My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)

My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)
Pantai Kuta


__ADS_3

Esoknya syuting dimulai sesuai jadwal. Hana terlihat bersemangat melakukan pekerjaannya kali ini, bukan apa dia melakukan pekerjaannya saat ini di salah satu tempat impiannya yang dari dulu ingin ia kunjungi.


Sebenarnya beberapa kali Hanum sering mengajak Hana untuk ikut dengannya jika liburan atau pun berkesempatan ke Bali, namun selalu Hana tolak. Traumanya terhadap kendaraan berkecepatan tinggi masih ada maka dari itu ia agak takut menaiki pesawat, ia hanya tak ingin menyusahkan saja.


Beda halnya saat ini, karena tuntutan pekerjaannya mengharuskannya melawan rasa takutnya, alhasil ia sempat drop semalam.


"Ngedate yukk, jalan-jalan di pinggir pantai gitu biar kayak pasangan-pasangan romantis lainnya. Hana kan juga pengen Ka, mumpung kita di sini!" Ajak Hana antusias ketika ia dan suaminya sudah menyelesaikan pekerjaannya untuk hari ini.


"Capek Han, pengen cepet-cepet balik ke hotel ndusel-ndusel kamu!" Tolak Abi membuat Hana mengerucutkan bibirnya.


"Ndusel-ndusel? Itu kan bisa malem Ka, ayo dong Ka, please.. kita main-main sebentar di pantai yuk!" Sekali lagi Hana merengek bak anak keci yang meminta dibelikan mainan.


"Ya udah ayo, tapi jangan lama-lama ya!" Melihat tingkah istrinya yang menggemaskan, Abi tak kuasa menolak permintaan Hana lagi.


Abi tak perlu menaiki kendaraan apapun karena saat ini mereka sedang mengerjakan syuting mereka di dekat Pantai Kuta, Bali.


Sepanjang berjalan menuju bibir pantai Kuta, Hana tak henti-hentinya bercerita pada suaminya dan Abi memilih menjadi pendengar yang baik sepanjang Hana bercerita, namun senyum Abi tak pernah lepas melihat betapa istrinya begitu bahagia saat ini.


Mengenakan dress cantik berwarna soft pink tanpa lengan, juga topi pantai berwarna pastel berhias bunga-bunga kecil berwarna senada dengan pakaiannya membuat Hana begitu cantik dan menggemaskan.


Semua orang baik lokal atau pun pelancong luar selalu terhipnotis melihat Hana ketika melewati mereka. Pandangan-pandangan mereka yang mengagumi istrinya membuat Abi jengah. Ia yang tadinya berjalan tanpa menggandeng Hana, langsung menggenggam tangan istrinya erat.


Sontak aksi Abi yang tiba-tiba membuat Hana sedikit kaget, tapi juga senang sekaligus.


Di tepi pantai, Hana terus menerus bermain dengan cerianya, sedang Abi yang tadinya menemani sang istri saat ini memilih duduk tak jauh dari tempat istrinya bermain. Ia cukup kelelahan meladeni Hana. Sesekali Abi melihat Hana dengan ramah menyapa penggemar yang menghampirinya, meminta foto bersama atau pun sekedar membubuhkan tanda tangan.


Seperti menjadi kebiasaan baru Abi selalu mengambil foto istrinya secara diam-diam, terkadang meng update nya di sosial medianya. Seakan ingin membalas dendam dengan hubungannya yang tersahulu, dimana ia harus mati-matian menyembunyikan statusnya dengan Raya atas permintaan Raya, kini Abi selalu ingin mengabadikan foto, video dan menunjukan pada dunia bahwa kini ada Hana dalam hidupnya dan dia bahagia.


Satu foto Hana yang Abi ambil adalah ketika Hana dengan ceria menulis di atas pasir putih pantai menggunakan ranting kayu, sengaja ia update di status whatsup dan instagramnya.


Always be happy my little wife, I love you ..

__ADS_1


Begitulah caption yang ia tuliskan kali ini, tanpa ia sadari bahwa ada seseorang yang terbakar cemburu membaca unggahannya di negara seberang sana.


Raya begitu geram dengan semua unggahan-unggahan Abi akhir-akhir ini yang selalu tentang Hana. Hatinya sakit menyadari bahwa Hana benar-benar telah merebut kekasihnya, bahwa Abi telah benar-benar menyingkirkannya.


"Kenapa sih Ray?" Tanya Nico untuk kesekian kali melihat mimik kekasihnya yang tidak enak dilihat. Namun bukannya menjawab, Raya malah mendekati Nico yang saat ini duduk di sofa. Ia mendudukan tubuhnya di atas pangkuan Nico, mencium bibir Nico dengan rakus.


"Puasin gue..!" Pinta Raya dengan suara yang dibuat sesensual mungkin dan dengan tatapan penuh gairah. Nico yang tau bahwa saat ini Raya membutuhkan dirinya hanya untuk pelampiasan kekesalan kekasihnya itu dengan senang hati menuruti kemauan sang kekasih, karena ia sendiri pun sudah merindukan tubuh kekasihnya itu.


Tanpa bertanya apapun, Nico langsung mengambil alih permainan mereka, ia menggendong Raya tanpa melepaskan ciuman mereka sama sekali. Sesampainya di ranjang, Nico langsung melemparkan tubuh Raya, ia secara kasar memberikan rangsangan-rangsangan pada Raya, sedang Raya sudah mulai menikmati semua perlakuan Nico terhadap tubuhnya.


Suara desahan dan erangan terdengar bersahutan di unit apartemen mereka malam ini di Paris. Mereka melampiaskan perasaan mereka masing-masing dalam pergumulan panas saat ini. Raya yang kesal dengan hubungan Abi dan Hana, sedang Nico yang juga kesal bahwa Raya hanya menjadikannya pelampiasan.


***


"Ikut aku ya Han..!" Ajak Abi saat mereka di kamar hotel sedang bersiap.


"Kita mau kemana?" Tanya Hana.


"Kita ketemunya di mana?" Tanya Hana lagi.


"Salah satu klub mereka!" Jawab Abi sambil memakai sepatunya.


"Aku gak biasa ke tempat begitu Ka!" Keluh Hana.


"Enggak apa-apa, nanti kan kamu sama aku terus. Gak usah takut!" Ucap Abi menyakinkan.


"Aku ke klub malem pake baju beginian?" Tanya Hana heran, karena memang semua yang dipakai oleh Hana adalah pilihan Abi.


Dress brokat abu-abu berlengan pendek di bawah lutut, agak longgar dan sepatu heels putih yang tak terlalu tinggi semua adalah pilihan suaminya.


"Emang kamu mau pake baju apaan?" Abi sedikit kesal dengan pertanyaan istrinya.

__ADS_1


"Ya kan kalo klub malem biasanya pake baju yang sexy-sexy gitu Ka!" Sahut Hana.


"Kamu mau pake baju kayak gitu?" Tanya Abi dengan tatapan tajam dan tanpa terintimidasi tatapan suaminya Hana pun mengangguk.


"Mau gue tabok lo make-make baju kayak gitu hah? Lo boleh pake baju kayak gitu depan gue doang. Ngerti? Abi yang tersulut emosinya kembali mengucapkan kata lo-gue dengan rahang yang mengeras menahan marah.


"Ciee, protektif amat sih suami!" Nanum kekesalan sang suami justru membuat Hana terkekeh, ia senang melihat suaminya yang berusaha menjaga dirinya.


"Ngeselin lo!" Abi masih tetap dalam mode marahnya tak meladeni ejekan istrinya.


Hana yang sadar sudah membuat suaminya kesal, langsung duduk di pangkuan sang suami. Sedang Abi berusaha tak merespon tindakan istrinya, ia justru malah memalingkan wajahnya menghindari tatapan sang istri.


"Gemesin banget sih kalo lagi ngambek!" Hana yang melihat suaminya merajuk langsung memegang kedua sisi pipi suaminya, menghadapkan wajah suaminya ke wajahnya dan menghadiahi beberapa kecupan-kecupan berharap dapat meluruhkan amarah sang suami.


"Pinter banget sih sekarang bikin kesel terus bikin aku luluh dengan cepat!" Ledek Abi kemudian bergantian menciumi wajah istrinya.


"Udah yukk berangkat, aku gak mau kita kemaleman. Katanya klub malem itu makin malem makin rame. Makin gak jelas kelakuan pengunjungnya!" Ajak Hana bangkit dari pangkuan suaminya.


"Kamu kata siapa?" Tanya Abi heran, karena Abi yakin Hana memang benar-benar tak pernah menginjakan kakinya ke tempat semacam itu.


"Hanum..!" Jawab Hana singkat.


"Hanum sering ke klub?" Tanya Abi menyelidiki.


"Enggak sering, tapi pernah lah. Waktu itu juga pernah diajak Juna kok!" Jawab Hana polos, Abi hanya mengangguk.


"Kamu jangan pernah ya ke tempat kayak gitu tanpa aku Han!" Abi memperingati istrinya.


"Aku mana berani sih Ka, ini aja Kaka ajak bener-bener pertama kali buat aku dan aku yakin banget aku gak bakal cocok sama tempat begitu!" Keluh Hana.


"Ya udah ayo berangkat, aku gak mau kita lama-lama di sana!" Ajak Hana menggandeng tangan suaminya.

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2