My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)

My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)
Pancaran Kebahagiaan


__ADS_3

Sebelum baca please jangan lupa like, komen and votenya ya, supaya aku semangat terus ngelanjutin ceritanya 🙏🙏..


Happy Reading 😊😊


💕💕💕


Tak lama mereka menghabiskan waktu di ruang tengah, Daniel yang mengerti keinginan sahabatnya memilih mencari alasan untuk kembali ke kamarnya dan membiarkan mereka berdua juga kembali ke kamar mereka.


Hana dan Abi yang sudah di dalam kamar pun memilih menonton televisi lagi, Abi bisa melihat betul kegugupan istrinya. Karena sesungguhnya Abi sadar betul apa yang dilakukan istrinya sepanjang sore ini di rumah mereka hanyalah sebuah alasan untuk mengulur waktu agar mereka tak berduaan.


"Kenapa jauh-jauhan? Enggak mau pelukan kayak biasanya?" tanya Abi yang melihat Hana duduk di sisi ranjang yang cukup berjarak.


"Ehh, emhh.. Mau kok!" jawab Hana terbata-bata untuk kemudian mendekatkan tubuhnya pada sang suami.


"Takut, hm?" tanya Abi menyambut tubuh kecil istrinya yang sudah meletakan kepalanya di atas dada bidang Abi.


"Enggak takut, cuma gugup" jawab Hana polos membuat Abi terkekeh.


"Kenapa gugup sih?" goda Abi mencium puncak kepala Hana.


"Kakak mau buka puasa kan? Akunya deg-degan banget tau Kak!" lagi Abi tergelak mendengar jawaban dari istrinya.


"Kamu udah siap belum?" tanya Abi semakin menggoda istrinya.


"Siap enggak siap, tapi aku kasihan sama Kakak kalo kelamaan puasanya!" Abi tersenyum gemas melihat kepolosan istrinya, ia pun kemudian menarik tubuh Hana untuk duduk di atasnya.


"Berarti aku boleh dong buka puasa sekarang? Kita udah shalat Isya berarti udah aman dong?" Abi tersenyum menggoda, ia juga terus menerus membelai lembut pipi merona istrinya.


"Pelan-pelan ya Kak!" pinta Hana menunduk malu.


"As your wish baby!" sahut Abi mulai mendekatkan wajahnya pada wajah sang istri.


Abi kemudian memanggut lembut bibir merah muda istrinya, tangannya pun tak tinggal diam membuka satu per satu kancing piyama sang istri.


Ciuman semakin dalam yang Mereka lakukan membuat Hana tak menyadari jika suaminya telah berhasil membuka seluruh kancing piyamanya, dengan penuh kelembutan Abi merem*s dada Hana.


"KAK!!" Hana sedikit terkejut dengan apa yang dilakukan suaminya dan melepas ciuman panas mereka, ia bahkan langsung mencengkram erat lengan kekar suaminya.

__ADS_1


"Kenapa? Sakit?" tanya Abi menatap penuh kekhawatiran.


"Enggak, cuma kaget!" jawab Hana tersipu malu.


"Oohhh, udah lama sih ya enggak dijamah? goda Abi mengedipkan matanya, membuat Hana semakin malu saja.


Sebenarnya hati Abi terasa perih ketika ia sempat melihat sekilas beberapa garis luka bekas cambukan di tubuh bagian depan istrinya, akan tetapi ia memilih untuk mengalihkan perhatiannya.


Dilanjut gak nih?" goda Abi lagi, Hana hanya menganggukkan kepalanya malu-malu menjawab pertanyaan menggoda suaminya.


Abi kemudian langsung menelentangkan istrinya dengan dia di atas mengungkung tubuh mungil istrinya, ia pun mulai kembali menyecap setiap inchi wajah dan tubuh sang istri.


Sedang Hana sesekali mencengkram erat lengan suaminya ketika sang suami menjamah bagian sensitif tubuhnya.


Hana terus menerus melenguh, merintih di bawah kendali suaminya membuat Abi semakin bersemangat memancing gair*h sang istri. Hingga sebuah ketukan pintu dan suara menyebalkan kembali muncul mengganggu kegiatan mereka.


"BI, SORRY GANGGU. GUE MAU KASIH TAU KALO KITA HARUS KE KANTOR SEKARANG, GUE DAPET KABAR KALO SETENGAH DARI ACARA TV KITA YANG BAKAL TAYANG BULAN RAMADHAN ENTAR DIBAJAK SAMA STASIUN TV SAINGAN KITA, MALAH UDAH DIIKLANIN SAMA MEREKA. OM RENDRA JUGA UDAH DI KANTOR!" ucap Daniel dari balik pintu.


"ARGHHHHH.. SIAL!!" Teriak Abi reflek membuat Hana terkejut.


"Kakak jangan teriak aku takut!" ucap Hana ketakutan, karena memang Hana tidak bisa mendengar suara orang berteriak sejak kejadian penyiksaannya dulu.


Setelah dirasa cukup tenang, Abi melepaskan dekapannya pada tubuh sang istri dan kembali merapikan dirinya.


"Aku ke kantor dulu ya, kalo kamu ngantuk tidur duluan aja gak usah nunggu aku. Biasanya kalo ada masalah begini aku bakal cukup lama ngabisin waktu di kantor!" pinta Abi yang diangguki oleh Hana.


Setelah menciumi wajah istrinya, Abi langsung pergi meninggalkan Hana. Hana sendiri sebenarnya merasa kasihan karena sang suami harus kembali menunda untuk menyalurkan hasratnya.


Jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam yang artinya sudah dua jam Abi meninggalkannya.


Hana yang memang terbiasa tidur dengan sang suami pun seakan-akan tak bisa tidur nyenyak jika tidak ada sang suami di sampingnya.


Tiba-tiba Hana teringat jika saat dirinya siap melayani suaminya, ia akan memberikan pelayanan yang terbaik. Ia pun mengambil lingerie dan parfum yang pernah dia beli di Amerika dulu dalam paper bag yang tadi sengaja ia bawa dari Mansion.


Setelah mendapatkan apa yang diinginkannya, Hana bergegas kembali ke walk in closetnya. Ia langsung mencoba lingerie yang sangat sexy di dalam walk in closet dan memutar-mutar tubuhnya.


Sayang perhatiannya langsung tertuju pada punggungnya yang penuh dengan bekas luka, bahkan ada bekas luka seperti kulit timbul membuatnya terlihat semakin mengerikan.

__ADS_1


"Kak Abi pasti ngerasa jijik kalo ngeliat punggung aku!" ucap Hana lirih.


Hana pun memutuskan untuk tak mengenakan lingerie itu dan kembali mengenakan piyamanya.


Karena ia tetap bertekad memberikan pelayanan terbaik untuk suaminya, Hana pun memutuskan untuk sedikit memoleskan make up dan menyemprotkan minyak wangi ke tubuhnya.


Selesai ber makeup, Hana memutuskan untuk pergi ke balkon menunggu kepulangan suaminya.


Beruntung tak butuh waktu lama, mobil suaminya sudah terlihat memasuki halaman luas rumah mereka.


Seperti kebiasaannya dulu, Hana langsung berlari untuk mnyambut kedatangan suaminya. Dan ketika pintu utama terbuka, Hana langsung menubruk tubuh tegap suaminya dan mengangkat dirinya agar digendong oleh sang suami.


"Belum tidur, hm?" tanya Abi sambil terus menggendong tubuhnya dan berjalan menuju ke kamar mereka.


"Nungguin Kakak!" jawab Hana meletakan kepalanya di pundak sang suami.


"Wangi bener" goda Abi menghirup aroma tubuh sang istri.


"Kak Daniel enggak ikut?" Hana memilih menanyakan sahabat sang suami dibandingkan menyahuti godaan suaminya.


"Enggak, dia langsung pulang ke apartemennya. Enggak mau gangguin kita katanya" jawab Abi meletakan tubuh sang istri di atas ranjang mereka.


"Kamu dandan?" tanya Abi bingung yang baru menyadari jika sang istri memoles wajah nya dengan make up.


"Iya. Emhh .. Kakak capek enggak?" tanya Hana malu-malu.


"Kenapa emangnya? Mau ngajakin aku kemana?" ucap Abi balik bertanya.


"Mau ngajakin Kakak ke nirwana" goda Hana memberanikan diri, tetapi sesaat kemudian langsung menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


Abi langsung tersenyum bahagia mendengar ucapan istrinya, "aku mau bersihin diri dulu, aku juga mau ngasih pelayanan terbaik buat istriku!".


Hana tersenyum bahagia melihat pancaran kebahagiaan suaminya, tak lupa ia pun bersyukur bahwa saat ini semua sudah kembali seperti semula.


Dan dalam hati dia berdoa, agar semuanya selalu baik-baik saja, agar kebahagiaan senantiasa selalu menaungi mereka.


"Siap mengarungi nirwana Sayang?" ucap Abi menantang saat keluar dari kamar mandi dan hanya berlilitkan handuk di pinggangnya, Hana pun hanya membalas dengan senyuman dan pose menggoda.

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2