Jodoh Pilihan Tuhan

Jodoh Pilihan Tuhan
Kak Reno! Kamu jahat.


__ADS_3

"Hentikan! hentikan!.....", teriakku kepada Kak Reno yang terus memukuli Kak Roy tanpa ampun.


Pak Budi dan ustad Fariz berusaha melerai perkelahian antar Kak Reno dan Kak Roy.


Namun,tindakan mereka tetap sia-sia.


Kak Reno dan Kak Roy saling bergantian memukul satu sama lainnya.


Dan melihat sikap dan tindakan mereka berdua.


Aku pun langsung mendekat ke arah mereka seraya menghentikan adu jotos keduanya.


Saat aku berada di antara mereka.


Untuk sesaat mereka berdua berhenti saling memukul.


Namun, tiba-tiba secara refleks Kak Reno melepaskan kepalan tangannya.


Dan...


Bugh.......


Plaakkkkkk..


Untuk melindungi Kak Roy yang telah terluka cukup parah.


Hantaman tangan Kak Reno mendarat di wajahku.


Brughhhhh....


Kepalaku terhempas ke tanah.


Aku jatuh tersungkur dengan hidung yang menggeluarkan darah segar.


"RANI.....!,"teriak Kak Roy kencang sambil berlari kearahku.


"Astaghfirullah Nak Rani,"teriak Pak Budi juga histeris.


"Ya Allah,"ucap ustad Fariz seraya berlari menolongku.


Kak Roy,Pak Budi dan Ustad Fariz melihat keadaanku.


Dengan perlahan Kak Roy dan Pak Budi membantuku untuk duduk.


Aku merasa lemah dan pusing.


Nyeri dan perih ku rasakan.


Srrrrrrrr...


Darah mengalir perlahan dan terus menerus semakin banyak.


"Ya Allah nak Rani....,"ucap Pak Budi menangis melihat kondisi ku.


"Ran.. Rani...Ran...,"teriak Kak Roy seraya memanggilku agar tetap tersadar.


Mataku berkunang-kunang.


Dan tiba-tiba Kak Reno dengan kasarnya lalu menarik tanganku dan menjauhkan Kak Roy serta Pak Budi yang berada di sampingku.


"Auwwwww....."


Aku berteriak kesakitan.


"Ayo pulang! Kamu jangan berpura-pura lemah!,"hardik Kak Reno padaku.


Kak Reno terus menarik tanganku dan menggoyangkan tubuhku dengan sangat keras dan kasar.


Melihat tindakan Kak Reno yang menyakiti ku.


Ustad Fariz pun menegur dan berusaha menghentikan tindakan kasar Kak Reno.


"Maaf mas,tolong jangan berbuat seperti itu pada Rani.Mas sudah sangat kasar dan semena-mena.Apakah mas tidak kasihan kepada Rani? Jadi tolong lepaskan Rani,"ucap ustad Fariz sambil memegang tangan Kak Reno untuk melepaskannya dari tubuhku.


Kak Reno seperti orang yang kerasukan.


Dia semakin marah mendengar ucapan ustad Fariz.


Dengan sengaja ia menghempaskan tangan ustad Fariz dan mendorong tubuh ustad Fariz kuat.


Ustad Fariz terkejut mendapati perlakuan Kak Reno yang membuat tubuh ustad Fariz sempoyongan hampir terjatuh.


Namun,dia sigap mengendalikan refleksi keseimbangan badannya sehingga ia tidak terjatuh.

__ADS_1


"Astaghfirullah hal adzim,"ucap ustad Fariz.


"Nak Fariz tidak apa-apa?,"tanya Pak Budi yang hendak menolong ustad Fariz yang hampir jatuh.


"Alhamdulillah saya baik-baik saja pak,"jawab ustad Fariz.


Dan tiba-tiba Kak Roy berteriak kencang.


"Reno! lepaskan Rani! kamu sudah menyakitinya! Apa kamu tidak memiliki hati!coba kamu lihat keadaan Rani,dia sedang terluka!,"teriak Kak Roy mendekati Kak Reno.


"Heh...aku tidak peduli dengan Rani.


Malah aku senang melihat kondisinya seperti ini,"ucap Kak Reno sambil tersenyum sinis.


"Kamu benar-benar ya harus diberi pelajaran,"ucap Kak Roy dengan suara keras.


Kak Roy sudah bersiap untuk memukul Kak Reno.


Tetapi tangan Kak Roy dihentikan oleh ustad Fariz.


"Tidak saudaraku jangan engkau balas perbuatan jahat nya dengan kejahatan pula,sebab itulah yang syaitan inginkan.Ucapkanlah astaghfirullah hal adzim supaya amarah tidak menguasai dirimu.Kita selesaikan masalah ini dengan kepala dingin dan dalam hati yang tenang,"ucap ustad Fariz mengingatkan Kak Roy.


Kak Roy pun mendengarkan ucapan ustad Fariz dan beristighfar.


Ustad Fariz pun lalu berjalan menuju ke arah Kak Reno lagi.


"Apakah mas tidak malu menyakiti seorang perempuan di rumah Allah seperti ini?,"tanya ustad Fariz kepada Kak Reno.


"Diam! Kau tidak usah ikut campur ke dalam urusanku,"bentak Kak Reno kasar sambil terus menarik tanganku.


Melihat tindakan Kak Reno.


Ustad Fariz pun menghentikan langkah kaki Kak Reno dengan memegang kuat bahu Kak Reno.


Dan benar saja Kak Reno berhenti melangkah.


Ia pun menoleh dengan wajah sangat kesal dan penuh dengan amarah menatap ustad Fariz.


"Berani-beraninya kamu memegang pundak ku ya! Lepaskan! Cepat lepaskan!Jika tidak kamu akan menyesali perbuatanmu ini!,"hardik Kak Reno menakuti ustad Fariz.


Ustad Fariz tersenyum kecil mendengar ucapan Kak Reno.


"Saya tidak akan melepaskan tangan saya sebelum anda melepaskan Dik Rani dari genggaman tangan anda.


"Heh,kamu punya nyali juga ya.Kamu tidak tahu sedang berurusan dengan siapa.Sebelum semua terlambat lebih baik kau menjauhkan tanganmu dari bahuku dan biarkan aku pergi.JIKA TIDAK...!"


Ucapan Kak Reno terputus karena di sahut oleh ustad Fariz.


"Jika tidak kenapa? Apa anda ingin mengancam dan menakutiku?heh..,"ucap ustad Fariz dengan senyum meledek.


Kak Reno terlihat semakin kesal dan jengkel.


"Kurang ajar kamu ya!,"teriak Kak Reno.


Dengan cepat Kak Reno ingin memukul ustad Fariz. Namun,dengan cepat pula ustad Fariz dapat menahan tangan Kak Reno lalu menangkisnya dan mendorong tubuh Kak Reno.


Akhhhhhh....


Ikhhhhhhh......


"KURANG AJAR!."


Kak Reno berteriak dengan suara yang keras.


Lalu menarik tanganku kembali untuk pergi dari sana.


Kepalaku terasa berat dan seakan berputar-putar.


"Auwwww...Ya Allah," ucapku pelan.


"Lepaskanlah Dik Rani," ucap ustad Fariz.


Kali ini Kak Reno tidak memperdulikan ucapan ustad Fariz.


Ia tetap terus berjalan sambil menarik tanganku seperti menyeret tubuhku.


Badanku terasa terhuyung.


"Reno berhenti! Berhenti Reno!,"ucap Kak Roy.


Dan lagi Kak Reno tidak peduli dengan ucapan semua orang.


Hingga ia terkejut seketika saat melihat ustad Fariz sudah berdiri di hadapannya.

__ADS_1


Langkah Kak Reno terhenti dengan menatap penuh kebengisan pada ustad Fariz.


"Sebenarnya apa maumu hah? Kenapa kamu masih tidak mengerti apa yang aku katakan padamu untuk tidak mencampur urusanku,"ucap Kak Reno.


"Maaf sebelumnya saya tidak bermaksud mencampuri urusan anda.Tetapi anda sudah melakukan tindakan yang tidak benar dengan memperlakukan seorang perempuan seperti itu.Lihatlah dek Rani sedang merintih kesakitan seperti itu."


Kak Reno semakin mencengkram pergelangan tanganku dengan kuat.


Dia kemudian berjalan mendekat ke ustad Fariz.Sambil menunjuk jari telunjuknya ke arah muka ustad Fariz.


"Aku bisa melakukan apapun yang kuinginkan kepada perempuan ini.Dan aku memiliki hak penuh terhadap dirinya,"ucap Kak Reno marah.


Mendengar ucapan Kak Reno ustad Fariz mengerutkan keningnya seraya berpikir menelaah perkataan Kak Reno.


"Anda tidak punya dasar yang kuat mengatakan Rani adalah milik anda.Karena sejatinya semua mahluk di bumi ini sepenuhnya milik Allah Subhanahu Wa Ta'ala.Sehingga tidak ada seorang pun yang dapat mengklaim hak prerogatif Allah.Seharusnya anda menginsyafi perbuatan anda itu tidaklah benar."


Kemudian ustad Fariz membacakan Kak Reno Al-Qur'an Surat Al-azhab ayat 58 dengan suara merdunya.


"Wallazina yu'zunal-mu'minina wal-mu'minati bigairi maktasabu faqadihtamalu buhtanaw wa ismam mubina.


(Artinya: Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang yang mukmin dan mukminat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata)."


"Anda tahu kandungan surat tersebut menerangkan bahwa orang yang menyakiti orang mukmin baik laki-laki maupun perempuan seperti yang anda lakukan adalah termasuk dosa besar dan sangat jahat serta termasuk dosa yang paling buruk sehingga akan mendapat hukuman yang setimpal di akhirat.Dan anda tidak akan terbebas dari dosa yang anda lakukan sebelum anda bertobat kepada Allah Subhanahu wa ta'ala dan meminta maaf kepada orang-orang yang telah anda sakiti baik sengaja maupun tidak sengaja,"ucap ustad Fariz dengan lembut dan tenang.


Namun, nasihat dari ustad Fariz hanya dianggap sebagai angin lalu semata dan sebuah hinaan untuknya.


Kak Reno semakin bertambah kesal.


Wajahnya dipenuhi luapan amarah kebencian.


Tidak ada rasa penyesalan akan perbuatannya sehingga mengetuk pintu hatinya.


Dan sungguh Allah seakan telah menutup hatinya dari kebaikan dan keberkahan dariNya.


Sambil menunjuk ke arah ustad Fariz.


Kak Reno berkata apapun yang Ia suka tanpa ia pikirkan manfaat dari tutur katanya.


"Oh...ceramahmu sudah selesai?apa matamu buta?jika kamu ingin memberikan ceramah silahkan masuk ke dalam masjid.Itu lihat pintu masjid masih terbuka.Lagi pula kamu jangan menjadi orang yang sok suci dan baik.Sebab kamu belumlah tentu lebih baik dariku.Semua orang juga bisa berlagak sepertimu.Berpakaian Koko,memakai sarung dan peci lalu dengan modal tampang sok alim seperti itu mulai menceramahi orang sesuka jidadmu."


"Maksud saya tidak seperti itu.Sesama manusia kita harus saling mengingatkan dalam hal kebaikan dan mencegah sesamanya melakukan hal kemungkaran yaitu amar makruf nahi Munkar,"ucap ustad Fariz.


"Alaaa........ tutup mulutmu itu! Kamu ingin tahu bukan aku memiliki hak apa terhadap perempuan ini.HAH! ,"bentak Kak Reno keras.


Lalu Kak Reno melanjutkan kata-katanya lagi.


"Perempuan ini adalah istriku,"ucap Kak Reno dengan senyum sinis.


Ustad Fariz yang mendengar ucapan Kak Reno sedikit terkejut.


"Kenapa kamu diam?kaget?,"tanya Kak Reno kasar.


Ustad Fariz masih terdiam mendengar ucapan Kak Reno.


"Jadi aku berhak melakukan apapun terhadap perempuan ini.Seperti juga menyakitinya begini,"ucap Kak Reno.


"Auwww...aduhhhh,"aku merintih kesakitan.


Kak Reno memelintir pergelangan tanganku dengan sangat kuat.


Aku begitu bertambah lemas.


Kepalaku terasa sangat berat.


Kak Reno lalu mendorong tubuhku dengan keras dan kencang.


"Rani...!,"teriak Kak Roy.


HAHAHHAHA....


Kak Reno tertawa bahagia dan bangga sambil melirik ke arah ustad Fariz.


Sementara itu,ustad Fariz mennggeluarkan telepon genggamnya.


Dia menekan tombol lalu melakukan panggilan..


"Halo,selamat malam pihak kepolisian.Saya ingin melaporkan tindakan kejahatan....."ucap ustad Fariz mengawali percakapan teleponnya.


Kak Reno tercengang mendengar ustad Fariz berbicara.


Wuzzzzzz....


Angin berhembus kencang seketika.

__ADS_1


__ADS_2