My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)

My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)
Sisi Gelap


__ADS_3

Abi menatap penuh lara wajah lebam istrinya, menyadari betapa bringas dirinya ketika menyakiti istrinya. Ya, benar yang dikatakan sang Ibu mertua, dia belum sepenuhnya mengenali sang istri. Jiwa kekanak-kanakan sang istri yang begitu melekat harusnya menyadari Abi jika tak mungkin Hana dapat melakukan hal sekotor itu.


Abi terus membelai rambut istrinya, menyusuri wajah lebam sang istri dengan ujung jari telunjuknya seraya mengucapkan terus menerus kata maaf.


Ingatannya bahkan kini datang disaat mimpi buruk akhir-akhir ini yang terus mengganggunya ternyata adalah benar sebuah firasat buruk untuk kehidupannya. Kedatangan Hana di dalam mimpi dengan tangis dan kesakitan menjadi sebuah kenyataan yang memilukan dimana dengan tangannya sendirilah Abi melukai istrinya.


Abi mengecupi wajah istrinya dengan air mata yang sama sekali tak berhenti, dia benar-benar menyesali perbuatannya.


"Harusnya hari ini kita seneng-seneng ngerayain ulang tahun kamu sayang, tapi lihat betapa brengseknya suami kamu ini yang justru menyakiti kamu dan mengantar kamu ke sini. Maafin aku Hana, aku memang bajingan. Maafin aku sayang..!" Ucap Abi disela-sela ia menciumi wajah istrinya.


Ingin rasanya Abi merebahkan tubuhnya di sisi sang istri, namun itu tidak mungkin karena tubuh kecil istrinnya kini dipenuhi berbagai alat penunjang kehidupan Hana.


Abi terus memandangi wajah istrinya, hingga kilatan memori bagaimana ia menyiksa sang istri berputar-putar di kepalanya. Rintihan, tangisan dan jeritan sang istri kini memenuhi telinganya. Bahkan permohonan Hana agar Abi menghentikan cambukkannya membuat dada Abi sesak penuh sesal.


Hari ketiga Hana koma, tak ada perkembangan berarti bahkan pagi ini, Hana sempat mengalami demam tinggi, suhu tubuhnya tiba-tiba meningkat tajam. Dokter mengatakan terjadi infeksi pada luka cambukan Hana.


Kini setelah diberikan obat penurun demam melalui infusannya, suhu tubuh Hana berangsur normal.


Abi sama sekali belum beranjak dari rumah sakit sejak awal membawa Hana. Semua keperluannya disiapkan oleh Bi Imah dan dikirim ke rumah sakit. Sedang urusan pekerjaan ia serahkan pada Daniel yang baru dua kali menengok Hana ke rumah sakit, itu juga ketika ia membawa berkas yang harus ditandatangi oleh Abi.


Sore ini Daniel sengaja mampir untuk menjenguk Hana, belum sempat memiliki obrolan panjang dengan sahabatnya Abi, karena fokus pada pekerjaan yang ditinggal oleh Abi serta meredam pemberitaan yang tengah panas karena foto-foto antara Abi dan Raya saat bermesraan di basement parkiran apartemen Raya waktu itu terekspos di media.

__ADS_1


Bukan Abi tak tahu, ia hanya ingin fokus pada sang istri saat ini yang kondisinya masih naik-turun. Bahkan kemarahan keluarganya ia kesampingkan demi untuk tetap menemani sang istri daripada menemui keluarganya yang berulang kali memintanya datang untuk membicarakan permasalahan yang tengah membelit Abi saat ini.


"Putri tidur belum mau bangun nih? Toko kue baru yang di deket kantor udah buka lho, katanya mau neraktir aku icip-icip di sana!" Seloroh Daniel saat di ruangan Hana. Meski tau tak akan mendapat respon, Daniel terus-menerus berbicara pada Hana.


Abi yang melihat pemandangan tersebut tersenyum getir, mengingat betapa semangatnya sang istri ketika ada toko kue yang akan buka di seberang kantornya.


**


"Pokoknya aku mau bikin tipis isi dompet kamu, aku mau icip semua kue-kue yang di toko itu jual nanti kalo udah buka" ucap Hana kala itu dengan wajah bahagia.


"Emang dompet aku tipis!" Sahut Abi menggoda.


"Yeeee, tipis dompetnya tapi enggak rekeningnya. Ya kan? Hahaha..!" Balas Hana tergelak.


**


"Gue kangen sama Hana, Niel!" Ucapnya dengan suara tercekat, bisa dirasakan oleh Daniel aura penyesalan begitu melingkupi sahabatnya tersebut.


"Ada yang mau gue omongin sama lo, bisa kita keluar dulu. Hana emang koma sekarang, tapi gue yakin dia bisa ngedenger semua percakapan kita!" Bisik Daniel yang diangguki oleh Abi.


Mereka berdua pun pergi ke kafetaria rumah sakit, setelah menitipkan Hana pada suster jaga. Abi sadar betul beberapa orang memandang penuh penghakiman pada dirinya, tetapi ia memilih untuk tidak memperdulikannya.

__ADS_1


Berita panas yang tengah bergulir jelas memojokkannya, bahkan menjatuhkannya. Bagaimana tidak foto-foto yang tersebar memperlihatkan seakan Abi lah yang begitu bernaf*su oleh Raya, meskipun itu benar, tetapi semua karena pengaruh obat perangsang.


Setelah mendapat tempat duduk yang pas dan memesan beberapa makanan dan minuman Abi dan Daniel mulai terlibat perbincangan serius.


"Awal mulai tersebarnya foto antara lo sama Raya, dia sempet tampil di media mengatakan kalo lo udah sering ngajakin dia kencan dengan imbalan bakal dikenalin dengan boss-boss besar dunia permodelan dan dia juga bilang kalo pun dia enggak mau, lo bakal maksa dia dan ngancem-ngancem dia buat ngancurin karier serta kehidupan dia yang ngebuat dia akhirnya mau ngikutin naf*u bejat lo!" Ucap Daniel mengawali obrolan mereka.


"Perempuan Iblis!! Terus Arthur?" Geram Abi.


"Arthur besoknya langsung balik ke Amerika, dia sama sekali dianggap bersih, gak ikut terlibat, belum ada media yang ngendus masalah dari tuh orang!" Jawab Daniel mendesah berat.


"Gue mau lo urus semuanya, cari bukti-bukti kuat buat nyeret mereka karena telah njebak gue. Oh ya gimana tentang Hana, apa semua udah tau kalo Hana koma karena gue?".


"Media cuma beritaiin Hana sakit dan lagi dirawat akibat masalah yang lo alami. Belum ada yang tahu kalo Hana koma!" Jawab Daniel.


Sejenak mereka terdiam dan hanyut dalam fikiran masing-masing. Dan yang tidak Daniel ketahui adalah Abi telah menyuruh beberapa orang kepercayaan lainnya untuk mencari Raya, karena ia telah mempunyai cara sendiri untuk menghancurkan mantan kekasihnya itu. Rasa dendam dan amarah membuat sisi gelap Abi keluar, ia akan menghancurkan Raya hingga Raya bahkan meminta kematiannya sendiri.


"Bi..!" Panggil Daniel memecah kesunyiaan diantara mereka berdua yang langsung disahuti deheman oleh Abi.


"Sorry sebelumnya, apa lo fikir lo gak perlu ke psikiater buat konsultasi in tingkat emosi lo. Gue rasa sifat pemarah lo di atas normal, lo terlalu sering lepas kontrol dan itu gak baik buat diri lo sendiri juga orang-orang di sekitar lo, yaa lo bisa lihat sendiri kan imbasnya ke Hana!" Ucap Daniel menatap iba sahabatnya.


"Ya, udah gue fikirin itu!" Jawab Abi singkat.

__ADS_1


"Lo belum cerita bisa sampe lepas kontrol sama Hana, apa yang bikin lo sebegitu marahnya sampe lo ngehukum Hana begini? Hana perempuan paling polos, paling tulus yang pernah gue temuin Bi, gak mungkin kan dia bisa sampe buat lo marah sampe gelap mata nyiksa dia sedemikian rupa!" Abi memang belum menceritakan apapun pada siapapun kecuali kepada ibu mertuanya mengapa ia sampai khilaf melakukan kekerasan pada Hana.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2