My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)

My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)
Membangkitkan Traumanya


__ADS_3

Sebelum baca please jangan lupa like, komen and votenya ya, supaya aku semangat terus ngelanjutin ceritanya 🙏🙏..


Happy Reading 😊😊


💕💕💕


"Hana, apa kabar? Kamu udah sembuh?".


Hana dan Kinan sama-sama mendongak melihat ke arah suara laki-laki yang menyapa.


DEGGGG..


Jantung Hana langsung berdenyut nyeri menatap pria yang berdiri di hadapannya, bahkan kini tubuhnya sudah gemertar dan keringat dingin yang mulai membasahi wajah dan tubuhnya.


"JANGAN, JANGAN KE SINI. JANGAN DEKATI AKU..!" Teriak Hana histeris.


"Hana sayang, tenang sayang, tenang!" Ucap Kinan mencoba menarik tubuh kecil menantunya ke dalam dekapannya.


"TOLONG PERGI, TOLONG PERGI JANGAN SAMPE DIA TAU KALO KITA KETEMU BEGINI. AKU TAKUT..!" Hana mulai terisak di sela teriakannya.


"Elo kenapa Hana? Ini gue Nugie, kenapa elo setakut ini sama gue?" Tanya pria yang ternyata Nugie itu melangkahkan kaki untuk lebih mendekati Hana.


"PERGI, KALO DIA LIHAT KITA DIA BAKAL SALAH FAHAM LAGI. AKU TAKUT DIA KALAP LAGI.. AKU TAKUT DICAMBUKIN LAGI!" Teriak Hana mencoba mengusir pria yang justru malah semakin mendekatinya.


"Enggak Sayang, enggak ada yang cambukin kamu lagi Nak! Mamah mohon tenang sayang tenang!" Kinan begitu kesulitan menenangkan Hana yang kini mulai menjambaki rambutnya dan memukul-mukul wajahnya sendiri.


"Hana kenapa Tante?" Tanya Nugie bingung, kini ia mulai memundurkan langkahnya untuk sedikit menjauhi Hana yang mulai tak kontrol dan terus menyakiti dirinya sendiri.


Dan keadaan Hana semakin menjadi ketika matanya menangkap sosok tinggi tegap suaminya yang sedang berjalan menghampiri ke arahnya.

__ADS_1


"ENGGAK, ENGGAK.. DIA DATENG MAH, DIA DATENG! PERGI KAMU, PERGI NANTI DIA CAMBUKIN AKU LAGI, NANTI DIA SALAH FAHAM LAGI!" Teriak Hana semakin menjadi menatap Nugie yang dihadapan dirinya dan Abi yang sedang berjalan ke arahnya bergantian.


"Sayang..!" Sapa Abi saat sudah berhadapan dengan istrinya.


"AKU ENGGAK NGAPA-NGAPAIN SAMA DIA, JANGAN HUKUM AKU LAGI. JANGAN CAMBUKIN AKU DENGAN IKAT PINGGANG KAMU LAGI. RASANYA PANAS, PERIH SAKIT SEKALI. AKU ENGGAK KUAT!" Teriak Hana ketakutan.


"MUNDUR, MENJAUH DARI AKU!" Hana semakin histeris melihat Abi yang akan mendudukan dirinya dihadapan Hana agar dapat sejajar.


Dan kepanikan langsung melanda mereka bertiga ketika tubuh Hana jatuh ke depan dalam keadaan mengejang.


Meski panik Abi langsung berjongkok menangkap tubuh mengejang Hana dan merebahkannya di atas pangkuannya, hati Abi kembali merasa sakit tatkala ia mendapati bagian bawah Hana basah karena buang air kecil di tempat.


"Nugie, tolong elo cari perawat suruh mereka bawa brankar ke sini!" Perintah Abi dan tanpa berfikir panjang Nugie langsung berlari untuk mencari bantuan, sedang Kinan langsung menghubungi Leonard dan Diana.


Sayang Leonard masih belum berada di rumah sakit, tetapi beruntung Diana memang selalu standby di rumah sakit karena memang sedang memantau kondisi kejiwaan Hana.


"Jangan lagi Sayang, jangan lagi!" Abi mendekap tubuh lemas istrinya setelah dua kali mengalami kejang, ia sungguh takut jika Hana kembali kehilangan kesadarannya lagi dalam waktu yang lama.


"Abimanyu, lebih baik kamu menjauh dari Hana dulu. Mamah tau ia sedang sangat ketakutan!" Perintah Kinan disela tangisnya.


"Tapi Mah __!" Abi mencoba menolak perintah yang Kinan berikan, ia ingin benar-benar berada di dekat Hana saat ini.


"Abimanyu, Mamah mohon..!" Pinta Kinan lagi lebih tegas sambil mengambil alih tubuh Hana yang mulai tenang kembali.


Abi pun dengan berat hati membiarkan Sang Mamah mengambil alih tubuh istrinya dari dekapannya.


Abi berjalan mundur menjauhi Kinan dan Hana, bersamaan dengan brankar dan Diana juga beberapa perawat yang membawa perlengkapan medis tiba menghampiri ke arah istri dan Mamahnya.


Abi sempat mencekal lengan Nugie yang ingin kembali mendekat ke arah istrinya.

__ADS_1


"Hana belum bisa didekati oleh laki-laki, termasuk gue suaminya sendiri. Jadi gue harap lo bisa ngertiin situasi saat ini, kondisi Hana saat ini!" Ucapan Abi sontak membuat Nugie terkejut sekaligus bingung.


Mereka berdua kini bersama memperhatikan Hana dari kejauhan, bagaimana Dokter dan para perawat sibuk mengurusi Hana.


Setelah diberi suntikan serta dipasang selang oksigen, Hana yang sudah dalam keadaan tak sadarkan diri di atas brankar di dorong menuju ke ruang perawatannya.


Abi bisa melihat wajah pucat istrinya ketika brankar sang istri berjalan melewatinya.


***


Sesampainya di kamar, Hana telah dibaringkan di atas ranjangnya yang sebelumnya Hana telah dibersihkan dan diganti pakaiannya oleh perawat.


"Bagaimana kondisi menantu saya Dok? Kenapa dia bisa kejang-kejang seperti tadi? Apa dia akan sadar Dok atau kembali__?" Tanya Kinan tak mampu meneruskan kata-katanya karena terlalu takut membayangkan jika Hana akan kembali koma.


"Kondisi kejiwaan Hana benar-benar rapuh, tolong untuk sementara hindari dulu dari apapun yang membuat mentalnya kembali breakdown! Dan kejang yang dialami Hana tadi adalah sama dengan kejang yang dialami Hana yang merenggut kesadarannya dulu. Saya belum bisa mengatakan apapun untuk saat ini, akan saya lihat setelah Hana sadar bagaimana kondisi dan apa yang harus saya lakukan karena kemungkinan Hana sudah kehilangan akalnya! Kejadian ini terlalu mengejutkan untuk jiwa Hana, dimana dua pria yang membuatnya mengingat traumanya ia lihat bersamaan dalam satu waktu!" Jelas Diana terlihat emosi.


"Awalnya saya spontan ingin menenangkan istri ketika saya melihat istri saya histeris Dok, saya tak pernah menyangka jika tindakan saya justru membuat Hana semakin down" sahut Abi penuh sesal.


"Kita lihat setelah Hana sadar nanti, baru saya bisa memutuskan tindakan yang tepat untuk Hana. Semoga Hana hanya terkejut dan kejadian ini benar-benar tak mempengaruhi Hana sama sekali ketika dia sadar nanti. Saya permisi dulu..!" Ucap Diana kemudian beranjak dari ruang perawatan Hana.


Abi langsung menghampiri ranjang istrinya saat Diana sudah keluar dari ruangan, ia menatap lekat wajah pucat Hana.


Ia ingat sekali tatapan Hana yang penuh dengan ketakutan, kesedihan mendalam serta perasaan yang teramat terluka dari pancaran mata cantik istrinya.


"Apa yang harus aku lakukan untuk menebus kesalahanku sayang, sampai kapan aku harus melihat kamu seperti ini? Aku gak sanggup Sayang, enggak sanggup!" Isak Abi mendekap tubuh lemah istrinya sambil terus menciumi wajah sang istri.


***


Hana mengerjapkan matanya, setelah empat jam dirinya tak sadarkan diri. Hal yang pertama diingatnya adalah kehadiran dua laki-laki yang membangkitkan traumanya dalam waktu bersamaan membuatnya langsung menangis ketakutan.

__ADS_1


"Tolong pergi, hiks.. tolong jangan dekati Hana lagi. Hana enggak mau sakit lagi Nugie, Kak Abi bakalan salah faham lagi kalo ngelihat kita bersamaan. Hiks.. Hana gak mau disiksa lagi..!" Tangis Hana dengan suara lirih, meski begitu seorang suster yang diminta untuk selalu menjaga Hana bisa mendengarnya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2