
Sebelum baca please jangan lupa like, komen and votenya ya, supaya aku semangat terus ngelanjutin ceritanya 🙏🙏..
Happy Reading 😊😊
💕💕💕
"Kalungnya cantik!" Puji Omma saat Hana dan Omma tengah sibuk di dapur untuk membuat makanan Indonesia, menu makan malam hari mereka nanti.
"Kak Abi yang belikan kemarin, cantik ya Omma?" Sahut Hana begitu gembira membuat Omma mengulum senyum.
"Abi pintar memilihkan hadiah yang begitu cantik, yang sama cantiknya dengan si istri!" Puji Omma lagi membuat Hana tersipu malu.
"Tadi pagi sebelum Nara dan Juna berangkat kuliah, Nara ada cerita ke Omma. Katanya kemarin sewaktu kalian sedang makan malam di restauran, Hana tiba-tiba menangis dan minta pulang. Kenapa sayang? Hana mau cerita sama Omma?" Qirani begitu hati-hati dalam menyusun kalimatnya, ia tak ingin membuat Hana tertekan sama sekali dengan keingin tahuannya.
"Aku sedih Omma..!" Hana sempat tak melanjutkan kata-katanya, ia seakan sedang mengumpulkan keberanian untuk bercerita dengan Qirani, sedang Qirani sendiri memilih menunggu Hana melanjutkan ceritanya dengan memberikan Hana jeda waktu selama ia mau untuk siap melanjutkan ceritanya lagi.
"Kemarin di restauran aku ngelihat Kak Abi duduk dan makan sendirian di meja yang berbeda dengan kami ngebuat hati Hana perih Omma, kasihan Kak Abi.. Hiks..!" Hana pun mulai terisak lirih.
"Hana enggak tau sampe kapan Hana begini terus, Hana enggak sanggup, Hana kangen sama Kak Abi, Hana mau peluk Kak Abi..!" Qirani tetap diam, membiarkan cucu menantunya mengungkapkan keinginannya, keluh kesahnya.
"Andai aja ada obat yang bisa menghilangkan bayang-bayang mengerikan malam itu setiap aku berdekatan dengan Kak Abi, aku mau Omma. Aku dan Kak Abi udah sama-sama tersiksa dengan keadaan ini!" Hana terus berbicara sambil sesekali mengusap air mata di pipinya.
"Aku harus apa Omma?" Tanya Hana menghambur ke pelukan Qirani.
"Sabar Sayang, sabar. Terus berdoa ya, minta sama Allah semoga semua kembali seperti dulu. Hana dan Abi bisa saling menyayangi lagi, bisa sama-sama lagi, bahagia selamanya. Maaf Omma cuma bisa bantu doain Hana aja ya Nak, jangan patah semangat. Omma yakin, cucu Omma yang cantik ini perempuan hebat, pasti bisa melalui ini semua ya!" Qirani terus membelai punggung Hana yang naik-turun karena menangis.
__ADS_1
***
Hari demi hari terus berjalan, Abi pun tak kenal lelah untuk terus menerus mendekati istrinya yang sayangnya masih tetap panik jika bertatap muka dengannya, namun ia tak menyerah sama sekali.
Dan malam ini seusai ia menyantap makan malamnya di kamar, ia memutuskan untuk memberitahukan Hana perihal kondisi Irma sesungguhnya sebelum lusa mereka terbang kembali ke Jakarta.
Abi : "Makasih makan malamnya sayang, enak banget udang saus tiram yang kamu buat!".
Hana : "Kak Abi kok tau Hana yang buat udang saus tiramnya?".
Abi : "Tau lah kamu kan istriku, ada rasa bumbu yang beda kalo kamu yang buat!".
Hana : "Masa sih? Perasaan sama aja bumbunya kayak yang lain buat deh?".
Abi mengulum senyum membayangkan wajah bingung istrinya saat ini.
Hana : "Idihhh gaje kamu ih, pinter banget nge gombalnya 🤣🤣!".
Abi : "Yee, beneran Sayang. Enggak lagi ngegombal aku tuh 😜😜😘😘!".
Hana : "Seharian kamu kemana Kak? Kayaknya sibuk banget?".
Abi : "Kenapa? Kangen ya gak ngelihat aku? Sampe nanya dua kali. Aku jawab lagi ya, seharian ini aku ngurus kepulangan kita, ngurus izin terbang ke Jakarta buat lusa".
Hana : "Kak Abi juga sepesawat sama aku?".
__ADS_1
Abi : "Maunya sih begitu, tapi pasti kamu belum bisa. Kamu naik jet pribadi punya Kakek, aku pake penerbangan komersil kok. Aku milih penerbangan yang berjarak dekat dengan penerbangan kamu!".
Hana : "Maaf ya Kak 😔😔!".
Abi : "Enggak apa-apa Sayang, semoga kita berdua selamat sampai Jakarta ya. Gak ada halangan apapun selama perjalanan nanti!".
Hana : "Amin Kak, semoga!!".
Abi : "Sayang, sebenernya ada yang mau aku sampaikan sama kamu. Tapi janji kamu yang kuat ya, jangan drop!".
Hana : "Apa Kak? Kak Abi bikin aku takut tau enggak?".
Abi : "Iya maaf, tapi kamu harus tau ini ...!".
Abi kemudian menceritakan via voice note tetang keadaan Irma sesungguhnya, ia juga meminta sang istri agar tetap kuat dan saat sampai Jakarta nanti Hana tak menunjukkan kesedihannya karena awalnya Irma melarang Abi untuk memberitahukan keadaannya saat ini.
Dan demi untuk membuat Ibu mertua tak merasa terbebani, Abi pun meminta terlihat tegar meskipun berat pastinya karena keinginan Irma adalah melihat Hana bahagia.
Satu hal yang Abi sembunyikan adalah kemungkinan jika Irma tak lagi bisa bertahan lebih lama, namun ia juga meminta Dokter agar berusaha sebaiknya memulihkan kondisi Irma. Maka dari itu Abi masih memiliki harapan meskipun ia dan para dokter tahu kemungkinan itu kecil.
Harapan Abi juga masih terus mengobar dengan mempertemukan Hana dan Irma, berharap dengan kehadiran Hana, Irma lebih bersemangat lagi untuk sembuh.
Abi : "menangislah sayang jika kamu ingin menangis, tapi ingat Ibu masih bersemangat untuk kesembuhannya jadi kamu juga harus semangat. Tunjukan pada Ibu kalo kamu juga ingin Ibu sembuh dengan tidak memperlihatkan kesedihan kamu. Apa kamu siap? Atau kamu butuh waktu lagi sampai kamu bener-bener siap ketemu Ibu?".
Hana : "Aku siap Kak, aku bener-bener pengen ketemu sama Ibu! Aku mau istirahat dulu ya Kak, terima kasih udah memberitahuku..!".
__ADS_1
Abi tahu Hana hanya ingin sendiri dan juga menangis, ingin sekali rasanya saat ini dia mendatangi kamar istrinya untuk memberi pelukan agar sang istri dapat menguatkan diri.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=