My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)

My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)
Surprise


__ADS_3

"Jangan deket-deket! Aku males ngomong sama Kaka!" Gertak Hana yang masih kesal dengan kelakukan suaminya.


"Elahhh Hana, kelepasan aku tuh. Begitu aja ngambek!" Rayu Abi sambil terus berusaha memeluk tubuh kecil istrinya.


"Malu-maluin tau gak sih! Aktor besar tapi gak bisa ngontrol diri, aku curiga jangan-jangan tiap Kaka beradegan kayak gitu pasti suka lepas kontrol. Ayo ngaku!" Hana terus menerus menolak pelukan suaminya, wajahnya sudah benar-benar kesal.


"Idihh sembarangan, enggaklah! Cuma sama kamu doang aku tuh bisa kebablasan kayak tadi, sumpah deh!" Sahut Abi sambil menunjukan jari peace di hadapan Hana.


"Gak yakin aku" Hana menatap Abi penuh curiga.


"Beneran Han, gak percaya amat sih? Wajarlah gue kebablasan, lama lho gue elo anggurin padahal status lo istri gue yang harusnya udah gue unboxing dari awal saksi bilang sah!" Keluh Abi dengan mimik kesal.


"Gue elo, gue elo..!" Sewot Hana karena Abi kembali menggunakan kata gue elo dalam obrolan mereka.


"Jadi malem ini bisa kan istriku sayang?" Tanya Abi dengan tatapan genit, ia sudah menarik Hana dalam pelukannya. Sedangkan Abi mendudukan pantatnya di atas meja rias ruangan tempat Hana istirahat.


"Bisa apa?" Tanya Hana pura-pura lugu.


"Unboxing kamu!" Jawab Abi kemudian menjilat daun telinga Hana.


"Geli ih Ka, jorok deh ah!" Hana yang merasa kegelian pun memukul punggung Abi.


"Jadi bisa gak?" Tanya Abi sekali lagi penuh penekanan.


"Dari beberapa hari yang lalu juga udah bisa kok!" Jawab Hana.


"Kok gak bilang sih?" Abi menjauhkan tubuh Hana dari pelukannya.


"Lah, mau bilang ke siapa? Beberapa hari terakhir ini kan Kaka jarang balik ke hotel, pernah balik juga pas mau pagi. Aneh deh!!" Hana seakan meluapkan kekesalannya beberapa hari terakhir ini atas sikap Abi.


"Maaf sayang, aku kan ngumpulin pundi-pundi kekayaan buat masa depan kita nanti!" Rayu Abi.

__ADS_1


"Masih kurang kaya emang?" Sindir Hana.


"Aku kan pengen punya anak banyak, aku gak mau mereka kekurangan nantinya!" Sahut Abi sambil memainkan rambut Hana yang sekarang sudah tergerai.


Hana yang mendengar perkataan Abi terlihat pasrah. Ia pun sebenarnya sangat ingin memiliki anak dengan suaminya, namun mungkin karena usia yang masih sangat muda ia sedikit ragu untuk cepat memiliki anak.


"Kamu gak mau punya anak?" Abi yang melihat Hana termenung menjadi kesal, ia curiga bahwa Hana juga sama dengan Raya yang memikirkan karier dan penampilan hingga enggan untuk hamil.


"Mau kok, Hana cuma gak yakin aja apa di usia Hana, Hana udah pantes naik jabatan dari seorang istri menjadi seorang Ibu? Hana cuma takut Hana gak bisa jadi Ibu yang baik buat anak-anak Hana nanti!" Jawab Hana menatap manik mata suaminya.


Mendengar alasan Hana, Abi langsung bernafas lega. Bukan karena ambisi atau pun penampilan yang dijadikan istrinya alasan untuk belum siap memiliki seorang anak, namun hanya sebuah ketidak percayaan diri saja.


"Walaupun umurku udah dewasa, aku juga awam tentang parenting. Tapi kita gak boleh ragu lah sayang, yakin deh saat anak-anak kita lahir cinta kita terhadap mereka lah justru yang bakal ngajarin kita buat jadi orang tua yang baik!" Abi pun menyemangati istrinya.


"Bijak banget ihh suami aku!" Ledek Hana mencubit hidung mancung suaminya.


"Kalo gitu ayoo..!" Ajak Abi menarik tangan Hana.


"Bikin anak!" Bisik Abi membuat Hana merona.


"Ehh tunggu tapi setelah syuting kan masih ada acara Ka, masa kita main pergi aja?" Hana menghentikan langkahnya karena ia ingat masih ada acara setelah syuting berakhir.


"Udah tenang aja, aku udah izin sama semua kalo kita pergi duluan. Toh ada Daniel yang ngewakilin kita!" Jawab Abi kemudian menarik tangan Hana agar mengikutinya.


***


"Lho kita mau kemana? Ini bukan jalan balik ke hotel?" Tanya Hana heran saat mereka sudah berada di dalam mobil yang dikendarai Abi sendiri.


"Kan aku udah bilang aku udah siapin villa buat kita honeymoon, sekarang kita ke sana!" Jawab Abi melirik sekilas istrinya yang nampak bingung.


"Tapi barang-barang kita?" Hana sedikit protes karena Abi seenaknya saja meninggalkan barang-barang milik mereka di hotel.

__ADS_1


"Tenang aja sih sayang, semua udah beres kok! Semua barang kita udah dipindahin Daniel ke villa!" Jawab Abi.


"Pantes aja Ka Daniel dari tadi gak keliatan!" Ucap Hana.


Abi membelokan mobilnya di sebuah butik ternama, ia memang berniat untuk mendadani Hana sedikit untuk acara makan malam yang sudah ia persiapkan dan tentunya yang belum Hana ketahui.


"Ngapain ke sini Ka?" Tanya Hana bingung.


"Cerewet deh, udah sih nurut aja!" Jawab Abi kemudian membukakan pintu istrinya dan berjalan masuk ke dalam butik.


"Mbak tolong make over istri saya, saya mau istri saya tampil beda malam ini. Tapi inget saya gak mau gaun dia terlalu seksi atau terkesan memaksakan dia terlihat dewasa, pilihkan istri saya sesuai dengan umurnya tapi terlihat elegan sekaligus menggemaskan!" Perintah Abi pada seorang pegawai butik yang akan melayani istrinya, sang pegawai pun mengangguk mengiyakan.


Ia kemudian mengajak Hana untuk memilih pakaian sesuai kriteria yang dimau oleh Abi. Pilihan pun jatuh pada gaun pendek sebawah lutut berwarna maroon, dengan lengan pendek dan bahu sedikit terbuka yang memperlihatkan jenjang indah leher Hana. Serta ikatan pita di samping pinggang Hana membuat Hana terlihat cantik sekaligus menggemaskan.


Setelah cocok dengan pakaiannya, Hana pun di poles dengan make up yang natural. Rambut panjangnya dimodel low loose twist dimana rambutnya dikepang dengan bentuk messy braid kemudian menggulungnya dan menambahkan hiasan rambut sebagai finnishingnya.


Hana begitu terlihat cantik dan menggemaskan, bahkan saat ia keluar menghadap suaminya, suaminya pun dibuat terpesona.


"Aku aneh ya?" Tanya Hana karena Abi terus menerus menatapnya.


"Cantik, kamu cantik banget!" Jawab Abi kemudian menarik pinggang Hana lalu mendaratkan ciuman ke bibir Hana.


"Kebiasaan deh selalu gak lihat sikon sekitar, gak punya malu banget!" Hana menginjak Abi karena kesal dengan kelakuan suaminya yang selalu menciumnya dimana pun tanpa melihat situasi dan kondisi mereka.


"Sakit Hana!" Keluh Abi, namun Hana tetap berjalan keluar meninggalkan suaminya. Abi pun buru-buru membayar biaya untuk istrinya kemudian menyusul sang istri yang sudah berdiri di samping pintu mobil mereka.


"Kita kemana?" Tanya Hana ketika Abi mulai malajukan mobilnya.


"Villa, di sana banyak surprise buat kamu. Jangan banyak tanya!" Potong Abi ketika melihat mulut Hana akan mengeluarkan pertanyaan lagi.


Hana pun menurut, ia hanya diam. Memandang keluar jendela di sepanjang perjalanan mereka, Hana begitu mengagumi keindahan Bali pada malam hari. Sedang Abi, ia justru sering mencuri pandang ke arah istrinya, mengagumi kecantikan istrinya sambil terus tersenyum.

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2