Jodoh Pilihan Tuhan

Jodoh Pilihan Tuhan
Berbincang dengan Ummah.


__ADS_3

"Apa yang Rani pikirkan ?,"tanya ummah kepadaku sambil mengusap lembut kepalaku yang tertutup dengan kain kerudung.


" Rani hanya teringat dengan almarhumah Bunda, ummah, "jawabku dengan raut wajah yang sedikit sedih.


" Mengapa tiba-tiba Rani teringat dengan almarhumah Bunda ?,"tanya ummah dengan pelan dan lembut.


"Saat berbicara dengan Ummah.Rani merasakan sentuhan ummah yang lembut seperti sentuhan yang Bunda lakukan kepada Rani. Begitu pula tutur kata Ummah yang lembut hampir sama seperti tutur kata almarhumah Bunda, "ucap diriku pelan.


Ummah mengusap kembali kepalaku dengan pelan. Dia seakan-akan menganggap diriku layaknya putri kandungnya sendiri. Entah itu hanya perasaanku saja atau benar adanya. Tetapi aku benar-benar merasakan kehangatan dari setiap sentuhan yang Ummah berikan kepadaku. Dan dari sosok dirinya pula aku merasakan kehadiran Bunda yang ada di sampingku.


"Alhamdulillah ummah senang mendengarnya. Jika kehadiran ummah mengingatkan Rani terhadap alamarhumah Bunda Rani. Dan itu tandanya kehadiran ummah memberi manfaat kepada Rani. Lagi pula tidak apa-apa kita merindukan seseorang yang sudah pergi meninggalkan kita. Itu tandanya di hati kita masih ada kasih sayang dan cinta terhadap orang yang telah pergi meninggalkan kita.Dan berarti almarhumah Bunda Rani memiliki kedudukan atau tempat yang sangat istimewa dan spesial di hati Rani ,"ucap ummah pelan.


" Iya ummah selama ini almarhumah Bunda adalah segala-galanya untuk Rani. Banyak hal yang Rani pelajari dari beliau baik dari ketegaran ,keikhlasan, kekuatan menghadapi setiap ujian bahkan kesabarannya yang luar biasa. Dan di setiap ujian yang Allah Subhanahu Wa Ta'ala berikan kepada almarhumah Bunda tidak sekalipun Bunda mengeluh bahkan tidak pernah ia tidak mengucapkan rasa syukur atas semua nikmat yang Allah Subhanahu Wa Ta'ala berikan.Meskipun terkadang takdir yang Allah tetapkan baginya sangat menyakitkan dan begitu perih. Tetapi Bunda selalu mengajarkan kepada Rani. Bagaimana menjadi seorang hamba yang ikhlas dan menerima setiap apapun yang Allah berikan. Karena sejatinya diri kita ini adalah miliknya Allah dan Allah pula lah yang paling berhak menentukan apapun terhadap kita. Begitu yang selalu Bunda katakan kepada Rani .Maka di saat Allah Subhanahu Wa Ta'ala memanggil Bunda ke sisinya. Rani benar-benar begitu hancur. Dan itu adalah titik terendah dan terlemah di dalam kehidupan Rani .Namun, sekali lagi semua nasihat yang almarhumah Bunda katakan membuat Rani ikhlas menerima takdir yang Allah berikan kepada Rani. Meskipun terkadang saat cobaan datang Rani merasa sangat lemah dan rindu sekali akan belaian dan dekapan kasih sayang Bunda. Namun Rani sadar semua itu tidak akan mungkin dan didapatkan kembali. Karena saat ini Bunda sudah bahagia dan tenang di dalam perlindungan dan penjagaan Allah. Lalu di saat Rani bertemu dengan ummah kerinduan itu kembali menyeruak ke permukaan hati Rani. Rasanya ada sesak yang mengganjal di relung hati Rani.Dan ingin sekali memeluk bunda dan menumpahkan semua rasa kepenatan, kecewa, kesedihan atas semua hal yang terus-menerus mengganjal dan mendera, "ucapku dengan mata yang berkaca-kaca.


" Maafkan Rani ya ummah. Rni malah membagi isi hati Rani terhadap Ummah. Padahal kita baru saja bertemu tetapi Rani malah menyusahkan Ummah, "ucapku pelan.


"Tidak apa-apa Rani ,"ucap ummah pelan sambil menggenggam jemari tanganku. "Ummah tidak keberatan jika Rani mau menganggap ummah layaknya sebagai bunda Rani sendiri .Jujur saat pertama kali Ummah melihat Rani untuk pertama kali. Ummah juga merasakan seperti ada ikatan khusus di hati Ummah kepada Rani .Dan mungkin itu adalah sebuah rasa yang Allah titipkan di hati Ummah terhadap Rani. Jadi kapanpun saat Rani Rindu terhadap almarhum Bundanya Rani. Maka Rani bisa datang kepada Ummah untuk menumpahkan semua keluh kesah Rani. Dan Ummah akan siap mendengarkan semuanya. Sebab Ummah sudah menganggap Rani juga seperti putri ummah sendiri, "ucap ummah dengan menarik tubuhku perlahan dan memelukku.


Jemari tangan Ummah begitu lembut mengusap kepalaku.


Dan terdengar olehku suara lembut Ummah mendoakan diriku;


“Allahumma Bariklii Fii ‘Aulaazdii Waahfathhum Wa Laa Tathurra Hum Waarzukna Birrohum".


“Ya Allah, limpahkanlah kebaikan yang banyak kepada anak-anak hamba, jagalah mereka dan jangan Engkau celakakan mereka. Karuniakanlah kepada kami ketaatan mereka, " ucap Ummah dengan suaranya yang lirih.


Aku seraya memejamkan mata menikmati kehangatan kasih sayang dari ummah dalam lantunan doanya yang begitu tulus kurasakan. Dan tidak terasa air mataku mengalir membasahi kedua pipiku secara perlahan. Sangat lembut dan tenang itu yang kurasakan .Seolah-olah Bunda hadir dalam sosok ummah dan memberikan limpahan kasih sayang dan cintanya kepadaku.


" Aamin ya robbal alamin.Syukran 'alaa kulli syai'in (Terima kasih atas segalanya) ummah, "ucapku pelan sambil menyeka air mataku.


" Iya sayang, sama-sama, "jawab Ummah.


" Bagaimana perasaan Rani sekarang apakah sudah lebih baik?, " tanya ummah kepadaku.


"Alhamdulillah ummah Rani merasa lebih baik dan merasakan ketenangan hati Ummah. Semua ini berkat ummah, "jawabku pelan.

__ADS_1


"Tidak sayang semua bukan berkat ummah. Tetapi semua karena Allah subhanahu wa ta'ala. Hanya Allah Ta'ala lah satu satunya pemberi ketenangan hati dan kehidupan. Allah lah penguasa seluruh alam semesta dan menguasai setiap hati makhlukNya. Seperti dalam Al-Qur'an Surat Al-Fath 48: Ayat 4 yang berbunyi:


"Huwal-lazi anzalas-sakinata fi qulubil-mu'minina liyazdadu imanam ma‘a imanihim, wa lillahi junudus-samawati wal-ard(i), wa kanallahu ‘aliman hakima(n).


Artinya:Dialah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin untuk menambah keimanan atas keimanan mereka (yang telah ada). Milik Allahlah bala tentara langit dan bumi dan Allah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana, ucap ummah.


"Masya Allah ummah suara lantunan ayat suci yang ummah lantunkan begitu merdu dan damai mendengarnya, "ujarku.


" MasyaAllah, tabarakallah. Iya Rani. Alhamdulillah,bahwa segala apapun kondisi dan keadaan kita sebagai manusia baik senang maupun susah kita harus wajib untuk ingat dan yang diingat hanyalah Allah Ta’ala, " ucap ummah.


"Iya ummah," sahutku.


" Baiklah.Apakah Rani ingin beristirahat sekarang?," tanya ummahkepadaku.


" Tidak ummah Rani masih ingin di sini saja dulu duduk dan sambil berbincang dengan ummah, "jawabku kepada ummah.


"Baiklah jika itu keinginan Rani maka ummah akan di sini menemani Rani dan kita sambil berbincang-bincang, "balas ummah kepadaku.


"Terima kasih banyak ya ummah. Karena sudah mau menemani Rani di sini, "kataku.


" Kak Fariz dan Kak Rafa tentu sangat beruntung memiliki seorang ibu seperti ummah, "ucapku.


" Alhamdulillah terima kasih untuk pujiannya Nak. Tetapi ummah masih berproses belajar untuk menjadi seorang ibu yang baik bagi kedua putra ummah, "ujar ummah merendah.


" Masya Allah tabarakallah ummah sungguh Rani harus banyak belajar menjadi seorang wanita yang sabar dan tangguh seperti ummah. Khususnya kelak jika nanti Rani diberikan oleh Allah izin untuk menjadi seorang ibu. Maka Rani ingin menjadi seorang ibu seperti ummah yang dapat mendidik anak-anaknya. Menjadi anak-anak yang sholeh ,berbakti ,berbudi pekerti yang luhur, taat kepada Allah dan senang membantu sesama, "kataku dengan bangga kepada ummah.


"Wafiika barakallah,dan semoga Allah memberkatimu juga nak, " ucap ummah kepadaku.


"Ummah percaya kelak Jika Allah mengizinkan Rani menjadi seorang ibu. Maka Rani tentu akan menjadi sosok seorang ibu yang sholehah ,penyayang, lembut dan sangat mencintai anak-anaknya. Menjadi seorang ibu itu memang berat tetapi nikmat. Sebab begitu pentingnya peran seorang ibu .Bahkan terlebih ada banyak kenikmatan yang hanya bisa dirasakan oleh seorang ibu seperti nikmatnya kehangatan saat bayi menyusu, nikmatnya memandang beningnya bola mata bayi saat menyusui, nikmatnya mendengar kata "Ibu" ketika anak mulai bisa berbicara dan masih banyak lagi kenikmatan lainnya Ran, insya Allah kelak kamu juga akan merasaknnya. Karena menjadi seorang ibu itu adalah anugerah terbesar dan terhebat dari Sang Maha Pencipta. Oleh karena itu, ummah bangga dan senang menjadi ibu bagi kedua putra ummah yaitu Fariz dan Rafa, "ucap ummah lagi kepadaku.


" Aaamin ya robbal alamin, "ucapku.


Disaat diriku dan ummah sedang berbincang-bincang lalu tiba-tiba terdengar suara langkah kaki dengan cepat berjalan menuju ke arah kami. Ummah lalu menoleh mencari sumber suara langkah kaki yang secara cepat berjalan menuju ke arah kami.


" MasyaAllah Nak Wirda rupanya, "ucap ummah dengan suara pelan dan terdengar lega.

__ADS_1


"Hehehe iya Ummah. Maaf Wirda mengagetkan ummah ya ,"ucap Wirda sambil meringis.


"Ya lumayan cuma sedikit terkejut .Ummah kira siapa berjalan seperti berlari tergopoh-gopoh seperti itu. Oh ya Nak Wirda kok sudah pulang? Apakah pencarian dengan Rafa sudah selesai ?,"tanya Ummah kepada Wirda.


Maka terdengar olehku Wirda berjalan semakin mendekat dan Ia lalu duduk di sampingku. Kemudian kudengar Wirda menarik nafas pendeknya dan terdengar lagi olehku nafasnya yang tidak beraturan. Mungkin karena terburu-buru .


"Alhamdulillah Ummah semua dipermudah oleh Allah . Wirda beserta Kak Rafa sudah menemukan keberadaan pengacara yang dulu bekerja di kediaman rumah almarhum kakeknya Rani dan saat ini pengacara yang bernama Bapak Gondrong Widodo itu sudah berada di sini bersama kita .Dan ingin bertemu dengan Rani ," ucap Wirda dengan nada suara yang sangat bersemangat dan sangat senang.


" Alhamdulillah ya Allah. Allah memudahkan urusan kita ya nak Wirda ,"ucap ummah dengan rasa penuh syukur.


Lalu ummah mengusap kepalaku lagi. "Alhamdulillah ya nak.Usaha yang dilakukan Rafa dan Wirda tidak sia-sia. Allah Subhanahu Wa Ta'ala menjawab semua doa-doamu selama ini .Setidaknya sekarang sudah ada sedikit jalan untuk memudahkan menyelesaikan masalahmu sayang. Setelah ini Insya Allah semua masalahmu akan dapat terselesaikan satu demi bersatu Ya Rani, " tutur ummah kepadaku.


"Aamiin , " jawabku.


" Terima kasih banyak ya Wir untuk semua yang kamu lakukan kepadaku dan untuk semua ikhtiarmu yang tidak ada henti-hentinya kamu lakukan. Apa yang kamu dan Kak Rafa lakukan hari ini sangat berarti untukku Wirda. Dan hanya Allah subhanahu wa ta'ala yang akan membalas jasa kebaikan kalian berdua ,"ucapku kepada Wirda.


"Sudahlah Ran jangan kamu mengucapkan terima kasih terus. Aku senang karena dapat membantumu dan kamu tidak tahu betapa bahagianya hati dan peraanku. Setelah aku dan Kak Rafa dapat berhasil menemukan keberadaan Bapak Gondrong Widodob serta dapat langsung membawanya ke sini untuk bertemu denganmu .Aku senang sekali Ran, setidaknya apa yang diriku dan Kak Rafa lakukan sudah membuka jalan sedikit demi sedikit untuk melepaskan dirimu dari masalah yang membelenggemu.Mudah-mudahan setelah ini aku berharap dirimu akan dapat bebas secepatnya dari belenggu keluarga Suprapto. Dan disaat hari itu tiba dimana kamu benar-benar terbebas dari keluarga Suprapto. Aku akan menjadi orang pertama yang sangat senang sekali Ran.Dan aku tidak sabar menunggu hari itu tiba, " ucap Wirda kepadaku sambil mengenggam jemari tanganku.


" Iya baiklah kalau begitu. Ayo segera kita akhiri pembicaraan kita. Dan segera menemui Bapak Gondrong untuk segera menyelesaikan masalah hak warisnya Rani. Sehingga kita dapat menentukan langkah selanjutnya. Ayo nak !,"ajak ummah kepadaku dan Wirda .


Aku pun mengangguk pelan, "Iya baik ummah.


Lalu ummah pun bangkit berdiri perlahan diikuti dengan Wirda. Kemudian mereka berdua menuntunku untuk bangkit berdiri dan melangkah secara perlahan menuju ruang tamu di mana Bapak Gondrong menanti dan menunggu kedatanganku.


Dalam langkah kecilku kurasakan sebuah awal baru yang menanti di dalam perjalananku yang begitu panjang dan suram selama ini. Jemari tangan Wirda dan Ummah terasa menguatkanku dalam genggaman tangan mereka yang kuat.Aku merasa tidak pernah sendiri meskipun aku hidup sendiri sebagai seorang yatim dan piatu. Tetapi kesendirianku tidak membuatku lemah dan rapuh dalam menjalani semua ujian yang Allah Subhanahu Wa Ta'ala berikan.


Semua karena didikan dari almarhumah Bunda yang selalu mengajarkanku untuk selalu bersabar ,bertawakal dan tidak pernah mengeluh untuk setiap hal yang Allah takdirkan dan berikan kepadaku.


awalnya semua memang terasa sangat berat sekali hingga terkadang saat aku membayangkannya pun rasanya diriku sulit untuk melaluinya. Tetapi Allah Subhanahu Wa Ta'ala tidak pernah membiarkanku sendiri dan tidak pernah membiarkan diriku jauh dalam dekapan cintaNya. Allah pula yang selalu menuntun setiap langkahku dalam gelap gulitanya pandanganku saat ini.


Sesungguhnya karena Allah Subhanahu Wa Ta'ala selama ini aku menjadi tegar dan kuat mengarungi setiap ujian yang Dia berikan.


Kini langkahku tidak goyah ,hatiku tidak akan gentar dan jiwaku akan benar-benar kuat untuk berusaha terbebas dari belenggu keluarga Kak Reno.Dalam langkah kecil hatiku yang diiringi Wirda dan Ummah di samping sisi kiri dan kananku, aku menjadi kuat. Kini dengan harapan yang penuh untuk menemui Bapak gondrong selaku pengacara almarhumah kakek. ada semacam perasaan yang sedikit senang dan mengharu biru dan mulai muncul ke permukaan hatiku.


Ya Allah tetaplah bersamaku, bimbinglah aku, kuatkanlah aku dan istiqomah aku agar tetap berada di jalanMu dalam keridhoan Mu, batinku sambil terus berjalan menuju ke ruang tamu.

__ADS_1


__ADS_2