
Sesampainya Hana di rumah, Hana langsung membersihkan rumahnya yang beberapa hari terakhir tak disambanginya.
Karena tidak terurus debu-debu di rumahnya begitu tebal, sisa-sisa makanan yang terakhir Irma masak sudah basi dan berjamur. Melihat rumah yang benar-benar kotor Hana merasa frustasi dia benar-benar bingung harus mulai dari mana dulu.
Hana pun memutuskan untuk membersihkan kamar Ibunya terlebih dahulu, saat ingin memulainya dering ponsel Hana berbunyi, ia pun segera mengambil ponselnya dari dalam tas yang ia letakan di atas meja tamu. Terlihat nama Hanum terpampang di layar ponselnya.
"Pas banget sihhh kalo lagi dibutuhin", ucap Hana dalam hati senang.
"Halo Hana, dimana lo?", tanya Hanum dengan suara yang lumayam memekikan telinga.
"Ishhhh.. Salam dulu kek lo, kebiasaan deh! Gw lagi di rumah, lagi bersih-bersih. Lusa Ibu pulang, ke sini kek Num bantuin gw".
"Gw kira di rumah sakit. Ya udah gw otw ke sana ya!", ucap Hanum.
"Ohhh ya Num sekalian gw pinjem gaun lo dong, malam nanti gw mau diajak Ka Abi dinner. Gw gak punya pakaian yang pantes, sekalian tolong make up in gw ya", pinta Hana.
"Lah ngelunjak lo!! Wahhhh progress lo cepet juga ya Han, langsung diajak dinner aja. Pake pelet apa lo?".
"Astaghfirullah, gak ada ya ceritanya gw pake begitu-begituan. Lagian ini tuh dinner perkenalan aja, Insya Allah minggu depan gw mulai syuting iklannya Tante Kinan, bukan gw sama Ka Abi doang kok ada Ka Daniel juga manajernya Ka Abi dan mungkin ada Mbak Raya juga kali nanti".
"Na'as amat!!", ledek Hanum kemudian tertawa seakan mengejek nasib percintaan sahabatnya itu.
"Su'e lo. Udah sini cepet bantuin gw!!", gertak Hana kesal.
"Iya, iya sabar...!".
Sambil menunggu Hanum, Hana mulai membersihkan rumahnya sedikit demi sedikit. Selesai membersihkan kamar Ibunya, kini Hana mulai membersihkan kamarnya. Peluh keringat bercucuran dari wajah dan tubuh Hana membuat terlihat semakin cantik meskipun wajahnya juga terlihat lelah.
Saat asyik membersihkan dapur, Hana mendengar langkah kaki dan suara Hanum berteriak memanggil namanya. Hana pun menyahut panggilan Hanum.
__ADS_1
"Wahhh udah mau selesai yaaa", ucap Hanum senang ketika melihat Hana sudah banyak menyelesaikan pekerjaannya.
"Lama banget sih lo, udah mau kelar baru dateng", gerutu Hana.
"Lah pesenan lo aja banyak, yaa gw kudu mempersiapkan semuanya dong biar jangan sampe ada yang ketinggalan. Gw juga milihin baju lo yang paling cantik biar nanti Abi klepek-klepek sama lo!".
"Ngaco lo ahh, Ka Abi tuh cinta mati sama ceweknya ya lagian gak mungkin dia mau sama gw, dibanding sama ceweknya mah gw cuma remahan peyek", keluh Hana.
"Udah jangan sedih, selagi janur kuning belum melengkung Abi masih milik nasional", hibur Hanum.
"Udah ahhh, gak usah ngasih gw semangat palsu. Jauh lah dia buat gw gapai. Mending lo mulai bersihin ruang tamu sana, tinggal di sana doang yang belum gw bersihin!", perintah Hana.
"Siap Bossque, apa sih yang enggak buat lo!", sahut Hanum bersemangat.
***
Selesai menunaikan shalat maghrib Hana mulai mempersiapkan diri dibantu oleh Hanum. Gaun yang dipilihkan Hanum begitu pas dan terlihat cantik dipakai oleh Hana. Hanum pun memoleskan make up tidak terlalu tebal, hanya agar terlihat lebih segar dan bisa menutupi wajah lelah Hana. Karena sebenarnya tanpa make up pun Hana sudah terlihat sangat cantik, pipi dan bibir yang pink natural, kulit wajah yang putih bersih membuat Hana tak perlu menggunakan make up lagi untuk terlihat cantik.
"Udah, tadi gw udah kirim wa sekalian sharelok rumah ini melalui Ka Abi", jawab Hana.
"Ya udah tinggal nunggu dulu dia dateng aja. Asli sahabat gw ini cantiknya kebangetan. Bohong kalo Abi gak bakal klepek-klepek pas ngelihat lo nanti", puji Hanum membuat pipi Hana merona.
"Ahhh lo bikin gw GR aja", ucap Hana malu-malu.
Saat asyik bercanda terdengar suara ketukan pintu. Hana kemudian berdiri melangkahkan kakinya ke arah pintu dan membukakannya.
Daniel begitu terpesona melihat sosok dihadapannya. Ia benar-benar tidak menyangka Hana adalah sosok gadis yang benar-benar cantik.
"Selamat malam, saya Daniel manajer Abi. Kamu Hana ya?", sapa Daniel masih tetap memandang kagum gadis dihadapannya.
__ADS_1
"Malam Ka, iya aku Hana. Salam kenal", sahut Hana mengulurkan tangannya guna untuk berkenalan. Dengan gugup Daniel pun menyambut uluran tangan Hana.
"Pantes Raya insecure sama Hana, cantiknya gak main-main. Bohong kalo Abi gak bakal kecantol sama nih cewek, sifat sama sikapnya aja sama cantiknya kayak wajahnya", Puji Daniel dalam hati, tangannya masih setia menggenggam tangan Hana yang membuat Hana agak risih.
"Maaf Ka Daniel, kita berangkat sekarang ya soalnya udah mau jam tujuh nanti Ka Abi marah", ucap Hana menyadarkan Daniel dari lamunannya, ia pun buru-buru melepaskan jabatan tangannya dari tangan Hana.
"Oohh.. Ehhh.. I.. Iyaa. Kita berangkat sekarang", sahut Daniel. Hana yang mendengar ucapan Daniel meminta izin sebentar untuk masuk ke dalam mengambil tasnya dan berpamitan pada Hanum. Hanum memang tidak mau keluar. Ia berencana tidur di rumah Hana seorang diri.
***
"Pokoknya kamu gak boleh ramah-ramah sama tuh perempuan, kamu harus memperlihatkan dengan jelas kalo kamu itu jaga jarak sama dia. Aku gak mau dia keGR an kalo kamu terlalu ramah sama dia. Jelaskan Bi!!", Gertak Raya menegaskan kemauannya.
"Iya sayang, iya..!", sahut Abi mangalah dengan kemauan kekasihnya itu.
Di ruangan private room restauran mewah itu Abi dan Raya menunggu kedatangan Hana dan Daniel. Wajah Raya terlihat begitu kesal, dia benar-benar enggan bertemu dengan dua orang yang sangat ingin dia hindari. Abi yang menyadari kekesalan Raya, mulai menggodanya.
"Aku kangen sama kamu..", godanya.
"Terus??? Inget kita sedang membatasi diri", sindir Raya.
"Iya tapi kalo kiss-kiss mah gak apa-apa kali Beb", rayu Abi lagi dengan mimik yang dibuat semelas mungkin. Raya yang melihat tingkah kekasihnya dibuat tersenyum gemas. Ia pun kemudian menangkup wajah kekasihnya dengan kedua tangannya.
Dirasa memperoleh izin dari kekasihnya Abi pun tanpa segan memajukan wajahnya, mengecup lembut bibir Raya, kecupan-kecupan kecil mereka berubah menjadi ciuman yang semakin dalam. Mereka bersama-sama saling menyesap bibir, ******* lembut antar lidah mereka.
Tanpa mereka sadari, Hana dan Daniel sudah berdiri di depan pintu. Hana yang sangat baru melihat pemandangan semacam itu memalingkan wajahnya menghindari untuk melihat adegan yang cukup berani itu.
Daniel menyadari ketidaknyaman Hana, "lihat-lihat tempat dong kalo pengen ciuman. Ini kan tempat umum, untung gw yang masuk coba kalo pelayan yang masuk!", gertak Daniel kesal.
Mendengar suara keras sahabatnya Abi melepas ciuman mereka, sedikit merasa tak enak setelah melihat Hana seperti tidak nyaman dengan perbuatan mereka. Berbeda dengan Raya yang tersenyum puas melihat Hana begitu canggung setelah melihatnya berciuman dengan Abi.
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Jangan lupa like, comment sama vote nya. biar aku terus semangat nulisnya. Gak bosen juga aku buat minta maaf kalau masih banyak kekurangannya, maklum masih belajar menulis. Semoga syukaaaas yaaaa.. 🙏🙏😘😘