My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)

My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)
Mengobati Rindu


__ADS_3

Sebelum baca please jangan lupa like, komen and votenya ya, supaya aku semangat terus ngelanjutin ceritanya 🙏🙏..


Happy Reading 😊😊


💕💕💕


"Kak?" Sapa Hana melalui sambungan telfon setelah beberapa jam kemudian.


"Udah baikan, hm?" Tanya Abi.


"Udah, maafin aku ya!" Jawab Hana penuh sesal.


"Aku yang harusnya minta maaf Sayang, maafin aku ya!" Sahut Abi cepat.


"Kita begini aja dulu yak Kak, gak apa-apa kan?" Sungguh Hana merasa sangat sedih dengan kondisi mereka saat ini.


"Iya Sayang enggak apa-apa, yaudah kamu istirahat ya, gak baik tidur terlalu larut. Besok aku juga banyak kerja, aku udah tenang denger kamu udah baik-baik aja sekarang!" Perintah Abi lembut.


"Iya Kak, selamat malam Kak, selamat beristirahat. Aku sayang sama Kakak!" Ucap Hana dengan suara sedikit tercekat.


"Selamat malam Sayang, selamat tidur, mimpi yang indah. Aku juga sayang sama kamu, sangat!" Sahut Abi tersenyum meskipun tahu Hana tak melihat senyumannya tersebut.


***


Dan benar saja Abi begitu disibukan dengan pekarjaannya setiap hari di Bali, tapi satu hal yang tak pernah dia lupakan menghubungi istrinya walaupun hanya sebentar saja.


Dan malam ini tiga hari sebelum dirinya akan kembali ke Jakarta, ia menghubungi istrinya lebih cepat dari hari biasanya. Karena di hari biasanya Abi baru bisa menghubungi istrinya ketika sudah sangat larut saking sibuk dirinya bekerja.


"Tumben masih sore udah bisa telfon aku?" Sindir Hana membuat Abi tergelak.


"Iya, udah mulai santai kerjaan aku. Maaf ya sering nyuekin kamu!" Sahut Abi.


"Iya aku ngerti kok, kamu kalo udah urusan kerjaan emang totalitas banget. Kak Abi udah makan?" Tanya Hana basa-basi.


"Udah sayang, tadi sama anak-anak sebelum balik ke penginapanku. Kamu sendiri udah makan?".


"Udah, tadi aku minta tolong sama Mamah dibuatin meatloaf dan mac chessee. Enak banget buatan Mamah, sumpah!" Jawab Hana penuh semangat.


"Jadi pengen aku, udah lama juga gak makan meatloaf sama mac chesee buatan Mamah!" Ucap Abi.


"Nanti kalo mau pulang ke Jakarta kabarin ya, biar aku minta tolong sama Mamah buatin buat kamu!" Sahut Hana.

__ADS_1


"Iya Sayang, pasti!".


"Emhh.. Besok mau lihat sunset sama aku?" Tawar Abi setelah beberapa saat mereka terdiam.


"Hah? Caranya?" Tanya Hana bingung.


"Besok kita video call an, aku sorot sunsetnya. Tenang aja aku gak bakal sorot muka aku, jadi kamu jangan khawatir ya. Mau enggak?".


"Emhh.. Boleh deh, tapi gak apa-apa ya kita gak tatap muka?" Hana sungguh tak enak hati.


"Enggak apa-apa Sayang, aku cuma pengen nikmatin indahnya sunset di Bali sama istri tercinta aku. Mungkin next week atau next month aku bisa lihat sunset bareng kamu langsung di sini, who knows!" Ucap Abi penuh harap.


"Iya Kak, aku mau!".


***


"Indah banget!" Puji Hana ketika ia menikmati sunset Bali melalui layar ponselnya.


"Indah kan? Lebih indah lagi kalo ngelihatnya langsung bareng kamu di sini!" Goda Abi.


"Aku juga pengen kok!" Sahut Abi.


"Kak Abi kapan pulang?" Tanya Hana sambil terus menikmati pemandangan yang disorot oleh suaminya.


"Kenapa? Mau nyambut kepulangan aku dengan pelukan lagi?" Goda Abi lagi menatap lekat wajah istrinya melalui layar ponsel.


"Pengen sih Kak, tapi__!" Hana seakan bimbang untuk melanjutkan ucapannya.


"Aku ngerti Sayang. Kamu mau dibawain oleh-oleh apa?" Tanya Abi mengalihkan obrolan mereka yang selalu membuat canggung jika terus membahas tentang ketidak siapan Hana menerimanya.


"Pie susu aja!" Jawab Hana.


"Gak mau yang lain lagi? Baju, tas, sandal, perhiasan, apa kek gitu?" Tawar Abi lagi dengan nada suara jenaka.


"Enggak Kak, pie susu aja cukup" sahut Hana.


***


"Dapet pie susunya?" Tanya Abi pada Daniel saat tengah malam mereka tengah bersiap ke bandara untuk kembali ke Ibukota.


Abi harus mempercepat jadwal kepulangannya yang harusnya lusa menjadi malam ini karena esok ia harus kembali ke kantor guna menghadiri rapat direksi yang dimajukan tiba-tiba.

__ADS_1


Beruntung pekerjaan di Bali sudah hampir rampung dan ia percayakan sisanya untuk diselesaikan oleh para sahabatnya di sini.


"Dapetlah, buat siapa sih?".


"Hana, minta dibawain pie susu dia. Besok rapat jam berapa?" Tanya Abi, mereka mulai melangkahkan kakinya menuju mobil untuk segera ke bandara.


"Jam sembilan!" Jawab Daniel.


"Manteplah, bisa istirahat dulu!" Ucap Abi semangat, karena sungguh tubuhnya sangat lelah. Pekerjaan di Bali sungguh benar-benar menguras otak dan tenaganya, awalnya ia ingin mengambil cuti selepas dari Bali tapi apa boleh buat rapat yang dimajukan jadwalnya membuat ia mengurungkan niatnya.


"Untung masih ada pesawat malam ini yang ke Jakarta!" Sahut Daniel tersenyum lega.


***


Jam menunjukan pukul satu malam saat Abi tiba di mansionnya setelah menempuh perjalanan kurang lebih dua jam.


Dilihatnya keadaan mansion sudah sepi, hanya para penjaga yang bertugas malam.


Ia sempat menatap sekilas pintu kamar Ibu mertuanya, mengira-ngira dimanakah istrinya tidur malam ini. Terlebih seharian ini ia sama sekali belum sempat menghubungi Hana dan tidak memberi tahukan kepulangannya malam ini.


Abi kemudian melangkahkan kakinya naik ke atas ke kamarnya, sesampainya di pintu kamar ia pun membukanya perlahan takut dugaannya jika sang istri saat ini tidur di kamar mereka.


Benar saja, Abi langsung disuguhkan pemandangan paling indah dan paling ia rindukan yaitu melihat sang istri terlelap di atas ranjang mereka.


Awalnya Abi ingin langsung beranjak mencari kamar lain untuk ia istirahat, tetapi niat itu ia urungkan dan memilih secara perlahan mendekati sang istri.


Ditatapnya wajah cantik yang tengah terlelap itu, dan secara refleks Abi mencium begitu pelan dan lembut dahi istrinya.


Setelah puas menatap sang istri, Abi memutuskan untuk membersihkan diri dan langsung beristirahat karena memang tubuh dan fikirannya sangatlah lelah.


Selesai membersihkan diri dan berganti pakaian, Abi memutuskan untuk ke kamar lain untuk beristirahat, tetapi matanya menangkap gelas berisikan sisa minuman herbal yang Hanan minum setiap datang periode bulanannya.


Ia pun teringat jika setiap periode bulanannya datang, Hana akan selalu bangun terlambat membuatnya berfikir untuk tidur bersama istrinya malam ini dan berharap Hana bangun terlambat esok hari agar ia tak menyadari jika Abi tidur bersamanya.


"Ya Allah, semoga saja Engkau mengizinkanku mengobati rindu pada istriku tanpa membuatnya ketakutan. Semoga Hana tetap terlelap tanpa tau aku di sebelahnya!" Doa Abi sungguh-sungguh.


Ia pun langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang perlahan-lahan, mengambil posisi miring menghadap sang istri yang saat ini juga dalam posisi miring menghadap dirinya.


"Aku kangen sama kamu, kangen banget!" Ucap Abi terus menerus sambil membelai lembut dan pelan wajah istrinya agar sang istri tak terusik tidurnya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


__ADS_2