
Mbak Riska berjalan cepat untuk segera membeli makanan dan minuman untuknya dan Pak Sugeng. Karena terlalu terburu-buru sambil memainkan telepon genggam miliknya mbak Riska tidak melihat sekitarnya hingga ia menabrak orang yang ada di hadapannya.
Brughhh..
"Auww...," teriak orang yang ditabrak Mbak Riska merintih kesakitan.
"Untung saja tidak jatuh," ucap Mbak Riska sambil memegang dan melihat kondisi telepon genggam miliknya secara detail seraya mengusapnya .
"Dasar kamu apa tidak punya mata! Kalau jalan itu lihat- lihat!seenaknya saja seperti jalan punya nenek moyangnya saja!orang sedang berdiri ditabrak saja," ucap seseorang yang berada di depan mbak Riska. Mendengar kata-kata cacian kasar dari orang yang ditabrak oleh mbak Riska.
Mbak Riska pun menjadi tersulut emosi dan marah," Hei jaga bicaramu ya! kamu tidak tahu sedang berbicara dengan siapa!,"ucap mbak Riska membalas ucapan orang yang ditabrak dengan sangat kasar dan sedikit berteriak. Kemudian seseorang yang ditabrak oleh mbak Riska berbalik penuh melihat ke arah Mbak Riska dan sebaliknya begitu juga dengan Mbak Riska melihat penuh ke arah seseorang yang ia tabrak setelah memasukkan telepon genggam miliknya ke dalam tas yang ia kaitkan di bahunya. Lalu mereka berdua pun sama-sama terkejut melihat kehadiran masing- masing. "Mbak Riska!," ucap orang yang ditabrak mbak Riska. "Rere,kamu!," ucap Mbak Riska terkejut.
"Apa yang sedang Mbak Riska lakukan di rumah sakit ini ?,"tanya Rere kepada mbak Riska dengan nada suara yang sudah tidak meninggi lagi dan kemarahannya hilang. seketika.
"Justru seharusnya saya yang bertanya kepadamu. Apa yang sedang kamu lakukan di sini?," tanya Mbak Riska masih dengan suara sedikit ketus dan wajah sinis yang diperlihatkannya.
"Mbak Riska ini bagaimana orang saya yang bertanya duluan malah balik bertanya,"gerutu Rere."Tetapi Ya sudahlah. Rere di sini melihat keadaannya Kak Roy yang dirawat di rumah sakit ini dan sudah boleh pulang mulai hari ini," jawab Riska dengan sedikit wajahnya yang kesal sambil melihat ke arah mbak Riska lagi dengan tatapan penuh tanya. "Lalu apa ya Mbak Riska lakukan di sini ?,"selidik Rere kepada mbak Riska.
" Mama sedang dirawat di sini," jawab Mbak Riska singkat. "Loh apa yang terjadi dengan tante Sri?," tanya Rere ingin tahu.
"Ini semua gara-gara Rani, anak kampung itu,"ucap mbak Riska dengan wajah sangat kesal dan emosi. "Gara-gara Rani maksudnya apa?," tanya Rere dengan wajah bingungnya."Yah gara-gara Rani. Jika dia tidak membuat ulah dan melaporkan Reno ke pihak kepolisian. Maka Mama tidak akan berada di rumah sakit ini dan terkena stroke," ucap mbak Riska dengan wajah kesal dan marah lalu terlihat sedih.
"Apa Rani melaporkan Kak Reno ke polisi!," ucap Rere terkejut. "Iya ini semua gara-gara Rani dan sekarang Reno ditahan di kantor kepolisian ,"jawab Mbak Riska kesal.
"Tetapi bagaimana bisa Rani melaporkan Kak Reno ke pihak kepolisian. Setahuku Rani bukan tipe orang yang suka menuntut orang lain seperti itu mbak Riska ,"ucap Rere kepada mbak Riska.
" Dari mana kamu tahu sifat Rani seperti itu?,"tanya Mbak Riska ketus kepada Rere.
"Karena Rani itu sebelumnya adalah sahabat baikku waktu di sekolah menengah pertama dan aku sangat mengenal sifatnya mbak Riska. Dia itu orang yang tidak ingin membuat kegaduhan dan mudah memaafkan kesalahan orang lain yang menjadi titik terlemahnya Rani. Rere tidak percaya jika Rani yang melaporkan Kak Reno ke polisi. Pasti ada seseorang yang mendukung atau membujuk Rani untuk melaporkan Kak Reno ke polisi?," ucap Rere memberikan pendapatnya kepada mbak Riska."Akh, tetap saja semua masalah ini timbul karena Rani," ucap mbak Riska semakin kesal.
"Mengapa Tante bisa sampai dirawat di rumah sakit mbak Riska?," tanya Rere lagi. "Ya tentu saja karena Rani. Mama begitu syok dan terkejut melihat kedatangan polisi yang tiba-tiba datang ke rumah surat penangkapan untuk Reno. Dan secara langsung menangkap Reno lalu menahan di kantor kepolisian. Kamu tahu kan bagaimana mama itu sangat menyayangi Reno.Mama merasa sangat terpukul akan peristiwa yang menimpa Reno. Itu yang membuat Mbak merasa sangat kesal dan jengkel kepada Rani. Sejak dari awal mbak Riska memang sudah tidak suka dengan Rani tetapi semua atas permintaan kakek yang memaksa Reno harus menikah dengan Rani. Jadi tidak ada orang yang berani menolaknya.Dan mbak harus berpura- pura bersandiwara menerima kehadirannya," sahut mbak Riska sedikit membagi perasaan di hatinya kepada Rere.
"Iya Mbak aku juga kesal dan tidak suka kepada Rani," sahut Rere dengan ekspresi wajah kesalnya yang tampak jelas kali ini. Mbak Riska lalu melirik ke arah Rere sambil bertanya," Bukankah tadi kamu mengatakan bahwa Rani itu adalah sahabatmu.Bahkan kamu memuji kebaikan hatinya. Lalu Mengapa sekarang kamu merasa kesal dan tidak suka kepadanya? Hahaha... ternyata kamu itu orang yang aneh dan bermuka dua ya,"ucap mbak Riska sambil menertawakan sikap Rere. Mendengar mbak Riska menertawakannya Rere pun berusaha untuk membela dirinya. "Iya Rani itu memang sahabatku dulu tetapi tidak untuk sekarang Mbak Riska," jawab Rere.
" Kenapa bisa menjadi seperti itu?," tanya Mbak Riska heran.
"Iya semua bisa berubah seiringnya waktu mbak Riska," jawab Rere.
"Maksudnya? aku tidak paham akan perkataanmu?," tanya Mbak Riska menyelidiki.
"Yah semenjak aku tahu jika Kak Roy menyukai Rani hatiku merasa hancur mbak Riska. Di hati kak Roy hanya ada Rani dan selalu memperhatikan Rani saja,sementara aku sebagai istrinya tidak berarti apa- apa bagi Kak Roy," ucap Wirda terlihat murung.
" Oh, jadi ini semua alasanya karena cinta.Cinta sepihak yang ditolak," ucap Mbak Riska sedikit meledek Rere.
Rere tidak mengindahkan kata- kata Mbak Riska.Dia malah menumpahkan rasa kesalnya akan diriku dan Kak Roy kepada Mbak Riska.
"Awal mulanya aku berpikir mungkin perasaan Kak Roy bersifat sementara kepada Rani.Dan lambat laun akan berubah karena akan menerima kehadiranku sebagai istrinya. Tetapi ternyata dugaanku keliru.Semakin hari kulihat Kak Roy semakin peduli dan bertambah mencintai Rani.Di dalam hatinya hanya ada nama Rani.Bahkan Kak Roy tidak mau memberikan kesempatan untukku mencoba mengisi hatinya dan belajar untuk menerima cintaku yang tulus dan begitu besar kepadanya. Hal inilah yang membuatku menjadi tidak suka dan benci kepada Rani,mbak Riska. Karena secara tidak langsung Rani telah merebut kebahagiaanku. Rani telah mencuri orang yang aku cintai dan Rani adalah penghalang terbesarku untuk memiliki Kak Roy seutuhnya.Dan jika Rani masih berada di dekatku maka rumah tanggaku bersama Kak Roy akan hancur.Untuk itu aku sangat membenci Rani dan ingin membuatnya jauh dari kehidupanku dan Kak Roy," ucap Rere dengan wajah kesal dan meluapkan isi hatinya kepada mbak Riska.
Mbak Riska melihat tajam ke wajah Rere .Dia melihat kegundahan dan ketakutan di dalam wajah yang Rere tampakkan di hadapannya.Mbak Riska tersenyum menyeringai dengan wajah liciknya.Dia berpikir untuk meracuni pikiran Rere dan menghasutnya untuk semakin membenci diriku. Bahkan untuk menyakitiku jika perlu. Melihat kondisi Rere yang seperti orang bingung dan penuh tekanan. Mbak Riska lalu mengambil inisiatif dan membuat rencana untuk menghancurkan diriku dan Kak Roy dengan memanfaatkan kelemahan Rere. "Mbak mengerti apa yang kamu rasakan," ucap mbak Riska dengan nada sok lembut dan mengusap bahu Rere seraya menenangkan Rere dengan berpura- pura baik kepada Rere.
Rere menatap wajah mbak Riska yang bersikap lembut kepadanya dengan tatapan wajah dingin.Mbak Riska yang melihat ekspresi wajah Rere yang meragukan perubahan sikapnya menjadi perhatian kepada Rere.Maka dengan segera mengalihkan pikiran Rere tersebut agar tidak mencurigai dirinya. "Kamu tidak perlu menatap Mbak seperti itu," ucap Mbak Riska sambil tersenyum palsu. "Bagaimana kalau kita membeli minuman dan sedikit mengobrol.Lalu kita cari tempat yang enak untuk berbincang -bincang meluapkan kekesalan yang ada di dalam hatimu.Tidak enak dan nyaman berbicara di jalan seperti ini. Siapa tahu Mbak mempunyai solusi untuk masalahmu ini," bujuk mbak Riska kepada Rere.
Rere pun tanpa berpikir panjang segera menerima tawaran mbak Riska untuk mengobrol dengannya. "Baiklah mbak Riska. Rere mau," jawab Rere.
Mbak Riska tersenyum dengan ekspresi wajah senangnya.
Setidaknya kali ini aku mempunyai pion baru untuk dapat menyakiti Rani. Tanpa aku sendiri yang harus turun tangan dan bermain.Cukup aku mengendalikan Rere saja untuk menyakiti Rani dan juga Roy,ucap mbak Riska dalam hati dengan senyumnya yang licik kepada Rere.
Rere sungguh tidak menyadari jika dirinya telah masuk perangkap Mbak Riska dan akan memanfaatkannya untuk balas dendam menyakiti sahabatnya sendiri yaitu diriku dan suaminya yang sangat ia cintai Kak Roy.
Lalu mbak Riska dengan sifat kepura-puraan dan sok berlaku baik kepada Rere.Mbak Riska menggandeng tangan Rere perlahan untuk menuju kantin agar mereka dapat mengobrol .Sehingga mbak Riska ingin dapat menanamkan benih-benih kebencian yang semakin memuncak kepada diriku.
Sesampainya di kantin rumah sakit mbak Riska memesan langsung memesan dua Ice Chocolate Blend,Brulee Bomb dengan isian keju lumer dan croffle untuk pendamping mereka mengobrol.
Sementara Rere sudah memilih tempat duduk yang menghadap ke taman rumah sakit dengan pemandangan healling garden concept bernuansa alam yang asri dengan pancuran air mancur dan kolam ikan di hadapannya,yang letaknya tidak terlalu jauh darinya duduk sekarang.
__ADS_1
"Ini Re,diminum ,"ucap mbak Riska sambil menawarkan makanan dan minuman yang ia bawa dan meletakkannya di atas meja
" Iya mbak Riska. Terima kasih," jawab Rere pelan sambil melihat ke arah Mbak Riska.
Lalu mbak Riska duduk sambil menghisap sedotan dari ice chocolate blend yang ia pesan.
"Oh ya lalu sekarang kenapa kamu tidak menemani Roy?," tanya Mbak Riska sambil memegang cup gelas minuman yang ia hisap.
"Aku sedang merasa kesal Mbak dan ingin menenangkan diri karena aku begitu terluka akan ucapan dari Kak Roy terakhir kali aku berbicara dengannya.Kemungkinan juga saat ini Kak Roy sudah pulang dengan mamanya ke rumah Kak Roy,"ucap Rere terlihat sedih sambil meminum cup gelas yang berisi ice chocolate blend yang dipesan oleh mbak Riska.
" Memang apa yang dikatakan Roy kepadamu. Sehingga kau merasa begitu sangat kesal dan sedih seperti itu?," tanya Mbak Riska sambil memandang wajah Rere.
Rere terdiam sesaat seperti enggan untuk membahas ucapan yang Kak Roy katakan kepadanya tetapi karena hatinya begitu terluka dan terasa sesak ia ingin membagi rasa kekecewaan terhadap Kak Roy kepada mbak Riska. "Kak Roy ingin menceraikanku mbak Riska ,"ucap Rere pelan dan sedih.
"Apa!uhuk..uhuk..uhuk...,"ucap mbak Riska terkejut dan membuatnya tersendak.
Lalu mbak Riska melanjutkan kembali kata-katanya setelah merasa enak,"Mengapa secara mendadak Roy ingin menceraikan dirimu?," tanya Mbak Riska.
" Karena Kak Roy ingin bersama dengan Rani. Kak Roy ingin segera dapat menemani Rani dan menjadikan Rani sebagai pendamping hidupnya ,"ucap Rere terlihat kesal.
"Apa katamu pendamping hidup? Bukankah Rere sudah menikah dengan adikku Reno. Lalu bagaimana Roy akan menikahi Rani. Apakah Roy sudah gila bisa memiliki pikiran seperti itu ?,"ucap mbak Riska semakin terkejut.
"Kak Roy ingin Rani juga melakukan gugatan cerai kepada Kak Reno mbak Riska. Begitu pula Kak Roy, dia ingin menceraikan diriku.Lalu setelah mereka berdua sama-sama mendapat status lajang. Kak Roy ingin segera menikahi Rani,"ucap Tree menjelaskan kepada Mbak Riska.
" Mengapa Roy begitu ingin sekali dan buru-buru menceraikan dirimu serta menikahi Rani.Padahal sebelumnya aku memang tahu jika Roy itu memang suka dan mencintai Rani sejak lama.Tetapi sikapnya tidak sefrontal sekarang ini. Pasti ada sesuatu hal yang sangat mendesak atau sesuatu hal yang sangat mengguncang hatinya Roy. Sehingga dia sangat ingin sekali berpisah denganmu dengan segera ,"ucap mbak Riska sambil mengunyah Brulee Bomb di mulutnya dan memandang Rere.
Reremeletakkan cup gelas minuman berisi ice chocholate blind di atas meja lalu memandang wajah mbak Riska." Iya mbak Riska memang ada alasan kuat untuk Kak Roy ingin menceraikanku,"jawab Rere.
"Alasan? alasan apakah itu?," tanya Mbak Riska dengan serius sambil mengunyah Brulee Bomb di dalam mulutnya.
" Keadaan Rani sekarang ini yang membuat Kak Roy semakin tidak bisa lagi menahan perasaannya untuk Rani ?,"jawab Rere. "Maksudnya keadaaan Rani? Memang kenapa dengan Rani? Mbak tidak mengerti dengan ucapanmu Re?," ucap mbak Riska dengan rasa ingin tahu.
"Sebelumnya Kak Roy dirawat di rumah sakit ini bersamaan dengan Rani...dan..," ucap Rere terputus karena dipotong oleh Mbak Riska.
"Sebelumnya Rani dirawat di ruangan yang bersebelahan dengan Kak Roy dirawat juga,mbak," jawab Rere dengan wajah datar.
"Baiklah nanti setelah ini. Maukah kamu menemani Mbak untuk melihat kondisi Rani?," tanya Mbak Riska.
"Sepertinya nanti aku akan menunjukkan letak kamar Rani dirawat saja kepada Mbak Riska. Tetapi aku enggan untuk masuk ke dalam ruangannya," jawab Tree sambil mengambil croffle dan mulai menggigitnya.
" Mengapa kamu tidak mau ikut masuk?," tanya mbak Riska lagi yang terus menikmati Brulee Bomb dengan lahapnya.
"Karena aku sedang tidak ingin bertemu dengan Rani dan orang-orang yang berada di sekitarnya," jawab Rere sambil mengunyah croffle yang ia gigit.
"Maksudmu orang-orang di sekitarnya Rani itu siapa?," tanya Mbak Riska menyelidiki.
" Iya seperti Wirda, Bik Siti, Pak Budi dan dua orang lelaki yang tidak aku kenal .Tetapi salah satu dari lelaki itu selalu berada di dekat Rani ,"ucap Rere menerangkan kepada mbak Riska .
"Dua lelaki itu siapa ? Apakah kamu mengenalnya Re?,"tanya mbak Riska seraya berpikir.
"Aku tidak tahu Mbak. Dan aku tidak pernah mengenalnya sebelumnya," jawab Rere sambil menikmati croffle.
Berarti nanti aku harus mencari tahu siapa dua lelaki misterius yang selalu berada di dekat Rani ucap mbak Riska di dalam hati. Lalu Mbak Riska berusaha mengorek informasi lagi dari Rere.
"Oh ya Re. Balik lagi dari ucapanmu tentang kondisi Rani.Memang ada apa dengan kondisi Rani?," tanya Mbak Riska berusaha menyelidikiku sambil terus mengunyah Brulee Bomb.
"Rani mengalami kebutaan mbak Riska,"jawab Rere santai.
" Uhuk...uhuk...uhuk....," suara Mbak Riska tersendat dan batuk.
Lalu dengan cepat Mbak Riska mengambil cup gelas yang berisi ice chocolate blend dan menghisapnya.
Sruuup....sruup..sruup....
"Apa! Buta! ," Mbak Riska pun terkejut mendengar ucapan dari Rere.
__ADS_1
" Iya mbak Riska. Rani Kehilangan penglihatannya setelah jatuh kasar mendapat perlakuan kasar dari Kak Reno adiknya mbak Riska dan mungkin karena hal itu juga Kak Reno dilaporkan ke polisi,"ucap Rere.
" Sebentar ...sebentar. Apa maksudmu Reno melakukan perlakuan kasar terhadap Rani? Mbak tidak mengerti maksudnya. Dan apa hubungannya dengan kebutaan yang dialami Rani dengan Reno?," tanya Mbak Riska.
Sebelum Rere akan menjawab pertanyaan dari Mbak Riska.Rere terlebih dahulu menelan croffle yang ia kunyah di dalam mulutnya lalu menghisap sedotan dari cup gelas yang berisi ice chocholate blend kemudian meletakkan cup gelas tersebut di atas meja.Sementara itu Mbak Riska sudah menunggu jawaban dari Rere dengan wajahnya yang serius.
"Berdasarkan informasi yang Rere dapatkan Kak Reno melakukan pemukulan secara membabi buta kepada Kak Roy juga memukul Rani hingga jatuh tersungkur dan mengakibatkan cedera di kepalanya dan kerusakan saraf di Indra penglihatannya, mbak Riska. Hal itulah yang membuat Rani mengalami kehilangan penglihatannya atau menjadi buta yang disebabkan oleh tindakan kekerasan dari adiknya mbak Riska yaitu Kak Reno.Dan kebutaan yang dialami Rani itu bukan bersifat sementara. Tetapi permanen dan selamanya.Artinya Rani akan dapat melihat lagi jika ada orang yang mendonorkan mata untuknya.Dan jika Rani tidak mendapatkan donor mata maka ia akan kehilangan penglihatannya untuk selamanya," jelas Rere kepada Mbak Riska.
Mbak Riska tertegun dan terdiam mendengar perkataan dari Rere.Lidahnya keluh dan terasa berat seketika.Dia terlihat gusar dan stok.Bukan memikirkan keadaanku atau bersimpati atas musibah yang menimpaku akibat tindakan adiknya Kak Reno.
Tetapi ia larut dalam pikirannya memikirkan nasib adiknya yang akan sulit terbebas dari hukuman di balik jeruji besi yang sulit untuk dihindari.
"Mengapa Mbak Riska terdiam dan apa yang mbak pikirkan ?,"tanya Rere berusaha menyelidiki apa yang mbak Riska lamunkan. "Akh,tidak apa-apa. Mbak hanya memikirkan Reno.Tetapi sudahlah. Ayo kita kembali pada topik pembicaraan tentang masalahmu dengan Roy, "ucap mbak Riska mengalihkan pembicaraan sambil memandang ke arah Rere. "Lalu setelah mengetahui semua hal yang terjadi tentang Rani.Dan niat Roy untuk berpisah darimu. Lalu apa yang akan kamu lakukan selanjutnya Re?Apakah kamu memiliki rencana lain atau hanya diam tanpa melakukan apapun dan menerima keputusan dari Roy secara sepihak ?,"tanya Mbak Riska berusaha untuk mencampuri urusan Rere dan Kak Roy.
"Entahlah mbak Riska aku sendiri masih bingung memikirkan bagaimana caranya agar Kak Roy mengubah keputusannya untuk tidak menceraikanku. Tetapi aku sendiri tidak tahu apa yang harus aku lakukan untuk menghentikan niat Kak Roy itu ,"ucap Rere dengan wajah sedihnya.
Mbak Riska mendengar ucapan dari Rere pun tersenyum.
"Mengapa Mbak Riska tersenyum ?Apakah ada hal yang lucu dan aneh?,"tanya Rere kepada mbak Riska.
"Bukan...bukan itu maksud Mbak .Mbak tersenyum karena sebenarnya masalahmu itu dapat diselesaikan dengan mudah sekali, "sahut mbak Riska.
"Maksud Mbak Riska dapat diselesaikan dengan mudah. Bagaimana caranya?,"tanya Rere penasaran.
"Sebelum Mbak Riska memberitahumu solusi dari masalahmu. Mbak ingin bertanya kepadamu Apakah kamu benar-benar mencintai Roy?,"tanya Mbak Riska kepada Rere sambil menatapnya.
"Iya mbak aku sangat mencintai kak Roy melebihi apapun, "ucap Rere dengan tatapan wajahnya yang sendu dan penuh keyakinan. "Baguslah kalau begitu. Lalu demi cintamu kepada Roy. Apakah kamu mau melakukan sesuatu?,"tanya Mbak Riska.
Rere terlihat bingung terhadap pertanyaan Mbak Riska. " Melakukan sesuatu maksudnya ?sesuatu apa Mbak?,"tanya Rere terlihat bingung.
"Yah melakukan sesuatu hal. Seperti berupaya dengan cara apapun dan menghalalkan segala cara apapun untuk tetap mempertahankan rumah tanggamu. Dan untuk mendapatkan cintanya Roy. Bagaimana? Apakah kamu mau melakukannya ?,"tanya Mbak Riska sambil menunggu jawaban dari Rere.
"Maksud mbak Riska melakukan cara apapun dan menghalalkan segala cara. Bagaimana maksudnya? ,"tanya Rere semakin bingung.
Mbak Riska membetulkan posisi duduknya dan melihat ke arah Rere.
"Saat kamu mencintai seseorang dan ingin memilikinya. Jangan hanya mengandalkan perasaanmu saja Re.Tetapi gunakan akal dan pikiranmu, " ucap Mbak Riska sambil meletakkan jari telunjuknya di pelipis kanannya. Dan Rere memperhatikan Mbak Riska secara serius..
"Jika secara terang-terangan Roy menolak dirimu dan tidak menerima cintamu. Maka kau harus menggunakan cara lain agar Ia mau tunduk dan menerima cintamu, "ucap mbak Riska kepada Rere .
"Maksudnya bagaimana Mbak? aku tidak mengerti .Tolong katakan secara jelas jangan menggunakan kiasan yang sulit aku pahami !,"ucap Rere meminta.
"Iya begini maksud Mbak. Kamu harus berpura-pura atau bersandiwara menjadi sahabatnya Roy dan mengubah sikapmu seolah-olah kamu itu setuju ingin berpisah dengan Roy dan mendukung niatnya untuk mendekati Rani. Tetapi di balik ke pura-puraanmu atau itu kamu harus menyusun rencana untuk menggagalkan niat Roy agar tidak menceraikan dirimu. Paham maksud Mbak !,"tanya Mbak Riska kepada Rere.
Iya aku sedikit paham apa yang mbak Riska katakan. Lalu cara apa yang aku lakukan untuk menggagalkan niat Kak Roy untuk menceraikanku mbak?,"tanya Rere lagi dengan serius .
"Kamu harus memanipulasi dirinya. Untuk itu kamu harus mengggunakan pesona kecantikanmu untuk memikatnya. Tetapi bukan menjadi dirimu melainkan mengubah dirimu menjadi berpenampilan Rani. Lalu kamu buat dia tidak sadarkan diri hingga Roy begitu larut akan buaian cintamu. Kamu mengerti kan maksud Mbak ,"ucap mbak Riska sambil tersenyum sinis.
"Tetapi apakah itu akan berjalan dengan baik mbak? Lalu kenapa aku harus berpenampilan seperti Rani mbak Riska?,"tanya Rere lagi dengan sedikit ragu. "Kamu berpenampilan seperti Rani untuk memikat daya tarik Roy kepadamu saat ia tidak sadarkan diri.Dan tentu saja itu akan berhasil, "jawab Mbak Riska dengan percaya diri akan rencananya.
"Asalkan engkau menggunakan akal dan pikiranmu dan jangan larut dalam perasaanmu. Maka Roy akan menjadi milikku untuk selamanya Re," sahut Mbak Riska.
"Tetapi apakah tidak apa jika aku melakukan hal tersebut kepada Kak Reno, mbak Riska?, " tanya Rere sambil berpikir.
"Semua adil di dalam cinta Rere. Dan tidak ada yang salah dalam perjuangan mendapatkan Cinta. Apalagi jika cinta itu bertepuk sebelah tangan.Itu jika kau ingin Roy tetap bersamamu. karena jika secara terang-terangan dia pasti akan menolakmu. Maka untuk mendapatkan Roy kau harus gunakan tipu muslihat dan cara apapun untuk menjebaknya masuk dalam cintamu. Meskipun cara itu dapat menyakiti hatinya. Tidak masalah menurut mbak, asalkan Roy menjadi milikmu bukan seperti begitu tujuanmu Re, "tutur Mbak Riska dengan tersenyum.
"Baiklah mbak Riska. Aku akan melakukan apa yang Mbak Riska sarankan padaku ," kata Rere.
Mbak Riska pun tersenyum mendengar ucapan dari Rere.Setelah itu, mereka berdua bertukar nomor telepon untuk dapat saling bertukar informasi dan menentukan langkah selanjutnya untuk menjebak Kak Roy. Kemudian Wirda menemani mbak Riska menuju ruang rawat inap tempatku dirawat. Tetapi saat mereka sudah berada di ruangan tersebut. Ruangannya terlihat sudah kosong begitu juga di ruangan tempat Kak Roy dirawat. Lalu mbak Riska bertanya kepada salah seorang perawat yang lewat di hadapannya , "Sus,dimana pasien yang bernama Rani berada ?,"tanya Mbak Riska. Lalu perawat yang juga merawatku selama di rumah sakit tersebut menjawab pertanyaan mbak Riska, "Oh pasien atas nama saudari Rani sudah pulang Mbak.
"Baiklah kalau begitu terima kasih Sus, " ucap Mbak Riska.
Mbak Riska pun terdiam sesaat memikirkan ke mana keberadaanku sekarang. Lalu tidak lama Rere pamit pulang kepada Mbak Riska untuk segera melancarkan rencana yang telah mereka susun kepada Kak Roy. Sementara itu, mbak Riska berjalan menuju ruang rawat inap dimana Bu Sri dirawat sekarang dengan berbagai informasi yang ia dapatkan. Dan segera ingin ia sampaikan kepada Pak Sugeng ayahnya.
Namun, sebelum menemui menemui Pak Sugeng. Mbak Riska kembali menuju kantin di rumah sakit untuk memesan makanan dan minuman yang telah diminta oleh Pak Sugeng.
__ADS_1