My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)

My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)
Sholat


__ADS_3

Pagi hari Hana sudah terbangun mendengar suara alarm ponselnya, ia terkejut mendapati dirinya sedang memeluk posesif tubuh Abi dan lebih terkejut lagi ketika ia sadar ternyata Abi sudah bangun.


"Kok Ka Abi ke wilayah ranjang Hana?" Guling pembatasnya mana?" Tanya Hana kesal kemudian melepas pelukannya dari tubuh Abi.


"Lo liat dulu yang bener, siapa yang ngelanggar batas teritorial ranjang, lo apa gw? Dan siapa yang meluk?" Sahut Abi kesal kemudian duduk.


Setelah sadar bahwa ia memeluk dan melanggar batas yang dia buat sendiri, Hana hanya menunjukan deretan giginya membuat Abi kesal sekaligus gemas.


"Hehee, maaf ya Ka. Hana kalo tidur suka gak tau diri!" Ucap Hana membuat Abi berdecih dan memalingkan wajahnya.


"Jam empat subuh Ka, siap-siap shalat subuh yuk!" Ajak Hana.


Mendengar ajakan Hana, Abi cukup terkejut. Ia benar-benar belum ada keinginan untuk beribadah, sudah lama ia meninggalkan sholatnya rasanya Abi agak kaku untuk kembali sholat.


"Enggak dulu deh Han, gw belum bisa" sahut Abi memohon.


"Belum bisa? Ayolah Ka, lama-lama juga bisa kalo dibiasain!" Paksa Hana menarik narik lengan Abi.


"Ayolah Han jangan paksa gw terus, nanti ada saatnya kok gw sholat. Lagian sebelum nikah lo gak pernah maksa-maksa gini sih!!" Gerutu Abi.


"Bedalah Ka, sekarang Ka Abi kan udah jadi Imam Hana. Hana mau punya imam yang baik, yang patuh sama perintah agama. Gak apa-apa awalnya kayak terpaksa, lama-lama pasti ibadah jadi kebutuhan Kaka. Ayo Ka mau yaaa sholat sama Hana!" Rayu Hana lagi.


"Jangan jamaah, sendiri-sendiri dulu. Gw belum pantes ngimamin. Oke kan?" Tawar Abi, Hana pun mengangguk senang.


Tak apalah saat ini tidak berjamaah, pasti cepat atau lambat Abi akan berani benar-benar berdiri di depan Hana mengimami nya.


Setelah bersiap, Hana langsung mengenakan mukenah cokelat kesayangannya dan memulai sholatnya terlebih dulu. Sedang Abi, menunggu di tepian ranjang.


Karena tak punya baju koko, Abi hanya menggunakan celana pengantinnya semalam dan kaos berwana hitam.


"Kok gw merinding gini niat sholat. Kayaknya setan dalem badan gw lagi pada protes huniannya mulai kena air wudhu!" Kelakar Abi di dalam hati, menertawakan dirinya sendiri dalam diam.


Hana telah menyelesaikan sholatnya, ia pun mundur untuk memberikan sajadahnya agar Abi dapat memulai sholatnya.


Gerakannya terlihat cukup kaku, Hana yakin Abi sudah lama meninggalkan kewajibannya.


Hana kemudian mulai berdoa, sederet doa ia panjatkan untuk hubungan pernikahannya dengan Abi. Meminta agar Abi membuka hatinya, menjadi seorang suami yang baik dalam memimpin rumah tangganya. Juga doa untuk orang-orang terkasihnya tak lupa ia panjatkan juga.


Selesai sholat Abi tidak berdoa, ia langsung hendak berdiri kembali ke tempat tidurnya.

__ADS_1


"Ka..!" Panggilan Hana membuat Abi menengok ke arah istrinya. Hana kemudian menjulurkan tangannya, Abi pun meraih tangan Hana yang ternyata Hana hanya ingin mencium punggung Abi bukan untuk meminta bantuan untuk berdiri sesuai dengan apa yang dia fikirkan.


Abi kemudian mencium pucuk kepala Hana yang masih terbalut tudung mukenahnya. Hana tersenyum senang dengan perlakuan suaminya.


"Gw balik tidur yaa, masih ngantuk!" Ucap Abi yang diangguki oleh Hana.


Hana sangat bersyukur, meskipun pernikahannya hanya cinta sepihak dirinya, Abi tetap memperlakukannya dengan baik, menuruti permintaannya tidak seperti kisah-kisah yang selama ini ia baca di novel tentang suami yang dingin karena menikah dengan wanita yang bukan pilihannya.


***


Sudah pukul delapan pagi, tetapi Abi masih setia dengan mimpinya. Hana yang terus menerus ditelepon Kinan untuk segera menyusul ke restauran agar dapat sarapab dengan seluruh keluarga.


"Iya Mah, Hana udah coba bangunin Ka Abi tapi Ka Abinya gak bangun-bangun" ucap Hana saat Kinan kembali menghubunginya.


"Coba sekali lagi Han, dia tuh kalo udah tidur emang paling susah dibanguninnya. Kalo gak bangun-bangun juga siram aja sama air!" Kesal Kinan.


"Jangan dong Mah, suami aku ini. Nanti aku kualat lagi " sahut Hana sedih membuat Kinan justru tersenyum.


"Ya udah kamu coba bangunin dia lagi, kalo gak bangun-bangun juga kamu telepon Mamah lagi biar Mamah yang bangunin!" perintah Kinan lagi kemudian mematikan sambungan teleponnya.


"Ka Abi, bangun dong Ka! Udah ditungguin kita Ka sama semua, Hana enggak ini. Ka Abi ayoo dong bangun!" Hana terus mencoba membangunkan Abi lebih keras.


Ia pun tanpa berfikir ulang menyiram air dari dalam gelas langsung ke wajah Abi. Seketika Abi langsung terbangun mendapat siraman air.


"Lo apa-apaan sih Hana? Bangunin gw pake nyiram gini, kurang ajar tau gak lo!" Gertak Abi marah.


"Biar sadar yang bangunin Ka Abi tuh aku bukan Raya!" Hana balik menggertak Abi tak kalah garang.


Sekarang Abi sadar kenapa Hana sampai berani menyiramnya. Hana kemudian menjauhi Abi, menyiapkan pakain untuk Abi kenakan. Masih dengan wajah kesal Hana sama sekali tak mau menatap wajah suaminya yang sudah basah akibat ulahnya.


"Mandi sana, udah ditunggu sarapan sama semua di bawah! Mereka tinggal nunggu kita aja!" Perintah Hana masih dengan mimik kesal.


"Mandiin..!" Goda Abi.


"Minta mandiin aja sama Raya sana!" Ketus Hana.


"Emang boleh?" Tanya Abi mendekati Hana yang sudah memalingkan wajahnya.


"Boleh kalo kalian siap aku mutilasi!" Hardik Hana, menatap tajam Abi.

__ADS_1


Menggoda Hana seakan menjadi kesenangan Abi yang baru sekarang ini. Ia benar-benar gemas melihat tingkah Hana yang selalu blak-blakan. Jika wanita lain sebisa mungkin menutupi kecemburuannya, tapi tidak Hana yang seakan sengaja memperlihatkan kecemburuannya.


Abi pun dengan cepat mengecup bibir Hana lalu berlari sekencang mungkin masuk ke dalam kamar mandi.


"KA ABI RESEEEEEEE!" Teriak Hana kesal.


Abi hanya terbahak-bahak mendengar teriakan istri kecilnya itu.


***


Beberapa saat kemudian, Hana dan Abi sudah menyusul ke restauran dimana semua keluarga sudah selesai dengan sarapannya. Tatapan tajam diperlihatkan oleh Kinan ke arah anaknya.


"Kamu itu ya Bi, kebiasaan banget kalo tidur pasti susah dibangunin!" Kesal Kinan.


"Maaf Mah, semalem Abi capek banget!" Sahut Abi, mereka pun sontak memfokuskan tatapan mereka ke arah Abi dan Hana.


Abi yang mengerti arti tatapan mereka pun menjelaskan, " Aku belum ngapa-ngapain Hana. Pesta kemarin ngurasa tenaga banget, jadi selesai kita langsung mandi dan tidur!".


Hana yang mendengar penjelasan Abi wajahnya langsung memerah malu.


"Iya Mah, Ka Abi juga subuh tadi bangun buat sholat subuh,selesai sholat tidur lagi jadi mungkin belum puas kali tidurnya!" Sahut Hana menimpali.


"APAAAA??" Teriak keluarga Abi kompak.


"Apa? Apa Mah?" Tanya Hana bingung.


"Abi sholat kata kamu Han?" Kini Rendra yang meminta kepastian.


"Iya Pa, emang ada yang aneh?" Tanya Hana makin dibuat bingung.


Abi yang mengerti keterkejutan keluarganya berusaha cuek sambil terus menikmati sarapannya.


"Wahhh baru semalem kamu jadi istrinya udah bisa ngajak dia kembali ke jalan yang benar Hana. Papa bangga sama kamu Nak!" Ucap Rendra lagi.


"Segitu sesatnya kah Abi dimata kalian?" Keluh Abi. Mereka semua pun mengangguk kompak, membuat Abi berdecih kesal.


"Sudah, sudah. Kakek mau ngomong sama kamu dan Hana. Pulang dari hotel kalian jangan langsung ke apartemen, menginap dulu di rumah. Adik-adik kamu besok baru sampai dari Amerika, temui mereka dulu!" Titah Hafidz yang diangguki oleh Hana dan Abi.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


...Please tinggalin jejak kalian yaaa, terima kasih 😘😘...


__ADS_2