
"Ran,benarkah kamu memaafkanku?,"tanya Kak Reno tidak percaya.
Aku pun mengangguk pelan sambil menatapnya.Wajahnya terlihat berbinar dan sedikit sumringah.Matanya berkaca-kaca namun bukan karena rasa sedih akan kesalahan tetapi rasa terkejut yang membuatnya tidak percaya akan mendapat maaf dariku.Jemarinya mengenggam erat tanganku seakan ia tidak ingin melepaskan genggamannya padaku.Pandanganku dan Pandangan Kak Reno kembali bertemu.Dia menatapku begitu dalam.Matanya sayu dalam tatapannya yang teduh,bibirnya diam namun dari sorot matanya kurasakan ada sesuatu hal yang ia pendam dan ingin berusaha ia utarakan padaku.Tetapi entah apa yang membuatnya tidak mampu mengatakannya padaku.Perlahan aku melepaskan genggaman tangannya dariku.Kak Reno sedikit kaget namun ia kembali bertingkah seperti biasa.
Semua orang larut dalam rasa saling memaafkan satu sama lain dalam tangis kebahagiaan untuk mengikhlaskan semua yang terjadi.Ughhh..kutarik napas pendek membuang semua kenangan buruk yang tersisa.Dan Mbak Riska memelukku,"Terima kasih ya Ran.Kamu dan bunda telah memaafkan papa,mama dan Reno serta kami semua.Mbak berharap kita dapat membuka lembaran baru kembali yang lebih manis dan indah untuk kita jalani setelah semua kepahitan yang terjadi.I hope you stay part of our family,"bisik Mbak Riska pelan.
Aku hanya diam mendengar kata-kata Mbak Riska.Ucapannya menggema di pikiranku.Lembaran baru setelah saling memaafkan,batinku dalam hati.
Mbak Riska melepas pelukannya dan menyeka air matanya.Ia melepas senyum bahagia.Mataku menerawang melihat raut muka semua orang.Semua terasa berbeda untukku,hatiku sedikit lebih lega.Namun seperti ada sesuatu hal yang masih membelenggu diriku yang ingin segera aku lepaskan.
Kakek yang semula menangis kini tersenyum bahagia dan berusaha untuk menyusun kata-kata memulai pembicaraan.
"Alhamdulillah.Sekarang kita semua sudah saling memaafkan dan merasa lebih baik dari sebelumnya,"ucap kakek tersenyum.
Semua orang pun memandang ke arah Kakek yang sedang berbicara.Tidak lama kemudian kakek meneruskan pembicaraannya lagi,"Sungguh saya sangat senang sekali karena kita sudah dapat kembali bersama lagi menjadi bagian keluarga yang utuh.Dan mulai sekarang saya berharap Bu Tari dan Rani setelah ini dapat tinggal di rumah kediaman keluarga Suprapto.Karena bagaimana pun juga Rani adalah menantu dari keluarga besar kami,"ucap kakek.
__ADS_1
Semua orang tampak bahagia kecuali aku,Kak Roy,Wirda dan bunda.Aku yang mendengar ucapan kakek menjadi membisu dan berusaha mencerna kata-katanya.Dadaku terasa sesak kembali,rasanya begitu sangat menganjal di hatiku.Bunda menatapku dan tersenyum.Sepertinya bunda memahami apa yang sedang aku rasakan.Aku terus berpikir mencoba mengatur kata-kata yang harus ku ucapkan.
Bu Sri tampak sangat bahagia dan kembali mengusap kepalaku,"Mama rindu Rani kembali kerumah,"ucap Bu Sri dengan tersenyum lalu ia mengenggam tangan bunda,"Saya berjanji Bu Tari akan membuat Rani bahagia dan nyaman dirumah kami.Dan kami akan merawat dan menjaganya seperti putri kami sendiri,"ucapnya senang.Namun bunda hanya berekspresi datar.
Kulihat sesekali Kak Reno tersenyum melihat kearahku namun sekali lagi aku berpaling.Akan tetapi tiba-tiba jemari Kak Reno mengenggam jemariku.Aku terkejut dengan tindakannya.Kak Reno mendekat padaku dan melepas senyum hangatnya,"Ran.Mulai sekarang kakak janji akan membahagiakan Rani.Kakak mohon beri kakak kesempatan sekali lagi untuk membuat lembaran baru antara kita berdua.Kakak berjanji akan berubah menjadi lebih baik dari sebelumnya,"ucap Kak Reno dengan serius.
Semua orang sontak terkejut melihat sikap dan ucapan Kak Reno.Kakek yang terlihat tersenyum bahagia melihat perubahan pada diri Kak Reno.
Aku pun masih diam membisu seakan tidak percaya akan perubahan yang begitu cepat terjadi pada diri Kak Reno.Mbak Riska pun menggodaku,"Ran,kok diam saja.Ayo dijawab permintaan Reno,"ucap Mbak Riska.
Perlahan kulepaskan genggaman jemari Kak Reno dari tanganku.Kak Reno sedikit tersentak melihat tindakanku.Kuhela napas pendek sambil menutup kedua mataku perlahan.Bismillah,ucapku dalam hati.Semua mata tertuju padaku.Dengan tenang dan perlahan aku pun berkata,"Sebelumnya mohon maafkan Rani.Sungguh dari dalam lubuk hati Rani yang terdalam Rani sudah memaafkan serta sangat menghargai akan nawaittu dan sikap yang sangat baik dari kakek,mama,papa,Mbak Riska.Kalian sangat tulus menyayangi Rani.Tetapi mohon maafkan Rani sebelumnya.Rani tidak ingin meneruskan pernikahan siri dengan Kak Reno,"ucapku serius.
Semua orang terkejut dan berubah ekspresinya terutama Kak Reno yang terlihat sangat syok.
Bunda hanya diam dan sepertinya memahami perasaanku.Tiba-tiba kakek pun berucap,"Tetapi kenapa nak?bukankah Rani sudah memaafkan kami.Dan Reno pun ingin tetap bersama Rani,"ucap kakek penuh tanya.
__ADS_1
"Iya Ran,kenapa?,"tanya Bu Sri menimpali.
Lalu Mbak Riska pun berkata,"Dek kenapa?apa Rani belum bisa memaafkan Reno dek?,"tanyanya penasaran.
"Bukan seperti itu kakek,mama dan Mbak Riska.Rani sungguh sudah memaafkan Kak Reno.Akan tetapi untuk meneruskan pernikahan.Rani tidak siap dan sangat tidak siap.Awal mula pernikahan siri ini terjalin karena Rani ingin melihat kesembuhan bunda.Yah,intinya demi bunda.Namun bukan karena Rani egois.Bagi Rani pernikahan itu adalah ibadah.Sebuah hubungan yang sangat sakral dan bukan main-main.Landasannya haruslah berdasarkan cinta dan keyakinan kedua pasangannya untuk menjalin ikatan dalam menyempurnakan ibadah mereka kepada Allah bukan berdasarkan perjanjian atau pun paksaan bahkan kontrak yang mengikat.Maka dari itu Rani memohon untuk menghargai perasaan dan keinginan Rani.Apalagi antara Rani dan Kak Reno tidak saling mencintai atau pun saling menerima satu sama lain.Lantas bagaimana pondasi hubungan kami akan kokoh dan kuat nantinya.
Dan untuk isi perjanjian mengembalikan biaya pengobatan bunda In syaAllah Rani akan berusaha untuk menggantinya.Dan mohon beri kelonggaran Rani untuk menyicilnya sesuai kemampuan Rani.Rani berharap kalian semua memahami dan mengerti apa yang Rani rasakan serta tidak salah paham dengan maksud Rani ini.Semoga ini menjadi lembaran baru bagi Rani dan kita semua,"uacpku pelan.
Kakek terlihat tertunduk lesu,wajahnya tidak secerah semula.Dia seolah-olah tidak percaya dengan apa yang kukatakan.Namun tiba-tiba Pak Sugeng pun berkata,"Ran,papa tidak bisa memaksakan kehendak kami pada Rani.Namun jika itu menjadi pilihan Rani kami tidak bisa menolaknya meskipun hal itu bertentangan dengan apa yang kami harapkan.Papa dan yang lainnya akan tetap selalu menyayangi Rani dan mendukung pilihan Rani meski apapun yang terjadi bagi kami Rani sudah seperti putri papa sendiri.Dan untuk biaya pengobatan Bu Tari tidak perlu Rani pikirkan.In syaAllah papa ikhlas membantu Rani dan Bu Tari.Untuk berkas surat perjanjian akan papa suruh Pak Gukul menyelesaikannya serta mengurus perpisahan Reno dan Rani,"ucap Pak Sugeng.
"Terima kasih banyak pah,"ucapku.
Kak Reno hanya diam membisu seperti kakek.Tidak lama kemudian mereka semua berpamitan pulang.Hanya ada aku,bunda,Kak Roy dan Wirda.
Bunda mengenggam tanganku dan aku tersenyum lega.Wirda memelukku ia seperti merasakan perasaan lega yang kurasakan.Sementara Kak Roy menatapku dalam senyumnya yang teduh.Aku membalas senyumannya.Wajahnya tampak sumringah.
__ADS_1
Semoga ini menjadi awal baru yang indah untuk kulalui berikutnya.Bersama bunda dan sahabat yang selalu mendukung dan bersamaku.Aku tersenyum kecil sambil menarik napas panjang bersama orang-orang yang kusayang.