My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)

My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)
Guna-Guna


__ADS_3

"Taraaaaaaa.. Udah siap semua!" Ucap Hana puas setelah baru saja beres menata makanan hasil karyanya. Abi cukup kagum dengan apa yang ia lihat, perempuan semuda Hana punya skill memasak yang cukup mumpuni.


"Ayo Ka, dicoba. Pasti Kaka udah laper!" Ajak Hana.


"Dari bentuknya sih kayaknya enak, bisa dimakanlah. Gak tau deh rasanya!" Ledek Abi.


"Makanya coba dulu baru komentar!" Sahut Hana sambil menyiapkan sepiring nasi beserta lauk yang ia masak tadi. Hana begitu bersemangat menyajikan hasil karyanya untuk sang suami.


"Nanti kalo gue suka, lo boleh minta dua hal apa aja yang lo mau!" Tantang Abi.


"Janji yaaa?" Hana begitu senang dengan ucapan yang Abi lontarkan. Abi pun mengangguk, kemudian mulai menyuapkan makanan ke mulutnya. Hana begitu serius melihat mimik wajah suaminya, dia berharap suaminya menyukai masakannya.


"Lumayanlah..!" Ucap Abi membuat Hana senang bukan kepalang.


"Kaka suka?" Tanyanya lagi.


"Suka lah, lumayan!" Jawab Abi sambil terus menyuapkan makanan ke mulutnya.


"Yeeeee.. Hana seneng. Inget yaaa Hana boleh minta apa aja sama Ka Abi, tadi Ka Abi yang ngomong sendiri lho!" Ucap Hana mengingatkan.


"Emang lo mau minta apa sih?" Tanya Abi yang penasaran apa yang diinginkan oleh Hana.


"Aku minta seratus juta!" Jawab Hana tak ayal membuat Abi tersedak makanan yang ia sedang kunyah. Buru-buru Hana memberikan air putih untuk diminum suaminya.


"Buat apa seratus juta? Tau begitu mah, gue mending delivery makanan kayak begini dari luar aja, gak sampe seratus juta dan lebih enak lagi!" Sewot Abi.


"Tadi kan Ka Abi sendiri yang bilang aku boleh minta apa aja, sekarang malah ngomel. Gimana sih? Ya udah jangan dimakan lagi, Ka Abi delivery aja sana!" Hana merajuk sambil mengangkat piring Abi.


"Iya iya gue kasih, taro piringnya gue abisin dulu makanannya!" Abi menahan tangan Hana yang mengangkat piringnya dan mulai melanjutkan makannya lagi. Hana pun tersenyum puas dengan keputusan Abi.

__ADS_1


"Dan satu lagi permintaan Hana yaitu..!".


"Ya ampun Hana, lo mau ngerampok gue? Kan lo udah minta seratus juta tadi, terus mau apa lagi sekarang?" Potong Abi dengan raut wajah memelas.


"Ihhh dengerin aku dulu sih Ka!" Protes Hana.


"Yaudah ngomong deh lo mau apa lagi?" Abi pun pasrah.


"Besok kan kita masih libur, Ka Abi mau yaa nemenin Hana ke suatu tempat. Mau ya Ka please!" Pinta Hana memohon sambil mengatupkan kedua tangannya.


"Emang mau kemana? Gue gak mau yaa nganterin lo ketemuan sama mantan pacar lo! Oh atau jangan-jangan lo minta seratus juta buat ngidupin mantan pacar lo ya Han?" Tuduh Abi.


"Tuh mulut bakat banget buat fitnah orang? Aku tuh enggak pernah pacaran ya Ka, soalnya aku tuh udah terlanjur jatuh cinta sama Kaka. Udah besok Kaka bakal tau kok tujuan kita kemana, pokoknya besok Kaka harus mau nganterin Hana, oke!" Sahut Hana ceria.


"Cih.. Terlanjur cinta?? Ya udah diabisin makannya cepet. Gue sebagai laki-laki bakal pegang janji kok, jadi lo tenang aja gue turutin permintaan lo itu!" Abi dan Hana pun melanjutkan makan siangnya dengan tenang.


"Lagi makan Ka, jangan diangkat!" Sinis Hana, namun tak ditanggapi sama sekali oleh Abi. Ia malah menatap tajam ke arah Hana sambil menyunggingkan senyum sinisnya, Abi pun mengangkat panggilan video call dari kekasihnya.


Ia meletakan gelas untuk menjadi penahan ponselnya, agar Abi tetap bisa melakukan video call dan juga menyuapkan makanannya.


"Hallo sayang lagi apa? Ehh lagi makan yaa? Makan apa sayang?" Serentet pertanyaan diucapkan oleh sang penelpon dengan suara yang dibuat semanja mungkin, membuat Hana kesal bukan main.


"Aku lagi makan ini nih, masakan istri aku!" Jawab Abi sambil menunjukan isi piringnya.


"Apa? Dia yang masak? Kamu hati-hati sayang kalo makan makanan yang dia buat, jangan-jangan makanannya udah dikasih guna-guna supaya kamu jatuh cinta sama dia!" Ucap Raya, membuat Hana memelototkan matanya dengan kesal, sedangkan Abi hanya tersenyum menikmati kekesalan Hana.


"Enggak lah Sayang, aku percaya kok dia gak mungkin main-main begituan. Kamu tenang aja!" Sahut Abi, masih terus menyuapkan makanannya dan melirik ke arah Hana yang masih memasang wajah kesal.


"Orang mah ya Yang kalo udah jatuh cinta bisa menghalalkan segala cara, apalagi kalo cinta dia bertepuk sebelah tangan!" Sindir Raya membuat kuping Hana makin panas.

__ADS_1


Entah ada dorongan dari mana, Hana yang duduk dihadapan Abi beranjak dari kursinya dan menghampiri Abi. Dia menarik kursi Abi, kemudian duduk di pangkuan Abi. Abi pun dibuat bingung dengan apa yang Hana lakukan dan hanya mampu terdiam.


"Sayang, kalo makan cepetan jangan sambil video call an begini ahh. Katanya kamu minta hak kamu sebagai suami atas istri kamu ini, ayo abisin makanannya terus kita ke kamar!" Ledek Hana dengan suara yang dibuat sesensual mungkin, ia pun tanpa ragu mencium bahkan melum*at bibir Abi. Raya mau tak mau melihat adegan itu karena masih terhubung panggilan video callnya, sedangkan Abi hanya membeku dengan apa yang dia alami saat ini tanpa membalas ciuman Hana.


"Dasar cewek barbar, pelac*ur, sialan. Menjauh gak lo dari Abi!" Umpat Raya dengan kemarahan yang menggebu-gebu.


"Upsss.. Aku kira udah mati panggilan video call nya. Ternyata masih tersambung yaa? Maaf! Aku matikan ya Mbak Raya, gak baik lho sering-sering menghubungi suami orang. Kayak gak laku aja!" Sindir Hana saat melepas ciumannya. Ia pun kemudian mematikan panggilan video call dengan Raya yang masih mengumpat dirinya.


"Dasar rubah!" Umpat Hana masih duduk di atas pangkuan Abi.


"Masih mau ngelanjutin?" Tanya Abi membuat Hana menengok ke arahnya.


"Lanjutin apa?" Hana yang bingung pun justru balik bertanya.


"Ciumannya" jawab Abi, membuat Hana tersadar jika ia masih duduk di atas pangkuan suaminya. Dengan gugup Hana pun berdiri, wajahnya seketika memerah mengingat apa yang baru saja dia lakukan.


"Ohh.. ehh.. Ka Abi udah makannya?" Hana yang bingung sekaligus gugup mencoba untuk mengalihkan pembicaraan.


"Udah, gue mau ke atas. Lo cepet rapiin ya meja makannya habis itu naik ke kamar. Gue mau minta hak gue sekarang juga, mumpung lo nawarin tadi!" Jawaban Abi membuat Hana membeku di tempat dan membuat dirinya menelan salivanya dengan susah payah.


Abi yang melihat ekspresi Hana langsung tertawa terbahak-bahak. Ia tau jika apa yang dilakukan Hana hanya untuk membuat Raya marah, tapi karena otak jahilnya Abi pun berniat untuk mengerjai Hana dengan menggoda Hana menggunakan kata-kata yang Hana ucapkan di depan Raya.


"Mampus lah gue, berani-beraninya gue tadi bertingkah begitu. Kelar keperawanan lo Hana!" Keluh Hana lirih sambil duduk dan menjatuhkan dahinya di atas meja makan.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


...Eng Ing Eng, demen deh othor Neng Hana agresif gitu. Hmm.. Apa bakal say goodbye ya Hana sama keperawanannya 😜😜🤣🤣...


...Tinggalin Jejaknya yaaa Shayyyyyy 😘😘😘...

__ADS_1


__ADS_2