My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)

My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)
Buat Dia Jatuh Cinta


__ADS_3

Sesampainya di ruang rawat Irma, Hana lansung membuka pintu berbarengan dengan Kinan yang membukanya hendak keluar.


"Hana, kamu udah balik. Abi mana? Gak nganterin?" tanya Kinan, ketika melihat Hana kembali seorang diri.


"Gak apa-apa Tante, tadi Hana yang nolak dianter Ka Abi, gak enak ngerepotin Tante" kilah Hana beralasan.


"Kamu habis nangis?" tanya Kinan memegang dagu Hana dan melihat ke mata Hana, ingin memastikan apakah mata Hana sembab.


"Enggak Tante. Hana udah ngantuk banget, dari tadi nguap terus jadi kelihatan sembab matanya karena kan kalo nguap sering keluar air matanya Tan" jawab Hana tersenyum.


"Ohh, ya udah kalo gitu istirahat sana. Ibu kamu tadi juga udah nyariin kamu terus. Eehh itu Abi, kebangetan tuh anak masa ngebiarin kamu balik sendiri sih. Sini kamu Bi!" teriak Kinan ketika melihat Abi berjalan menghampiri mereka.


"Kamu gimana sih kok ngebiarin Hana balik sendirian?" bentak Kinan menjewer Abi, Hana yang melihat itu sebenarnya ingin tertawa tetapi ia tahan.


"Aduhh, aduhh.. Apa-apaan sih Mah? Sakit tau! Tadi Abi tuh nganterin Hana, tapi dia ninggalin Abi di belakang. Ngambek dia sama Abi" sahut Abi membela diri. Hana yang mendengar pembelaan Abi membelalakan matanya.


"Ngambek? Ngambek kenapa?" tanya Kinan bingung.


Hana pun menggeleng-gelengkan kepalanya memberi isyarat untuk Abi agar tidak memberitahukan apa yang sebenarnya terjadi.


Abi tersenyum licik melihat kode yang diberikan Hana, "Kakek udah sadar Mah, udah ketemu juga sama Hana. Terus Kakek minta ke Hana supaya mau nikah sama Abi, tapi Hana-nya banyak alesan. Ya udah Abi tarik aja dia keluar, diluar Abi secara pribadi ngelamar dia, dia nya tetep gak mau malah marah sama Abi. Padahal mah dia udah nembak aku tadi, udah menyatakan cinta ke aku. Tapi gak tau deh kenapa dia keras kepala banget nolak lamaran Abi habis-habisan".


Hana yang mendengar celoteh Abi ternganga tak percaya. Dia benar-benar tak habis fikir jika Abi akan berterus terang mengungkapkan semuanya. Abi yang melihat ekspresi Hana hanya tersenyum sambil memainkan alisnya naik turun.


Sedangkan Kinan, ia tersenyum senang Abi secara terang-terangan melamar Hana. Ia pun menengok Hana, Hana yang ditatap Kinan hanya tersenyum miris tak tau lagi harus mengatakan apa.


"Kenapa gak mau Han?" tanya Kinan meminta jawaban yang pasti kepada Hana. Hana baru akan membuka mulutnya untuk menjawab pertanyaan Abi, langsung diselak oleh Abi, "katanya semua tergantung Ibu Irma Mah. Dia pesimis Ibu Irma mau nerima lamaran kita karena dia masih sekolah".

__ADS_1


Sekali lagi Hana dibuat kehabisan kata-kata dengan jawaban Abi. Merasa kesal, Hana pun mengepalkan tangannya seakan-akan memberi ancaman akan memukul Abi. Abi hanya tersenyum penuh kemenangan, sedangkan Kinan tersenyum senang mendengar penuturan Abi.


"Berarti kalo Ibu kamu menerima lamaran keluarga Tante, kamu setuju dong Han menikah dengan anak Tante?" tanya Kinan penuh harap. Merasa tak enak akan semua kebaikan Kinan, Hana tak mau mengecewakannya. Ia pun mengangguk, mengiyakan pertanyaan Kinan.


Merasa menang atas Hana, Abi terlihat puas sudah memukul mundur Hana dengan omongannya, sedangkan Hana memasang wajah kesal ketika Abi menatapnya.


"Ya udah nanti Tante cari waktu yang pas buat ngelamar kamu secara resmi, sekarang lebih baik kamu istirahat. Bukannya besok kalian ada syuting lagi?".


"Ehh, Iya Tante, kalo gitu Hana masuk ya Tante, Hana mau istirahat. Gak apa-apa ya Tan, Hana gak anter Tante" pamit Hana kemudian mencium punggung tangan seperti biasanya, namun kali ini Kinan juga mencium pipi kanan dan kiri Hana.


Abi pun mengulurkan tangannya berharap Hana juga melakukan hal yang sama seperti Hana kepada Kinan, mau tak mau Hana pun mencium punggung tangan Abi meski dengan hati kesal.


"Met istirahat calon istri.." goda Abi. Antara kesal dan malu Hana tak bisa menutupi wajahnya yang mulai merona akibat ulah Abi. Ia pun cepat-cepat masuk ke dalam kamar inap Ibunya dan menutupnya.


Hana kemudian menghampiri Ibunya yang belum tidur, "Kok Ibu belum tidur, udah larut loh ini?" tanya Hana kemudian duduk di sebelah ranjang Ibunya.


"Iya Ibu nungguin kamu, lagian ada Ibu Kinan masa Ibu tinggal tidur kan enggak enak. Tadi juga Ibu keasyikan ngobrol sama Bu Kinan jadi gak ngantuk deh. Gimana keadaan Tuan Hafidz, Han?" tanya Irma.


"Kakek udah sadar Bu, udah baikan. Beliau harusnya dioperasi Bu, tapi enggak mau kalo Hana enggak.." jawab Hana kemudian berhenti, ia menatap ke arah Ibunya yang masih menunggunya meneruskan ucapannya.


"Kalo kamu enggak apa Han?" tanya Irma menuntut jawaban.


"Kalo Hana gak mau nerima lamaran Kakek buat Ka Abi.." jawab Hana lirih, takut-takut Ibunya jadi kepikiran.


"Apa aku harus menerima lamaran mereka, apa ini cara Allah untukku menitipkan Hana pada mereka agar mereka menjadikannya menantu di keluarga mereka. Semoga ini adalah sebuah petunjuk.." ucap Irma dalam hati.


"Bu.." tegur Hana saat melihat Ibunya asyik melamunkan sesuatu.

__ADS_1


"Kamu cinta gak sama Abi?" tanya Irma, Hana pun mengangguk.


"Berarti kamu mau dong nikah sama Abi?" tanya Irma lagi.


"Bukannya gak mau Bu, masalahnya Ka Abi tuh masih cinta sama Mbak Raya. Hana enggak mau hidup dengan seseorang yang masih dalam bayang-bayang mantan kekasihnya, beda cerita kalo Ka Abi emang cinta sama Hana, mungkin Hana langsung mau" jawab Hana menjelaskan.


"Kalo begitu rebut hati Abi, buat dia jatuh cinta dan melupakan masa lalunya!" perintah Irma, membuat Hana cukup bingung.


"Maksud Ibu, Ibu setuju Hana menikah sama Ka Abi?" tanya Hana meminta kejelasan. Irma pun mengangguk.


"Tapi kenapa Bu?" tanya Hana lagi.


"Karena keluarga mereka sayang sama kamu Han, untuk urusan perasaan Abi ke kamu Ibu yakin kamu bisa menaklukan hati Abi. Siapapun yang mengenal kamu akan dengan mudah mencintai kamu. Keluarganya begitu sayang sama kamu Han, kemungkinan besar mereka pun akan membantu kamu untuk menaklukan Abi. Ibu percaya kamu bisa" jawab Irma yakin.


"Ibu gak bermaksud buat nitipin Hana sama keluarga Ka Abi dengan cara menikahkan Hana dengan Ka Abi kan? Enggak ada yang lagi Ibu sembunyikan kan?" tanya Hana curiga.


Hana memang gadis yang cerdas, ia akan cepat merespon sesuatu yang menurutnya janggal. Irma dan Angga pun dibuat salah tingkah dengan pemikiran Hana, namun dengan cepat Irma mencoba menepis kecurigaan Hana.


"Ibu hanya merasa banyak hutang budi pada keluarga Abi dan Ibu enggak mau mengecewakan mereka. Lagian toh kamu cinta sama Abi, apa salahnya kalo kamu mencoba untuk mengambil hati Abi, membuat Abi jatuh cinta sama kamu", ucap Irma, Hana pun terdiam ia membenarkan ucapan Ibunya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Ini karya pertamaku, maaf kalau belum sempurna dan mungkin banyak typo, aku sedang belajar menjadi penulis . Semoga kalian suka dengan novel pertamaku ini.


Jangan lupa vote, komen dan like nya yaaa biar aku tambah semangat nulisnya .


Terima kasih 🙏🙏😘😘

__ADS_1


__ADS_2