My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)

My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)
Berjanji


__ADS_3

Sebelum baca please jangan lupa like, komen and votenya ya, supaya aku semangat terus ngelanjutin ceritanya 🙏🙏..


Happy Reading 😊😊


💕💕💕


Hana terus duduk di samping tubuh Irma yang tengah disemayamkan di Mansion keluarga suaminya, meskipun dirinya sudah mengikhlaskan kepergian sang Ibu akan tetapi air matanya tetap saja membasahi wajah cantiknya.


Abi pun dengan setia duduk di sebelah istrinya sambil terus membaca doa untuk sang Ibu mertua, sesekali menoleh ke arah istrinya yang masih saja terdiam menatap tubuh sang Ibu.


Abi juga tersadar jika Hana belum sama sekali mengisi makanan, dia pun berinisiatif mengajak sang istri untuk makan.


"Makan dulu ya Sayang, perut kamu belum sama sekali keisi makanan kan? Nanti kamu sakit" namun Hana hanya menggelengkan kepalanya.


"Sedikit aja, biar kamu ada tenaga. Kamu mau nganter Ibu sampe ke peristirahatannya yang terakhir kan?" tawar Abi menatap lekat-lekat Hana yang juga sedang menatapnya.


"Mau ya? Aku suapin!" Sekali lagi Abi menawarkan yang diangguki oleh Hana. Abi pun lantas membantu Hana untuk berdiri dan menggandengnya dengan penuh kelembutan.


Abi langsung meminta salah satu maid nya untuk menyiapkan makanan istrinya.


"Kak.." panggil Hana saat mereka duduk berhadapan menunggu makanan mereka.


"Kenapa sayang?" tanya Abi.


"Maafin Ibu, kalo Ibu ada salah sama Kakak" Hana tak mampu menahan air matanya ketika mengucapkannya.


"Ibu enggak punya salah apa-apa sama aku Sayang, justru aku yang banyak salah sama Ibu. Ibu salah satu perempuan yang luar biasa yang pernah aku kenal dan aku sangat bersyukur memiliki Ibu mertua sehebat dan sebaik Ibu" sahut Abi.


"Jangan jahatin aku lagi, aku udah enggak punya siapa-siapa di dunia ini selain kamu dan keluarga kamu. Aku coba percaya perkataan Ibu yang menjamin jika Kak Abi sudah berubah dan tulus sayang sama aku" pinta Hana sesegukan.


"Aku berjanji aku enggak akan pernah nyakitin kamu lagi, aku akan membahagiakan kamu di sisa umurku. Aku sayang sama kamu Hana, sayang banget!" Abi mengusap lembut pipi Hana yang basah dengan air mata.


Tak lama makanan pun tersaji untuk mereka berdua, Abi memilih menyuapi Hana terlebih dahulu untuk kemudian baru memakan makanannya sendiri.


Tak banyak memang yang Hana makan, tapi paling tidak apa yang sudah masuk ke dalam perutnya dapat memberinya tambahan tenaga untuk terus mengikuti prosesi pemakaman Ibunya.

__ADS_1


Akan tetapi Hana tetap harus dipapah suaminya ketika ia dipersilahkan untuk melihat wajah sang Ibu untuk terakhir kalinya sebelum ditutup dengan kain kafan dan dikebumikan.


"Kamu kuat buat ikut ke pemakaman?" tanya Abi saat rombongan mulai bersiap ke pemakaman dimana Ayah dan Adik Hana juga di makamkan.


Mendengar pertanyaan suaminya Hana hanya mampu menganggukkan kepala lemah menjawabnya.


Sesampainya di pemakaman, Hana hanya mampu duduk di kursi sambil terus menatap Ibunya yang sudah masuk ke liang lahat. Air matanya bahkan sudah mengering, ia sudah tak menangis lagi tetapi perasaannya saat ini jelas sangat hancur. Terlebih ketika ia teringat jika belum mempersembahkan seorang cucu untuk Ibunya.


"Maafin Hana Bu!" lirih Hana.


Hana menyaksikan tiap proses pemakaman Ibunya dengan tatapan pilu, namun tetap berusaha tegar dan menerima.


Dan ia tetap terduduk di atas kursinya ketika semua proses telah selesai, menatap sendu gundukan tanah makam Ibunya. Abi pun memilih terus menemani sang istri yang masih ingin menghabiskan waktu di samping makam keluarganya.


"Mereka bertiga pasti udah kumpul ya Kak?" pertanyaan Hana menjadi ucapan pertama kalinya setelah hampir satu jam mereka di sana.


"Hana harus ikhlas ya Sayang" ucap Abi menyahuti pertanyaan yang dilontarkan Hana.


"Hana udah ikhlas, tetapi hati Hana sakit. Hana takut" Hana memegang meremas pakaian bagian dadanya.


"Kenapa takut Sayang?" kini Abi telah menjongkokkan dirinya di depan kursi sang istri.


"Kamu enggak sendirian Sayang, ada Mamah, Papah, Kakek, Grandpa, Omma, Juna, Nara, Hanum, Rangga, Daniel, Bi Imah, Mbak Dewi dan juga aku" jawab Abi mencoba menangkan istrinya.


"Kakak mau janji satu hal sama aku?" Hana menatap lekat mata suaminya.


"Janji apa Sayang?".


"Tolong jangan sakiti aku kayak dulu lagi, tolong Kakak lebih sabar menghadapi aku yang masih banyak kekurangannya, tolong jangan pernah marah seperti dulu lagi. Aku takut" permintaan Hana langsung membuat hati Abi terasa sesak penuh dengan penyesalan karena perbuatannya benar-benar meninggalkan luka yang teramat sangat pada hidup istrinya.


"Aku bersumpah Sayang, sedikit pun gak akan menyakiti kamu. Akan aku bahagiakan kamu sampai kamu sendiri lupa kalau aku pernah melukai kamu begitu dalam. Aku sayang Hana sama kamu, aku cinta kamu!" Abi menarik Han ke dalam dekapannya.


"Kita pulang ya, udah mau hujan!" ajak Abi penuh kelembutan yang diangguki oleh Hana.


"Kita pamitan dulu sama Ibu, Ayah dan Hani!".

__ADS_1


Abi kemudian memapah tubuh kecil istrinya untuk bersimpuh di depan tiga makam anggota keluarganya yang berdampingan.


***


Sesampainya mereka berdua di Mansion, mereka melihat masih banyak anggota keluarga, kerabat, tetangga melakukan doa untuk Irma.


"Mau ikut gabung atau istirahat, hm?" tawar Abi.


"Aku mau istirahat di kamar Ibu aja!" jawab Hana.


Di kamar Abi langsung membantu istrinya berbaring, setelah cukup dirasa istrinya nyaman Abi berinisiatif untuk keluar kamar takut jika keberadaan dirinya justru membuat Hana tak nyaman.


"Kakak mau kemana?" Hana mencekal tangan suaminya yang hendak beranjak keluar kamar.


"Aku mau keluar supaya kamu bisa nyaman istirahatnya" jawab Abi.


"Kakak tega ninggalin aku sendiri?" tanya Hana dengan mimik sedih.


"Hah?".


"Kakak enggak mau nemenin aku di sini? Aku mau tidur dipeluk Kakak, aku enggak mau sendirian!" pinta Hana merajuk.


"Apa kamu enggak masalah aku tetep di sini?" tanya Abi sedikit ragu.


Hana hanya mengangguk menjawab pertanyaan suaminya. Abi yang sangat ingin untuk selalu menemani istrinya pun tak lagi menyia-nyiakan kesempatan, dia langsung mengambil posisi di sebelah istrinya.


Tanpa sama sekali disangka-sangka Hana langsung memeluk tubuh Abi yang jelas disambut penuh syukur dan suka cita oleh Abi.


"Jangan tinggalin aku, aku mau sama Kakak selamanya. Aku sayang sama Kak Abi!" ucap Hana.


"Aku juga sayang sama kamu Hana, jangan takut lagi enggak akan ada seorang pun yang meninggalkan kamu. Kami semua akan menjaga kamu karena kami semua menyayangimu" Hana mengangguk menjawab ucapan suaminya.


Abi terus memandang lekat wajah cantik istrinya meskipun terlihat sembab akibat terlalu banyak menangis.


Abi patut bersyukur ditengah duka yang mereka alami bahwa sang istri sudah kembali menerima keberadaannya. Ia pun berjanji pada dirinya sendiri akan selalu membahagiakan istrinya, tak akan pernah menyakiti istrinya lagi seperti janjinya pada sang Ibu mertua sebelum tiada.

__ADS_1


"Setelah ini tak akan kubiarkan kamu merasakan kesedihan lagi, aku akan berusaha membahagiakan kamu bagaimana pun caranya!" Ucap Abi membelai lembut wajah cantik istrinya yang sudah terlelap.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2