
Enjid,Abi, dan Pak Budi bersama aparat kepolisian segera bergegas menuju ke tempat lokasi keberadaan ku dan Kak Reno yang sudah terlacak.
Ummah dan Wirda bersikeras untuk ikut bersama Abi dan yang lainnya. Tetapi Abi menolak dengan keras, karena akan membahayakan Ummah dan juga Wirda. Setelah mereka semua bersikeras dengan keinginan masing-masing, akhirnya Ummah dan Wirda mengalah akan keinginannya.
Dimana Ummah dan Wirda juga menyadari akan maksud dari pengertian yang Abi jelaskan. Maka dengan berat hati, akhirnya Ummah dan Wirda menerima permintaan Abi untuk tetap berada di rumah. Meskipun hati mereka sangat mencemaskan diri ku dan juga Kak Reno.
"Ummah dan Wirda tetap di rumah. Sekaligus terus memantau perkembangan dari bibi pengasuh Rani. Siapa tahu ia mengatakan informasi yang penting kekada kepada kita, " ucap Abi sambil memegangi pundak Ummah dengan serius.
Ummah menganggukkan kepalanya dengan berat, dimana raut wajah kegelisahan juga kecemasan terus terlihat jelas pada ekspresi paras Ummah.
Enjid lalu meminta Wirda untuk menenangkan Ummah, sekaligus terus menunggu jika ada pesan atau telepon dari diri ku. Untuk segera menyampaikannya kepada Abi dan Enjid.
Wirda pun mengiyakan permintaan Enjid, dan berpesan kepada Abi, Enjid dan Pak Budi untuk berhati-hati. Sekaligus meminta Enjid agar dapat membawa pulang diri ku dan juga Kak Reno dalam keadaan selamat.
Setelah kepergian Abi, Enjid dan Pak Budi. Ummah tidak berhenti menangis dan berdo'a kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala untuk memberikan perlindungan kepada seluruh anggota keluarganya.
Sementara itu, Wirda terus melihat keadaan dari bibi pengasuh putrinya Kak Roy.
Sesekali Wirda melihat jika bibi pengasuh tersebut masih tertidur.
Namun, setelah Wirda ingin hendak keluar jemari tangan Wirda tertahan oleh sesuatu.
Wirda pun menoleh ke belakang dan sedikit terkejut mengetahui, jika bibi pengasuh putri Kak Roy sudah terbangun dan menahan jemari tangannya.
Wirda langsung berteriak memanggil Ummah.
Dan tidak lama kemudian Ummah datang bersama Bik inah dan juga asisten rumah tangga lainnya yang sedang menggendong Fariz.
"Ada apa Wirda?. Mengapa kamu berteriak?, " tanya Ummah sambil melihat dan memastikan keadaan Wirda baik-baik saja.
Wirda menelan air ludahnya sambil memberitahukan kepada Ummah. Jika bibi pengasuh putri Kak Roy sudah tersadar.
Setelah mengetahui akan hal itu. Ummah pun bergegas mendekati bibi pengasuh dan memandangi nya lekat.
"Bi, saya mohon katakanlah apa yang terjadi sebenarnya. Saya tahu bibi pasti mengetahui semua yang terjadi. Percayalah, saya dan seluruh anggota keluarga saya akan melindungi bibi dari semua hal yang berusaha untuk menekan dan mengancam keselamatan nyawa Bibi, " tutur Ummah sambil memegangi jemari tangan bibi pengasuh putri Kak Roy sembari memohon.
__ADS_1
Bibi pengasuh putri Kak Roy meneteskan air mata dan menunjukkan ekspresi wajah nya yang penuh ketakutan.
Ummah dan Wirda berusaha untuk memenangkan nya, dengan memberikan satu gelas minuman berisi air putih.
Bibi pengasuh itu pun langsung menerima dan meminumnya.
Ummah kembali mengusap tangan bibi pengasuh itu, seraya berkata.
"Saya mohon Bi. Bibi berterus terang dan mengatakan semua yang terjadi secara keseluruhan sejujur-jujurnya. Bibi jangan takut. Dan jika bibi tidak memberitahu kan kebenarannya. Maka bibi bisa di masukkan ke dalam sel penjara, sebab bibi bekerja sama dengan pelaku kejahatan yang menculik Rani dan Reno, " ucap Ummah berusaha untuk menakut-nakuti bibi pengasuh.
Bibi pengasuh itu menangis sejadi-jadinya dan sangat ketakutan.
"Saya mohon Bu Putri jangan masukkan saya ke dalam sel penjara. Saya akan mengatakan semuanya, " ucap Bibi pengasuh dengan penuh ketakutan.
Ummah lalu memandangi Wirda dan Bik Inah dengan menggunakan bahasa isyarat.
Tidak lama setelah itu Wirda dan Bik Inah keluar lalu masuk kembali.
Rupanya Wirda dan Bik Inah mengambil alat perekam untuk merekam semua pernyataan yang akan di sampaikan oleh bibi pengasuh putri Kak Roy tersebut.
Ummah meminta Bibi pengasuh putri Kak Roy untuk menceritakan semua kejadian peristiwa yang terjadi.
Sekaligus meminta bibi pengasuh untuk memberitahukan siapa dalang di balik tindakan kejahatan yang terjadi pada diri ku dan Kak Reno.
Raut wajah bibi pengasuh terlihat tegang dan penuh kecemasan yang teramat sangat.
Namun, Ummah berusaha untuk menenangkannya. Dan juga meyakinkan kepada bibi pengasuh putri Kak Roy, bahwa apa yang ia katakan dengan sebenar-benarnya akan dapat menyelamatkan kehidupan ku dan juga Kak Reno.
Mendengarkan ucapan Ummah.
Bibi pengasuh itu terus menangis terisak-isak.
Dia begitu merasa sangat ketakutan dan merasa sangat bersalah.
Huhuhuhuhu... Huhuhuhuhu.
__ADS_1
Suara tangisnya terdengar memenuhi ruangan di dalam kamar ini.
Ummah, Wirda, Bik Inah dan asisten rumah tangga lainnya terus memandangi wajah bibi pengasuh dengan sangat lekat.
Hingga akhirnya bibi pengasuh tersebut menyeka air matanya, dan memegang jemari tangan Ummah erat.
"Bu Putri, saya benar-benar tidak mempunyai keinginan sedikit pun untuk menyakiti Nak Rani dan suaminya. Tetapi saya dan pak sopir melakukan hal ini dengan sangat terpaksa. Karena kami berdua di ancam. Dimana jika saya dan pak sopir tidak melakukan permintaannya. Maka ia akan menyakiti keluarga kami. Sehingga kami pun terpaksa harus membawa Nak Rani juga Nak Reno. Untuk mengikuti skenario nya, " tutur bibi pengasuh dengan menangis terisak-isak.
Ummah semakin serius memandang wajah bibi pengasuh dan memintanya untuk terus mengatakan yang sebenarnya.
"Iya bi, saya tahu itu. Lalu siapa yang meminta bibi dan pak sopir untuk melakukan semua ini. Siapa yang sudah menculik Rani dan juga Reno, bi?, " tanya Ummah dengan penuh rasa penasaran dan ingin tahu.
Bibi pengasuh memandang wajah Ummah dan Wirda secara serius, sembari menelan air ludah nya.
"Ayo bi, katakan siapa yang meminta bibi untuk melakukan semua hal ini. Bibi jangan takut, " ucap Ummah berusaha menenangkan bibi pengasuh dengan memegangi jemari tangannya erat.
Namun, bibi pengasuh itu masih menujukkan wajahnya yang penuh dengan ketakutan dan tidak berhenti menangis.
Ummah terus berusaha untuk memenangkan bibi pengasuh dan memberikan pengertian padanya.
Hingga saat kondisi bibi pengasuh berada dalam kondisi yang cukup tenang.
Ia mulai berkata kepada Ummah.
"Bu Putri, sebenarnya yang meminta saya dan pak sopir untuk melakukan hal ini semua adalah.., " ucap bibi pengasuh terhenti sambil memandangi wajah Ummah.
Ummah semakin penasaran dan terus meminta bibi pengasuh untuk mengatakan siapa otak di balik penculikan diri ku dan juga Kak Reno.
"Ayo bi, katakan kepada kami semua. Siapa orang yang menyuruh bibi melakukan semua ini?, " pinta Ummah dengan sungguh-sungguh dan penuh harapan.
Bibi pengasuh memandang wajah Ummah dengan serius.
"Orang yang meminta saya melakukan semua ini adalah Nak Roy dan Bu Ayu, " ucap bibi pengasuh sambil menundukkan kepalanya. Ummah, Wirda, Bik Inah dan asisten rumah tangga lainnya pun tersentak hebat .
Setelah mereka mendengarkan pengakuan langsung dari bibi pengasuh putri Kak Roy.
__ADS_1