‘INDAK. AN TAJ’ALAL QUR’AANA ROBII’A QOLBII, WA NUURO SHODRII, WA JALAA-A HUZNII, WA DZAHAABA HAMMII."(Artinya: Ya Allah, sesungguhnya aku adalah hamba-Mu, anak hamba-Mu (Adam) dan anak hamba perempuan-Mu (Hawa). Ubun-ubunku di tangan-Mu, keputusan-Mu berlaku padaku, ketentuan-Mu kepadaku pasti adil. Aku mohon kepada-Mu dengan setiap nama (baik) yang telah Engkau gunakan untuk diri-Mu, yang Engkau turunkan dalam kitab-Mu, Engkau ajarkan kepada seseorang dari makhluk-Mu, atau yang Engkau khususkan untuk diri-Mu dalam ilmu gaib di sisi-Mu. Mohon jadikan Alquran sebagai penenteram hatiku, cahaya di dadaku, pelenyap duka, dan penghilang kesedihanku),semoga Dek Rani diberikan ketentraman hati dan dijauhkan dari kesedihan," ucap Ustad Farid kepadaku.
" Aamin ya robbal alamin.Syukron ala du’aika, terima kasih atas doamu ustad Fariz,"ucapku pelan.
"Afwan,sama- sama Dek Rani," balas ustad Fariz kepadaku.
" Oh ya Dek Wirda Berikut ini adalah obat-obat yang harus diminum Dek Rani.Mohon Dek Wirda tepat waktu untuk selalu memberikan obat-obat ini kepada Dek Rani. Dan saya mengucapkan terima kasih sebelumnya untuk bantuan Dek Winda,"ucap ustad Farid kepada Wirda sambil memberikan kotak berisi obat kepada Wirda.
" Iya Kak Fariz tentu saja saya akan memberikan obat- obat ini kepada Rani tepat waktu tanpa terlewat,insyaAllah Kak Fariz," kata Wirda.
" Terima kasih Dek Wirda. Baiklah kalau begitu saya pamit pulang dulu Dek Wirda.Saya titip Rani dan Bik Siti disini ya Dek Wirda," ucap Ustad Fariz kepada Wirda.
" Iya kak Fariz.InsyaAllah saya akan menjaga dan merawat Rani sebaik- baiknya ," sahut Wirda.
Ustad Fariz pun tersenyum mendengar ucapan Wirda.
"Nak Rani,Pak Budi pamit untuk pulang ke rumahnya nak Fariz ya nak Rani .Nak Rani di sini jaga diri baik-baik dan jangan terlalu banyak bersedih. Do'a bapak selalu menyertaimu dan insya Allah nanti bapak akan sering berkunjung kemari untuk melihat kondisi nak Rani ya," ucap pak Budi dengan matanya yang berkaca-kaca sambil mengusap kepalaku.
" Iya Pak Budi. Terima kasih banyak ya pak Budi untuk semua bantuan dan perhatian yang Pak Budi curahkan kepada Rani," ucapku pelan.
"Iya nak Rani," balas Pak Budi sambil menyeka air matanya yang menetes perlahan melepasku untuk tinggal bersama Wirda.
"Bik Siti saya titip nak Rani di sini ya," ucap pak Budi lagi kepada Bik Siti.
Bik Siti pun menggangguk dengan raut wajah mukanya yang sedih. "Iya pak Budi saya akan menjaga nak Rani di sini," sahut Bik Siti .
Tidak lama setelah Ustad Farid, Kak Rafa dan Pak Budi selesai berpamitan kepadaku Wirda, Bik Siti dan tante Warti .Mereka pun berjalan bersamaan menuju mobil yang terparkir di halaman rumah Wirda. Wirda dan Bik Siti menuntunku berjalan mengantar mereka bertiga menuju mobilnya.
Breeemmmmm...
__ADS_1
terdengar suara deru mesin mobil pada Indra pendengaranku perlahan suara itu menghilang dan jauh pergi.
Untuk seketika semua menjadi sunyi dan sepi. Begitu tenang dan terasa hampa. Aku sedikit termenung dan dengan seketika pula Wirda membuyarkan lamunanku.Kemudian membawaku perlahan untuk masuk ke dalam kamar tidurnya untuk segera beristirahat melepas kepenatan pada raga ini.