
Di sepanjang acara, tangan Hana tak lepas dari genggaman suaminya. Abi pun tak sekali dua kali menanyakan kondisi sang istri, takut-takut jika sang istri kelelahan, atau ada perasaan tak nyaman yang dapat mengganggu kesehatan istri serta kandungan sang istri.
Sesi tanya jawab pun tak melulu seputar film mereka, bahkan kini tentang rumah tangga juga kehamilan Hana yang dijawab sopan oleh keduanya.
Setelah serangkaian acara selesai, kini mereka sedang berada di ballroom tempat para pemain, kru, produser dan semua yang terlibat dalam film tersebut sedikit merayakan kesuksesan film mereka.
Pernikahan antara keduanya tak dipungkiri juga ikut andil dalam menarik minat para penonton, hingga tanpa disangka rating film mereka pun ikut melonjak.
"Kamu tunggu di sini ya, aku ambilin makanan buat kamu. Kamu mau apa?" Tanya Abi mempersilahkan Hana untuk duduk di salah satu meja.
"Aku mau cake-cake yang lucu tadi Ka yang sempet aku lihat sama orange juice aja deh. Emmhh,, Cake nya ambil satu-satu per bentuknya ya Ka!" Pinta Hana.
"Banyak dong berarti?" Sahut Abi dengan mengernyitkan dahinya heran.
"Hehehe.. Iya. Gak apa-apa kan? Dedeknya gemes pengen nyobain satu-satu kayaknya deh!" Elak Hana dengan cengiran khasnya.
"Waduhh, kudu ngajak waitress berarti aku nih. Kalo begitu bentar ya, anteng-anteng di sini. Jangan kemana-mana, ntar ilang lagi!" Ucap Abi sebelum meninggalkan istrinya.
"Ilang? Dikira aku bocah apa?" Sungut Hana sebal.
Setelah mengajak salah satu waitress dengan membawa nampan, Abi kemudian mulai meletakan satu per satu cake yang diminta Hana.
Sang waitress yang setia mengikuti Abi, memperhatikan penuh kebingungan oleh kelakuan artis tampan satu ini.
"Bawaan bayi kayaknya ini Mas!" Cengir Abi saat mendapat tatapan penuh selidik dari sang waitress.
"Apa kabar Bi?" Tanya seorang perempuan yang Abi tau betul milik siapa itu.
"Raya..?" Abi benar-benar terkejut dengan kedatangan Raya yang tak pernah ia sangka-sangka.
"Kok kaget gitu sih Beb? Iya Sayang, ini aku Raya kamu, aku kangen sama kamu!" Raya begitu menikmati keterkejutan mantan kekasihnya itu.
"Kok bisa lo di sini?" Tanya Abi bingung sekaligus kesal.
"Bisa dong, kamu tau kan aku siapa? Aku sama produser film ini kan berteman baik, jelas dong dia ngundang aku ke sini. Ya meskipun waktu itu aku mengundurkan diri dari project film ini, tapi hubungan perteman aku sama dia tetep baik- baik aja. Buktinya dia tetep ngundang aku hadir ya kan?" Jawab Raya.
"Okey, kalo gitu silahkan temuin temen lo itu. Ngapain lo nyamperin gue ke sini?" Ketus Abi.
__ADS_1
"Aku sengaja nemuin kamu, aku kangen Bi sama kamu. Salah emang kalo kangen sama kekasih aku sendiri dan pengen ketemu?" Sahut Raya dengan nada dibuat semanja mungkin.
"Jangan gila lo Ray!!" Gertak Abi, sambil sesekali menengok ke arah istrinya yang saat ini duduk membelakangi meja prasmanan tempatnya dan Raya berdiri.
"Aku mau ngomong serius Bi sama kamu!" Ajak Raya.
"Enggak, gue gak bisa. Mending lo sekarang jauh-jauh deh dari gue sama Hana!" Gertak Abi dengan rahang yang mulai mengeras.
"Kenapa gak bisa? Karena ada istri kamu? Oohh atau gini aja, aku ke meja kalian aja kita ngobrol bertiga. Toh yang mau aku bahas juga ada sangkut pautnya sama istri kamu!" Raya mulai melangkahkan kakinya untuk menghampiri Hana, namun langsung dicegah oleh Abi.
"Jangan pernah dekatin istri gue lagi Ray! Lo mau ngomong kan? Ayo lo mau ngomong apa, gue ikutin mau lo! Tapi inget setelah ini gue harap lo menjauh dari kehidupan gue sama Hana. Ngerti lo?" Dengan wajah memerah, Abi menarik tangan Raya dan menghempaskannya sebelum Raya benar-benar menghampiri Hana.
"Mas, ini semua tolong kamu kasih ke istri saya Hana ya!" Pinta Abi pada waitress yang masih setia menungguinya. Abi kemudian menarik tangan Raya kasar untuk mencari tempat yang tidak terlalu menarik perhatian serta jauh dari jangkauan Hana.
Waitress tadi sempat memperhatikan kemana dua orang yang sedang bersitegang tadi pergi sebelum mengantarkan cake pesanan Hana ke mejanya.
"Mbak Hana, silahkan cake nya!" Ucap waitress tersebut sopan sambil meletakan nampan yang penuh cake-cake cantik yang diidamkan Hana.
"Makasih Mas, emhh.. Suami saya nya mana?" Tanya Hana.
"Emhh, itu Mbak. Ehh.. Mas Abinya..!" Waitress tersebut agak bingung untuk menjawab pertanyaan Hana, membuat Hana sedikit curiga.
"Itu Mbak Hana, tadi diajak ngobrol sama Mbak Soraya!" Jawab waitress itu polos.
"Soraya? Raya?" Tanya Hana memastikan.
"Iya Mbak, Raya model cantik itu!" Jawaban sang waitress membuat Hana yakin Raya yang dimaksud waitress itu adalah Raya yang ada di fikirannya.
"Kemana mereka?" Tanya Hana lagi, otaknya sudah terlalu panas membayangkan suami dan mantan dari suaminya itu berduaan.
"Sana Mbak!" Tunjuk waitress itu ragu-ragu. Ia semakin gugup saat melihat tatapan mata penuh kemarahan dari Hana dan melihat bagaimana perempuan cantik itu tergesa-gesa berjalan menuju arah yang ditunjuknya tadi.
Daniel dan Angga yang sedang mengobrol tak jauh dari meja Hana merasa ada sesuatu yang tidak beres akan terjadi melihat air muka Hana yang dipenuhi kemarahan. Mereka berdua pun berinisiatif untuk mengikuti langkah Hana.
Betapa terkejutnya Hana serta kedua manajer yang mengikutinya tadi saat melihat Raya tengah memeluk tubuh Abi, meskipun mereka juga melihat bagaimana Abi mencoba untuk melepaskan pelukan Raya dengan sekuat tenaga.
Sepertinya hormon kehamilan Hana membuat perempuan mungil itu berkali-kali lipat lebih berani, atau kah mungkin sang anak yang tak terima Ayahnya dipeluk perempuan lain selain Ibundanya.
__ADS_1
Dengan langkah tergesa, Hana menghampiri Raya kemudian menjambak rambut perempuan yang jauh lebih tinggi darinya itu.
Tak hanya menjambak, Hana bahkan menghempaskan tubuh ramping Raya dengan keras ke lantai. Karena mendapat serangan yang tiba-tiba membuat Raya tak memiliki kesempatan untuk mempertahankan diri bahkan untuk menyeimbangkan diri agar tak jatuh ke lantai.
"Menjauh dari suami gue, perempuan jal*ng!" Melihat saingannya yang masih shock di atas lantai Hana tanpa memperdulikan apapun langsung menghampiri Raya dengan diselimuti kemarahan.
Ia menindih Raya, kemudian menampar pipi mantan kekasih suaminya itu, bahkan berkali-kali ia menjambak rambut Raya dan ingin menjedotkan kepala Raya ke lantai.
Abi yang melihat kebringasan istrinya hanya ternganga, ia sendiri terkejut dengan keberanian sang istri yang saat ini bukan saja sedang menghajar mantanya bahkan juga umpatan-umpatan kasar keluar dari mulut istrinya.
Melihat Abi hanya terbengong saja, Daniel dan Angga langsung maju untuk melerai kedua perempuan yang tengah bergulat atau lebih bisa dibilang satu tengah asyik menghajar sedangkan satunya lagi tengah sibuk melindungi dirinya dari amukan sang istri sah.
Angga telah berhasil mengangkat tubuh Hana dari atas tubuh Raya, sedangkan Daniel mencoba untuk menolong Raya yang penampilannya sangat mengenaskan.
"Lo lihat ya pelac*r kecil, bakal gue bawa masalah ini ke jalur hukum!" Ancam Raya.
"Oh ya? Bawa, gue gak takut sama ancaman lo itu Jal*ang sialan hah! Lo fikir gue bakal diem aja hah ngeliat lo main peluk suami gue sembarangan? Kenapa lo hah? Udah gatel lo, cari mangsa baru lo hah?" Gertak Hana tak kalah garang.
"Bi ini, bantuin gue megang istri lo!" Pinta Angga yang sepertinya kuwalahan menghadapi Hana yang seakan belum puas menghajar Raya dan ingin kembali menghampiri Raya.
Abi menelan salivanya susah payah menghadapi situasi yang saat ini sudah ramai oleh orang-orang serta awak media yang sibuk mengabadikan keributan mereka.
"Maksud lo apa mangsa baru hah? Abi itu cowok gue yang lo rebut, harusnya lo yang tau diri siapa di sini posisinya perebut laki orang hah!" Geram Raya tanpa sadar mengungkapkan apa yang selama ini mati-matian ia sembunyikan.
"Oh ya? Hahaha.. Kapan lo pacaran sama laki gue hah? Ada beritanya? Pernah ada gosipnya? Jangan ngehalu lo!" Hana seakan menjadikan tingkah laku Raya dulu sebagai senjata untuk membalikan keadaan.
"Banyak media di sini kan? Ada yang pernah tau perempuan murahan ini menjalin hubungan sama suami gue hah?" Hana tersenyum miring melihat kegugupan Raya saat ini.
"Udah Sayang, kita pulang!" Ajak Abi panik takut-takut Hana akan lepas kontrol lagi.
"Iya aku emang mau kita pulang, gak bakal aku biarin kamu reunian berdua!" Bisik Hana penuh kemarahan kemudian meninggalkan tempat yang saat ini penuh dengan kehebohan akibat ulahnya, disusul oleh suaminya.
"Bakal panjang ini urusannya, media udah pasti nge blow up masalah ini!" Desah Angga pada Daniel yang masih setia berdiri di samping Raya.
"Ini semua gara-gara lo tau gak?" Geram Daniel pada Raya.
Pihak keamanan serta beberapa bodyguard mulai membubarkan kerumunan orang-orang serta awak media yang masih asyik mengambil gambar Raya. Dan sudah dipastikan kejadian ini akan menjadi santapan empuk media dan publik.
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=