
Sebelum baca please jangan lupa like, komen and votenya ya, supaya aku semangat terus ngelanjutin ceritanya 🙏🙏..
Happy Reading 😊😊
💕💕💕
Suasana kembali sunyi, semua membiarkan Hana dan Abi untuk saling berkomunikasi satu sama lain, meskipun pada akhirnya lebih banyak kesunyian yang mereka dapatkan.
"Hana di sana baik-baik ya, jaga kesehatan. Cepet sembuh Sayang..!" Ucap Abi memberanikan diri yang diangguki oleh Hana.
"Kak Abi juga, baik-baik di sini, jaga kesehatan. Jangan selingkuh lagi..! Sahut Hana dengan suara yang makin lama makin pelan karena terbayang lagi perselingkuhan suaminya dengan Raya dulu.
"Enggak akan pernah lagi Sayang, aku bersumpah!" Hati Abi terasa perih ketika mendengar permintaan istrinya tersebut.
"Aku, aku mau sama Ibu, Mamah sama Ibu Dokter juga aja. Aku mau yang lain keluar. Maafin aku, tapi aku mohon..!" Pinta Hana tiba-tiba dengan gerak tubuh yang begitu gelisah.
Hana kembali mengalami serangan panik, gerak tubuh gusarnya serta isakkan tangisnya kembali pecah begitu pilu. Melihat itu semua yang tak diharapkan Hana untuk di dalam kamarnya pun keluar, begitu pula Abi.
"Kenapa Cantik?" Tanya Diana mendekati tubuh Hana yang bergetar hebat.
"Hana takut Ibu Dokter, enggak berani berhadapan sama Kak Abi. Semua perlakuan dia malam itu seakan-akan bermain-main lagi di kelopak mata Hana, Hana takut sampe Hana pipis lagi di atas tempat tidur. Maafin Hana, maafin.. Hiks..!" Isakan Hana terdengar begitu pilu membuat ketiga wanita itu ikut merasa sangat sedih dengan apa yang Hana rasakan.
"Iya gak apa-apa Sayang, nanti dibersihkan. Nanti Mamah bantu Hana bersihin diri ya, jangan nangis lagi..!" Ucap Kinan mencoba menenangkan menantu cantiknya.
"Sampe kapan Hana begini Mah, Hana cuma mau coba maafin Kak Abi. Tapi bayangan malam itu tiba-tiba selalu hadir kalo Hana berhadapan dengan Kak Abi. Hana capek kayak gini terus.. Hiks.. Hana takut banget Mah..!" Tangis Hana semakin menjadi membuat semua semakin ikut sedih, termasuk Abi yang mendengarkan istrinya dari luar pintu kamar rawat istrinya.
"Hana sabar ya Sayang, pelan-pelan aja. Yang penting Hana udah mau buka hati buat maafin Kak Abi lagi, Hana udah hebat tadi, nanti kita pelan-pelan mengikis ketakutan Hana terhadap Kak Abi ya Cantik, biar Hana bisa sama-sama lagi dengan Kak Abi. Yang harus Hana tanamkan dalam hati Hana, bahwa Hana harus percaya Kak Abi sangat-sangat menyesali perbuatannya dulu dan Kak Abi sekarang sudah menjadi orang yang lebih baik lagi. Iya Cantik!" Diana mencoba untuk ikut menenangkan pasien istemewanya itu.
__ADS_1
***
Dan kini tiga bulan sudah Hana telah menjalani perawatannya di Amerika, Kinan pun telah kembali ke Indonesia setelah sebulan menemani Hana di sana untuk memastikan Hana nyaman di tempat barunya dan pada akhirnya melepas Hana bersama dengan orang tua Kinan serta kedua anak Kinan, Juna dan Nara.
Terlihat Hana sudah kembali seperti Hana yang sedia kala, Hana yang cantik, ceria dan cerewet seperti sebelum kejadian menyakitkan itu terjadi.
Hana pun terlihat lebih cantik dengan potongan rambut yang lebih pendek membuatnya semakin lebih segar.
Namun yang Hana tak tahu selama ini adalah sang Ibu yang kondisinya semakin menurun, Irma sengaja meminta semua keluarga untuk menyembunyikan kondisi dirinya yang sesungguhnya. Ia tak ingin melihat putrinya kembali terpuruk dan sedih berkepanjangan.
Ia ingin menikmati kepulihan sang putri, menikmati binar bahagia yang kembali menaungi hidup putrinya.
Hingga pada pagi ini waktu Indonesia Hana menghubunginya melalui sambungan video menyadari jika sang Ibu terlihat pucat dan semakin kurus.
"Ibu kok aku perhatiin semakin hari semakin pucat, Ibu sakit?".
"Kamu sendiri apa kabarnya, Sayang?" Tanya Irma mencoba mengalihkan fokus puterinya terhadap dirinya.
"Hana baik Bu, Alhamdulillah. Di sini seru Bu, Kakek dan Nenek di sini baik banget sama Hana, manjain Hana banget. Juna, Nara sama Hanum juga sering ngajak Hana jalan-jalan, pernah juga Hana diajak ke kampus mereka!" Hana begitu bersemangat menceritakan hari-harinya.
"Ibu seneng dengernya..!" Sahut Irma dengan senyum hangatnya.
"Aku juga diajarin Juna main gitar Bu, udah lancar sekarang. Ibu mau denger gak aku nyanyi sambil main gitar?" Hana begitu bersemangat ingin memamerkan keahlian barunya.
Dan tanpa Hana sadar saat ia mengambil gitar, Abi ternyata juga duduk di hadapan Ibu mertuanya. Awalnya ia hanya ingin mendengarkan suara sang istri, tetapi Irma yang mengerti kerinduan sang menantu meminta Abi untuk memegang ponselnya, kemudian mengarahkan layarnya ke wajah Abi sedangkan kameranya menggunakan kamera belakang ponsel agar menangkap gambar Irma agar Abi dengan leluasa bisa melihat wajah Hana melalui layar depan tanpa Hana ketahui.
"Ibu mau aku nyanyi lagu apa?" Abi begitu bahagia melihat Hana yang tengah menyetel gitarnya saat ini untuk mempersiapkan diri bermain gitar dan bernyanyi.
__ADS_1
"Ibu mau denger lagu favorit kamu deh!" Pinta Irma.
"Lagu favoritku tuh yang sering Kak Abi nyanyiin buat aku, lagu khusus dari laki-laki buat perempuan yang dia sayang!" Ucap Hana memberitahukan, meski tak melihat wajah sang puteri Irma dapat menangkap kerinduan puterinya pada sang suami.
"Emang lagunya apa?" Tanya Irma sungguh-sungguh ingin tahu.
"Perfect Ed Sheeran. Kalo gitu nyanyi lagu itu ya Bu, khusus buat Ibu. Sebenerya aku paling enggak mau nyanyiin lagu ini kalo lagi kumpul-kumpul, takut kangen sama Kak Abi. Aku kalo kangen Kak Abi, suka nangis. Mau telpon gak berani, takut pipis. Malu aku..!" Jawab Hana polos dan sendu membuat hati Abi seakan tercubit. Entah kapan trauma sang istri padanya akan hilang.
Bukan Abi tak pernah berkunjung ke Amerika untuk menemui istrinya, bahkan setiap tiga minggu untuk beberapa hari Abi ke sana hanya untuk melihat istrinya dan pastinya tanpa sepengetahuan Hana.
Dan kini perhatian Abi kembali terfokuskan pada Hana, ketika Hana sudah mulai menyanyikan lagu kesukaannya itu dengan sangat indah, jari jemarinya pun dengan lincah memetik senar gitar berwarna soft pink yang sepertinya di desain khusus untuk Hana.
Mereka berdua begitu larut mendengarkan lagu yang tengah Hana mainkan, karena memang sebenarnya Hana pun memiliki suara yang cukup merdu.
Dan tanpa mereka sadari, mereka bertiga sama-sama menitikan air mata karena merasakan rindu yang teramat sangat.
"Bener kan aku jadi nangis..!" Protes Hana beberapa kali menyusut air matanya setelah menyelesaikan lagunya tersebut.
"Aku kangen sama semua yang di Indonesia dan aku juga kangen banget sama Kak Abi. Tega amat dia gak pernah jengukin aku di sini. Hiks..!" Cibir Hana di tengah isakannya.
"Emang kamu berani ketemu Kak Abi kalo dia ke sana?" Tanya Irma penasaran.
"Ya belum berani sih, tapi kan dia bisa gitu lihat Hana dari jauh, nongolin mukanya gitu..!" Jawab Hana berdecak kesal membuat Abi sekuat tenaga menahan tawanya melihat wajah kesal istrinya yang justru malah menggemaskan, sedang Irma langsung tergelak.
"Iya, nanti Ibu sampaikan ke Kak Abi ya kalo Hana kangen minta dijengukin..!" Sahut Irma yang diangguki Hana malu-malu.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1