
"Selamat Siang Bapak kami dari pihak kepolisian ingin bertemu dengan saudara Rena Suprapto atau keluarganya yang mungkin ada di rumah,"ucap salah seorang petugas kepolisian yang datang menghampiri ke tempat pos satpam di rumah kediaman keluarga Suprapto.
Pak satpam yang sedang asyik memainkan telepon genggam miliknya tiba-tiba terkejut melihat beberapa pihak kepolisian datang ke arahnya dan berdiri tepat di hadapannya.
"Aa....ada...ada pak,"sahut Pak satpam dengan nada terbata-bata dan tegang
dan wajah yang sedikit ketakutan.
"Baik Pak, bisakah bapak mengantarkan kami ke dalam menemui saudara Reno Suprapto atau pihak keluarganya yang berada di rumah sekarang?," tanya pihak kepolisian kepada Pak satpam yang terlihat sambil menelan air ludahnya.
"Oh iya Pak mari, mari pak ,akan saya antar ke dalam," jawab Pak satpam dengan sedikit membungkukkan badannya seraya menghormati pihak kepolisian yang akan ia antarkan menuju pintu masuk ke rumah kediaman keluarga Suprapto.
Dan kebetulan pintu masuk ke dalam rumah keluarga Suprapto tidak terkunci dan terbuka. Sehingga Pak satpam langsung saja masuk ke dalam rumah sambil mempersilahkan beberapa aparat kepolisian untuk duduk menunggu,sembari ia memanggil anggota keluarga Suprapto yang ada di dalam rumah.
"Mari Pak silakan masuk. Bapak-bapak silakan duduk dulu di sini,"ucapan sambil menunjuk ke arah sofa yang ada di ruang tamu." Sementara itu saya akan panggilkan tuan dan nyonya untuk menemui bapak-bapak sekalian. Untuk itu saya permisi dulu ya pak .Mohon ditunggu sebentar," ucap Pak satpam lagi dengan sedikit membungkukkan badan dan meletakkan tangan kanannya di dada lalu berjalan pelan untuk mencari bu Sri atau Pak Sugeng.
"Baik Pak terima kasih .Kami akan menunggu di sini ,"ucap salah seorang pihak kepolisian kepada Pak satpam.
Beberapa pihak kepolisian yang datang di rumah kediaman Suprapto duduk di sofa ruang tamu sambil menunggu Pak satpam memanggil anggota keluarga Suprapto lainnya.
Sementara itu di dalam rumah Pak satpam sedang mencari-cari keberadaan semua anggota keluarga Suprapto yang ada di dalam rumah.
"Ke mana semua orang pergi?," tanya Pak satpam pelan dengan mata sambil melihat ke sana kemari untuk menemukan setidaknya salah seorang saja dari anggota keluarga Suprapto agar ia dapat menyampaikan bahwa ada pihak kepolisian yang sedang menunggu di ruang tamu.
Akhirnya karena Pak satpam tidak berhasil menemukan salah seorang pun dari keluarga Suprapto. Dia lalu berinisiatif menuju kamar Pak Sugeng dan Bu Sri.
Tok...ToK...Tok..Tok....
Pak satpam mengetuk pintu kamar Bu Sri dan Pak Sugeng dengan pelan.
Namun juga tidak dibukakan pintunya.
Akh, apakah aku harus mengetuk lebih keras lagi supaya terdengar oleh Bu Sri dan Pak Sugeng, gumam Pak satpam di dalam hati.
Tok...ToK...Tok..Tok....
Lalu Pak satpam mengetuk pintu kamar Bu Sri dan Pak Sugeng lebih keras dari sebelumnya sambil memanggil nama Pak Sugeng dan Bu Sri supaya suaranya terdengar oleh mereka.
"Pak....Pak Sugeng....Bu....Bu Sri ...,"ucapan dengan suara yang lebih keras.
Dan usahanya pun tidak sia-sia.
Seperdetik kemudian pintu kamar Bu Sri dan Pak Sugeng pun terbuka
Cekrekkkk......
Terlihat Bu Sri dengan wajah sembabnya membuka pintu kamar.
"Ada apa Pak? kenapa kamu mengetuk pintu kamar saya? dengan sangat keras lagi," tanya Bu Sri dengan kesal dan wajah sembabnya yang semakin terlihat.
"Hmmm, Maaf Bu... Maaf. Sebelumnya tadi saya mengetuk pintunya pelan tetapi karena Bu Sri dan Pak Sugeng tidak mendengar. Jadi saya berpikir untuk mengetuk pintu lebih keras lagi supaya Bu Sri atau Pak Sugeng mendengarkan suara saya," jawab Pak satpam dengan sedikit rasa takut dan sungkan kepada Bu Sri yang terlihat kesal padanya.
"Ya sudah. Lalu ada apa kamu sampai mengetuk pintu kamar saya dengan keras? dan ke kamar saya pula," tanya Bu Sri dengan penuh selidik dan ketus.
"Emmm, begini bu di bawah ada tamu yang sedang mencari Bu Sri dan Pak Sugeng,"ucap Pak satpam sambil sedikit menundukkan pandangannya dan badannya.
"Tamu? siapa yang datang bertamu?,"tanya Bu Sri dengan wajah malasnya sekarang.
Pak satpam sedikit menelan air ludahnya untuk menghilangkan ketegangan terhadap dirinya sendiri.
"Egh... bapak-bapak polisi Bu,"jawab Pak satpam dengan pelan.
Seketika pula wajah Bu Sri yang terlihat sebelumnya malas dan ogah-ogahan. Kini berubah menjadi tegang terkejut dengan mata sedikit melotot ia tampak begitu syok dan ada rasa takut yang tergambar jelas pada raut wajahnya sekarang.
"Polisi?,"ucapnya dengan nada seperti bertanya kepada Pak satpam untuk meyakinkan dirinya sendiri.
"Iya Bu benar pihak kepolisian,"sahut Pak satpam sambil mengangguk untuk membenarkan maksud dari pertanyaan Bu Sri.
"Mengapa polisi tiba-tiba datang ke rumah ini?," ucap Bu Sri pelan sambil berpikir.
"Tadi Kalau saya tidak salah dengar bapak-bapak polisi tersebut datang kemari untuk mencari tuan muda Reno Bu,"sahut Pak satpam sambil melihat ke arah Bu Sri lalu menundukkan kembali pandangan matanya.
"Apa katamu mencari Reno?,"tanya Bu Sri dengan wajah yang semakin tegang.
"Iya Bu mencari tuan muda Reno,"jawab Pak satpam singkat.
"Kenapa pihak kepolisian mencari Reno?,"tanya Bu Sri kepada Pak satpam yang masih berdiri dengan tubuh sedikit membungkuk.
"Kalau alasan untuk mencari tuan muda Reno Saya tidak tahu Bu sebab tadi bapak-bapak polisi itu hanya bilang ingin bertemu dengan Mas Reno atau pihak anggota keluarga dari Mas Reno,"jawab Pak satpam.
"Lalu sekarang di mana bapak-bapak dari kepolisian itu berada sekarang?,"tanya Bu Sri yang semakin gelisah.
"Tadi saya suruh masuk dan menunggu di ruang tamu Bu,"jawab Pak satpam dengan nada yang sedikit lebih tenang sekarang.
"Lho, kamu kok tidak bilang saja kalau di rumah tidak ada orang dan kenapa kamu biarkan mereka masuk ke dalam dan menunggu di ruang tamu?,"ucap Bu Sri dengan nada yang sangat kesal dan mata yang melotot ke arah Pak satpam.
"Maaf Bu Bu saya takut jika ketahuan berbohong oleh Bapak kepolisian. Lagi pula ibu dan Bapak kan ada di rumah,"ucap pak sapa membela dirinya.
"Tetapi kan setidaknya kamu jangan suruh dulu mereka masuk atau buat alasan lainnya. Hah !Kamu memang tidak berguna dan payah!,"ucap Bu Sri seraya menghina Pak satpam dengan kasar dan sinis." Ya sudah kamu turun dan temui mereka dulu saya akan bersiap-siap dan memanggil suami saya,"ucap Bu Sri lagi sambil memerintah Pak satpam untuk turun.
"Baik Bu, Saya permisi dulu ,"
ucap Pak satpam dengan pelan dan wajah yang sedikit merasa bersalah serta sedih karena mendapat perlakuan kurang menyenangkan dari Bu Sri.
BRAKkkk....
Bu Sri membanting pintu dengan menutupnya sangat keras.
"Astagfirullah ,"ucap Pak satpam yang terkejut sambil memegang dadanya serta mengusapnya dengan tangan kanannya dan sambil menggelengkan kepalanya.
Pak satpam pun lalu turun ke bawah sendirian menemui bapak-bapak kepolisian.
Dengan raut wajah yang sedih iya berjalan turun.
"Bapak-bapak mohon tunggu sebentar tadi saya sudah memberitahukan kedatangan bapak-bapak kepolisian kepada Bu Sri.
__ADS_1
Sekarang ibu sedang bersiap-siap. Jadi bapak-bapak mohon tunggu sebentar lagi,"ucap pak satpam dengan sopan.
"Baiklah pak terima kasih ,"ucap salah seorang pihak kepolisian dengan tegas.
"Oh,ya pak. Bapak-bapak ingin dibuatkan minum apa? nanti akan saya ambilkan," tanya Pak satpam sambil menawarkan minum kepada pihak kepolisian yang sedang duduk menunggu.
"Terima kasih Pak tetapi maaf tidak usah pak,"salah seorang dari pihak kepolisian yang menolak tawaran Pak satpam dengan tegas dan sopan.
"Oh baiklah kalau bapak-bapak maunya seperti itu. Kalau begitu saya permisi ke depan dulu ya pak,"ucap Pak satpam sambil meminta izin untuk kembali ke Pos satpamnya.
"Ya pak silahkan,"sahut salah seorang dari pihak kepolisian.
Pak satpam pun berjalan keluar dari rumah keluarga Suprapto menuju halaman ke pos satpam tempat ia kembali bekerja untuk menjaga rumah kediaman keluarga Suprapto.
Sementara itu di dalam kamarnya Bu Sri dan Pak Sugeng.
Pak Sugeng yang sedang duduk di balkon di samping kamarnya sambil membaca koran segera meletakkan korannya dengan wajah sedikit kesal dan tidak senang melihat kedatangan Bu Sri yang berjalan menuju tempatnya berada saat ini.
"Kamu itu kenapa berisik sekali? mendampingi pintu sampai sekeras itu.Ada apa denganmu? Bagaimana jika papa sampai terkejut?,"ucap Pak Sugeng dengan marah kepada Bu Sri.
Tetapi Bu Sri tidak menggubris ucapan Pak Sugeng. Dengan wajahmu yang terlihat syok dan panik dia bergegas mendekati Pak Sugeng sambil memegang tangan suami nya.
"Pah...pah..pah..,"ucap Bu Sri dengan nada yang ketakutan sambil menggoyang-goyangkan lengan Pak Sugeng.
"Kamu ini kenapa? ditanya tidak menjawab malah bertindak seperti anak kecil saja sebenarnya ada apa dengan mah?,"tanya Pak Sugeng kepada Bu Sri dengan wajah yang semakin kesal dan penuh tanda tanya.
"Reno pah...Reno....,"ucap Bu Sri dengan wajahnya yang semakin ketakutan dan begitu panik.
"Ada apa lagi dengan Reno? apakah dia membuat masalah dan ulah lagi?,"tanya Pak Sugeng dengan wajah semakin kesal.
"Tidak pah,"jawab Bu Sri.
"Lalu kenapa kamu bertingkah laku yang aneh seperti ini. Coba kamu tenangkan diri dirimu dulu.Lalu bicara yang jelas kepada papa.Supaya papa juga enak untuk mendengarkannya. Jika kamu hanya berkata pah...pah..pah.. tanpa ada kalimat yang jelas dan merenggek seperti anak kecil .Papa kan tidak paham apa maksudnya,"ucapan dengan sedikit nada membentak kepada istrinya.
Melihat Pak Sugeng yang terlihat marah dan kesal dengan sikapnya.
Maka dengan perlahan dia sudah berusaha menenangkan dirinya untuk menyampaikan kepada suaminya itu tentang hal yang membuatnya berkelakuan seperti anak-anak karena rasa cemas dan takut yang menyelimuti dirinya saat ini.
"Ada polisi pah dibawah,"ucap Bu Sri kepada Pak Sugeng.
"Polisi? Kenapa polisi datang ke rumah kita?," tanya Pak Sugeng dengan wajah datar dan penuh sedikit.
"Mereka datang kemari untuk mencari anak kita Reno,pah,"jawab ibu Sri dengan panik dan raut wajah yang sudah sangat ketakutan.
"Mencari Reno? ada apa dengan Reno dan apa yang dilakukan anak itu lagi?," ucap pak Sugeng sambil berpikir.
"Mama juga tidak tahu pah. Tetapi entah kenapa Mama memiliki firasat yang tidak enak tentang anak kita Reno,"ucap Bu Sri dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
"Sudahlah Mama tidak usah berpikiran yang negatif .Sekarang mama tenangkan diri dulu. Baru kita ke bawah dan temui pihak kepolisian dan menanyakan apa yang sebenarnya terjadi dengan anak kita Reno,"tutur Pak Sugeng dengan santai yang mencoba menenangkan Bu Sri yang terlihat gelisah dan sangat ketakutan.
"Iya pah,"sahut Bu Sri pelan.
"Ya sudah kamu cuci muka dulu.Setelah itu, ikut papa turun ke bawah menemui pihak kepolisian yang sudah menunggu di ruang tamu.Dan dan ingat satu hal lagi Mama jangan berkata apapun saat menemui pihak kepolisian.Mama cukup diam dan jangan berlaku histeris atau berlebihan Mama paham!,"perintah Pak Sugeng kepada istrinya.
Lalu Bu Sri pun menganggukkan kepalanya.Tanda bahwa ia memahami apa yang diperintahkan Pak Sugeng kepada dirinya. Selanjutnya Bu Sri masuk ke dalam kamar mandi untuk membasuh wajahnya dan merapikan pakaiannya. Sementara itu, pak Sugeng menunggu di luar sambil menelpon seseorang dari telepon genggam miliknya.
"Ayo pah Mama sudah siap!," ajak Bu Sri kepada Pak Sugeng yang masih berbicara lewat sambungan telepon genggam miliknya.
Pak Sugeng yang masih berbicara lewat telepon menunggu dan memberikan isyarat untuk Bu Sri menunggu sebentar dengan membentangkan lima jari tangan kanannya ke arah Bu Sri.
Bu Sri pun mengangguk pelan membalas isyarat suaminya dan duduk menunggu di sofa bed di dekat jendela kamarnya.
Beberapa menit kemudian Pak Sugeng pun sudah selesai berbicara lalu mengajak Bu Sri untuk segera turun menemui pihak kepolisian yang sudah menunggu di bawah.
Pak Sugeng dan Bu Sri pun keluar dari kamar mereka dan menuju tanggauntuk turun ke bawah.
"Papa tadi menelpon siapa?," tanya Bu Sri ingin tahu kepada suaminya.
"Papa menelpon pengacara kita yaitu Pak Gukul,"jawab Pak Sugeng sambil sedikit berpikir.
"Kenapa papah menelpon Pak Gukul?,"tanya Bu Sri lagi kepada Pak Sugeng.
"Untuk berjaga-jaga saja jika ada kemungkinan atau hal yang buruk terjadi kepada anak kita Reno. Setidaknya kita sudah mengambil satu langkah ke depan,"jawab Pak Sugeng sambil melihat ke arah istrinya.
Dan saat Pak Sugeng dan Bu Sri ingin turun ke bawah tiba-tiba kakek dan mbak Riska pun keluar dari kamarnya.
"Ada apa ini kok kalian terlihat terburu-buru dan panik?," tanya kakek kepada Pak Sugeng dan Bu Sri.
Pak Sugeng dan Bu Sri saling menatap dan melirik satu sama lain mendengar pertanyaan kakek.
"Hmmmm, pihak kepolisian pah yang datang ke rumah ,"jawab Pak Sugeng pelan.
"Loh,kenapa ada polisi yang datang ke rumah kita?tanya kakek sambil mengkeritkan dahinya sambil berfikir.
"Hmmmmm, tadi Pak satpam bilang pihak kepolisian datang untuk mencari Reno tetapi kami tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi dan juga motif kedatangan pihak kepolisian kemari.Dan untuk itu saya dan papanya Reno akan ke bawah menemui bapak-bapak kepolisian yang sedang menunggu di bawah ,"ucap Bu Sri menjelaskan kepada kakek.
"Sugeng, apakah kamu sudah menelepon Pak Gukul dan menyurunya datang ke rumah kita?,"tanya kakek serius.
"Sudah pah. Barusan saja Sugeng sudah menelpon Pak Gukul dan menyuruhnya kemari. Dan saat ini Pak Gukul sedang dalam perjalanan menuju rumah kita,"sahut Pak Sugeng menjawab pertanyaan kakek.
"Bagus kalau begitu .Ya sudah papa juga ikut turun bersama kalian,"ucap kakek kepada Pak Sugeng dan menantunya Bu Sri. "Dan kamu Riska tetap berada di sini dan jaga adikmu .Jangan sampai keluar dari kamarnya sampai kakek,papa dan mamamu tahu tentang tujuan pihak kepolisian datang kemari mencari adikmu. Kamu mengerti Riska !,"ucap kakek dengan sangat serius saya memerintah mbak Riska yang terlihat juga sedikit tegang.
"Baik kek,"sahut mbak Riska pelan dan menganggukkan kepalanya kepada kakek.
Lalu kakek, Pak Sugeng dan Bu Sri pun turun menemui pihak kepolisian yang sudah cukup lama menunggu lama di ruang tamu.
Kakek ,Pak Sugeng dan Bu Sri pun menyalami bapak-bapak dari pihak kepolisian satu persatu.
"Maaf bapak-bapak sudah lama menunggu,"ucapkan dengan sedikit berbasa-basi kepada bapak-bapak kepolisian.
"Oh,ya tidak apa-apa pak,"jawab salah seorang dari pihak kepolisian.
"Oh ya maaf sebelumnya apa maksud dan tujuan bapak-bapak datang kemari ?,"tanya kakek langsung tanpa bertele-tele kepada bapak-bapak kepolisian.
"Begini Pak kami akan menjelaskan maksud dan tujuan kedatangan kami kemari yaitu adalah untuk memberikan surat penangkapan kepada cucu Bapak yang bernama saudara Reno Suprapto.... ,"Ucap salah seorang pihak kepolisian dengan ucapan yang terputus akibat di sela oleh Bu Sri.
__ADS_1
"Penangkapan Reno? apa yang dilakukan oleh anak saya Reno?,"tanya Bu Sri yang tidak dapat mengendalikan emosinya dengan wajahnya yang sangat panik sekali.
"Mama!,"ucap pak Sugeng dengan sedikit membentak kepada Bu Sri yang lupa akan perintahnya tadi.
Namun ,karena rasa khawatirnya yang sangat besar terhadap putranya Reno .Bu Sri tidak menggubris ucapan dari suaminya.
"Apa kesalahan putra saya Pak sehingga putra saya harus ditangkap?,"ucap Bu Sri dengan nada tinggi kepada pihak kepolisian.
"Mama sebaiknya Mama tenangkan diri dulu. Jangan bersikap seperti ini ,"ucap pak Sugeng kepada Bu Sri sambil memegangi bahu istrinya.
"Tetapi pah,"bantah Bu Sri.
"Sudahlah Sri sebaiknya kamu dengarkan suamimu dan lebih baik kamu diam dulu. Kita dengarkan dulu penjelasan dari bapak-bapak kepolisian dan kamu jangan histeris seperti itu,"ucap kakek kepada Bu Sri yang juga terlihat kesal melihat kelakuan dan Bu Sri yang terkadang tidak terkendali.
Bu Sri pun lalu diam mendengar ucapan dari kakek yang terlihat marah kepadanya.
"Silakan Bapak lanjutkan kembali apa yang ingin bapak sampaikan kepada kami ,"ucap kakek kepada pihak kepolisian.
"Baik terima kasih Pak. Berikut ini adalah surat penangkapan untuk saudara Reno atas laporan tindak kekerasan yang dilakukan oleh saudara Reno Suprapto kepada saudari Nur'aini azzahra dan saudara Roy anugrah cipta Wijaya dan satu laporan lagi atas nama saudara Reno dengan tuduhan tabrak lari yang dilakukan oleh saudara Reno sehingga mengakibatkan seorang pejalan kaki meninggal dunia. Dan ini adalah surat penangkapan saudara Reno,"ucap salah seorang pihak kepolisian sambil memberikan surat tersebut kepada kakek.
Mendengar penjelasan dari pihak kepolisian Bu Sri sangat histeris dan langsung menangis dengan kerasnya.
Huhuhhuhu....
Huhuhhuhu...
"Semua itu tidaklah benar Pak! anak saya Reno pasti dituduh dan difitnah melakukan hal tersebut. Dan saya tidak akan membiarkan Bapak menangkap anak saya Reno. Anak saya Reno tidak bersalah.Huhuhuhuhuhuhu....Huhuhuhhhu....,"ucap Bu Sri dengan nada tinggi dan sambil menangis terisak histeris.
"Mah sudahlah tenangkan dirimu dulu,"bujuk Pak Sugeng yang berusaha menenangkan istrinya.
"Pah tolong pah, jangan biarkan mereka membawa Reno. Jangan biarkan anak kita Reno sampai ditahan pah.Mama minta tolong kepada papa tolong Reno pa.Huhuhuhuhu.....," ucap Bu Sri sambil menangis tersedu-sedu.
"Iya mah... iya .Papa pasti akan mencari jalan keluar untuk putra kita Reno tetapi sekarang mama harus tenang,"ucap pak Sugeng yang melihat Bu Sri dengan sedikit kesal.
"Baiklah Bapak ibu bisakah kami bertemu dengan saudara Reno dan segera membawanya untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,"ucap pihak kepolisian.
Semua orang terlihat tegang dan panik.
Sesekali kakek menatap ke arah Pak Sugeng.
Hingga tiba-tiba.
Tuk....tuk...tuk...tuk..
"Ren..tunggu dulu..jangan turun.Reno!,"teriak suara Mbak Riska yang berlari mencegah Kak Reno untuk turun ke bawah.
Namun dengan keras kepala yang dimiliki Kak Reno Ia tetap tidak mendengarkan apa yang telah diperintahkan oleh mbak Riska kepadanya.
Kak Reno pun turun dan sudah berada di tengah-tengah kakek ,Bu Sri ,Pak Sugeng dan pihak kepolisian.
"Ada apa ini kok ribut-ribut ?,"tanya Kak Reno kepada semua orang.
Kakek ,Pak Sugeng dan Bu Sri terlihat terkejut dan panik melihat Kak Reno tiba-tiba sudah berada di antara mereka.
"Riska, sudah kakek bilang untuk menjaga adikmu tetapi kenapa Reno bisa sampai ke sini,"ucap kakek dengan nada yang sangat marah kepada mbak Riska.
"Riska sudah mencegah Reno untuk turun,kek. Tetapi dasar saja Reno itu keras kepala dan tidak mau diatur. Jadi kakek jangan salahkan Riska. Sebab Riska sudah berusaha mematuhi apa yang kakek perintahkan kepada Riska,"bantah mbak Riska yang membela dirinya dengan raut wajah yang sangat kesal.
"Apakah saudara yang bernama Reno Suprapto ?,"tanya pihak kepolisian kepada Reno.
Kak Reno melihat ke arah polisi sambil mengkeritkan dahinya dan mengangguk pelan."Iya benar saya yang bernama Reno Suprapto.Ada apa ya pak?,"tanya Kak Reno kepada pihak kepolisian.
"Saudara Reno kami tangkap dan harus ikut bersama kami ke kantor kepolisian,"jawab ya kepolisian kepada Kak Rena sambil berjalan membawa borgol ke arah Kak Reno.
"Lho atas tuduhan apa bapak-bapak ingin menangkap saya .Saya merasa tidak pernah melakukan kesalahan,"ucap Kak Rena membela dirinya sendiri.
"Nanti di kantor kepolisian anda dapat memberikan keterangan yang lebih lanjut. Untuk sementara anda harus ikut kami dengan segera ke kantor polisi atas tuduhan tindak kekerasan yang anda lakukan kepada saudari Nur'aini azzahra dan saudara Roy anugrah cipta Wijaya dan satu laporan lagi atas nama saudara Reno dengan tuduhan tabrak lari yang dilakukan oleh anda,"ucap pihak kepolisian menjelaskan kepada Kak Reno.
Namun Kak Reno tetap menyangkal dan tidak mau ikut dengan pihak kepolisian ke kantor polisi.
"Kalian tidak mempunyai cukup bukti untuk menahan dan membawaku ke kantor polisi," ucap Kak Reno dengan sikapnya yang angkuh dan meremehkan.
Bapak-bapak dari pihak kepolisian tersenyum kecil mendengar ucapan Kak Reno yang terkesan sangat meremehkan.
"Kami sudah mempunyai cukup banyak bukti untuk menangkap dan membawa anda ke kantor kepolisian. Dan untuk itu kami berharap Anda tidak mengulur-ngulur waktu.Dan dapat berlaku baik dan segera ikut dengan kami,"ucap salah seorang pihak kepolisian sambil mendekat ke arah Kak Reno dan bersiap memasang borgol di tangan Kak Reno.
"Tidak Pak jangan tangkap anak saya. Tolong Pak jangan bawa anak saya ,"teriak Bu Sri dengan suara yang tinggi dan sangat histeris.
Namun ,bapak-bapak dari pihak kepolisian tetap tidak menggubris permintaan dari Bu Sri karena mereka telah menjalankan kewajiban yang seharusnya mereka lakukan.
Maka dengan segera pihak kepolisian pun memasang borgol ke tangan Kak Reno dengan sedikit perlawanan dan memberontak. Tetapi apalah daya Kak Rena yang tidak dapat berkutik dan dan tidak dapat melakukan perlawanan kepada pihak kepolisian.
Borgol pun telah terpasang di kedua tangan Kak Reno.
Kak Reno pun akhirnya menyerah dan pasrah dengan wajah yang sangat kesal, marah dan penuh dengan kebencian.
Ini pasti karena laki-laki yang bersama Pak Budi. Awas saja jika aku bertemu dengannya lagi, maka aku tidak akan tinggal diam .Setelah ini aku akan memberi pelajaran untuk pemuda itu ,gumam karena dari dalam hati.
Sementara itu ,Bu Sri terus menangis dan berteriak-teriak dengan sangat histeris melihat pihak kepolisian membawa Kak Rena menjauh darinya.
Huhuhuhuhuhu....
Huhuhuhuhu..
"RENO!,"teriak Bu Sri kencang dan histeris.
Pak Sugeng dan mbak Riska dengan raut wajah sedih berusaha menenangkan Bu Sri yang melawan dan meronta untuk mengejar Kak Reno yang telah dibawa pergi oleh pihak kepolisian.
Sementara kakek terdiam sambil berpikir dengan wajahnya yang sedikit panik seketika.
"RENO ! ANAKKU! RENO!,"teriak Bu Sri sangat kencang.
Dan BRUUUkkkkk.....
Bu Sri terjatuh dan tidak sadarkan diri.
__ADS_1
Pak Sugeng dan mbak Riska menjadi sangat panik.
"MAMA!,"teriak Pak Sugeng dan mbak Riska secara bersamaan.