My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)

My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)
Spaghetti dan Chicken Katsu


__ADS_3

Abi tak bisa memejamkan matanya, ia hanya terus menerus memandangi punggung istrinya yang saat ini sudah terlelap.


Hingga ia menghentikan elusan tangan di atas perut istrinya untuk mengecek ponsel sang istri, diambilnya ponsel Hana di atas nakas kemudian membukanya.


Dilihatnya isi kolom pesan antara Hana dan Raya, ternyata bukan hanya foto pada saat dirinya dan Raya berciuman saja yang dikirimkan. Beberapa foto juga telah ia kirimkan ke ponsel Hana namun tak ada satu pun yang dibalas oleh Hana.


Seperti foto saat Abi tertidur di sofa ketika menjaga Raya, foto saat Abi sedang berbicara dengan dokter Raya dan ada juga foto saat Abi sedang mempersiapkan obat untuk Raya. Tak satu pun Hana mengomentarinya, bahkan foto terakhir, foto ciuman antara dirinya dan Raya tak sama sekali dibalas oleh Hana.


Abi sedikit bingung mengapa Hana sama sekali tak menceritakan padanya jika Raya sering mengirimi pesan yang Abi duga sengaja dikirimkan untuk menyulut kemarahan Hana. Tanpa berfikir dua kali Abi langsung memblokir nomor Raya di ponsel istrinya.


Ia berjanji akan mengusut masalah ini sampai tuntas dengan Raya untuk menghentikan kegilaan Raya agar tak lagi menyakiti istrinya.


Abi sama sekali tak bisa memejamkan matanya, ia hanya terus menerus menatap wajah pucat Hana yang kini tidur menghadap dirinya. Dadanya terasa sangat sesak membayangkan semua pengorbanan dan kesabaran sang istri.


Hingga satu hal yang akhirnya ia sadari, jika Hana telah banyak berubah. Hana tak seceria dan tak sebahagia seperti sebelum menikah dengannya. Ia kini menjadi perempuan yang sering menangis dan sorot matanya seakan menyimpan begitu banyak luka.


"Apa kamu gak bahagia hidup sama aku Hana?" Batin Abi sedih.


Hingga dering ponsel mengganggu kegiatannya yang tengah asyik memandangi wajah damai istrinya, mau tak mau ia melihat siapa yang menghubunginya tengah malam seperti ini.


"Kebetulan!" Lirih Abi saat nama Raya terpampang di layar ponselnya.


Ia kemudian membenarkan selimut istrinya sebelum beranjak ke balkon dan menyelesaikan semua kegilaan mantan kekasihnya itu.


Sebelum mengangkat telfon mantan kekasihnya, Abi menutup rapat pintu balkon takut-takut jika suara pertengkaran mereka mengganggu tidur damai istrinya.


"Apa kabar Bi?" Tanya Raya basa basi.


"Maksud lo apa Ray, ngirim-ngirim foto kita ciuman waktu itu. Lo sengaja ya jebak gue?" Abi sama sekali tak ingin berbasa basi dengan mantannya itu.


"Ooh, apa terjadi huru hara di rumah tangga sekarang?" Tanya Raya meledek.


"Keterlaluan lo Ray, nyesel gue bela-belain nemuin lo di sana!" Geram Abi.

__ADS_1


"Terserah lah ya Bi, buat aku selama aku gak bisa milikin kamu. Gak ada seorang pun yang boleh milikin kamu, termasuk pel*cur kecil itu!" Kesal Raya.


"Just shut up your fu*king mouth, dia istri gue. Gak bakal seorang pun gue biarin ngehina dia, termasuk lo Raya!" Teriakan Abi berhasil membuat Hana terbangun dari tidurnya.


Hana pun melangkahkan kaki ke arah balkon untuk mencuri dengar. Ia tau suaminya saat ini pasti sedang terlibat pertengkaran dengan Raya. Hana berdiri di belakang pintu balkon, meski membelakangi pintu balkon ia masih bisa melihat Abi dengan raut wajah kesal dan marah.


"Gue minta sama lo sekali lagi Ray, jangan pernah ganggu Hana lagi atau lo bakal ngerasain akibatnya!" Ancam Abi kemudian.


"Boleh kok, tapi dengan satu syarat kamu mau having s*x sekali lagi untuk yang terakhir kali sama aku. Aku kangen dipuasin kamu Sayang!" Pinta Raya dengan suara yang dibuat sesensual dan se erotis mungkin.


"Silahkan bermimpi!! Gue gak akan dibodohi untuk kedua kalinya lagi sama lo Ray!!" Geram Abi jijik.


"Ya oke lah gak apa-apa kok, tapi aku gak bakal berhenti buat ngancurin rumah tangga kalian. Gak akan aku biarin kalian bahagia setelah apa yang kamu perbuat ke aku Bi, gak akan pernah!" Ancam Raya.


"Bener-bener sakit jiwa lo Ray!" Abi langsung mematikan sambungan telfon mereka. Ia terlihat frustasi dengan ancaman Raya karena ia kenal betul perempuan seperti apa Raya itu.


Di saat membalikan tubuh dengan desahan frustasi yang sangat berat ia terlonjak kaget mendapati Hana tengah berdiri di balik pintu balkon. Ia pun buru-buru menghampiri istrinya.


"Aku laper, mau makan. Bisa temenin aku?" Abi begitu senang ketika istrinya mau bersuara lagi meski masih dengan nada yang belum bersahabat.


Di dapur Abi langsung meminta Hana untuk duduk di kursi bar dan dia mempersiapkan makanan untuk sang istri.


"Jadi Bunda Cantik mau makan apa nih?" Tanya Abi menatap lembut sang istri.


"Aku mau spaghetti sama chicken katsu aja. Mamah udah bikinin stok buat aku di kulkas, tinggal olah sama goreng aja!" Jawab Hana.


"Siap Sayang, pesanan on proccess. Harap tunggu sebentar!" Ucap Abi.


Ia kemudian mulai menyiapkan pesanan sang istri dengan cekatan, mengambil semua bahan yang di kulkas dan mulai menyalakan kompor.


Hana yang memang sedang hobi mengekori orang lain tak tahan untuk duduk diam di kursinya. Ia pun menghampiri suaminya yang saat ini sedang merebus mi spaghetti.


"Mamah udah bikin saus bolognese nya sendiri lho, kata Mamah bikinan sendiri itu lebih terjamin kebersihannya dan lebih sehat karena gak pake bahan pengawet. Mamah keren ya serba bisa?" Celoteh Hana membuat Abi tersenyum senang.

__ADS_1


"Iya, Mamah emang hobi banget masak. Dia itu hampir semua masakan bisa. Mau masakan nusantara atau pun western Mamah bisa, apalagi kalo bikin gudeg enak banget, kreceknya juga sedap!" Cerita Abi sambil mengangkat mi yang dirasa sudah cukup al dente.


"Kapan-kapan aku minta Mamah bikin gudeg deh, mau coba!" Sahut Hana semangat.


Hana terus berceloteh disaat Abi menyiapkan pesanannya, bahkan dia terus mengekori kemana pun sang suami pergi. Entah ke arah kulkas untuk mengambil keju atau pun saat sedang menggoreng chicken katsunya.


"Udah siap, mau makan dimana?" Tanya Abi saat semua sudah siap.


"Kalo di meja makan kan gak mungkin, mejanya udah rusak dengan sempurna. Aku mau makan di ruang tengah aja sambil nonton tv!" Sindir Hana kemudian meninggalkan Abi tanpa membawa masakan yang telah disiapkan suaminya.


Abi hanya bisa terkekeh mendengar sindiran istrinya, ia pun dengan sabar membawa makanan serta minuman pesanan sang istri ke ruang tengah.


"Selamat menikmati Bunda Cantik!" Ucap Abi sambil meletakan semua di atas meja.


"Idihhh, gaje banget kamu!" Cibir Hana.


Setelah mendengar perdebatan antara Abi dan Raya membuat perasaan Hana sedikit lega, meski masih ada juga rasa kesal dengan suaminya.


Ia melahap makanan buatan Abi dengan cukup lahap, entah karena seharian kemarin ia tak makan dengan benar sehingga membuatnya lapar sekarang ini atau karena hal yang mengganjal di hatinya telah menguap saat mendengar pertengkaran Raya dan suaminya, ia benar-benar menikmati makanannya sekarang.


"Kamu gak nawarin aku?" Tanya Abi memelas.


"Kamu mau?" Tawar Hana.


"Enggak usah, kamu abisin aja biar dedek di dalem sehat!" Sahut Abi.


Namun setelah beberapa saat Hana hanya menghabiskan setengah porsi spaghettinya dan separo chicken katsunya saja, membuat Abi akhirnya menghabiskan sisa makanan istrinya yang tak habis itu.


Hana meminta izin suaminya untuk kembali ke kamarnya terlebih dahulu karena ingin melaksanakan shalat tahajud dan kembali tidur setelahnya karena waktu menunjukan masih pukul satu malam.


Hana mengulas senyum saat akan meninggalkan suaminya yang tengah asyik menghabiskan makanannya, entahlah namun ia benar-benar senang dengan cara Abi memperlakukan saat ini terlebih melihat bagaimana Abi membela dirinya di depan mantan kekasih suaminya itu.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


__ADS_2