My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)

My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)
Melamar


__ADS_3

"Berani-berani nya lo ke sini? Mau apalagi?" gertak Abi kesal ketika sudah berhadapan dengan Andi. Ternyata Andi tidak sendiri, ada Dedy juga di sebelahnya.


"Sabar Bi, sabar. Kita omongin baik-baik ya!" pinta Dedy berharap agar Abi tidak semakin emosi.


"Boleh kita ke duduk dulu?" tanya Dedy lagi.


"Enggak perlu, selesain di sini aja!" sahut Abi kesal, Dedy dan Andi pun bisa memaklumi alasan keadaan Abi.


"Gw ke sini mau minta maaf sama Hana, gw khilaf Bi" ucap Andi menunduk menyesali perbuatannya.


"Udah itu doang? Iya ntar gw sampein sama dia" sahut Abi cuek.


"Boleh kita ketemu sama Hana dulu Bi?" tanya Dedy meminta izin. Di telepon tadi Abi mengatakan jika Hana ada di apartemennya untuk menenangkan diri.


"Maaf Bang gw rasa enggak perlu. Hana masih trauma ngelihat baj*ngan ini, jangan kan ngeliat denger namanya aja di udah ketakutan. Lagian tenang aja kalo mau ketemu ntar aja sekalian di kantor polisi" jawab Abi sedikit mengancam.


Hana yang mendengar kata kantor polisi langsung menghampiri Abi, ia berdiri di belakang Abi. Tubuh Abi yang jauh lebih tinggi dirinya seakan menjadi tempat teraman saat ini untuk bersembunyi dari tatapan Andi.


"Gak usah sampai ke kantor polisi Ka!" bisik Hana.


"Gak bisa dong Han, ini tuh udah tindakan kriminal. Bisa kesenengan tuh baj*ngan kalo didiemin aja" sahut Abi kesal sambil terus menatap tajam ke arah Andi.


Tiba-tiba Andi berlutut memohon untuk tidak sampai dipenjara.


"Gw mohon Bi jangan masukin gw ke penjara, gw punya istri, punya anak-anak yang masih kecil. Gw khilaf Bi, gw bersumpah gak bakal berbuat begitu ke depannya" mohon Andi penuh sesal.


"Waktu lo ngerjain Hana, lo kepikiran anak istri lo enggak? Manusia bejad kaya lo tuh gak bakal pernah jera kalo belum dikasih pelajaran!" geram Abi.


"Udah Ka gak usah diperpanjang lagi, Hana mohon!" pinta Hana masih bersembunyi di belakang Abi.


Abi lantas menengok ke belakang, menatap Hana bingung. Bagaimana bisa Hana dengan mudah memaafkan Andi yang sudah melecehkannya.


"Lo lupa apa yang udah diperbuat dia sama lo? Lo udah maafin dia?" tanya Abi, Hana pun menggelengkan kepalanya.


"Terus kenapa lo gak mau perpanjang masalah ini?" tanya Abi lagi menuntut penjelasan lebih dari Hana.


"Hana enggak mau sampai Ibu tau Ka, kasihan nanti Ibu sedih. Nanti pasti Hana dilarang syuting lagi Ka, terus Ibu bakal cari uang lagi. Ka Abi tau sediri kan kondisi Ibu?" ucap Hana sedih.

__ADS_1


Seketika hati Abi terasa sesak mendengar penuturan Hana, Abi tidak pernah berfikir sampai ke arah sana. Hana rela memendam rasa sakitnya demi sang Ibu.


"Ya udah kalo begitu gw gak bakal memperpanjang masalah ini, tapi gw gak mau lagi lihat dia di lokasi syuting. Gw mau dia gak lagi terlibat syuting apapun selagi gw dan Hana yang meranin. Ngerti!" tegas Abi.


"Iya Bi gw ngerti, makasih Bi, makasih Hana" ucap Andi bangkit kemudian hendak menyalami Abi dan Hana. Reflek Hana langsung menghindar, ia masih enggan menatap Andi dan bersentuhan dengannya.


Abi pun lantas mendorong Andi agar menjauh dari Hana, "kalo udah gak ada kepentingan apapun mendingan lo keluar dari apartemen gw. Maaf Bang Dedy" ucap Abi kemudian menyalami Dedy.


"Iya gw ngerti Bi, kalo gitu gw pamit" sahut Dedy. Mereka berdua pun akhirnya keluar dari apartemen Abi.


Abi kemudian membalikkan badannya, ia menatap lekat ke arah Hana. Abi menangkupkan tangannya di kedua pipi Hana, "Lo hebat" pujinya. Hana hanya tersenyum meski terlihat dipaksakan. Entah apa yang saat ini sedang menggelayut di fikirannya.


***


Abi langsung menuju ke ruang rawat Kakeknya setelah mengantar Hana ke ruang rawat Irma.


"Gimana keadaan Hana Bi?" tanya Kinan.


"Udah lebih baik Mah, tapi masih suka bengong wajarlah Mah apa yang dialami Hana sesuatu yang mengerikan buat perempuan" jawab Abi kemudian duduk di sofa sebelah dengan sang Mamah.


"Untungnya Abi sampe ke sana tepat pada waktunya Mah, jadi dia gak sampe harus kehilangan kesuciannya" jawab Abi membanggakan diri.


"Untung Mamah nyuruh balik lagi. Bayangin aja kalo kamu gak Mamah paksa jadi apa Hana sekarang" ucap Kinan mengingatkan bagaimana ia memaksa Abi untuk kembali ke lokasi syuting menjemput Hana.


"Iya Mah, iyaa.." sahut Abi jengah karena Kinan tidak membiarkan dirinya serasa super hero bagi Hana.


"Kakek udah lama Mah tidurnya? Mau dioperasi gak?" tanya Abi memandangi Hafidz yang damai dalam tidurnya. Hafidz sudah dipindahkan dari ICU ke kamar rawat biasa kelas VVIP.


"Udah, habis shalat subuh tadi. Kakek kamu belum mau dioperasi, tetep minta kamu nikah sama Hana dulu" jawab Kinan.


"Yaudah kalo gitu kita lamar aja Hana sekarang, gak usah nunggu lama-lama lagi!" usul Abi.


"Kamu yakin?" tanya Kinan mencoba mencari keseriusan dari mata Abi.


"Yakin, Abi akan coba membuka hati buat Hana" jawab Abi.


"Maaf Mah, maaf semua aku harus berbohong. Aku gak bisa begitu aja ngelupain Raya, biarlah buat saat ini jalan ini yang aku ambil. Yaa aku egois, aku jahat tapi perasaan gak bisa dipaksain. Aku berharap kelak kalian mengerti" ucap Abi dalam hati.

__ADS_1


"Kalo begitu panggil Rendra sekarang, ayo kita lamar Hana saat ini juga!" ucap Hafidz bersemangat membuat Abi dan Kinan menengok ke arahnya.


***


Di kamar Hana masih terus menerus memeluk Ibunya, ingin rasanya ia mengadukan semua yang telah terjadi padanya tapi ia tak bisa, ia tak mau membuat Irma sedih, membuat kondisi Irma menurun. Biarlah ia simpan rasa sakit itu sendiri, biarlah semua terlihat baik-baik saja.


"Ada yang kamu sembunyiin dari Ibu, Han?" tanya Irma sedikit curiga dengan sikap Hana saat ini.


"Enggak ada Bu, Hana cuma kangen sama Ibu. Sehari gak ketemu sama Ibu rasanya sedih banget, Hana pengen meluk Ibu, pengen bales dendam sehari semalem gak ketemu Ibu" jawab Hana mengusap air matanya.


"Kayaknya kamu harus sewa perawat pribadi deh Han buat Ibu, supaya aku tetep ikut kamu setiap kali syuting" usul Angga yang memang tau apa yang sebenarnya terjadi.


"Iya Mas, kayaknya Hana sedikit kesusahan enggak ada Mas Angga" sahut Hana.


"Gak apa-apa kan Bu kalo aku gak sering-sering nemenin Ibu dan Ibu harus dijaga sama perawat pribadi?" tanya Angga meminta persetujuan Irma.


"Ibu setuju banget, lagian kalo ada kamu Ibu ngerasa lebih tenang dibanding Hana harus kesana kesini sendirian. Ibu takut Hana kenapa-kenapa kalo sendirian, apalagi dia sekarang suka syuting sampai malem bahkan sampe gak pulang" jawab Irma membuat Hana sedikit gugup.


Setelah beberapa lama, Hana kini sedang tertidur di sebelah Ibunya. Ia terus menerus memeluk Irma tanpa mau sedikit pun lepas. Sebenarnya Irma tau ada sesuatu yang tidak beres yang sudah Hana alami, namun ia memilih diam sampai Hana sendiri yang akan mengatakannya.


Pintu kamar diketuk, Angga pun langsung membukakannya. Terlihat seluruh keluarga Abi datang, Hafidz yang didorong kursi roda oleh Abi, Kinan dan Rendra yang berdiri di belakang mereka.


"Boleh kita semua masuk?" tanya Abi.


"Boleh, boleh. Silahkan" jawab Angga kemudian meminggirkan tubuhnya untuk memberi jalan mereka semua masuk.


"Bu, ada Abi dan keluarganya datang" lapor Abi membuat Irma heran mau apa mereka semua datang ke kamarnya, apalagi Hafidz juga datang dengan kursi rodanya.


Irma kemudian membangunkan Hana, Hana yang baru saja membuka matanya dibuat terkejut oleh kedatangan keluarga Raffan.


"Kakek, Om, Tante, Kak Abi? Ada apa kok semua pada ngumpul?" tanya Hana, mereka tak satu pun menjawab keterkejutan Hana, mereka hanya menyunggingkan senyum bersamaan.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


......**Apakah keluarga Raffan akan benar-benar melamar Hana dan jika benar apakah Hana akan menerima lamaran meraka?......


Nantikan terus yaaa readers sayang kelanjutannya, jangan lupa like, komen dan vote nya biar aku terus semangat menulisnya. Terima kasih 😚😚**

__ADS_1


__ADS_2